
Chapter 202. DI LUMPUHKAN DENGAN KEJAM.
\=
Tama mendengar ucapan dari Bramantyo Button dan para pengawalnya yang cukup dekat dengan dirinya saat ini langsung mendengus kesal.
"Huuhhh, orang yang hanya bisa bermulut besar!" Cibir Tama, dia tidak takut sedikitpun dengan Bramantyo Button dan para pengawalnya itu.
Sejak tadi dia belum bergerak itu karena menghormati Alda! Karena dia tahu bahwa Bramantyo Button adalah musuh Alda, namun jika Bramantyo Button menargetkan dirinya lebih dulu, maka jangan salahkan Tama karena berlaku kejam.
Tatapan dua orang pengawal tuan muda Bramantyo Button langsung melotot tajam ke arah Tama, seketika aura membunuh dari keduanya meletus! Bagaimanapun keduanya adalah orang-orang terpilih dari generasi muda berbagai perguruan dan sekte besar.
Sehingga patut sombong dan selalu di pandang tinggi oleh beberapa orang kaya! Bahkan keluarga Button cabang 2 mengundang mereka ber 10 saja harus banyak mengeluarkan sumberdaya dan koneksi kalangan atas.
Ini dia sumber keberanian dari Bramantyo Button, dia sangat paham dengan kekuatan 10 orang yang di bawa ke kota Mako ini.
"Bocah, kamu mempunyai nasib buruk!" Ucap salah satu dari dua orang yang menatap tajam ke arah Tama.
Hana, Hani, Dion dan Riko menatap masing-masing orang yang mengepungnya! Namun Alda hanya fokus terhadap Bramantyo Button.
Seketika, pikiran Alda seperti terdistorsi dengan keadaan! Dia memikirkan kejadian di masa lalu, karena dirinya sering di tindas saat itu.
Karena umur Alda lebih muda hampir 3 tahun dari Bramantyo Button! Sehingga dia sering mengalah, namun parahnya semakin Alda mengalah maka Bramantyo Button semakin menindas dengan kejam.
Tama mendengar ucapan itu dia semakin tidak sabar! Dengan karakter Tama, dia lambat bergerak.
Woosss..!
Namun pergerakan Tama hampir bersamaan dengan serangan dua pengawal Bramantyo Button! Namun melihat Tama bergerak, malah mereka seperti salah langkah dan terkejut.
Tama melihat perubahan itu langsung memanfaatkan kesempatan! Dia langsung merentangkan dua tangan, setelah itu lengan Tama yang panjang dan kekar mengarah ke dua leher pengawal Bramantyo Button.
Tama melakukan jegal leher! Dengan kekuatan Tama yang kuat dan berat bunyi mengerikan langsung terdengar semua orang.
Kreeekk..!
Kreeekk..!
Baammm..!
Seketika, leher dua pengawal Bramantyo Button langsung patah! Karena tekanan kuat Tama, dia langsung membanting dua tubuh yang sedang menyerang dirinya ke aspal jalanan yang leber itu.
Seketika, dua pengawal yang menyerang Tama langsung tumbang seketika dan mati di tempat! Melihat keganasan ini sisa pengawal dari Bramantyo Button langsung mundur satu langkah, mereka sangat terkejut dengan kekuatan Tama.
__ADS_1
Sedangkan tuan Cakar Elang hanya bisa menggelengkan kepalanya! Dia tahu meskipun murid terpilih dari beberapa perguruan dan sekte besar sekalipun tidak akan bisa menghadapi orang-orang di sekitar Alda, karena dirinya saja sempat terpojokkan oleh Riko.
Padahal dia di kenal sebagai tetua hebat di perguruan Elang Hitam, namun dapat di lawan oleh Riko dan di desak dengan mudah! Itu menandakan bahwa Riko bukan master biasa.
Yang paling terkejut adalah Bramantyo Button! Dia sangat tidak menyangka bahwa kejadiannya akan seperti sekarang, sehingga dia juga mundur satu langkah karena saking terkejutnya.
"Tidak mungkin...???" Ucap Bramantyo Button dengan tatapan mata yang kosong.
Namun tidak di sana saja, Riko dan Dion maupun Hana langsung maju menyerang sisa pengawal yang masih mengepung Alda dan yang lainnya.
Woosss..!
Bahkan kini Hani juga ikut maju, namun dia bekerja sama dengan kakaknya untuk mengalahkan salah satu dari mereka! Bisa di lihat bahwa Hani masih kurang percaya diri dengan kekuatan yang dia miliki sekarang.
