Pewaris Tersembunyi

Pewaris Tersembunyi
213 PASANGAN SERASI


__ADS_3

Chapter 213. PASANGAN SERASI.


\=


Menjelang sore hari di kota Westa.


Alda, Hana dan Hani sekarang sedang duduk di halaman belakang kediaman keluarga Aditya! Halaman belakang itu sangat sejuk, berbagai bunga ada di sana.


Bahkan ada beberapa pohon buah persik yang sedang memekarkan bunganya! Membuat suasana di belakang kediaman keluarga Aditya sangat nyaman.


Kini ketiganya sedang menunggu Tama, dan tuan besar keluarga Aditya! Karena setelah sampai di kediaman, Tama dan Cika langsung di seret untuk bertemu dengan tuan besar Aditya. Sehingga mau tidak mau Alda dan dia wanita kakak beradik menunggu di halaman belakang sambil menikmati teh hijau dan suasana asri tempat itu.


Setelah menunggu cukup lama, Tama dan Cika berjalan menuju halaman belakang! Di samping mereka ada seseorang yang sudah terlihat tua namun masih begitu energik, wajahnya yang cerah dan rambutnya yang berwarna kelabu sangat mencerminkan bahwa orang itu memiliki pendidikan dan kedudukan tinggi.


Dia adalah tuan besar Aditya! Pemimpin tertinggi keluarga Aditya.


Setelah mereka bertiga sampai di meja santai di halaman belakang, Tama langsung menyiapkan kursi untuk tuan besar Aditya! Sedangkan Cika menarik kursi untuk dirinya sendiri.


Akhirnya enam orang duduk mengitari meja oval yang tidak begitu besar itu! Setelah kedatangan taun besar Aditya suasana menjadi sepi dan canggung.


Apa lagi untuk Hana dan Hani, dia seperti tidak nyaman duduk di sana! Namun karena Alda tetap tenang, mereka menghembuskan nafas pelan untuk menenangkan jiwanya yang sedikit gelisah.


"Kakek kenalkan ini Alda yang pernah aku ceritakan beberapa kali itu, sedangkan mereka berdua adalah Hana dan Hani!" Ucap Tama setelah duduk.


Tuan besar Aditya melihat sebentar ke arah Hana dan Hani, lalu menatap lurus ke arah Alda! Dia seperti melihat orang yang tidak asing, namun untuk siapa orang itu dia belum bisa mengingatnya dengan jelas dan kapan mereka pernah bertemu.


"Tuan besar Aditya, aku Alda sahabat Tama! Dia mengajak aku untuk berkunjung ke kota Westa ini dan tentunya mengunjungi keluarga Aditya untuk bertemu tuan besar Aditya." Ucap Alda, dia memberikan hormat kepada orang tua itu dengan sedikit membungkuk dan menundukkan kepalanya.


Hana dan Hani segera mengikuti cara Alda, karena dia tidak tahu bagaimana cara menyikapi terhadap orang tua yang memiliki kedudukan tinggi, sehingga hanya bisa mengikuti cara Alda itu.


"Baiklah, siapa nama keluarga kamu nak?" Ucap tuan besar Aditya setelah menerima ucapan salam dari Alda dan Hana maupun Hani.


"Itu, nama keluarga aku Button!" Ucap Alda sedikit susah payah, namun akhirnya dia memberitahu kepada tuan besar Aditya karena menurut Alda tidak masalah karena orang tua itu adalah keluarga Tama.

__ADS_1


Deg...!


Tuan besar Aditya terkejut setelah mendengar nama keluarga Alda adalah Button! Karena keluarga Button sejak dulu terkenal di negara Trukotan ini.


Apa lagi tuan besar Aditya dulunya adalah teman dekat dari Charles Button saat masih muda! Namun setelah mereka memegang keluarga besar mereka masing-masing akhirnya mereka jarang berhubungan lagi.


Namun sekarang ada anak muda yang bermarga Button berkunjung ke kediaman keluarganya! Ini membuat dia terkejut.


"Nak, apa kamu cucu dari Charles Button apa Certeo Button?" Ucap tuan besar Aditya setelah terkejut sebentar.


Dia langsung menanyakan dua orang yang berkuasa di dua cabang keluarga Button sekaligus! Itu menandakan bahwa tuan besar Aditya benar-benar mengenal keluarga Button.


