Pewaris Tersembunyi

Pewaris Tersembunyi
134 TAMU KEHORMATAN BOS BESAR


__ADS_3

Chapter 134. TAMU KEHORMATAN BOS BESAR.


\=


Manager toko pakaian bermerek itu mudur beberapa langkah, namun karena terkejut dan tidak percaya dengan keadaan sekarang! Dia tersandung rak gantungan baju.


Akhirnya hanya bisa terjungkal, karena tidak bisa menemukan keseimbangan diri! Dia tidak berpikir bahwa kejadiannya akan seperti ini.


"Aenan, apa yang harus kita lakukan?" Ucap manager toko itu dengan ketakutan.


Aenan juga bingung, padahal dia sudah memanggil semua keamanan yang di miliki keluarga Kamto! Bahkan orang-orang ini juga salah satu keamanan artis besar kota ini.


Alda dan Hana berdiri berdampingan, hanya membersihkan tangan dan bahunya yang sedikit berantakan.


Alda menatap ke arah Aenan Kamto! "Apa masih ingat menelpon dan mengundang orang lagi?" Tanya Alda.


Pertanyaan itu seperti pisau yang di tusukan di jantungnya, membuat tangan dan pipinya yang kini sudah bengkak menjadi lebih sakit.


*


Keributan ini cukup besar, sehingga membuat orang-orang di luar toko pakaian itu berkerumun! Karena kejadian menimbulkan kehebohan besar sehingga Manager Umum pusat perbelanjaan terbesar itu turun dari kantornya karena mendapatkan laporan.


Dia langsung bergegas untuk membereskan masalah ini secepatnya! Agar bos besar yang baru mengambil alih pusat perbelanjaan terbesar kota Mako ini tidak melihatnya.


Dia bergegas turun dari lantai 5, karena itu adalah kantor dari pusat perbelanjaan terbesar itu.


Setelah sampai di lantai dua! Dia melihat banyak kerumunan di sana, dengan wajah murung dia langsung menghampiri kemana yang berjaga di sana.


"Apa yang sebenarnya terjadi, kenapa menimbulkan kehebohan seperti ini? Sial padahal bos besar akan datang sebentar lagi." Keluh Manager Umum pusat perbelanjaan terbesar itu.


Wajahnya terlihat kusut, jika ketahuan ada keributan seperti ini dia tidak bisa menangani dengan benar maka posisinya akan terancam.


"Pak Topik, di sana ada perkelahian besar! Ada komandan juga di dalam!" Jawab salah satu keamanan itu.


"Sial, apa gunanya kalian? Bagaimana ini bisa terjadi..?" Keluh pak Topik .


Sebagai Manager Umum pusat perbelanjaan terbesar ini, dia bisa mengira-ngira keributan ini pasti tidak sederhana.


Akhirnya dia masuk ke dalam toko, setelah melihat sekeliling dia langsung bergetar ketakutan.

__ADS_1


'Sial, apa ini pertempuran jalanan?' Keluh pak Topik setelah melihat apa yang ada di depannya saat ini.


Karena orang-orang berwajah garang dan berseragam hitam-hitam, bisa-bisanya tergeletak berserakan di dalam toko dengan kondisi mengenaskan.


"Apa yang terjadi?" Ucap dia setelah tertegun.


"Pak Topik, akhirnya anda datang! Dua orang itu yang membuat ulah...!" Manager toko pakaian itu langsung terbangun dan menghampiri pak Topik, lalu menunjuk ke arah Alda dan Hana.


Pak Topik melihat ke arah Alda dan Hana! Lalu mengalihkan pandangan ke orang-orang yang terkapar.


Namun pak Topik sebagai manager umum di sini yang sudah berpengalaman tidak langsung merespon! Sebaliknya dia tenang dan bertahan ke kapten keamanan pusat perbelanjaan terbesar yang sudah ada di sana.


"Jelaskan, sebenarnya apa yang terjadi?" Tanya pak Topik.


"Pak, ini bagaimana aku harus menjelaskan karena aku datang setelah sudah kacau juga." Ucap kapten keamanan dengan susah payah.


Setelah hening sejenak, di belakang mereka ada suara yang berat.


"Ada keributan apa ini?" Suara itu tenang dan mendominasi.


Pak Topik menengok ke arah sumber suara, setelah tahu dia langsung terdiam takut dan tidak tahu apa yang akan dia lakukan.


"Ini, pak- Bos...!" Suaranya sulit keluar dan sangat lirih.


'Paman Jo, Rizal apa yang di lakukan di sini?' Ucap Alda di benaknya.


