Pewaris Tersembunyi

Pewaris Tersembunyi
187 SERANGAN PEMBUNUH


__ADS_3

Chapter 187. SERANGAN PEMBUNUH.


\=


Pertemuan kelompok Beruang Hitam akhirnya berakhir, kini anggota kelompok Beruang Hitam sudah bubar seluruhnya.


Hari juga sudah menjelang malam hari.


Di ruang aula itu kini hanya tinggal Alda, Dion, Tama, Hana dan Hani.


Alda masih memikirkan banyak hal yang telah dia sampaikan kepada anggota kelompok Beruang Hitam tadi! Itu adalah rencana dia untuk kota Mako kedepannya.


Namun Tama masih memikirkan ucapan Alda sebelumnya, bahwa kota Mako akan sangat meriah beberapa hari ke depan.


"Alda apa kamu tidak penasaran dengan tuan muda keluarga Yantoro itu? Sepertinya dia bener-bener marah saat konferensi pers." Ucap Dion tiba-tiba.


Alda langsung tersenyum, setelah itu dia menggelengkan kepalanya.


"Tidak, dia hanya anak yang sedikit emosional!" Ucap Alda, dia memang benar-benar tidak tertarik dengan tuan muda keluarga Yantoro itu.


"Tapi kita harus hati-hati dengan anak itu! Karena keluarga Yantoro dulunya keluarga yang sangat kuat di kota Hostel!" Dion langsung mengingatkan.


Karena dia adalah orang asli kota Mako sehingga dia sedikit tahu tentang keluarga Yantoro! Dia juga tahu sedikit cerita dari ayahnya dahulu.


"Ayolah, apa kita akan terus membicarakan hal-hal yang membosankan seperti ini? Lebih baik kita mencari hiburan." Tama langsung memotong obrolan Dion dan Alda yang terlihat begitu serius.


Hana dan Hani yang memang sedang mendengarkan percakapan Alda dan Dion langsung tertegun! Mereka tidak menyangka bahwa sifat Tama yang begitu santai dan bahkan acuh tak acuh itu dengan masalah yang sedang mereka hadapi.


Menurut Hana, masalah yang di hadapi Alda memang serius sehingga perlu bimbingan seperti tadi dengan orang-orang kelompok Beruang Hitam, namun Tama berucap bahwa pembicaraan seperti itu sangat membosankan.


"Baiklah itu ide bagus...!" Jawab Alda.


Itu membuat Hana dan Hani yang sedang memandang ke arah Tama langsung dengan cepat menoleh ke arah Alda, karena perubahan sikap Alda yang begitu cepat secepat membalikkan telapak tangan.


"Itu baru bagus...! Kamu mamang adik termuda yang paling pengertian, plak plak plak..!" Ucap Tama sambil menepuk bahu Alda dengan sangat kuat hingga suara itu terdengar jelas di ruangan itu.


Namun Alda tidak bergeming sedikitpun! Sepertinya dia tidak merasakan sakit atas pukulan yang di layangkan Tama itu.


Dion tidak membahas lagi, toh dia sudah menyampaikan apa yang dia inginkan sampaikan kepada Alda, namun Alda tidak menganggap serius tuan muda keluarga Yantoro sehingga Dion tidak membahas lagi.


"Apanya kamu punya rekomendasi tempat hiburan itu?" Alda bertanya kepada Tama.


Seketika dia langsung terdiam, dia memang ingin hiburan namun tempat yang bagus dia tidak tahu sehingga melihat ke arah Dion, karena Dion adalah asli orang kota Mako seharusnya Dion tahu. Namun Dion hanya mengangkat bahu tanda dia tidak tahu juga.


"Kita cari saja! Toh banyak hiburan di kota Mako ini!" Ucap Tama dengan senyum lebar.


"Kalian cukup ikuti aku...!" Lanjut Tama berucap, dia langsung bangkit dan keluar setelah menyambar kunci mobil.

__ADS_1


Alda dan Dion juga bangkit! Hana dan Hani hanya mengikuti mereka semua dengan kebingungan, karena perubahan sikap tiga orang itu seperti dua sisi koin.


Setelah itu, dua mobil melaju kencang ke arah kota Mako!.


Wilayah distrik utara sangat luas! Namun kebanyakan masih arena yang kosong tidak begitu padat, tempat pertemuan dari kelompok Beruang Hitam juga di tempat yang tidak padat penduduk.


Sehingga mobil itu melaju dengan kencang di jalan raya.


*


Tama menyetir dengan cepat, namun dia tidak begitu fokus pada jalan dia memikirkan tempat mana yang bagus untuk bersenang-senang.


