Pewaris Tersembunyi

Pewaris Tersembunyi
117 BALA BANTUAN


__ADS_3

Chapter 117. BALA BANTUAN.


\=


Di lantai bawah, lantai utama Club malam kota Mako semua orang sudah terkapar! Bahkan banyak dari mereka yang sudah mati mengenaskan.


Perkataan orang yang memberikan kabar bahwa divisi 2 dan 4 musnah benar adanya! Meskipun di awalnya orang itu hanya berucap sembarangan karena saking takutnya.


Sebelum dia meninggal ruang utama, orang-orang di sini masih setengah lebih! Hanya sedikit yang di hajar sampai terkapar, namun dalam beberapa menit saja setelah tiga orang itu turun dan menuju ke ruang utama Club.


Orang-orang dari dua divisi sudah benar-benar musnah! Tidak ada kepala dari mereka yang masih tegak, semuanya terkapar di lantai dengan noda darah tercecer di mana-mana, di tambah pecahan kaca berserakan.


Suasana menjadi lebih mengerikan karena hujan deras dan petir yang terus menyambar meninggalkan kilat dan suara bergemuruh.


"Ini apa yang sebenarnya terjadi?" Ucap pemimpin divisi 4.


Biasanya dia sangat arogan dan emosional! Namun melihat kegilaan di depan matanya dia juga merasakan ngeri.


Hawa dingin langsung menyeruak di bulu tubuhnya yang tidak mengenakan baju! Keringat dingin di punggungnya langsung terlihat menetes di celana yang di kenakan.


Mata dia terus melihat sekeliling, hingga akhirnya melihat dua orang yang berdiri berdampingan! Satu memegang pipa besi panjang yang masih meneteskan darah segar, sedangkan yang lainnya hanya dengan tangan kosong.


Namun jejak noda darah di kepalan tangannya masih ada! Bagi dia ini sangat mengerikan.


Orang yang memanggil ketua divisi, hanya bersimpuh di lantai! Dia sudah tidak kuat berdiri saling ketakutan di hatinya.


Aron berhenti melangkah cepat, dia langsung mematung di belakang dua rekannya setelah melihat keadaan di hadapannya sekarang.


"Gila, ini gila!" Seru Aron setelah sadar.


"He-he-he...! Ternyata kalian masih memandang kejadian ini adalah kegilaan, sedangkan 10 tahun lalu kalian memusnahkan kelompok Beruang Hitam lebih ganas!" Ucap Dion setelah salah satunya sudah sadar apa yang terjadi di sini.


Deegg...!


Aron melihat salah satu dari mereka, dua orang menggunakan baju hitam dengan perlengkapan tempur yang mengerikan! Di pinggir dan dada mereka ada pistol dan baju anti peluru.


Melihat ini Aron langsung terkejut.


"Kalian sebenarnya siapa?" Tanya Aron.


Pemimpin divisi 4 hanya memandang Aron dan dua orang di depannya, dia ingin tahu juga apa seperti apa yang Aron inginkan.


"Aku adalah kelompok Beruang Hitam!" Ucap Dion.


Dor..!

__ADS_1


"Aaaahhhhkk...!" Teriak Aron karena paha dia di tembak dan peluru itu seperti menebus tulang pahanya.


Sehingga langsung terasa begitu sakit dan ngilu! Dia langsung jatuh berlutut.


Sedangkan orang yang tadi memanggil dia pemimpin divisi ini tersentak mendengar tembakan itu dan menggigil ketakutan di dekat tangga menuju ke atas.


"Sial...!" Pemimpin divisi 4 langsung mengumpat, karena mendapatkan serangan mendadak.


Dia langsung mencoba berlindung di dekat dinding awah ke dalam! Sambil melihat Aron yang sekarang tergeletak sambil memegangi pahanya.


"Hei... Hei! Aku belum menyerang kalian kenapa sudah bersembunyi?" Ucap Dion.


Padahal dia sudah mengambil pistolnya dan di gunakan untuk menembak dengan gerakan sangat cepat, namun bilang belum menyerang.


Meskipun Aron merasakan sakit di kakinya, dia masih sadar dan bisa berpikir! Kelompok Beruang Hitam? 10 tahun lalu.


Setelah berpikir keras, dia sekarang tahu bahwa orang yang di cari ternyata menghampiri sendiri ke Club kota Mako! Namun kekuatan orang ini sangat mengerikan.


