
Chapter 073. MELATIH HANA DAN HANI.
\=
Mendengar kata-kata Hana, Alda hanya menggeleng-gelengkan kepalanya! Dia tahu bahwa Hana sangat memperdulikan adiknya, namun jika terus seperti ini! Adiknya hanya akan terus bermanja dan selalu mengandalkan kakaknya.
"Hana, apa kamu pikir aku akan membunuhnya? Tidak, tapi aku hanya akan memberi dia pelajaran. Jika seperti ini terus dia akan selalu mengandalkan kamu, bahkan dia tidak bisa melihat tingginya gunung di depan mata." Ucap Alda dengan tenang.
Mendengar kata-kata, Alda seperti itu tubuh Hani bergetar hebat! Sehingga gundukan di dadanya berguncang.
Alda yang sedang menahan Hani, secara langsung merasakan benda kenyal itu memantul di lengannya! Alda melirik ke arah bawah, seketika dia melihat gunung besar di depan matanya dengan lembah yang dalam.
Alda mengingat kata-kata yang tadi di ucapkan, dia ingin langsung menyemburkan darah karena tidak percaya! Bahkan dia juga tidak melihat tingginya gunung di depan matanya.
Namun dengan makna yang sangat berbeda.
Baaammm...!
"Aakkhh..!" Keluh Hani, dia merasa kesakitan karena di banting ke tahan dan sekarang dia dalam kondisi tengkurap dan masih di tahan Alda.
Hana melihat itu matanya membelalak lebar, dia takut Hani cedera parah.
Merasakan ini, hati Hani juga merasakan takut! Ternyata benar laki-laki di hadapannya ini sangat kejam bisa di bilang dia psikopat.
Alda lalu melepaskan Hani begitu saja, dia sudah puas memberikan pelajaran kepada Hani.
"Ingat kalian berdua, nanti sore datang ke sini lagi! Aku akan melatih sedikit kemampuan untuk kalian!" Ucap Alda.
Kreeek..!
"Uhhh..!" Hani tersentak.
Alda langsung mengembalikan persendian yang terkilir di lengan Hani, setelah itu dia tidak berkata apa-apa lagi langsung pergi masuk ke dalam villa.
Hana menghampiri Hani, dia cukup cemas.
__ADS_1
"Hani, apa kamu baik-baik saja? Apanya yang sakit?" Hana bertanya seperti itu karena dia melihat sendiri bahwa lengan Hani di sentak hingga berbunyi keras, seperti tulang patah.
Hani bangun, lalu merasakan persendian di bahunya dan tangannya yang tadi sangat sakit, namun sekarang tidak sakit lagi! Hanya sedikit pegal saja.
"Kaka tadi di sini sangat sakit! Namun sekarang seperti ada aliran panas mengaliri!" Ucap Hani, dia tidak percaya setelah di tarik yang kedua kalinya oleh Alda tangan yang tadinya sakit langsung tidak sakit lagi.
"Bagaimana bisa, apa tuan Alda menyembuhkan tulang yang terkilir di lengan mu?" Ucap Hana, lalu dia memeriksa namun benar-benar tidak ada cedera di tangan dan bahu Hani.
Terlihat ada sedikit kemerahan, karena hanya terkilir sebentar sehingga tidak menimbulkan bengkak di lengan dan bahu Hani! Jika tidak langsung di sembuhkan pasti akan bengkak besar dan sangat sakit setelahnya.
Hani tidak berani percaya, bahwa Alda bisa mematahkan tulang lalu langsung menyambungnya kembali tanpa kesulitan! Ini kemampuan yang sangat mengerikan jika di pikir dengan benar.
"Tidak, aku masih tidak percaya dia sehebat itu!" Keluh Hani, dia masih enggan percaya.
"Hani, bagaimana kalau kita berlatih dengan tuan Alda? Toh kita mau pergi dari dia juga tidak bisa." Saran Hana, kini Hana sudah percaya bahwa Alda sangat hebat.
"Tidak, aku tidak akan berguru padanya!" Hani langsung menolak.
"Adik, pikirkanlah! Kakak yakin ucap tuan Alda ada benarnya, bagaimana pun selamanya kakak tidak akan ada di samping mu!" Hana menjelaskan dengan tenang.
"Tidak, kakak jangan berbicara seperti itu! Aku akan tetap berada di samping kakak selamanya!" Hani langsung memeluk Hana, dia tidak ingin kakaknya pergi dari hidupnya.
