Pewaris Tersembunyi

Pewaris Tersembunyi
105 MENGANGGAP PENTING DIRINYA


__ADS_3

Chapter 105. MENGANGGAP PENTING DIRINYA.


\=


Setelah mendengar kata-kata mobil hasil meminjam, tatapan penghinaan keluar dari beberapa orang termasuk ketua kelas Hendi, Kale dan yang lainnya orang yang menjadi kaki tangan ketua kelas dulunya.


Vlania yang duduk satu meja dengan Dion langsung bertanya karena penasaran.


"Wah bos seperti apa yang sampai meminjamkan Hummer terhadap bawahannya? Pati dia sangat kaya!" Ucap Vlania.


Dia juga termasuk pekerja kantoran seperti Luna! Namun beda perusahaan, akan tetapi keduanya sering berhubungan karena perusahaan masing-masing tempat mereka bekerja adalah mitra bisnis.


"Cukup baik! Jika di tanya kekayaannya aku tidak begitu tahu." Dion mencoba menjawab lebih sederhana, agar tidak di tanya lagi.


"Cih, hanya bekerja di bos kecil saja sudah begitu berlagak! Bagaimana jika bekerja di perusahaan yang sedang melejit seperti perusahaan tempat aku bekerja?" Hendi berucap merendahkan pekerjaan Dion saat ini.


"Luna, kedepannya kita akan terus berhubungan di dalam pekerjaan! Karena perusahaan kita bekerja untuk sekarang berada di satu naungan yakni Grup Brighton!" Ucap Hendi kepada Luna.


"Hendi, memangnya sekarang kamu bekerja di perusahaan apa?" Luna ingin tahu, karena perusahaan yang bernaung di Grup Brighton sekarang sudah ada 6 perusahaan.


"Aku bekerja di perusahaan Northern Corp!" Ucap Dion dengan sangat bangga, saat mengucapkan Northern Corp dagunya terangkat sangat tinggi seperti dia adalah pemiliknya sekarang.


"Wah Northern Corp, bagiamana bisa kedepannya akan terus berhubungan bukannya perusahaan Di Me Com dan perusahaan Northern Corp beda bidang?" Luna bingung.


Dion mendengar ini hanya mengerutkan keningnya, dia tidak tahu bahwa ketua kelas Hendi yang baru pulang dari luar negeri bekerja di Northern Corp.


"Itu tetap bisa! Aku adalah manager produksi dan gudang, sedangkan perusahaan Di Me Com berbasis pengiriman. Tenang saja proses pengiriman barang akan aku serahkan kepada mu Luna!" Jawab Hendi mencoba menjelaskan secara kasarnya.


Hendi menganggap penting dirinya! Padahal dia berbicara seperti itu agar terlihat hebat, agar terlihat dia punya jabatan yang tinggi di Northern Corp.


"Jika seperti itu, masih bisa terjadi!" Jawab Luna setelah berpikir jauh.


"Wah ketua kelas Hendi memang hebat, apa kamu bisa membawa ku masuk untuk bekerja di perusahaan Northern Corp?" Tanya salah satu anak laki-laki yang duduk di sana.


"Serahkan saja pada ku! Semuanya jika butuh sesuatu tinggal bilang saja karena kita dulunya teman kelas, aku akan bantu kalian dengan kemampuan ku!" Jawab Hendi dengan senyum lebar.

__ADS_1


Dia ingin menunjukkan kehebatannya, tangan akan melambai namun terbentur dengan meja sehingga dia meringis kesakitan! Untung saja tidak ada yang memperhatikan itu.


"Ketua kelas Hendi memang bisa di andalkan!" Kale sangat bersemangat.


Yang lainnya juga memuji! Semua pujian di terima dengan agung oleh Hendi, akhirnya suasana di sana langsung hidup.


Dion hanya menggelengkan kepalanya, karena dia tahu bahwa Grup Brighton adalah milik Alda! Dia juga bisa berperan penting di grup itu namun dia tidak akan menunjukkan kepada mereka.


Reuni itu cukup lama, bahkan menjadi ajang pamer kekayaan maupun kesuksesan di bidang mereka masing-masing! Mereka yang kurang beruntung hanya bisa menjilat kawannya yang sukses.


