
Chapter 177. ASUMSI KELUARGA JINK.
\=
Kediaman keluarga Jink.
Pagi hari menjelang siang.
Tuan besar Jink, kini sedang duduk di halaman belakang kediaman keluarga Jink! Mata tua tuan besar Jink terlihat kuyu, lingkaran hitam yang sama tercetak di sekitar dua bola mata tuan besar Jink.
Kantung matanya kini sedikit membesar! Karena semalaman dia ingin istirahat namun tidak bisa karena banyak memikirkan sesuatu! Akhirnya hingga sekarang dia hanya bisa memejamkan mata namun tidak bisa istirahat.
Saat sedang memejamkan mata! Kepala pelayan keluarga Jink datang dengan tergesa-gesa.
"Tuan besar, ada ada tuan Torik ingin menemui anda dengan segera!" Ucap kepala pelayan itu dengan sedikit ketakutan di wajah dan sorot matanya.
Semenjak tidak ada Sem Broko! Dia selalu yang menemui tuan besar Jink jika ada keperluan mendadak, karena tangan kanan tuan besar Jink sedang di rawat di rumah sakit dia belum sembuh total.
Sebenarnya tuan besar Jink sudah sangat lelah! Namun untuk kepentingan keluarga, tubuh tua dan pemikiran dia masih belum menyerah sehingga dia langsung membuka matanya dan menegangkan tubuhnya!.
"Suruh dia segera masuk!" Ucap tuan besar Jink.
"Baik tuan besar." Jawab kepala pelayan itu, lalu segera berbalik pergi dari halaman belakang.
Tuan besar Jink hanya bisa melihat itu semua, namun pikiran dia sedeng tidak di sini! Semenjak pagi ini, tuan besar Jink terus berasumsi.
Dia terus berpikir! Apa yang sedang di mainkan oleh keluarga Button, kenapa dia langsung mengumumkan dan mengesahkan keputusan dari perkumpulan antar keluarga besar waktu itu secara tergesa-gesa seperti sekarang.
Sedangkan dia belum siap! Jika saja Keluarga Dorman belum hancur di kota Mako, melihat keputusan dari keluarga Button dia akan melompat kegirangan saat ini, bahkan dia akan tertidur dengan nyenyak tidak seperti sekarang terjaga semalam suntuk, hanya untuk memikirkan dan ada kejadian apa di kota Mako yang dia tidak ketahui.
Saat sedang memikirkan itu semua, seseorang paruh baya dengan tubuh tegak langsung masuk.
"Tuan besar Jink, saya mau melapor!" Ucap Torik dengan suara lirih.
"Katakan, apa yang kamu dapatkan!" Jawab tuan besar Jink.
Sebenarnya dia seharusnya sudah pensiun, namun ambisi tuan besar Jink belum padam! Dia pikir talenta muda tidak ada yang bisa di andalkan sehingga masih mengandalkan dia yang mengatur secara langsung.
"Tuan besar, saya mendapatkan cukup bayar informasi! Tapi semua itu tidak mendasar." Ucap Torik masih sedikit ragu.
__ADS_1
Baammm...!
"Katakan dengan jelas, jangan bertele-tele..!" Bentak tuan besar Jink, setelah menghantam meja teh hingga meja itu bergetar hebat.
Hidup sedang susah-susahnya punya anak buah banyak berbelit dalamnya menyampaikan berita.
"Tuan besar Jink, informasi yang saya terima tidak memiliki bukti otentik siapa orang yang bergerak di belakang ini semua!" Ucap Torik akhirnya hanya bisa mengakui.
Braakk..!
"Bodoh, pecundang! Lalu apa kerja kamu selama ini?" Bentak tuan besar Jink, membalikkan meja yang ada di hadapannya saat ini.
Hingga isi yang ada di atasnya langsung berhamburan ke segala arah.
Mata tua yang menampilkan lingkungan hitam samar itu menyorotkan kemarahan! Dia selam ini sudah tidak pernah begitu marah sejak dia tidak turun secara langsung.
Namun kejadian ini membuat dia hilang kebasahan sebagai rubah tua yang licik dan banyak akal! Sehingga saling marahnya dia ingin membunuh orang yang sekarang ada di depannya.
"Tuan besar Jink, ini...!" Ucap Torik, namun langsung di potong.
