Pewaris Tersembunyi

Pewaris Tersembunyi
166 TETUA KE 5 ORGANISASI GELAP


__ADS_3

Chapter 166. TETUA KE 5 ORGANISASI GELAP.


\=


Di gedung lantai 2 kasino di jalan Niseng! Suasana lantai dua semakin ramai setelah kedatangan Tama yang di anggap tuan muda dari luar kota.


"5 miliar, apa masih tidak cukup untuk berpartisipasi dalam keseruan yang kalian buat?" Tama mendorong kantong cip yang ada di hadapannya.


Seketika cip dengan nilai tertinggi langsung tumpah! Mereka yang biasa main di kasino ini langsung paham bahwa itu benar-benar cip berjumlah 5 miliar.


"Apa yang akan di mainkan?" Tanya Tama kepada semuanya.


"Sebelumnya kita hanya akan main tebak dadu besar apa kecil!" Jawab anak muda yang menggunakan jas rapi.


"Itu juga menarik, tapi lebih baik tebak angka dadu! Yang lebih mendekati angka yang benar akan bertahan, sedangkan yang lebih jauh akan tersingkir." Ucap salah satu dari mereka.


Setelah itu tiga orang lainnya saling memandang, lalu mengiyakan tanpa ragu! Karena menurut mereka ini akan sangat baik setidaknya tidak begitu beresiko.


"Aku ikut saja!" Jawab Tama seperti sang ahli di dalam permainan apapun.


"Berapa taruhan yang akan kita muli?" Tama langsung mengungkit tentang jumlah taruhan yang akan mereka bayarkan.


"Eh, aku kira kamu tahu sejak awal pertaruhan kita itu apa?" Ucap tuan muda yang menggunakan pakaian kasual.


"Pertaruhan kita itu, siapa yang bermain tiga kali berturut-turut akan mendapatkan 3 miliar dari kami masing-masing dan wanita itu!" Yang lainnya langsung mengungkapkan perseteruan mereka kepada Tama.


Tama melihat ke arah wanita yang di tunjuk! Setelah itu dia mengerutkan keningnya dan menggelengkan kepalanya.


"Setelah aku menang, aku akan mengambil uangnya! Sedangkan wanita itu untuk mu saja." Ujar Tama tanpa berpikir panjang.


"Benarkah? Itu bagus! Ha-ha-ha." Orang yang tadi menjelaskan kepada Tama langsung dengan dan tertawa terbahak-bahak.


Yang lainnya seperti tidak senang, namun itu terserah Tama mau melakukan apa! Toh itu sudah kemenangan di tangannya, jika dia menang.


Namun saat mereka sedang mengobrol, suara ledakan keras di pintu utama lantai dua terdengar.


Buummm...!


Pintu terbuka dengan lebar, seseorang memimpin dua lainnya melangkah dengan sombongnya ke arah kerumunan.

__ADS_1


Tama, Alda dan semuanya yang ada di sana melihat ke arah pintu! Kini di sana ada tiga orang, ketiganya menggunakan pakaian malam.


"Wah, aku datang di waktu yang tepat! Setidaknya setelah membunuh orang aku akan merampok! Ha-ha-ha....!" Orang paruh baya yang arogan langsung berucap dan setelah itu tertawa terbahak-bahak.


Salah satu orang di belakangnya membisikan sesuatu! Setelah itu pria paruh baya itu memandang tajam ke arah Alda.


Orang-orang ada di sana mulai ketakutan! Mereka hanyalah anak muda manja, sehingga melihat sesosok yang sangat agresif sudah mulai takut. Meskipun belum melakukan aksinya dari cara bicara dan aura yang di keluarkan orang itu begitu menekan.


Sehingga anak-anak kaya generasi ke 2 dari keluarga kaya kota Mako ini sedikit mundur, suasana yang tadinya ramai langsung sepi senyap.


Alda melihat pria paruh baya itu, saat orang itu juga melihat ke arahnya! Tatapan tajam dengan niat membunuh yang kuat menguar dari dirinya, sehingga membuat Alda mengernyit heran.


Karena orang seperti ini bisa-bisanya, tampil terang-terangan di kota Mako seperti ini! Apa lagi be bicara tentang membunuh begitu saja.


"Anak muda kamu yang bernama Alda?" Ucap laki-laki paruh baya itu dengan suara dalam.


Alda sedikit heran kenapa orang itu bisa tahu namanya! Setelah itu otaknya langsung berputar bahwa dia mempunyai musuh kuat, yaitu keluarga Jink yang memiliki organisasi gelap.


