Pewaris Tersembunyi

Pewaris Tersembunyi
088 PEMBALASAN KECIL


__ADS_3

Chapter 088. PEMBALASAN KECIL.


\=


Alda, Hana dan Hani sudah sampai di villa mereka! Saat Alda masuk ke dalam villa dia menengok ke arah Hana.


"Hana, carikan mobil off-road! Kita akan bersenang-senang malam ini." Ucap Alda, dia menyerah kartu bank kepada Hana.


"Di dalam kartu itu ada, 20 miliar rupiah! Password nya dua angka terakhir di belakang kartu masing-masing tiga kali." Lanjut ada setelah Hana menerima kartu bank itu.


Hana membalikkan kartu yang ada di tangannya lalu mengangguk mengerti, saat Hana melangkah Hani ingin ikut.


"Kak aku ikut!" Ucap Hani.


Namun dia di tahan oleh Alda kerah bajunya, sehingga dia tidak bisa mengajar kakaknya! Hana melihat bahwa Alda tidak mengijinkan adiknya ikut, dia langsung pergi dengan cepat.


"Kamu ikut aku!" Alda langsung menyerat Hani seperti menyerat anak kucing.


Hani hampir menangis, namun dia tetap mengikuti Alda dengan patuh! Alda menahan Hani seperti ini agar kedua bersaudara itu tidak memiliki pikiran untuk kebur setelah memegang uang cukup banyak.


Karena Alda masih butuh tenaga keduanya, dia juga tidak akan memberikan kedudukan peluang besar untuk kabur! Dia lakukan itu karena Alda masih tidak percaya dengan Hani yang sekarang terlihat sedikit nurut.


Karena Alda malam ini akan memberikan pembalasan kecil kepada kelompok kalajengking merah.


Dia sudah melihat pergerakan dari kelompok kalajengking merah dari perangkat lunak yang di buat oleh Tama, sehingga setelah mendengar ini Alda cukup geram karena memakan korban yang tidak ada hubungannya dengan permusuhan mereka.


"Tuan Alda, kita mau ke mana?" Jangan banyak bertanya ikut saja.


Keduanya turun ke ruang bawah tanah di villa mewah itu! Setelah itu Alda membuka kotak yang besar.


Braakk..!


Kotak di buka paksa oleh Alda, setelah itu tas di depan Alda di buka! Isi dari tas itu adalah peralatan lengkap senapan runduk milik Hani saat di kota Emerald, saat keduanya masih menjadi pembunuh bayaran.


Sraakk!


Alda mendongak kotak yang berisi tas panjang itu ke hadapan Hani, melihat itu Hani membeku.

__ADS_1


"Aku kembalikan barang milik mu! Gunakan itu untuk mendukung kami nanti malam." Ucap Alda setelah Hani berjongkok dan mengelus senapan runduk kesayangan miliknya.


"Tuan apa kamu benar-benar akan mengembalikan ini?" Tanya Hani tidak percaya, dia padahal sudah merelakan barang istimewa itu hilang di tangan Alda.


Namun dia tidak berpikir Alda akan mengembalikan hari ini, dia langsung membongkar senapan itu dan melihat dengan cermat! Lalu dia merakit kembali.


Seulas senyum di bibir Hani langsung terukir, dia sangat mengenali barangnya sendiri.


"Ya aku serius, malam ini kita akan bersenang-senang dengan kelompok kalajengking merah." Jawab Alda.


Alda dengan sengaja tidak memberitahu Hana maupun Hani tentang senapan ini sudah di kirim ke kota Mako oleh Riko! Alda meminta Riko mengirimkan senapan runduk itu ke sini, Riko mengiyakan permintaan Alda dengan mudah.


"Baiklah, aku mengerti!" Jawab Hani singkat.


Setelah itu dia sibuk dengan senapan runduk miliknya, sedangkan Alda langsung keluar dari ruang bawah tanah itu.


"Sial, ini semua peralatan lengkap!" Sentak Hani setelah Alda tidak ada di sana.


Dia lalu membongkar tas lainnya yang berada di satu kotak paket itu! Di dalamnya ada pistol kecil yang sangat bagus, dulunya dia ingin pistol seperti itu! Namun harganya mahal dan juga mendapatkan berang itu sangat sulit harus memiliki koneksi luas.


