
Chapter 059. MULAI BEKERJA.
\=
Kini malam mulai larut.
Kedai kopi milik paman Jo sudah sepi, hanya tinggal Dion dan paman Jo saja yang masih bertahan.
Dion membantu menutup kedai itu, karena malam ini mereka akan mulai bekerja untuk melawan kelompok kalajengking merah di kota Mako.
"Paman, apa paman benar-benar tidak keberatan akan tampil di depan sesuai pengaturan Alda?" Tanya Dion kembali setelah mereka beres membereskan kedai kopi.
"Sebenarnya paman belum yakin, paman sudah keluar dari dunia bawah tanah 10 tahun yang lalu! Bahkan sekarang paman den rekan-rekan lainnya menyembunyikan identitas masing-masing, namun demi membalas apa yang kelompok kalajengking merah lakukan dulu, paman siap mengikuti apa pengaturan Alda." Jawab paman Jo dengan sangat yakin.
Setelah dia berpikir ulang, dia akhirnya tahu bahwa dia tidak bisa di bandingkan dengan Alda sedikit pun! Sehingga dia kini percaya dengan anak sahabatnya ini dan temannya yang bernama Alda.
Meskipun paman Jo tidak tahu identitas apa yang Alda miliki sekarang, namun dari cara bicara dia tentang uang sangat mudah paman Jo yakin, bahwa identitas Alda tidak sembarang namun dia tidak akan mengikuti itu! Karena dia tidak akan mengorek identitas orang, seperti dirinya sekarang menyembunyikan identitas asli karena ada alasan tertentu.
"Bagus paman Jo, aku sangat senang mendengarnya! Aku yakin dengan adanya bantuan Alda, maka masalah yang di hadapi kita ini akan terlihat mudah." Jawab Dion penuh emosional.
Sebenarnya Dion adalah orang yang penuh pertimbangan dan mudah di ajak bergaul, namun setelah kejadian masa lalu! Karakter Dion menjadi seiring berubah karena dia terlalu waspada terhadap orang dan jarang bicara dia berbicara hanya hal penting saja, jika tidak maka Dion akan diam.
Keduanya akhirnya beres dan menutup kedai di pusat perdagangan pinggir jalan! Paman Jo mengajak Dion pulang ke kediaman yang selama ini dia huni mereka berjalan menyusuri jalan itu lalu be belok menuju pemukiman.
*
Sedangkan Alda kini sedang menyetir mobil Van yang mereka curi dari kelompok kalajengking merah.
Namun yang Alda tidak habis pikir ada tiga mobil yang kini mengikuti mobil Van yang kini dia Hana dan Hani naiki.
Tiga mobil itu hampir sama dengan mobil yang di naiki Alda! Sama-sama berwarna hitam setelah jalanan mulai sepi, tiga mobil itu langsung menyalip mobil ada lalu membanting setir untuk menghadang jalan dari mobil Alda.
Sedangkan dua lainnya memepet mobil Van yang di naiki Alda dari belakangnya.
"Sepertinya kita terlalu mencolok menggunakan mobil curian ini!" Keluh Alda setelah menginjak rem dengan kencang.
"Bagaimana tidak mencolok, kita menggunakan mobil mereka di kota kekuasaan mereka sedangkan kita gunakan dengan bebas di jalanan! Bukannya ini konyol?" Ucap Hani.
Dia biasanya selalu waspada, namun karena tidak berani memberikan saran kepada Alda karena di anggap hebat. Namun karena ini dia langsung lupa dengan apa yang sudah di lakuin.
__ADS_1
Hani langsung saja mencibir bahwa Alda terlalu konyol.
Hana yang ada di samping Alda hanya melirik Alda dan menengok ke arah adiknya untuk diam jangan sampai membuat Alda kesal.
"Bukan masalah itu! Karena kemarin benar-benar terdesak sehingga aku belum sempat membeli mobil sendiri!" Jawab Alda tidak marah dengan cibiran Hani.
"Karena sekarang sudah terjadi seperti ini, maka kita hanya perlu menghadapi mereka! Apa kamu takut?" Tanya Alda kepada Hani.
