Pewaris Tersembunyi

Pewaris Tersembunyi
098 DI LUMPUHKAN


__ADS_3

Chapter 098. DI LUMPUHKAN.


\=


Luna langsung tersipu mendengar ucapan Dion, entah kenapa yang dia dengar bukan masalah Dion kejam ke lawan! Namun yang dia dengar bahwa dia di akui sebagai orang terdekatnya.


Karena tujuan orang-orang itu untuk menyerang Luna! Sehingga Luna berpikir bahwa Dion berkata bahwa dia akan kejam terhadap orang yang menyerang Dion dan orang terdekatnya.


Sehingga dia langsung tersipu! Namun hatinya sangat senang seperti menang undian berhadiah jutaan.


Bara seperti tidak mendengar ucapan dari Dion dia terus melolong kesakitan setelah satu kakinya di patahkan! Wajahnya sudah begitu mengenaskan, dia adalah orang yang tidak pernah terluka.


Hanya terkena tusukan jarum suntik saja dia menangis apa lagi kakinya di patahkan dengan sangat kejam! Serangan Dion sangat mengerikan, sekali injak tulang kering betis milik Bara remuk seketika.


"Tadi kamu ingin melumpuhkan, tangan dan kaki ku kan?" Ucap Alda kembali.


Dia langsung maju, setelah itu mengangkat kakinya tinggi-tinggi.


Kraakkk..!


Suara tulang patah kembali terdengar, bahkan orang yang ada di sana merasakan ngilu di kaki masing-masing mendengar tulang remuk dari kaki Bara.


"Aaahhhhh....Maaf jangan sakiti aku lagi! Maaf aku mengaku salah." Teriak Bara setelah tulang kakinya patah kembali.


Dia sangat menyesal kali ini, jika tahu bahwa Dion lebih kejam dari Alda! Dia tidak akan berani membuat rencana menyentuh Luna di depan Dion.


Sayangnya tidak ada obat penyesalan, sehingga dia hanya bisa memohon belas kasihan dan meminta maaf berulang kali.


Krek..!


Kaki yang patah di injak dengan kuat lagi, sehingga Bara langsung melolong kesakitan! Akhirnya dia tidak sadarkan diri.


Bara di lumpuhkan oleh Dion, di tambah dia di siksa dengan sakit yang amat sangat! Sehingga dia tidak sadarkan diri, namun kekejaman Dion tidak sampai di sana saja dia mengambil minuman dingin di meja terdekat lalu menyiramkan ke arah wajah Bara.


Seketika Bara yang tidak sadarkan diri langsung terbangun karena merasakan hawa dingin yang mendadak.


"Wah, ternyata kamu begitu lemah menjadi laki-laki!" Dion mengejek Bara yang kini sudah bangun.

__ADS_1


Bara terlihat menyediakan, setelah sadar dia langsung meringis kesakitan kembali! Kakinya kini lumpuh sehingga dia hanya bisa duduk.


Baammm..!


Dion menendang wajah Bara, hingga kepala Bara membentur lantai dan mengeluarkan darah cukup banyak! Pandangan dia seketika langsung kabur.


Kraakkk..!


Kraakkk..!


"Aaaahhhhkk...!" Jerit Bara akhirnya dia kembali tidak sadarkan diri karena sudah tidak kuat dengan siksaan itu.


Semua berandalan yang masih sadar melihat itu hanya bisa bergidik ngerti, akhirnya mereka semua hanya bisa diam membisu tidak berani berbicara apapun, takut kemarahan Dion di lampiaskan kepada mereka.


Dion berbalik melihat ke arah Luna! Luna yang sedari tadi memperhatikan Dion langsung bisa melihat tatapan lurus Dion yang mengarak kepadanya, hingga akhirnya dia hanya bisa tersenyum dan sedikit menundukkan kepalanya.


"Luna, ayo kita pergi! Maaf yah ketika kita sedang makan selalu saja ada pengganggu." Ucap Dion lalu dia menarik tangan Luna dan menggandengnya untuk pergi dari restoran barat itu.


Keduanya melangkahi orang yang tergeletak berserakan di sana, seketika orang-orang yang di hampiri keduanya langsung mundur sangat takut dengan Dion.