"Diam...! Segera selidiki apa yang sedang di mainkan oleh si tua Charles Button itu! Dia orang yang banyak akal dan berbahaya, takutnya kita masuk dalam perangkap permainan dia, jika benar ada hubungannya dengan dia langsung tarik mundur semua rencana kita." Setelah berteriak 'Diam' lalu dia langsung menjelaskan apa yang dia pikirkan semalam suntuk itu.
Sebagai orang yang tahu seberapa berbahayanya Charles Button! Ron Jink lebih memilih mundur jika orang itu yang membuat rencana di kota Mako.
Dia masih belum yakin melawan keluarga Button yang bisa di bilang palingan berkuasa di kota Katao ini.
Meskipun dia masuk dalam jajaran 5 keluarga terbesar di kota Katao! Namun dia hanya urutan terakhir, sedangkan keluarga Button ada di peringkat pertama.
Jelas kekuatan mereka berbeda jauh! Bahkan hanya dengan kekuasaan keluarga Button di pemerintahan saja membuat Ron Jink mati kutu, apa lagi masih banyak faktor lain yang saling berhubungan sehingga Ron Jink langsung sadar diri.
"Baik tuan besar Jink..!" Jawab Torik, setelah itu dia langsung keluar.
Setelah keluar, dia hanya bisa memikirkan banyak pemikiran! Salah satunya adalah ucapan dari tuan besar Jink.
Bahwa keluarga Button di curigai ikut dalam permainan ini! Jika ini benar-benar keluarga Button makan akan masuk akal jika serangan tadi malam seperti hilang di telan lumpur.
Bahkan berita kematian banyak orang bisa tidak menyebar ke mana-mana! Jangankan menyebar ke luar kota Mako, di dalam kota Mako saja tidak di perhatikan.
Padahal itu semua di lakukan oleh keluarga Aditya, mereka menekan penyebaran dari berita itu! Orang yang bisa mengendalikan berita publik seperti keluarga Aditya pastinya sangat mudah menenggelamkan berita seperti itu.
__ADS_1
Namun keluarga Jink tidak tahu, bahwa keluarga Aditya ikut lebih dalam ke permasalahan kota Mako ini.
"Keluarga Button! Sial mendengarnya saja membuat aku merinding!" Gumam Torik.
Jika saja orang lain mendengar gumaman Torik si pemimpin tertinggi dari organisasi gelap itu! Mereka akan tercengang, bagaimana orang kejam seperti Torik sampai takut kepada keluarga Button.
Sesungguhnya, orang yang takut adalah orang yang paling mengerti bagaimana kekuatan keluarga Button itu! Seperti dia akan Ron Jink tuan besar keluarga Jink.
Mereka takut karena tahu, bagaimana berbahaya keluarga Button! Sehingga dari pada berurusan dengan mereka akan membuat rugi sendiri, lebih baik menghindari.
Begitu juga orang yang tidak takut! Mereka yang tidak takut kepada sesuatu sebenarnya orang itu orang yang tidak tahu apa-apa, jika mereka tahu pasti ada rasa takut.
Begitu lah, konsep sederhana! Hingga ke hal yang lebih tinggi.
Contoh orang yang tidak takut kepada tuhan adalah orang yang bodoh! Sedangkan orang yang tahu tuhan maha kuasa, orang itu akan menundukkan kepalanya dan menyembahnya karena dia tahu konsepnya.
*
Di sudut kota Katao lainnya.
Kediaman keluarga Button cabang 2, dua orang saling berhadapan dengan wajah serius.
"Ayah, apa ayah sudah melihatnya! Charles Button mengeluarkan berita kontroversi untuk kota Mako, apa ini sebuah kebetulan atau si orang tua itu tahu bahwa Alda ada di sana?" Ucap Bamtoro Button.
Dia berbicara dengan ayahnya! Certeo Button.
"Ya, aku melihatnya! Dia pasti sudah tahu, mungkin kematian anaknya juga dia sudah tahu namun dia enggan bergerak." Ungkap Certeo Button, matanya melihat ke arah kejauhan.
"Berarti ini gawat ayah! Apa kita sudah siap bertarung dengan mereka?" Tanya Bamtoro Button dengan wajah serius.
"Apa kamu bodoh, kita tidak akan bisa melawannya! Makanya kita hanya bisa menggunakan cara diam-diam karena kita tidak mampu..!" Keluh Certeo Button.
Dia sebenarnya sedang kecewa dengan anak dan cucunya! Bagiamana dia sangat jauh dari ketrampilan dan segi lainnya dengan keluarga utama Button.
Akhirnya dia hanya bisa menggelengkan kepalanya pasrah.
\=
\=
__ADS_1
..