Pewaris Tersembunyi

Pewaris Tersembunyi
248 ANCAMAN KELUARGA READBULLD


__ADS_3

Chapter 248. ANCAMAN KELUARGA READBULLD.


\=


Bramantyo Button masih tersenyum dengan cerita, dia tidak bisa melihat kilatan dingin di mata Aron Tomuk karena Aron langsung menyembunyikan itu dengan cepat.


Meskipun yang di hadapan Aron sekarang adalah Certeo Button, dia juga tidak akan menyadari apa yang sedang di pikirkan Aron tadi, apa lagi Bramantyo Button yang anak muda belum banyak pengalaman hanya bisa mengandalkan kekuasaan orang tua saja.


"Sebaiknya kita ke kota Westa langsung! Aku tidak sabar menunggu itu semua terjadi kepada Alda." Ucap Bramantyo Button dengan arogan.


"Tuan muda, jangan! Situasi itu berbahaya, sebaiknya tuan muda duduk manis di sini! Sisanya biar aku yang urus." Ucap Aron Tomuk dengan senyum tipis dan terlihat begitu tulus.


Wajah Aron Tomuk ini bisa sampai pas untuk menjilat orang seperti Bramantyo Button yang suka di sanjung! Karena dia sejak kecil selalu merasa superior sehingga selalu ingin di jilat orang lain.


"Baiklah, segera beritahu aku informasi terkini!" Bramantyo Button sudah termakan oleh dendam terhadap Alda, sehingga yang di maksud kabar terkini adalah kabar Alda di kota Westa.


Akhirnya Aron Tomuk menceritakan bagiamana dia mengatur semuanya! Sedangkan untuk bagiamana Alda di kota Westa Aron hanya menceritakan sedikit tentang Alda, karena memang sulit untuk mendapatkan kabar itu semua.


*


Sedangkan di kota tua distrik baru kota Westa.


Rizal dan yang lainnya sedang berkunjung kembali ke sini! Namun kali ini dengan tim pembangunan dan para insinyur yang berpengalaman di bidangnya.


Setelah di umumkan bahwa gangster jalanan kota tua sudah di tangkap, kota tua ini seketika ramai di kunjungi oleh warga lokal kota Westa! Mereka yang penasaran akhirnya berkunjung ke sini.


Meskipun hanya lewat beberapa hari, namun banyak pengunjung yang terus berdatangan dari semua penjuru kota Westa! Ini membuat keluarga Readbulld kesal setengah mati.


Karena dulunya kota tua ini adalah kota sejuta masalah! Namun sekarang setelah di beli hak pengelola dan miliknya oleh Grup Brighton, kota ini langsung di amankan oleh departemen keamanan publik ini yang menjadi tanda tanya besar bagi kalangan *****.


Jika seperti ini, kenapa tidak di bereskan masalahnya terlebih dahulu baru di lelang! Sehingga bisa melonjak harga lelangnya dan banyak minat, namun saat itu di lelang dulu baru di bereskan masalahnya.


Saat Rizal dan beberapa bawahan langsung Rizal sedang berdiskusi dengan para ahli di bidang masing-masing, ada mobil Rolls-Royce phantom berhenti tidak jauh dari mereka, juga di iringi oleh beberapa mobil sedan hitam yang berisikan pengawal.


Rizal dan yang lainnya penasaran! Akhirnya mereka semua menunggu dengan tidak sabar, tidak butuh waktu lama pintu Rolls-Royce phantom di buka oleh sang supir setelah itu, orang tua dengan aura mengesankan keluar wajahnya sedikit di angkat ke atas.

__ADS_1


Orang-orang asli kota Westa langsung tahu, bahwa itu adalah Hansen Readbulld! Kepala keluarga, keluarga Readbulld sekarang.


Namun mereka hanya menahan saja, karena tidak tahu ada keperluan apa sampai-sampai kepala keluarga sendiri yang turun langsung.


Tap..Tap.. Tap..!


Langkah kaki yang elegan dan sedikit nyaring di suasana sepi seperti ini! Kota tua yang awalnya sudah sepi semakin senyap setelah kedatangan taun besar Readbulld.


"Tuan besar Readbulld, ada keperluan apa hingga sampai ke tempat seperti ini?" Ucap salah seorang petinggi kota Westa yang kebetulan ikut dalam rombongan Rizal.


Setelah di sapa Hansen Readbulld hanya mengangguk, lalu dia tersenyum ramah setelah itu dia memandang sekeliling! Sepertinya dia mencari keberadaan Alda karena dia hanya ingat bahwa orang yang menawar dua tanah itu adalah Alda yang perwakilan dari Grup Brighton.


Setelah tidak menemukan orang yang di cari, akhirnya Hansen Readbulld berucap.


