Pewaris Tersembunyi

Pewaris Tersembunyi
264 MEMILIH MENGABAIKAN


__ADS_3

Chapter 264. MEMILIH MENGABAIKAN.


\=


Malam semakin larut, di kota Westa.


Ruangan no 100, di Hotel Emperor! Di salah satu kamarnya di ruang no 100 lampu masih terang, sedangkan Hana tertidur pulas.


Namun Alda duduk di balkon, dia sambil minum teh hangat! Sekarang dia memikirkan kemungkinan siapa yang melakukan kejahatan dengan memasukkan obat afrodisiak ke dalam minuman dan makanan mereka berdua, apa lagi dengan dosis tinggi.


Jika hanya dosis bias, Alda yakin! Dia tidak akan terpengaruh dengan reaksi obat itu, karena tubuhnya sudah di latih ke tahap ekstrim saat berada di perguruan terpencil.


Awalnya, Alda berpikir bahwa itu adalah pekerjaan dari orang-orang keluarga Button cabang 2! Namun setelah kejadian itu, hingga sekarang tidak ada pergerakan dari para master luar negeri, sehingga dia langsung berpikir ini pekerjaan orang lain.


Akhirnya, dia yakin bahwa itu pekerjaan dari Hani! Karena setelah makanan di sajikan Hani tidak kunjung kembali ke ruangan no 100, padahal dia yang paling ngotot merayakan makan siang di Hotel Emperor.


Namun setelah berpikir lama Alda lebih memilih mengabaikan perbuatan Hani ini.


Dengan tindakan Hani! Sehingga dia bisa lebih dekat dengan Hana, bahwa Hana sekarang semakin terbukti.


Entah hati Alda yang terlalu lembut apa karena perlakuan Hana yang sejak awal sudah tulus! Perasaan Alda juga ingin lebih dekat dengan Hana, namun dia tidak tahu bagaimana caranya.


Tapi karena insiden ini, akhirnya mereka berdua bisa saling memahami.


"Sepertinya aku benar-benar harus kembali ke keluarga Button dengan cepat! Aku tidak mau hidup dalam pelarian seperti ini!" Gumam Alda, dia memang sejak awal selalu berpikir hidupnya dalam pelarian saat dia di kirim ke perguruan terpencil oleh kakeknya.


Itulah kenapa dia berlatih lebih keras dari rekan lainnya di perguruan terpencil! Sehingga Alda lebih menonjol dari yang lainnya juga karena kerja kerasnya, sedangkan bakat hanyalah pendukung bawan, jika bakat tidak di latih dengan keras dan terus menembus batasan maksimalnya! Bisa di bilang bakat adalah omong kosong belaka.


Waktu terus berjalan dengan lambat, hingga akhirnya malam semakin larut! Sedangkan Alda masih duduk di balkon menikmati angin malam.


Meskipun Alda sedang berpikir keras, namun pendengaran dia masih sangat tajam dan peka! Saat di belakang dia ada langkah kaki ringan Alda langsung menengok.


"Hana, ternyata kamu! Kenapa bangun?" Ucap Alda kepada Hana.


Ternyata yang datang adalah Hana, dia terbangun dari tidurnya! Karena tidak ada Alda di sampingnya dia mencari.


Hana datang ke sisi Alda dengan menggunakan piama yang halus dan lembut! Warnanya sangat terpadu dengan warna kulit Hana yang putih cerah, dia mendatangi Alda tanpa menggunakan alas kaki sehingga suaranya begitu pelan entah itu sengaja atau tidak.

__ADS_1


"Kamu tahu aku yang datang, padahal aku berjalan dengan sangat pelan!" Ucap Hana sambil tersenyum polos.


"Hei, apa kamu lupa? Jangankan kamu yang berjalan bisa seperti itu, penembak jitu seperti adik kamu saja jika bersembunyi aku bisa tahu keberadaannya." Jawab Alda dengan tenang.


"Ya, aku percaya! Jika tidak, bagaimana aksi aku dengan Hani bisa di gagalkan dengan mudah oleh kamu, pada waktu itu!" Jawab Hana.


Lalu dia duduk di samping Alda, namun masih ada sedikit rasa malu di wajah Hana saat ini.


Padahal dia dan Alda sudah bercerita banyak dan terbuka saat melakukan yang ke dua kalinya dalam keadaan sadar.


Namun masih saja Hana malu! Jadi dia duduk dengan keadaan yang tidak tenang.


"Duduk lah dengan tenang! Malam ini sangat sejuk untuk di nikmati." Ucap Alda sambil mengelus pundak dan punggung Hana sambil sedikit menggeser tubuh Hana agar lebih dekat dengannya.


Hana yang di perlakukan seperti itu awalnya menegang! Namun akhirnya dia tenang dan setelah tubuhnya menempel kepala Alda dia memilih menyandarkan kepalanya di pundak Alda.


"Alda, apa kamu tahu siapa yang memberikan obat afrodisiak ke dalam makanan kita?" Setelah menyandar sedikit lama dan tidak ada percakapan, akhirnya Hana berucap seperti itu.


