
Chapter 159. PERJANJIAN KELUARGA BESAR.
\=
Padahal umur Bramantyo 27 tahun, tapi oleh ayahnya di bilang masih muda! Itu karena memang sebenarnya Bramantyo Button adalah orang yang tidak terlalu berbakat, namun karena dorongan dari ayah dan kakeknya sehingga dia di paksa berdiri di posisinya sekarang.
Orang lain melihat bahwa dia hebat, sehingga dia sebenarnya adalah cangkang kosong! Yang hanya di poles kuat dan bagus dari luar sebenarnya rapuh dan kosong dalamnya.
"Kota Mako sekarang dalam keadaan gawat!" Ucap Bamtoro Button.
"Gawat seperti apa maksud ayah?" Bramantyo Button masih belum mengerti, dan memang ini kebiasaan dia.
Selalu terus bertanya, kepada ayahnya maupun kakeknya! Dia tidak bisa menyimpulkan apa yang mereka sedang bicarakan kecuali mereka langsung blak-blakan maka Bramantyo Button baru mengerti.
"Sepertinya ini ada campuran tangan orang tua itu! Jika tidak, mana mungkin bisa kebetulan seperti ini?" Keluh Bamtoro Button.
"Sebenarnya apa yang ayah bicarakan?" Bramantyo Button masih berpikir keras.
"Sial, otak mu benar-benar bebal! Dengarkan baik-baik....!" Ucap Bamtoro Button dengan kesal.
"Di ibu kota beberapa minggu lalu para petinggi dan 5 keluarga besar lainnya mengadakan pertemuan dan mereka membuat perjanjian......!" Bamtoro Button menjelaskan kepada anaknya dengan sejelas-jelasnya.
"Maka dari itu kita tidak bisa membunuh Alda di kota Mako dengan sembarang mengirim kekuatan ke sana! Jika itu terjadi maka 4 keluarga lainnya akan murka." Lanjut Bamtoro Button menjelaskan.
"Sebenarnya itu tidak masalah ayah! Jika itu benar-benar tercium oleh mereka, maka kita limpahkan saja kesalahan ini kepada keluarga utama Button!" Ucap Bramantyo.
Mendengar usul anaknya, Bamtoro Button juga terdiam dia tidak berpikir sampai ke sana! Namun jika keluarga utama menyelidiki ini, maka mereka mempunyai alasan untuk menghancurkan keluarga cabang.
Plaakkk..
"Sial apa kamu bodoh! Jika orang tua itu di pojokan oleh empat keluarga besar lainnya! Lalu menyelidiki, dia bisa mempunyai alasan untuk menghancurkan keluarga ini." Ucap Bamtoro Button dengan kesal.
"Tapi ayah...!" Ucap Bramantyo Button memelas.
"Diam, masalah ini harus di bicarakan dengan kakek mu!" Ucap Bamtoro Button masih sangat kesal.
__ADS_1
Akhirnya keduanya langsung pergi dari gazebo halaman belakang untuk menemui tuan besar Button cabang 2.
*
Di pinggiran ibu kota.
Kediaman utama keluarga Button.
Bangunan dua lantai yang megah berdiri di beberapa tempat di kaki gunung Wilis! Area ini adalah area pribadi dari keluarga Button.
Sebagai keluarga utama Button, yang bisa di katakan memiliki kekuasaan tinggi di negara ini membuat keluarga Button di pandang tinggi oleh kebanyakan orang.
Inilah yang membuat keluarga Button cabang 2 ingin sekali menduduki posisi utama keluarga! Karena bisa memegang kendali penuh keluarga dan mempunyai hak veto di pemerintahan untuk menentukan sesuatu yang besar.
Di ruang kerjanya, Charles Button sedang membaca buku! Meskipun sudah tua dia tetap aktif membaca buku, meskipun itu novel tentang cinta dia juga pernah membacanya.
Setelah membalik halaman selanjutnya, di pintu ruangan itu di ketuk.
Tak...tak..tak..!
"Tuan besar apa boleh saya masuk?" Tanya orang di luar.
Seseorang paruh baya masuk dengan cepat setelah mendapatkan izin! Dia adalah Haris Hanaga, orang kepercayaan tuan besar Button.
Bisa di bilang posisi dia sebagai tangan kanan tuan besar Button! Orang yang selalu berada di sisi tuan besar Button.
"Ada apa, kenapa wajahmu seperti itu?" Tanya tuan besar Button setelah melihat wajah Haris Hanaga sedikit cemas.