"Aku cucu dari Charles Button!" Jawab Alda dengan cepat, namun wajahnya menunjukkan kekagetan juga karena tuan besar Aditya bisa mengenal kakeknya Charles Button dan si tua Certeo Button.


Itu membuat Alda penasaran, ada hubungan apa antara tuan besar Aditya dan kakeknya Charles Button.


"Aku tidak menyangka, pantas saja aku seperti melihat orang yang tidak asing!" Ucap tuan besar Aditya dengan wajah berseri-seri.


Melihat kakeknya seperti mengenal keluarga Alda membuat Tama lebih senang! Karena tujuan dia membawa Alda adalah untuk membujuk kakeknya agar dia melepaskan perjodohan dengan Cika Lims.


Sehingga dia senang, karena jalan Alda membujuk akan semakin besar.


Tama langsung menggerakkan kakinya untuk menyenggol kaki Alda! Setelah itu dia langsung memberikan kode yang sering di gunakan saat mereka menjalankan misi.


Alda menoleh ke arah Tama lalu langsung paham, bahwa dia harus beraksi sekarang! Akhirnya dia tersenyum melihat ke arah Cika dan tuan besar Aditya.


"Benar kah, wah aku tidak menyangka itu! Tuan besar Aditya, sebenarnya aku berkunjung ke sini di ajak Tama untuk menilai tunangan dia." Jawab Alda, kepada tuan besar Aditya.


"Wah, apa seperti itu! Tama benar-benar seperti aku dulu! Saat aku muda aku juga meminta pendapat Charles Button untuk menilai calon istri saat itu." Jawab tuan besar Aditya dengan sumringah.


Tama melihat ini langsung senang, sepertinya rencana untuk menjauh dari Cika ada kesempatan.


"Benarkah, baiklah aku akan menilai Cika!" Jawab Alda.

__ADS_1


Setelah itu dia menoleh pada Cika, seketika Cika tersenyum manis dan berharap Alda akan menilai dia dengan baik.


"Saat aku lihat, mereka ternyata adalah pasangan yang serasi!" Ucap Alda dengan pasti, sambil mengangguk-anggukkan kepalanya dengan ringan.


Deegg...!


Tama yang terkejut sekarang, dia sudah berpesan sebelumnya kepada Alda agar dia menggagalkan pertunangan ini! Lalu bagaimana dengan ucapan Alda sekarang, ini adalah penghianatan terbesar bagi Tama.


Namun Tama ingin protes sekarang tapi tidak bisa! Sehingga hanya bisa terdiam membisu.


"Ha-ha-ha-ha-ha, kamu memang benar-benar cucu Charles Button! Sangat tajam dalam menilai wanita!" Ucap tuan besar Aditya dengan sangat senang, bahkan sambil tertawa terbahak-bahak.


Sedangkan Cika Lims senyumnya makin lebar, lalu ada semburat warna merah di pipinya! Dia langsung tersipu dengan penilaian Alda.


Setelah itu Cika Lims melirik ke arah Tama, lalu dia tersenyum manis! Namun Tama malah cemberut, karena berencana untuk menjauhi Cika Lims malah gagal total, itu semua karena Alda.


Namun dia ingin marah ke Alda tidak bisa, meskipun marah dia juga tahu tidak ada gunanya bagi dia.


Hana dan Hani melihat Alda dengan tatapan berbeda, apa lagi Hana! Dia berpikir, jika Alda sangat baik dalam menilai wanita, apakah dia belum menunjukkan rasa kagum dan suka dia terhadap Alda sehingga tidak di respon.


Setelah itu dia menunduk ke bawah, menilai tubuhnya! Lalu melirik ke tubuh Cika dan segera membandingkan.


'Padahal aku juga tidak beda jauh dengan Cika, tapi bagiamana tuan Alda tidak bisa menilai ku?' Ucap Hana dalam hatinya.


Lalu dia melirik ke arah dada Cika yang membesar sempurna! Setelah itu dia memegang dadanya sendiri, hingga akhirnya dia sedikit kecewa.


Hana salah paham dengan penilaian Alda tentang keahlian menilai wanita, bahkan jika pikiran Hana di ketahui Alda tentang ke salah pahaman ini, menurut Alda ini adalah hal yang sangat lucu.


\=


\=


...

__ADS_1


__ADS_2