*


Malam hari sudah datang.


Alda akhirnya keluar dari ruang pribadi miliknya, matanya terlihat sayu karena terus melihat di layar komputer, kini dia duduk di sofa ruang tengah di depannya ada minuman dingin.


"Sial, ternyata mereka benar-benar sudah begitu mengerikan! Grup Brighton jika melawan mereka seperti telur yang di lemparkan ke batu besar!" Keluh Alda.


Dia sudah mendapatkan informasi penting, setelah tahu sangat banyak akhirnya Alda menyadari bahwa keluarga cabang Button susah sangat mengerikan, pantas saja kakeknya sudah cukup khawatir dengan keadaan keluarga Button! Ternyata sudah seperti medan perang hidup di dalam keluarga besar Button.


Keduanya berhenti sejenak untuk mengawasi Alda dari atas.


"Hal hebat apa sampai membuat tuan Alda bisa begitu terbebani?" Hani penasaran sehingga bertanya pada kakaknya yang sedang berjalan di sampingnya.


"Entah lah, biasanya para pewaris keluarga besar itu selalu memiliki beben yang berat! Apa lagi pewaris yang tersisihkan." Ucap Hana mengira-ngira identitas Alda.


Namun dia yakin bahwa Alda adalah tuan muda keluarga besar di sala satu kota besar negara ini.


"Maksud kakak berarti tuan Alda adalah pewaris yang tersisihkan?" Tanya Hani.


Hana langsung terdiam, ucapan tadi yang dia akan sebutkan dia tekan kembali! Karena memang dia tidak berpikir ke sana, namun setelah di pikir kembali.


Nama keluarga Alda tidak di ketahui, dia tidak pernah ada kerabat yang mengunjungi hanya Dion saja dan yang lainnya! Sehingga kini Hana terbawa oleh pemikiran Hani.


"Apa kamu yakin tuan Alda orang seperti itu?" Tanya Hana mulia goyah.

__ADS_1


"Itu bisa jadi kak! Dia sekarang seperti depresi, kadang kejam kadang sibuk sendiri! Itu membuat aku berpikir ke sana." Jawab Hani.


Mendengar ucapan Hani, timbul rasa kasihan di hati Hana! Biasanya dia tidak pernah terpengaruh oleh rasa seperti itu setelah keluarganya hancur.


Namun sekarang setelah melihat Alda seperti orang yang sangat tertekan, membuat dia merasa kasihan karena dia pernah merasakan seperti itu sebelumnya.


Akhirnya, Hana turun! Dia berjalan ke bawah dan duduk di sisi Alda.


"Tuan Alda, jika ada hal berat lebih baik di ceritakan siapa tau kita bisa membantunya!" Ucap Hana setelah ikut duduk di sofa yang lainnya.


Alda mendongak dan melihat ke arah Hana, akhirnya dia tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


"Tidak apa-apa, ini masalah ku! Jika aku butuh bantuan kalian nanti akan di sampaikan." Jawab Alda.


Memang untuk sekarang, dia belum membutuhkan bantuan keduanya namun di masa depan pasti akan sangat membantu, makanya dia melatih keduanya agar lebih tangguh.


"Baiklah jika seperti itu!" Jawab Hana, wajahnya masih terlihat datar namun ada sedikit rasa kecewa di hatinya.


Dia berpikir, bahwa Alda belum sepenuhnya mempercayai keduanya! Namun itu bisa Hana terima, karena keduanya kenal di awal sebagai musuh.


"Sebaiknya kita makan di luar! Aku perlu mandi dulu." Ucap Alda dia langsung saja pergi dari sana menuju kamarnya.


Kedua kakak beradik itu saling pandang sebentar! Akhirnya Hana berucap.


"Kita juga perlu mandi..!" Hana langsung lari dengan cepat karena biasanya Hani mandi cukup lama.


Setelah Hani sadar! Dia langsung menyusul kakaknya.


"Kakak, kamu curang!" Bentak Hani.


Jika saja dunia bawah tanah kota Mako yang sudah pernah Hana dan Hani acak-acakan melihat ini mereka akan muntah darah! Keduanya seperti bocah kecil saja.


\=


...

__ADS_1


__ADS_2