"Apa kalian adalah anak buah dari Luis?" Ucap Aron setelah bisa menenangkan pikirannya.


"Bukan, aku adalah anaknya Luis Narendra! Akan menuntut balas kepada kalian semua atas kematiannya." Jawab Dion dengan tatapan tajam.


Tak.. tak..tak..!


Baammm..!


"Uhukkk..!" Tendangan di dagu itu begitu keras, hingga Aron langsung terbatuk dan menyemprotkan darah dari mulutnya.


Pemimpin divisi 4, memang arogan namun menghadapi orang bersenjata lengkap dia langsung ciut nyalinya! Berusaha mencari ponselnya namun tidak ada di saku celananya sehingga dia frustrasi.


Dia kesal sendiri, jika tahu ada bahaya seperti ini dia turun tidak akan tergesa-gesa! Dia akan membawa pistol miliknya di ruangan atas, sedangkan untuk kembali ke atas dia harus berjalan dan bisa terlihat oleh mereka.


"Aku akan membuat kalian semua menginginkan kematian daripada hidup!" Ucap Dion setelah menendang.


Sedangkan Alda hanya diam saja! Dia membiarkan Dion meluapkan amarahnya yang sudah di pendam begitu lama.


Saat Alda sedang diam, dia mendengar Hani memperingati.


"Semuanya, ada puluhan mobil dari arah berbeda menghampiri kalian!" Ucap Hani.


Alda tersenyum, ternyata tidak perlu mendatangi mereka! Bala bantuan mereka datang dengan cepat.


"Berapa jumlah keseluruhan yang datang?" Tanya Alda ingin tahu.


"Kurang lebih 20 mobil!" Jawab Hani singkat.

__ADS_1


"Tuan apa aku harus ke sana?" Tanya hanya yang mendengar percakapan mereka.


"Tidak perlu, apa kamu meremehkan kami berdua?" Tegur Alda kepada Hana.


"Aku...!" Hanya tidak bisa menjawab, akhirnya Hana hanya bisa diam, sambil melihat sekeliling bangunan yang dia tempati sekarang.


Dion yang sudah menyiksa Aron, langsung menengok ke arah belakang! Setelah Dion menengok ke belakang banyak lampu mobil menyorot terang dari jalan.


Baammm... Baaammmm..!


Dua mobil Van besar menabrak kaca samping kiri kana pintu utama Club malam! Alda tidak menghindar sama sekali meskipun banyak pecahan kaca berhamburan.


"Bala bantuan...!" Gumam pemimpin divisi 4 langsung senang.


Aron juga yang sudah babak belur melihat bala bantuan langsung sedikit bernafas lega, setidaknya nyawa mereka bisa di selamatkan.


"Hani, eksekusi semua orang yang terlihat oleh mu..!" Ucap Alda setelah melihat bantuan dari musuh datang.


"Baik...!" Jawab Hani.


Kelompok yang datang adalah divisi satu, divisi paling kuat! Yang bisa di sebut elit di dalam kelompok kalajengking merah.


Mereka bergerak jika ada masalah besar seperti ini saja! Sehingga setelah mendapatkan instruksi dari ketua Gerry, mereka langsung bergerak ke pusat kota.


Semua anggota ikut! Sehingga cukup banyak ada lebih dari 10 mobil sedang kan 10 lainnya adalah bantuan dari distrik barat, mereka juga di tugaskan untuk membantu ke sini yang awalnya di perintahkan umatmu membantu distrik utara.


Dorr...!


Dorr..!


Dorr..!


Dari arah depan suara tembakan bergema, setelah orang-orang yang datang turun dari mobil! Baru saja turun kepala mereka sudah tertembus peluru sehingga langsung mati terkapar.


Pemimpin divisi 4 yang tadi mau berdiri untuk menyombongkan diri, karena bantuan dari kelompok elit sudah datang malah kembali bersembunyi setelah melihat tiga orang mati seketika.


"Sial....Ada penembak jitu?" Ucap pemimpin divisi 4 kembali bersembunyi di balik dinding.


Begitu juga Aron! Dia yang awalnya akan tersenyum langsung terkejut kembali, dia melihat tim dari divisi 1 mati begitu saja.


"Ada penembak jitu, awasi sekeliling...!" Teriak seseorang dari divisi 1.


\=


...

__ADS_1


__ADS_2