Pewaris Tersembunyi

Pewaris Tersembunyi
038 PERTARUNGAN ANAK-ANAK


__ADS_3

Chapter 038. PERTARUNGAN ANAK-ANAK.


\=


Dua petarung sedang bertarung di dalam ring pertarungan yang memiliki kerangkeng yang di turunkan, itu di gunakan agar orang yang sedang bertarung tidak keluar dan menyerang penonton di sekitar mereka, saat mereka sedang terdesak.


Karena pernah kejadian sebelumnya, mereka sudah melakukan perjanjian pertarungan sampai salah satunya tidak bisa bertarung lagi, namun akhirnya salah satu petarung menyandra penonton dan kabur.


Sehingga di bentuk lah, kerangkeng baja yang seperti itu! Guna keamanan lingkungan dan petarung yang hilang kontrol.


"Sial aku pikir bakal melihat pertarungan yang menegangkan? Ternyata hanya pertarungan anak-anak!" Keluh Tama saat melihat pertarungan di dalam ring.


Wajar saja Tama berkata seperti itu, karena dia adalah petarung yang sangat ahli, sehingga melihat pertarungan amatir seperti di depannya saat ini dia langsung tidak tertarik.


"Apa ini benar-benar peringkat 10 dari urutan petarung yang kita miliki?" Riko bertanya kepada Sinta.


Mendengar cemooh Tama dan pertanyaan seperti itu dari Riko, Sinta sedikit bingung! 'kalian pikir orang-orang di dunia awam tidak normal semua seperti kalian?' ucap Sinta dalam benarnya.


Namun dia tetap menunjukkan senyum di wajahnya kepada Riko.


"Kak, apa kamu tidak melihat sendiri! Paman Dendi saja di kalahkan oleh mu hanya tiga gerakan! Apa lagi mereka yang hanya peringatan 10 yang di peringkat satu saja, mereka dapat di kalahkan oleh paman Dendi dengan mudah." Jawab Sinta.


Dia langsung membandingkan kekuatan mereka dengan petarung tingkat 10, sedangkan orang yang tingkat pertama di arena pertarungan bawah tanah ini saja dapat di kalahkan dengan mudah oleh kepala pelayan keluarga Setiadi, Paman Dendi.


Sehingga wajar saja mereka melihat pertarungan itu seperti pertarungan anak-anak.


"Ya baiklah, aku sekarang mengerti!" Ucap Riko sambil mengelus dagunya dengan jari pelan-pelan.


Sedangkan, Dion dan Alda hanya diam saja! Dia tahu bahwa pertarungan ini sudah sangat bagus bagi orang-orang di kota Emerald.


Namun jika di bandingkan dengan perguruan terpencil, itu sangat jauh berbeda! Mereka tidak memiliki momentum yang di kerahkan saat bertarung.


Gerakan mereka saja yang indah, namun tidak mematikan! Sedangkan di perguruan terpencil, gerakan indah tidak di perlukan yang di perlukan adalah momentum kekuatan dan serangan ganas yang mematikan.

__ADS_1


Sehingga sekali serang, maka sangat berbahaya! Jika lawan mereka lemah maka lawan itu hanya akan menemui kematian yang tragis.


Pertarungan itu terus berlanjut, hingga akhirnya kemenangan di raih oleh pendatang baru di arena pertarungan bawah tanah ini.


"Yes, akhirnya aku menang taruhan!" Ucap Tama.


Dia tadinya sangat kecewa dengan pertarungan anak-anak, namun setelah orang yang dia pegang menang dia senang karena memang taruhan.


Meskipun uang baginya tidak penting, namun taruhan seperti ini membuatnya merasakan kesenangan sesaat.


Saat lagi senang, ponsel baru milik Tama berdering! Tama langsung mengangkat panggilan itu.


"Tuan muda, aku sudah berada di Hotel Kota Emerald! Namun tuan muda tidak ada tuan muda sekarang ada di mana?" Ucap seorang paruh baya di sebrang sana.


"Ha-ha-ha tuan muda! Ternyata kamu juga di panggil tuan muda juga ha-ha-ha-ha-ha...!" Riko tertawa terbahak-bahak dengan sangat puas.