"Tuan besar, gawat! Ada berita gawat sekarang!" Ucapan dia terpotong sebentar.
"Katakan dengan jelas..!" Ujar tuan besar Button dengan sedikit curiga.
"Tuan muda Alda sudah di ketahui keberadaannya oleh Bamtoro dan anaknya Bramantyo..!" Ucap Haris Hanaga setelah masuk.
Tuan besar Button masih saja diam, di berpikir sejenak setelah itu dia tersenyum.
__ADS_1
"Tenang saja, apa yang kita lakukan sudah sedikit membantu anak itu! Si Certeo tidak akan berani membuat keributan besar, jika hanya beberapa orang yang datang ke sana aku yakin Alda masih bisa mengatasinya." Ucap tuan besar Button.
Meskipun dia seperti tidak melakukan pergerakan, ternyata dia sudah tahu setelah Alda mengaktifkan ponsel jadulnya setelah tidak lama sampai di kota Mako.
Akhirnya, Charles Button membuat rencana tentang kota Mako yang memiliki prospek jangka panjang! Setelah Charles Button mengusulkan para petinggi dan keluarga besar lainnya mengusulkan bahwa yang mengolah harus orang lokal! Karena sesuai dengan yang dia harapkan, sehingga keluarga berkuasa tidak boleh mengirimkan kekuatan mereka ke sana! Sehingga tujuh Charles Button surat tersebut capai.
Untuk industri lainnya, Charles Button tidak memikirkan lagi! Dua keluarga lainnya yang mengusulkan ini salah satunya adalah keluarga Jink.
Mereka berpikir, bahwa memiliki antek di sana yang tidak di ketahui oleh yang lain! Sehingga Ron Jink sangat senang waku itu.
Namun setelah runtuhnya keluarga Dorman, Ron Jink sangat marah! Sehingga dia berpikir bahwa bocornya informasi di lakukan oleh keluarga besar lainnya.
"Tapi jika mereka berbuat sesuatu di belakang kita dan mengkambing hitamkan kita apa yang harus di lakukan kedepannya?" Ucap Haris Hanaga masih khawatir.
"Jika itu terjadi, ini urusan martabat keluarga Button! Maka aku mempunyai alasan untuk menghancurkan salah satu keluarga cabang." Jawab tuan besar Button dengan tenang.
Karena sebelumnya hanya perselisihan internal! Sehingga tuan besar Button tidak bertindak, namun jika ini yang menyangkut dengan keluarga berkuasa lainnya di ibu kota maka dia bisa membuat alasan jika menghancurkan keluarga cabang.
Sehingga para keluarga besar lainnya tidak akan ikut campur masalah ini! Namun jika sebelumnya tuan besar Button bertindak, kemungkinan besar keluarga berkuasa lainnya akan ikut campur.
Jika seperti itu, siapa pun yang menang! Kekuatan dari keluarga Button akan menurunkan dari posisi tinggi, bisa jadi akan di susul oleh keluarga besar lainnya.
Meskipun di katakan 5 keluarga besar di ibu kota, antara 5 keluarga ini memiliki kekuatan yang berbeda-beda.
Keluarga Jink adalah menempati urutan terakhir dari yang terkuat! Sedangkan keluarga Button yang pertama, namun sejak terbagi-baginya cabang keluarga Button, keluarga utama sedikit lebih lemah sehingga hampir sama dengan keluarga peringatan ke 2.
Namun jika di satukan! Kekuatan keluarga Button tidak tertandingi! Karena mereka mengakar di mana-mana, dari pemerintah pertahanan bahwa ada di luar negeri, sayangnya antar cabang selalu tidak akur.
"Tuan besar, sekarang saya mengerti! Saya undur diri dulu." Ucap Haris Hanaga dengan hormat.
Tuan besar Button mengangguk mengerti, dia lalu kembali membaca buku setelah Haris Hanaga keluar dari ruang kerjanya.
"Aku memberikan peluang! Jika kamu yang ada di sana tidak bisa membaca situasi, maka akan sulit kedepannya keluarga Button bersaing di ibu kota ini." Gumam tuan besar Button.
Seketika, suasana di sana benar-benar sepi! Bahkan rasa kesepian tuan besar Button langsung terasa setelah dia bergumam sendiri, akhirnya hanya senyum masam yang bisa dia lakukan.
__ADS_1
\=
...