Ucapan itu seperti sedang meremehkan Hani, seketika Hani menjadi lebih kesal! "Jangankan hanya mereka, aku sudah membunuh lebih banyak orang kejam lebih dari mereka." Ucap Hani tidak terima di remehkan.
Brak..brak..brak..!
Saat Hani sedang kesal, ada lebih dari 20 orang mengepung mobil Alda dan langsung menggebrak pintu mobil Alda dengan sangat keras.
"Turun kalian!" Ucap salah satu orang di luar.
Klik... Braakk..!
Alda menekan panel pintu lalu menendang pintu mobil itu hingga engselnya langsung patah! Setelah itu pintu mobil yang di tendang Alda sangat keras menghantam mengenai dua orang sekaligus.
"Bajingan, beraninya melawan!" Bentak yang lainnya salah satu dari mereka.
Kraakkk..!
Baaammmm..!
Dengan sekali pukulan dan tendangan Alda, pasti ada satu orang terkapar tidak sadarkan diri! Yang di tendang kakinya hingga patah mereka melolong kesakitan di jalanan.
Sedangkan Hana, langsung mencabut belati panjang yang dia rampas dari kelompok kalajengking merah kala itu! Dia langsung menebas orang-orang yang akan menangkapnya.
Dengan gerakan yang sangat lincah Hana terus melawan beberapa orang di sana! Sedangkan Hani mundur dan menendang mereka yang kewalahan setelah menghadapi Hana.
Hani hanya bisa gerakan sasar dari ilmu beladiri! Sehingga serangannya tidak berpengaruh banyak.
Baammm..!
Baammm..!
Alda memukul orang-orang itu seperti serigala yang masuk ke dalam kerumunan domba! Dia bebas memilih siapa yang di lawannya tapi mereka langsung terkapar.
__ADS_1
Baaammmm..!
Kraakkk..!
Alda menendang orang yang akan menyerang Hani dengan brutal lalu mematahkan lehernya dengan sangat mudah hanya dengan satu tendangan kakinya.
"Apa ini pembunuh yang sudah membunuh banyak orang yang sangat kejam?" Pertanyaan Alda langsung membuat hati Hani runtuh.
Hani awalnya masih sangat percaya dengan kemampuannya, namun dia hanyalah sniper sedangkan tanpa senjata laras panjang dia tidak ada apa-apanya di bandingkan mereka semua.
Tapi Hani sudah sangat takut, karena belati orang itu sudah hampir mengenai wajah cantik Hani! Wanita paling takut jika wajahnya menjadi jelek.
Sehingga hati dia berdebar ketakutan, namun setelah di tolong Alda dia senang! Tapi setelahnya ucapan Alda membuat hati Hani langsung runtuh seketika.
Hana yang tadi tahu adiknya berbahaya juga ingin menolong, namun dua lawannya masih menghalangi dan melawan sehingga dia tidak ada kesempatan.
Namun setelah melihat Alda menyelamatkan adiknya dia sangat lega! Karena tidak ada beban, Hana juga langsung menghabisi dua lawannya yang tersisa.
"Hani, apa kamu baik-baik saja?" Ucap Hana khawatir adiknya terluka.
Karena dia sejak kecil selalu melindungi Hani dari bahaya yang menimpa! Sehingga sebagi kakak Hana harus di tuntut kuat.
Sehingga dia belajar beladiri dengan sangat keras, lebih keras 10 kali lipat dari orang-orang lainnya yang belajar beladiri.
"Tidak apa-apa kakak!" Jawab Hani, lau dia melirik ke arah Alda.
Kini Alda sedang memeriksa beberapa orang yang masih hidup, lalu dia bunuh seketika! Alda tidak akan meninggalkan jejak sedikit pun, sehingga dia langsung memusnahkan orang-orang yang menyergapnya itu.
Alda tahu dengan beberapa tanda, bahwa mereka benar-benar anggota dari kelompok kalajengking merah.
"Baiklah, segera kita tinggalkan mereka semua." Ucap Alda.
Dia dan yang lainnya langsung pergi menyelinap dengan berjalan kaki! Meskipun dia tahu bahwa nantinya orang-orang dari kelompok kalajengking merah tahu bahwa yang melakukan adalah orang yang sama Alda tidak peduli.
Karena meski bagaimanapun mereka sudah memulainya lebih awal.
\=
...
__ADS_1