Sedangkan Alda langsung bergerak cepat dan tiba di depan hadapan Bramantyo Button dengan sangat cepat, itu membuat jantung Bramantyo Button langsung berdegup kencang.
"Lindungi aku...!" Ucap Bramantyo Button dengan sangat keras.
Dia tidak bisa bergerak, akhirnya hanya bisa tersandung oleh kakinya sendiri! Hingga dia terjengkang ke belakang dan ambruk dengan mengenakan.
Keadaan di sana langsung kacau! Dion, Riko, Hana dan Hani sangat ganas, sedangkan Tama jangan di tanya lagi.
Setelah membunuh dua orang dengan satu pukulan dia langsung mengincar orang lain lagi! Sehingga pertarungan di sana cukup singkat.
Alda, berdiri di hadapan Bramantyo Button yang terjatuh ke belakang! Bahkan kepala Bramantyo Button berdarah karena membentur aspal jalanan.
"Ternyata semakin tua, kamu semakin tidak berguna kak!" Ucap Alda, dia masih memanggil dengan sebutan kakak karena dari silsilah seperti itu.
"Orang tidak berguna seperti mu, kaki seperti ini tidak berguna! Sebaiknya di istirahatkan saja." Lanjut Alda berucap.
Namun Bramantyo Button tidak bisa berbicara, dia entah kenapa merasa sangat takut terhadap Alda sekarang.
"Alda kamu...!" Ucapan Bramantyo Button terpotong.
Kraakkk... Kraakkk...!
"Aaaahhhhkk...!" Jerit melengking dari mulut Bramantyo Button, dia merasa sangat kesakitan.
Karena kakinya di patahkan dengan tekanan kuat dari injakan Alda! Bramantyo Button di lumpuhkan dengan kejam.
Kreeek..!
Kreeek..!
__ADS_1
"Aaaahhhhkk...!" Jerit Bramantyo Button dengan histeris, stelah itu dia tidak sadarkan diri.
Orang-orang di sekitar tidak ada yang peduli! Karena mereka juga sedang menghadapi kematian melawan Riko dan yang lainnya.
Tuan Cakar Elang hanya bisa tertegun! Dia menelan ludah sendiri dengan susah payah.
'Sial dia begitu ganas! Berarti dari awal dia memang berminat mengampuni nyawa ku?' Ucap tuan Cakar Elang di hatinya.
Tempat di sana sangat sepi! Apa lagi perkomplekan villa mewah sangat jauh, di tambah area pribadi villa mewah milik Alda sangat luas, sehingga sekitar hampir 1 km tidak ada rumah lagi.
Jadi keributan ini tidak membuat banyak orang berkumpul! Sehingga Alda masih bisa sewenang-wenang, dalam bertindak.
Setelah meremukkan dua tulang betis dan dua tulang paha! Alda mengeluarkan belati, namun dia tidak langsung menggunakan belati itu.
Namun dia menepuk wajah Bramantyo Button agar dia bangun! Di belakang dia sekarang 8 pengawal yang tersisa sudah terkapar, ada yang mati juga ada yang tidak sadarkan diri.
Setelah berusaha beberapa kali membangunkan Bramantyo Button, akhirnya dia bangun! Namun setelah melihat Alda dan rasa sakit di kedua kakinya dia langsung teringat kejadian sebelumnya dia tidak sadarkan diri.
"Alda apa yang akan km lakukan?" Ucap Bramantyo Button dengan wajah ketakutan.
"Tidak banyak, hanya akan membuat kamu cacat saja!" Jawab Alda dengan tenang.
Sraatt..!
"Aaaahhhhkk...!" Teriak Bramantyo Button setelah paha yang tulangnya patah di sayat secara melintang, seketika darah segar keluar dari luka yang cukup dalam itu.
Sraatt... Sraatt...!
"Aaaahhhhhh...!" Jerit melengking Bramantyo Button.
Karena tidak kuat dengan rasa sakit itu, akhirnya Bramantyo Button kembali tidak sadarkan diri.
Alda tidak membangunkan dia kembali karena terlalu repot! Dia menyayat beberapa kali lagi di bagian paha, bahkan tendon di sekitar sana terputus.
Bisa di pastikan, jika luka itu sembuh! Bramantyo Button akan menjadi tuan muda cacat.
\=
\=
...
Pesan hiburan.
__ADS_1
Cerita novel Bramantyo Button kayaknya sudah ada. Judulnya, menikahi tuan muda cacat.😁