Semua berandalan yang sadar bekal trauma dengan wajah Dion maupun Luna untuk kedepannya! Karena dalam pikiran mereka, mereka semua jangan sampai bertemu keduanya kembali bagaimanapun caranya.


Banyak pelanggan yang diam membisu sambil memerhatikan pasangan itu keluar! Setelah Dion dan Luna pergi di sana langsung berdiskusi siapa Dion sebenarnya bagaimana dia bisa begitu hebat.


Para keamanan yang berjaga di restoran barat itu, akhirnya meringkuk mereka semua termasuk Bara karena akan melaporkan ke pihak berwenang karena membuat kerusuhan di restoran.


Namun ada beberapa orang yang tidak sadarkan diri termasuk Bara! Ada juga satu orang yang mati, namun mereka belum memeriksa sehingga semuanya di ikat di restoran barat itu.


*


Luna berjalan di samping Dion, dia sesekali terus melirik ke arah Dion! Luna di gandeng Dion saat berjalan di trotoar jalan utama kota Mako.


Suasana kota Mako yang sangat ramai dari pejalan kaki maupun penguna kendaraan, membuat berjalan kaki di pinggir jalan seperti ini cukup baik.


Bisa melihat banyak gedung di pinggir jalan, bahkan bisa melihat banyak orang sibuk berlalu lalang, banyak dari mereka yang berjalan di depan dan belakang Dion maupun Luna.


Namun mereka tidak memperhatikan keduanya, melainkan sibuk dengan aktivitas masing-masing.

__ADS_1


"Dion, maaf merepotkan kamu lagi!" Ucap Luna lirih.


Dion hanya tersenyum! Dia lalu menggeleng kepalanya.


"Tidak, mereka memang harus di beri pelajaran! Karena terlalu berani dan terang-terangan menyerang kita." Jawab Dion.


"Sebenarnya aku ingin mengajakmu kembali makan kapan-kapan karena acara makan kita selalu hancur, namun aku cukup sibuk akhir-akhir ini!" Ujar Luna.


"Tidak masalah, waktu luang masih banyak!" Jawab Dion dengan cepat.


Dret..deret..!


Ponsel Luna berdering dengan keras, akhirnya keduanya berhenti di bangku yang ada di taman kecil pinggir jalan.


Setelah itu Luna membuka ponselnya, namun panggilan itu tidak sempat di terima! Namun setelahnya ada pesan masuk.


"Luna, sudah 3 tahun kelas kita tidak mengadakan reuni! Minggu ini ketua kelas mengadakan reuni setelah dia pulang dari luar negeri!" Chat di pesan itu.


Luna terkejut, karena memang kelas SMA mereka susah tiga tahun tidak mengadakan reuni kembali, karena masing-masing dari mereka sangat sibuk.


Tapi kali ini, ada orang yang mau mengadakan reuni! Biasanya Luna bersemangat reuni karena dia terus mencari Dion sebelum, namun sekarang orang yang di cari ada di sampingnya sehingga dia sudah tidak berminat lagi ikut reuni.


"Ada apa?" Tanya Dion penasaran.


Luna langsung tersadar setelah berpikir bahwa reuni sudah tidak berguna karena dia sudah bertemu Dion.


"Ini ketua kelas akan mengadakan reuni, setelah pulang dari luar negeri! Apa kamu ingin datang?" Tanya Luna penasaran, karena di kelasnya hanya Dion yang tidak pernah ikut reuni setelah 10 tahun lebih.


"Hemm, boleh juga aku juga ingin bertemu dengan mereka!" Jawab Dion cukup tertarik.


"Baiklah, aku akan mengkonfirmasi bahwa kita akan datang!" Ucap Luna.


Dia langsung membalas pesan itu yang di terima dari salah satu teman wanita di kelasnya dahulu.


Akhirnya kedua pergi dari taman kecil itu, saat waktunya tiba Luna akan mengajari Dion kapan dan di mana tempat reuni mereka tahun ini.


Seperti biasa Dion naik taksi untuk mengantarkan Luna pulang, karena dia tidak membawa mobil sendiri.

__ADS_1


\=


...


__ADS_2