Hani masih berpikir dengan keras, hati dia menolak dengan keras namun nasehat kakaknya terus terngiang di kepalanya sehingga dengan berat dia mengangguk setuju.
Sore hari ini, Alda berniat melatih Hana, Hani! Karena dia yakin bahwa kedua wanita itu memiliki bakat dan tekad yang kuat, namun hanya tempramen Hani saja yang sangat buruk, namun Alda yakin itu sedikit-sedikit bisa di ubah.
*
Hari itu perusahaan milik Alda dan Dion sudah di daftarkan atas nama Jhonatan Brighton.
Nama perusahaan itu adalah Grup Brighton! Namun karena perusahaan baru sehingga tidak di perhatikan oleh pelaku usaha lain di kota Mako.
Munculnya Grup Brighton tidak menarik perhatian sama sekali, sehingga ini bisa di gunakan sebagai kesempatan bagus untuk bergerak dengan bebas tanpa di awasi dari segala arah.
Setelah mendaftar perusahaan, Rizal yang sebagai sekretaris paman Jo sangat sibuk! Begitu juga Jhonatan dan Dion yang mendampingi prosesnya.
__ADS_1
Jhonatan langsung mengirimkan perintah kepada orang-orang kelompok Beruang Hitam yang sudah kembali bangkit untuk mencari informasi tentang perusahaan yang sedang mengalami krisis dan yang ingin menjual perusahaan mereka.
Hanya dalam beberapa jam, ada banyak informasi yang masuk di ponsel Jhonatan! Dia langsung mendiskusikan dengan Dion dan Rizal.
Kini ketiga orang ini sudah berada di gedung perkantoran yang Alda beli, semua peralatan kantor di sini sudah lengkap tinggal menambahkan yang kurang saja.
Di ruang kantor paling tinggi, ruang rapat direksi! Paman Jo duduk di kursi direktur, ini juga pengaturan dari Dion.
Hanya ada tiga orang di sana, karena belum memiliki karyawan lainnya.
"Ini ada informasi, dari orang-orang kita bahwa ada dua perusahaan yang sekarang sedang di tekan oleh perusahaan milik kelompok kalajengking merah, bagaimana menurut kalian?" Ucap Jhonatan kepada keduanya.
"Aku sudah dengar ini sejak lama, apa kita akan bergerak untuk mengakuisisi perusahaan itu?" Rizal juga bertanya kepada keduanya.
Dion hanya diam saja, dia tidak begitu tahu dengan hal seperti ini! Karena dia tidak pernah belajar akan hal perusahaan dan bisnis legal.
Dia sejak kecil dan remaja hanya tahu cara kelompok bawah tanah, bergerak dan berbisnis! Untuk bisnis seperti ini dia tidak tahu.
"Aku akan berbicara dengan Alda sebentar!" Ucap Dion, dia belum berani langsung memutuskan sesuatu di perusahaan ini.
Keduanya mengangguk setuju, karena keduanya juga belum berani! Masih takut menyalahi Alda, karena ini semua adalah milik Alda.
"Alda, ada dua perusahaan yang sedang mengalami tekanan! Mereka bergerak di bidang logistik sejalan dengan perusahaan kita, bagaimana menurut kamu?" Tanya Dion setelah sambungan telfonnya tersambung.
Dion langsung masuk mode pengeras suara, agar ketiganya dengar apa yang akan Alda katakan.
"Jika mereka mau menjual semua sahamnya itu bagus! Namu jika hanya sebagian besar juga tidak masalah, namun lebih baik mengakuisisi saham mayoritas milik mereka." Ucap Alda di sebrang sana.
"Tapi perusahaan itu, sedang di tekan oleh perusahaan Champion Ship! Perusahaan ini milik kelompok kalajengking merah!" Paman Jo berucap.
Dia memberitahukan ini agar Alda tahu, apa konsekuensinya jika langsung bentrok dengan mereka.
"Itu lebih bagu, segera kirimkan perwakilan kita ke perusahaan itu! Negosiasi dengan mereka jalan yang terbaik, lebih baik tawarkan harga tertinggi untuk saham mayoritas mereka!" Jawab Alda di sebrang sana dengan cepat.
Mendengar ini tiga orang itu benar-benar semangat.
__ADS_1
\=
...