
Chapter 143. KEDATANGAN TAMA.
\=
Ruang rapat Grup Brighton.
Kini Alda duduk di kursi utama, di dampingi oleh Dion dan Alda! Sedangkan di sisi meja panjang itu ada beberapa eksekutif Grup Brighton.
Sedangkan Hana dan Hani tidak memilih untuk ikut masuk! Mereka lebih memilih untuk berkeliling melihat kantor Grup Brighton yang sangat besar dan megah ini.
Karena sebagai mantan pembunuh bayaran, keduanya belum pernah masuk ke kantor seperti itu.
"Tuan Alda, sebenarnya siapa mereka itu?" Tanya Jhonatan Brighton kepada Alda.
"Mereka adalah orang-orang dari keluarga Jink di ibu kota! Mereka ke ini untuk menyelidiki situasi tentang kehancuran dari keluarga Dorman! Karena keluarga Dorman adalah kaki tangan dari keluarga Jink.....!" Ada terus menjelaskan secara merinci siapa itu keluarga Jink.
Karena Alda bercerita kepada mereka secara dalam! Mereka yang tadinya tidak tahu apa-apa hanya bisa terkejut dan sedikit rasa takut.
Mereka takut karena sekarang mengetahui rahasia besar yang seharusnya tidak di ketahui oleh orang banyak! Seperti keluarga Dorman rela menjadi antek dari keluarga Jink agar bisa naik dari keluarga kelas 2 ke keluarga kelas 1.
Namun konsekuensinya mereka harus selalu patuh dengan keluarga Jink! Jika tidak maka keluarga Jink sendiri yang akan menghempaskan mereka ke bawah hingga sangat menyedihkan.
Yang paling mereka tidak mengerti di awal-awal, ialah! Saat mereka menerima tugas mengurus property milik keluarga Dorman, bawah property dari Grup Dorman itu begitu banyak memiliki dana dalam kas perusahaan mereka.
Namun sekarang setelah tahu bahwa Grup Dorma adalah Grup yang di gunakan untuk perputaran modal dari keluarga Jink yang sangat kaya! Mereka sudah bisa memaklumi.
Tapi yang mereka takutkan, adalah Keluarga Jink akan balas dendam kepada Grup Brighton! Karena Grup Brighton sudah memotong kaki mereka secara tidak sengaja.
"Namun kalian tidak perlu risau! Bekerjalah seperti biasa, ikut instruksi dari tuan Brighton dan Rizal maka semua akan berjalan seperti biasanya." Setelah panjang lebar menjelaskan akhirnya Alda mengakhiri kata-katanya.
"Tuan Alda, apa keluarga Jink benar-benar kuat?" Tanya salah satu eksekutif di sana.
Mereka adalah salah satu dari anggota kelompok Beruang Hitam! Namun karena bisa mendalami pergerakan ekonomi kota Mako dia masuk dalam jajaran ini.
"Cukup kuat! Apa pendapatmu tentang keluarga Dorman sebelumnya?" Tanya Alda kembali kepada.
"Keluarga Dorman sangat kuat di kota Mako! Bahkan masuk dalam salah satu keluarga kelas 1 di kota Mako ini, sehingga tidak di ragukan lagi bahwa mereka benar-benar kuat." Jawab orang itu sesuai apa yang dia tahu sebelumnya.
"Jika keluarga Dorman kuat menurut mu sebelumnya! Namun bagi keluarga Jink keluarga Dorman itu hanya kacung, maka kamu bisa membayangkan betapa kuatnya Keluarga Jink itu." Alda mencoba menjelaskan dengan retorika.
__ADS_1
"Sial, bagaimana aku tidak berpikir ke arah sana!" Keluh orang itu, dia adalah orang yang cerdas namun karena dulu hanya karyawan biasa sehingga tugas tahu situasi di luar kota Mako.
Bahkan di kota Mako saja dulu dia sangat terbatas, hanya setelah menjadi eksekutif Grup Brighton saja dia langsung paham banyak hal.
"Baiklah, setelah ini ikut instruksi dari tuan Brighton...!" Saat akan menjelaskan lebih lanjut ponsel Dion berdering.
Alda mengerutkan keningnya, dia langsung memandang ke arah Dion.
"Jawab saja tidak masalah!" Ucap Alda.
Karena dia melihat Dion membiarkan ponpesnya terus berdering! Bahkan seperti tidak enak hati mengganggu orang yang sedang rapat.
Setelah di izinkan Alda, Dion mengeluarkan ponselnya! Setelah melihat si penelpon Dion sedikit terkejut.