Dia awalnya di sindir dengan sebutan tuan muda oleh Tama terlihat sangat kesal, namun Tama juga ternyata di panggil tuan muda juga ini membuat dia yang awalnya kesal menjadi baik dan merasa terhibur.


Meskipun panggilan telfon itu tidak di pengeras suara, namun karena di ruangan VVIP suara sesuatu sangat hening sehingga suara pria paruh baya di sebrang sana terdengar begitu jelas.


Dia malu seketika, sehingga kesenangan tadi yang dia dapatkan karena memang taruhan langsung lenyap! Malahan sekarang Tama teringat saat dia meledak Riko yang di sebut tuan muda.


"Sudah sesama tuan muda jangan saling menjegal!" Dion langsung melerai mereka hanya dengan kata-kata singkat.


Keduanya langsung terdiam karena sama-sama malu akibat saling meledak dengan sebutan tuan muda itu.


Alda hanya bisa tersenyum, dia tersenyum ternyata orang-orang yang bersama dirinya selama ini para tuan muda tersembunyi! Setelah di pikir lagi dia tahu bahwa keluarga besar pasti keadaannya memang tidak jauh dari keluarganya saat itu maupun sekarang.


*


Tidak jauh dari tempat pertarungan bawah tanah milik keluarga Setiadi, ada wilayah terakhir di kota Emerald yang cukup banyak penduduk dan gedung bertingkat! Setelah itu ke arah barat laut sudah hampir berbatasan dengan kota Nanki.


Di daerah ini ada beberapa perbukitan karena daerah perbatasan dengan kota konflik, sehingga daerah ini sepi.

__ADS_1


Mobil BMW seri 7 berwarna hitam berhenti perlahan di sebuah parkiran gedung.


"Kenapa kita berhenti di sini? Sedangkan arena bawah tanah itu masih 2 kilo di depan!" Ucap Hana.


"Kak, apa kamu tidak tahu? Orang-orang itu pasti pulang melalui jalur ini, aku akan bersembunyi di atap gedung ini sedangkan kamu menuju ke sana!" Jawab Hani.


Mendengar itu hanya langsung mengerti, karena ini adalah gedung terakhir dan terdekat dengan lokasi sehingga Hani memilih tempat ini untuk mengawasi.


Keduanya langsung membagi tugas dan bersiap-siap! Karena sudah sering melakukan pekerjaan ini, keduanya dapat mengelabuhi seseorang di sekitarnya seperti tidak terjadi apa-apa.


Hana bergerak dengan senyap dan cepat, dia sudah biasa bertempur di medan peperangan yang berbahaya di luar negeri, bahkan kakak beradik ini sudah banyak melakukan misi berbahaya.


Sehingga menempuh jarak 2 kilometer tidak berarti bagi Hana, setelah sampai dia seperti merasakan pergerakan aneh di balik tebing yang dia tuju.


"Sial ternyata sudah ada orang yang menargetkan mangsa yang aku incar!" Keluh Hana setelah merasakan ada oran yang bersembunyi di kejauhan.


Bukit itu memiliki banyak pohon di atasnya, ada juga tebing yang curam dan sangat cocok untuk persembunyian, sedangkan Hana masih di bawah dan dia juga bersembunyi di balik pohon.


Meskipun sekarang masih siang hari, namun karena banyak pepohonan yang menggangu pandangan sehingga cukup baik untuk bersembunyi di manapun.


"Ada orang yang bersembunyi di jarah 800 meter dari mu kak!" Hani langsung memberikan peringatan dari talkie walkie miliknya.


"Ya, aku sudah melihatnya! Apakah kamu tahu siapa dia?" Tanya Hana dengan suara kecil.


"Entahlah, dia menggunakan penutup wajah! Namun dari postur tubuhnya sepertinya dia adalah orang dari dunia beladiri!" Jawab Hani yang melihat dari teleskop senjata miliknya.


"Sial, karena pekerjaan ini terlihat tidak mudah! Sehingga mengundang pembunuh bayaran dari seni beladiri" Keluh Hana.


Meskipun dia mahir dalam menggunakan belati dan pisau pendek, namun jika berhadapan dengan ahli beladiri maka dia sedikit lebih lemah.


Akhirnya dia hanya terus memantau perkembangan kedepannya dan saling terus berkomunikasi dengan adiknya.


\=

__ADS_1


...


__ADS_2