Alda menggeleng! Padahal dia sebenarnya tahu bahwa itu perbuatan dari Hani, meskipun Alda belum tahu apa alasannya Hani melakukan ini semua.


"Sudah lah tidak perlu di pikirkan! Yang penting kamu dan aku tidak sama-sama menyesal." Ucap Alda sambil mengelus rambut Hana hingga sedikit berantakan.


Entah jika saat itu Hana sedang bersama orang lain, mungkin dia akan sangat terpukul dan bisa jadi seperti tidak bersemangat hidup lagi, bahkan dia akan protes kepada dunia. Kenapa engkau begitu kejam dalam memberikan sekenario perjalanan hidup ku?


Untungnya dia bersama Alda, sehingga Hana tidak perlu repot-repot protes kepada kehidupan dunia ini.


Hana dan Alda akhirnya di malam hari ini berbincang lebih intens! Mereka berdua semakin ke sini semakin dekat.


*


Sedangkan di sisi lain.


Masih dalam ruang lingkup Hotel Emperor! Tepatnya di ruang kantor manager umum Hotel Emperor ini.


Ruang kantor manager umum.


Ahsan Readbulld sedang duduk di sofa panjang bersama beberapa orang yang bekerja di bawahnya, dia seharian yang lalu menggunakan semua koneksi yang keluarga Readbulld miliki hingga akhirnya dia dan beberapa orang-orangnya sampai di kantor manager umum pada malam hari.

__ADS_1


Karena ada keadaan mendesak, manager umum Hotel yang sudah selesai bekerja melakukan jam tambahan lalu menyambut kedatangan orang-orang dari keluarga Readbulld.


"Tuan Readbulld, ada keperluan mendesak apa hingga sampai larut malam seperti ini mencari ku?" Ucap pira paruh baya yang tubuhnya sedikit bengkak dan kepalanya botak di bagian tengah kepalanya.


"Tuan, manager! Ini keperluan sangat mendesak hingga kami sampai malam seperti ini terus memaksa untuk bertemu dengan anda! Karena menyangkut kehormatan keluarga Readbulld untuk kedepannya." Ucap Ahsan Readbulld dengan senyum tipis, dia terlihat tenang di luar namun sebenarnya di dalam hatinya sedang gelisah.


Karena sampai sekarang belum menemukan petunjuk apapun, padahal dia sudah melakukan banyak cara! Dari menggunakan hacker handal untuk membobol keamanan Hotel Emperor namun hasilnya nihil.


Sehingga hanya bisa mendatangi pihak Hotel Emperor dengan terbuka seperti ini! Padahal malam sudah cukup larut tapi karena menyangkut hidup dan mati keluarga Readbulld dia berusaha keras.


Sedangkan yang membuat pihak keluarga Readbulld semakin tertekan! Banyak berita yang menyimpan yang semakin memojokkan keluarga Readbulld.


Itu karena pekerjaan dari orang-orang dan musuh keluarga Readbulld sebelumnya! Sehingga mereka tidak tinggal diam ketika melihat kesempatan datang, jadi setelah ada berita heboh langsung di beri bumbu sedikit saja, maka berita lain semakin panas dan di perbincangkan.


Sedangkan keluarga Readbulld belum bisa memberikan pernyataan lewat konferensi pers untuk membantah itu semua, jadi Ahsan Readbulld sebenarnya sedang tertekan hebat.


Orang yang biasanya di ajak berunding dua-duanya sedang terkapar di ruang sakit internasional kota Westa.


"Apa tuan Readbulld memerlukan bantuan saya?" Ucap manager umum Hotel Emperor.


Sebenarnya dia juga tahu, masalah apa yang sedang di hadapi keluarga Readbulld ini! Namun untuk menjaga profesionalisme dia bertanya demikian.


Apa lagi setelah keluarga Readbulld di bawa keluar dari ruangan 203, dia juga sedikit tahu beritanya! Namun karena sering terjadi konflik kecil di hotel besar seperti Hotel Emperor ini dia memilih mengabaikan, tapi malah menjadi seperti ini.


Yang lebih parahnya saat dia bergerak untuk memeriksa ruangan no 203, di sana baik-baik saja hanya ada sedikit bercak darah dan perabotan yang sedikit berantakan.


Namun yang bikin dia tercengang adalah, rekaman cctv ruangan itu kosong! Tidak di temukan adanya rekaman dan saat di periksa oleh teknisi Hotel Emperor ternyata di konfirmasi kamera cctv ruangan 203 rusak pada hari itu.


Ini membuat manger umum Hotel Emperor sedikit pusing.


"Benar, aku memerlukan bantuan anda tuan manager! Apa kamu di izinkan memeriksa ruangan 203 milik Hotel Emperor?" Ucap Ahsan Readbulld, sorot matanya menunjukkan harapan yang tinggi.


"Tidak masalah! Tuan Readbulld bisa memeriksa sepuasnya." Jawab manager umum Hotel Emperor.


Akhirnya di sana terjadi kesepakatan, setelah itu orang-orang keluarga Readbulld langsung sibuk.


\=

__ADS_1


\=


..


__ADS_2