Alda yang sekilas melihat nama si penelepon juga ingin tahu apa yang akan di bicarakan olehnya.
"Ya..!" Ucap Dion setelah sambungan terhubung.
"Sial, apa kamu sebagai tuan rumah tidak akan menjemput tamu yang datang dari jauh?" Ucap orang itu dengan bentakan.
Dion langsung menjauhkan poansel dari telinganya! Karena dia merasa gendang telinga dia akan pecah, Alda yang ada di samping Dion persis mendengar percakapan itu dengan jelas.
Keduanya keheranan, kedatangan Tama di kota Mako dengan tiba-tiba membuat keduanya sedikit terkejut.
"Cepat jemput aku di bandara kota Mako sekarang!" Bentak Tama lalu langsung mematikan sambungan telponnya.
Dion yang sejak tadi hanya berbicara 'iya' saja dia hanya bisa kebingungan! Dia melihat ke arah Alda.
"Kita sudahi rapat ini! Atau kalian lanjutkan dengan tuan Brighton, kita ada urusan mendadak." Ucap Alda kepada semuanya.
Mereka langsung mengerti! Sehingga mengangguk tanda menyetujui apa yang Alda usulkan, meskipun mereka tidak setuju juga mereka bisa apa.
Tanpa perlu lama-lama, Alda bangun dari kursi tempat duduknya saat ini.
"Ayo berangkat!" Ucap Alda kepada Dion.
"Baiklah...!" Jawab Dion singkat.
Keduanya keluar dengan cepat dari ruang rapat Grup Brighton! Hanya tatapan bingung dari orang-orang yang mengiringi kepergian mereka, sekarang di ruangan itu langsung hening.
__ADS_1
"Tuan Brighton, apa yang akan di lakukan taun Alda?" Tanya seseorang di sana, dia sangat penasaran.
"Tidak perlu banyak tahu, kerjakan saja apa yang menjadi tugas kalian." Ucap Jhonatan Brighton tegas.
Mendengar teguran tegas seperti itu, orang di sana hanya bisa bungkam! Mereka tidak berani bertanya omong kosong lagi.
*
Kini Alda dan Dion langsung pergi dengan cepat menuju ke bandara kota Mako.
Alda juga langsung mengirimkan pesan kepada Hana agar dia pulang sendiri dari Grup Brighton karena dia ada urusan.
Di bandara kota Mako.
Pesawat jet pribadi baru saja mendarat! Kini hanya beberapa orang yang turun dari pesawat itu.
Salah satunya adalah Tama! Dia mengenakan pakaian mewah, namun sepertinya dia sedikit tidak nyaman karena pakai itu menurutnya terlalu berlebihan.
Tama sudah biasa mengenakan pakaian biasa saat di perguruan terpencil! Namun setelah pulang ke keluarganya mereka langsung memberikan fasilitas yang berlebihan.
Termasuk semua pakaian mewah yang di kenakan saat ini! Bahkan dia ingin menolak saja sulit karena memang pakai yang di sediakan hampir mirip seperti itu semua.
Dia mengenakan celana cinos panjang! Dengan di padukan jas yang sangat rapi dan kemeja di dalamnya terlihat begitu elegan dengan dasi yang hampir sama dengan warna jas yang di kenakan saat ini.
Orang-orang juga akan tahu bawah pakaian itu buatan tangan dari desainer terkenal! Karena jahit sangat halus dan sangat pas di tubuh Tama saat ini.
Sebenarnya pakai itu di kenakan sangat nyaman, namum yang buat Tama tidak nyaman karena kemewahan yang terlalu mencolok sehingga dia cukup tidak nyaman.
Dia baru saja menurunkan ponselnya.
"Sial, dua bocah kurang ajar! Apa tidak di anggap sahabat sehingga datang seperti ini saja tidak di sambut?" Tama bergumam tidak jelas.
Namun beberapa orang yang mengikutinya tidak peduli! Mereka hanya menjaga tuan muda mereka agar tetap aman di setiap aktivitasnya.
Salah satu dari mereka adalah seseorang paruh baya, dia adalah pelayan peribadi yang di tempatkan okeh keluarga Tama! Sebenarnya Tama ingin menolak namun dia di paksa oleh ibunya.
Karena dia menghormati ibunya! Dia hanya bisa nurut.
Jika saja Tama dalam keadaan seperti ini di lihat oleh Riko, maka Riko akan mencibir dan menertawakan mati-matian kelakuan Tama ini.
__ADS_1
\=
..