Hana juga sama, dia bingung karena ada Jhonatan Brighton dan Rizal sang sekertaris.


Saat paman Jo melihat sekeliling, dia juga langsung tertegun karena melihat Alda dan Hana.


Tanpa menunggu jawaban dari pak Topik, dia langsung menghampiri Alda dan Hana.


"Tuan Alda, nona Hana! Kalian di sini sedang apa? Apakah sedang melihat tontonan yang seru?" Ucap Jhonatan Brighton sambil berjabat tangan dengan Alda.


'His...!' Pak Topik hanya bisa mendesis di hatinya.


Bagaimana bos besar baru ini sangat hormat dengan pemuda ini, sehingga dia langsung tahu apa yang harus dia lakukan sekarang.


"Tuan Brighton, maaf ini kelalaian saya!" Ucap pak Topik dengan membungkuk hormat.

__ADS_1


Dia langsung tahu bahwa bos besar ini adalah pemilik Grup Brighton! Karena Grup Dorman sudah di akuisisi sehingga bos besar mereka langsung berganti.


Setelah mendapatkan pemberitahuan bahwa tuan Brighton dan sekretarisnya akan berkunjung dia menerima informasi lengkap sehingga langsung tahu bahwa Jhonatan Brighton adalah bos besar saat ini.


Paman Jo, menengok ke arah pak Topik! Dia mengerutkan keningnya setelah itu dia mengenali orang ini adalah manager umum yang akan di temuinya malam ini.


Karena setelah di berikan perintah oleh Alda bahwa dia sudah bisa ikut campur dengan Grup Dorman, orang-orang bawah Jhonatan Brighton langsung tahu bahwa pusat perbelanjaan terbesar ini paling bermasalah sehingga ingin mengontrol langsung.


Namun tidak menyangka, akan bertemu dengan tuan Alda dan Hana! Bahkan ada keributan sebesar di sini juga Alda berada, sehingga dia ingin tahu detailnya.


"Katakan, apa yang sebenarnya terjadi! Ini adalah tuan Alda tamu kehormatan saya." Ucap Jhonatan Brighton sambil menunjuk Alda.


Melihat ini Alda tahu alurnya, ternyata ini adalah property yang di dapatkan setelah mengambil alih dia Grup besar itu! Akhirnya Alda tersenyum samar.


'Sial, ternyata dia adalah tamu kehormatan bos besar!' Keluh pak Topik di hatinya.


Aenan Kamto dan Angela Chelin yang melihat gelagat tidak enak mulai sedikit bertanya-tanya! Karena masalah ini sudah di luar kendali mereka.


Apa lagi pamannya yang di mintai bantuan hanya manager toko pakaian ini! Sedangkan yang datang kali ini manager umum pusat perbelanjaan ini, sehingga jabatan kedua terpaut jauh.


Yang paling mereka khawatirkan adalah, pak Topik yang manager umum pusat perbelanjaan sangat menghormati orang yang baru datang yang sepertinya sangat mengenal Alda dan Hana.


"Sayang, bagiamana ini? Sepertinya mereka mengenal dua orang besar itu! Kita akan gawat." Ucap Angela Chelin sambil memeluk lengan Aenan Kamto dan mengesankan ke buah dadanya dengan manja.


"Tenang sayang, mereka orang-orang besar! Mereka pasti memberiku muka setelah tahu aku adalah tuan muda keluarga Kamto." Ucap Aenan Kamto begitu percaya diri.


Dia yakin, kekuasaan keluarga dan dirinya bisa membuat orang-orang itu memberikan muka dan penjelasan hang memuaskan! Karena meskipun keluarga dia ada di peringkat dua namun cukup berkuasa di kota Mako ini.


"Taun Brighton, maaf ini terjadi karena kelalaian saya! Saya tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, sebaiknya tuan Alda sendiri yang menjelaskan." Ucap pak Topik langsung menyerahkan sepenuhnya kepada Alda.


Karena tahu bawah bos besar ini mementingkan Alda! Sehingga dia akan mengambil hati bos besar lewat ini.


"Tuan Alda, semua keputusan ada di tangan anda!" Ucap paman Jo.


"Tidak bisa, bagaimana ini bisa di anggap penyelesaian?" Ucap Aenan Kamto yang masih belum sadar posisi juga.


Pamannya yang ingin membuat hanya bisa menyusut di pinggiran! Dia kesal dengan tingkah keponakanya itu namun untuk bersuara dia tidak berani.


Sedangkan pak Topik, paman Jo dan Rizal hanya mengerutkan keningnya! Menandakan bahwa anak ini tidak punya otak.

__ADS_1


\=


...


__ADS_2