"Apa kalian dari organisasi gelap?" Ucap Alda bertanya ingin memastikan.


"Tidak heran, tuan besar menginginkan kepal mu begitu cepat! Ternyata kamu orang yang cukup berbahaya." Ucap pria paruh baya itu.


Dia berbicara seperti itu, karena dia melihat ada aura kuat yang membuat Alda tidak terpengaruh dengan aura yang dia keluarkan! Di tambah Alda langsung tahu bahwa dia adalah organisasi gelap, sehingga dia langsung menganggap Alda berbahaya.


"Alda biarkan aku uang menghadapi mereka! Kamu duduk tenang saja." Ucap Tama setelah menepuk bahu Alda, dia terlihat sangat senang.


Dia tidak lagi memperdulikan taruhan yang tadi sudah di sepakati! Melihat orang yang kuat muncul dia ingin menamparnya.


Empat tuan muda itu melihat ke Tama! Tadi di terlihat seperti tuan muda yang memberikan perintah kepada bawahannya, sekarang dia langsung berubah.


Dia malah terlihat seperti pengawal bagi Alda! Sehingga tatapan beberapa orang di sana seperti tidak paham.


"Tuan sepertinya mereka benar-benar dari organisasi gelap." Ucap Hana kepala Alda.


Melihat Tama maju, mata laki-laki paruh baya itu menyipit! Dia juga merasakan bahaya saat di tatap oleh Tama.


"Bagiamana bisa di kota kecil seperti ini, ada dua master yang hebat seperti mereka?" Laki-laki paruh baya itu bergumam.


"Tetua ke 5, hati-hati sepertinya pria ini sangat kuat!" Ucap orang yang ada di sebelah kanan.

__ADS_1


"Aku tahu, apa kamu pikir kamu lebih hebat dari ku?" Ucap laki-laki paruh baya itu dengan suara dalam.


Dia adalah tertua ke 5, dari organisasi gelap! Kemampuan dia memang lebih lemah dari 4 orang tetua lain di organisasi gelap.


Namun untuk membunuh Alda yang di bicarakan oleh Roland Jink sebelumnya seharusnya sudah cukup! Namun setelah melihat langsung tetua ke 5 juga merasakan ancaman.


Sebenarnya ini insting dari sesama master beladiri! Sehingga persepsi dia mengatakan bahwa Alda maupun Tama sangat berbahaya.


"Kakak, apa tuan Alda akan bisa mengalahkan ketiga orang itu?" Bisik Hani kepada Hana, dengan lirih.


"Apa kamu bodoh? Taun Alda sangat kuat! Sepertinya 5 orang seperti mereka bukan apa-apa di hadapan tuan Alda." Ucap Hana dengan yakin, balas membisikan kepada Hani.


"Tidak perlu saling berbisik, aku masih dengar!" Ucap Alda, membuat keduanya tertegun akhirnya hanya bisa tersenyum canggung.


Setelah Tama maju, dia langsung berucap!.


"Kamu mancing Alda, jika ingin merepotkan dia maka lawan mu adalah aku!" Sambil berbicara dia menunjuk tetua ke 5 organisasi gelap dan menunjuk dirinya sendiri.


Artinya sudah mutlak, jika kamu maju! Maka lawan mu adalah aku.


Melihat provokasi itu, tetua ke 5 organisasi gelap sangat marah! Belum pernah di merasakan penghinaan ini, sehingga aura miliknya langsung meletup.


Woosss..!


Gerakan tetua ke 5 sangat cepat, hanya dalam beberapa langkah ringan sudah ada di hadapan Tama! Tangannya yang terkepal terulur ingin langsung memukul dada Tama.


Jelas itu adalah serangan fatal jika kekuatan pukulan yang di lepaskan sangat besar.


Baammm..!


Pukulan keduanya beradu! Tama tidak diam saja, dia langsung menyambut pukulan itu dengan pukulan juga.


Keduanya mundur beberapa langkah, seperti seimbang! Namun ada senyum bahagia di sudut mulut Tama.


Dia barusan, menggunakan kekuatan sebanyak 2/3! Namun orang itu bisa menahan imbang, ini membuat Tama senang.


Sedangkan, tetua ke 5 organisasi gelap sangat terkejut! Karena orang yang jauh lebih muda bisa menahan serangan penuh yang dia lakukan barusan.


Keributan dan diskusi di lantai dua langsung terdengar di berbagai sudut! Karena pertarungan itu sangat keran bagi mereka para anak muda, sehingga saling menilai siapa yang kuat di antara keduanya.

__ADS_1


\=


..


__ADS_2