"Siapa di antara kalian perwakilan dari Grup Brighton?" Ucapnya dengan elegan dan benar-benar tercermin orang yang besar.


Rizal mengerutkan keningnya, meskipun dia sekarang sudah bergaul dengan orang-orang hebat! Namun untuk keadaan tertentu dia juga grogi.


"Aku, aku adalah sekertaris utama Grup Brighton!" Ucap Rizal, meskipun dia grogi namun dia tetap tenang.


Hansen Readbulld mengulurkan tangannya untuk memberikan salam kepada Rizal, seketika tekanan di situ terasa berat oleh tekan dari Hansen Readbulld ini.


"Perkenalkan aku adalah Hansen Readbulld, sepertinya Grup Brighton berisikan anak-anak muda yang berbakat." Ucapnya setelah Hansen Readbulld mengulurkan tangannya dan di sambut jabatan tangan lagi oleh Rizal.


"Aku Rizal! Perwakilan dari Grup Brighton." Jawab Rizal mengenalkan dirinya.


"Sangat menarik!" Ucap Hansen Readbulld setelah melepaskan sambutan tangan itu.


Rizal masih diam, namun dia sekarang tahu! Ternyata tuan Alda selalu melawan orang-orang seperti ini.


"Baiklah, tuan Rizal bisakah kita mengobrol sebentar di sisi sana! Karena ini sedikit lebih sensitif." Hansen Readbulld menunjuk tempat yang sedikit jauh, agar percakapan mereka tidak di dengar banyak orang.


"Baiklah..!" Jawab Rizal sambil melangkah langsung.


Akhirnya keduanya sudah berada jauh dari beberapa orang, saat itu Hansen Readbulld langsung tersenyum ramah namun aura penekanan semakin kuat.

__ADS_1


"Tuan Rizal, aku tidak akan banyak omong kosong! Keluarga Readbulld menginginkan salah satu tempat di distrik baru kota Westa, apa anda bisa memutuskan secara langsung?" Ucap Hansen Readbulld dengan suara kecil namun tekanan di hati Rizal sangat berat.


"Aku tidak bisa hanya perwakilan! Namun permintaan tuan Hansen Readbulld akan saya sampaikan kepada pimpinan!" Ucap Rizal masih dengan berusaha setenang mungkin.


"Tapi ingat, meskipun mereka tidak setuju keluarga Readbulld akan terus berusaha dengan caranya." Jawab Hansen Readbulld masih dengan gayanya tadi.


Kata-kata barusan itu bagi Rizal seperti ancaman keluarga Readbulld kepada Grup Brighton! Namun Rizal tidak takut, karena Grup Brighton bukan lagi Grup kecil.


"Itu tidak masalah, keluarga Readbulld berhak bersaing!" Jawab Rizal mengejutkan Hansen Readbulld.


Hansen Readbulld juga tidak habis pikir, karena anak semuda Rizal bisa bertatap muka dan berbicara dengan dirinya dalam hal seperti ini.


Tidak banyak, orang yang seperti Rizal bagi Hansen Readbulld! Karena itu membutuhkan mental yang sudah di asah hingga ke titik yang ekstrim.


Hansen Readbulld tidak tahu saja, bahwa Rizal terlahir di keluarga tidak mampu! Namun hidup di jalanan yang keras sudah membuat dia tahan banting, apa lagi dengan otak bisnisnya yang sangat tinggi membuat dia cepat berkembang dan masuk dengan mudah di kalangan seperti ini.


Akhirnya keduanya hanya melanjutkan ucapan kosong beberapa patah kata dan akhirnya berpisah! Rombongan keluarga Readbulld langsung pergi dari kota tua.


Setelah itu, bawahan langsung Rizal mertuanya dengan rasa penasaran yang tinggi.


"Tuan Rizal, apa mereka mengancam Anda? Apa negosiasi terkait bisnis ini?" Ucap salah satu dari mereka.


"Tidak perlu kalian pikirkan! Lebih baik kamu fokus dalam hal yang ada di sini." Ucap Rizal dengan tegas.


Rizal tidak akan memberitahukan kepada mereka semua tentang rencana keluarga Readbulld kepada Grup Brighton! Agar mereka tidak terbebani oleh pemikiran orang-orang atas.


Sebenarnya jika bisa dia juga tidak ingin tahu hal seperti ini! Dia ingin fokus bekerja dan mengembangkan Grup Brighton bersama Jhonatan Brighton dan rekan-rekannya lainnya.


Karena dengan ini, keluarga mereka kan sejahtera dan kota Mako akan terus aman dari orang-orang yang tamak.


Setelah di tegur dengan keras oleh Rizal, akhirnya mereka semua melanjutkan rencana sebelumnya! Karena proyek rehabilitasi kota tua distrik baru kota Westa harus segera di laksanakan.


\=


\=

__ADS_1


...


__ADS_2