"Awas serangan!" Ucap Alda yang ada di bangku sebelah pengemudi.


Boooommm..!


Setelah Alda mengingatkan, ada bom yang meledak! Di kolong mobil mereka, bom itu berjenis granat tangan yang cukup besar.


Tama yang sempat membanting setir sedikit akhirnya mobil itu langsung terbalik.


Braakk...!


Ciiiittttt..!


Mobil di belakang yang di kendalikan oleh Hana langsung berhenti seketika.


Kaca depan mobil yang di kendalikan oleh Tama langsung terpental, karena di tendang Tama.


"Sial siapa yang berani menyerang secara sembunyi-sembunyi seperti ini, keluar!" Bentak Tama, setelah merangkak keluar dari bawah kap mesin.


Karena mobil yang di kemudian olehnya terbalik.


Dor..!


Traang..!


Suara tembakan terdengar dari kejauhan, mengarah ke Tama! Namun Tama dengan cepat langsung menghindar lalu segera sembunyi di balik mobil, karena sebelum tembakan itu datang dia merasakan ancaman yang besar.


Sehingga langsung menghindar, jadi yang tertembak adalah bodi mobil yang terbalik.


Dion dan Alda juga sudah keluar! Mereka juga langsung bersembunyi bersama Tama di balik mobil itu.


"Ternyata serangan pembunuh!" Ucap Alda setelah bersembunyi di dekat Tama.


Sedangkan di dalam mobil yang di kemudian Hana, melihat mobil yang di naiki Alda terbalik Hana akan turun, namun langsung di cegah oleh Hani.


Setelah itu terdengar tembakan dan serangan terhadap Tama.

__ADS_1


"Ada serangan! Sepertinya ini skema serangan organisasi pembunuh bayaran!" Ucap Hani, setelah melihat kejadian tadi.


Dia sangat tahu, karena pernah mempelajari beberapa skema serangan dari organisasi pembunuh bayaran! Bahkan orang-orang yang ada di daftar langit.


"Sial, siapa orang-orang itu?" Keluh Hana.


Pintu yang di sebelah pengemudi di buka, Hani turun dan di ikuti oleh Hana! Sisi ini berlawanan dengan serangan tadi.


Keduanya langsung melihat tiga orang yang sedang bersembunyi di balik mobil yang terbalik, mereka adalah Alda dan yang lainnya! Melihat Alda dan yang lainnya tidak kenapa-kenapa Hana langsung bernafas lega.


"Tuan Alda, sepertinya ini serangan dari organisasi pembunuh bayaran!" Ucap Hana dengan sedikit keras.


Dor...Dor..!


Mobil yang di kemudian Hana langsung pecah kaca di samping pas posisi kemudi! Melihat mobil mahal pemberani Alda rusak aura gelap dari Hana maupun Hani seperti langsung menguar keluar.


Aura membunuh mantan dari anggota pembunuh bayaran memang terlihat begitu nyata dan mengerikan.


"Cari mati orang-orang ini!" Ucap Hana dengan sangat geram.


Dia seketika mengeratkan giginya hingga sedikit mengeluarkan suara berderit! Tatapan dia tajam, namun kecantikan Hana tidak luntur sama sekali meskipun dia terlihat sangat marah.


Mungkin jika orang itu tidak mengenal Hana siapa sebelum! Orang itu akan melihat bahwa Hana begitu mengenaskan, namun jika melihat dengan benar-benar pasti akan ketakutan dengan aura milik Hana itu.


"Ya aku tahu, kalian tenang! Mereka urusan kami." Ucap Alda, setelah itu dia melihat ke arah Dion dan Tama.


"Sepertinya mereka hanya berdua! Tama kamu incar orang yang telah melemparkan bom sedangkan Dion sebagai pengalihan! Aku akan mengincar si penambak." Alda langsung membuat strategi.


"Baiklah...!" Jawab Dion dengan mudah.


Padahal posisi sebagai pengalihan adalah hal yang sangat berbahaya karena bisa jadi mati karena terkena serangan brutal.


"Hai, aku ingin membunuh si bajingan penembak itu, sebaiknya serahkan dia kepada ku." Ucap Tama, dia marah karena tadi di tembak setelah keluar dari mobil.


"Terserah kamu saja!" Jawab Alda singkat.


"Mulai...!" Alda langsung berucap kembali.


Woosss..!


Dion langsung berlari dan segera bersembunyi di balik pohon.


\=


\=


...

__ADS_1


__ADS_2