"Sial sebenarnya seberapa kaya tuan Alda itu?" Gumam Hani, dia lalu merasa gemetar dalam hatinya karena dia ingin melawan orang yang berkuasa, memiliki kemapuan yang sangat hebat.


Akhirnya dia hanya bisa mendesah ringan, dia langsung merakit senapan runduk miliknya!.


*


Gerry yang sedang melihat berita di ponselnya hanya bisa tertawa terbahak-bahak.


"Ha-ha-ha-ha-ha....! Grup Brighton apa kalian melihat ini? Itu salah kalian karena merebut barang milik Grup Champion Ship." Gerry tertawa dengan riang.


Setelah puas melihat berita yang sedang heboh di kota Mako itu, dia langsung mengetuk nomor di ponselnya.


"Ketua Gerry, apa anda sudah melihat hasil kerja kami?" Di sebrang sana orang yang sangat bersemangat langsung bertanya.


"Ha-ha-ha, bagus! Kalian mendapatkan bonus besar kali ini dari ku!" Jawab Gerry dengan sangat senang.


"Terimakasih ketua...!" Orang di seberang sana begitu senang.

__ADS_1


"Setelah ini, jangan melakukan pergerakan! Kita lihat situasi terlebih dahulu! Kalian boleh beristirahat." Gerry menyarankan anak buahnya untuk tidak bergerak.


Karena dia juga tahu, bahwa mata publik sedang mengawasi dia dengan diam-diam! Sehingga dia tidak ingin menonjolkan diri setelah ini.


"Baik ketua kami paham." Jawab orang di seberang sana.


Setelah itu Gerry memutuskan sambungan telfonnya, dia memandang ke arah lautan di dermaga tempat di mana kapal itu di ledakkan oleh anak buahnya.


"Setelah ini, aku akan mengancam Grup Brighton bedebah itu! Kalian tunggu kehancuran saja." Gumam Gerry dengan sangat kejam, dia menutup matanya dan bersandar dengan ringan.


Gerry jarang keluar dari kantor miliknya, karena di sini semua tersedia! Jika dia ingin memuaskan pelayanan tinggal memanggil orang untuk memijat dia sewaktu-waktu.


Di markas divisi 5, seseorang yang sangat terlihat tidak berbahaya telah menurunkan tangannya yang memegang ponsel.


"Apa instruksi selanjutnya bos?" Tanya seseorang di sampingnya.


"Tugas kita sudah selesai, ketua Gerry menyuruh kita bersenang-senang!" Jawab laki-laki yang putih bersih dan sangat rapi itu, jas yang sangat pas di tubuhnya sangat cocok dengan wajah tirus.


Dia adalah Jek, pemimpin divisi 5 kelompok kalajengking merah! Dia bermarkas di rumah cukup besar di dermaga.


Karena divisi ini menguasai jalur perdagangan dan kapal kargo milik banyak perusahaan di negara ini dan negara asing! Sehingga tugas merusak fasilitas sangat pas di lakukan oleh mereka.


"Itu sangat bagus bos! Kita sebaiknya berpesta! Undangan semua orang-orang kita untuk merayakan ini!" Usul orang yang di sampingnya.


Orang ini seperti akuntan, dia juga terlihat rapi namun pandangan dia terlihat sangat mesum dan licik.


Begitu juga Jek, dia orang yang tampan namun tipe laki-laki yang senang bermain wanita! Sehingga tidak jarang keduanya sangat cocok.


Umur orang ini susah lebih dari 35 tahun namun terlihat begitu sangat muda, karena perawatan kulit yang memadai sebagai Casanova dia tidak ingin mengecewakan wanitanya dengan penampilan yang buruk.


"Baiklah, malam ini kita pesta di sini! Panggil semua orang-orang kita, jangan sampai lupa bawa wanita cantik!" Jawab Jek dengan bangga.


Dia sangat setuju dengan bawahnya, karena masalah divisi 10 musnah! Mereka menjadi sibuk akhir-akhir ini, sehingga tidak sempat bersenang-senang! Namun setelah bebas dia langsung mengadakan pesta.


\=


...

__ADS_1


__ADS_2