
Chapter 058. MENDIRIKAN PERUSAHAAN.
\=
Dion melirik ke arah paman Jo, karena dia tiba-tiba bertanya seperti itu! Namun Dion menjawab dengan entengnya.
"Ya sudah, malam sebelumnya!"
Mendengar jawaban Dion, paman Jo yang memegang ponsel jadul! Ponsel itu langsung terjatuh ke meja.
Brak..!
"Nak, kamu sungguh melakukannya?" Tanya paman Jo masih tidak percaya.
"Ya, apa paman Jo masih tidak percaya dengan ucapan ku?" Dion heran, namun dia tetap menjelaskannya.
Padahal sebelumnya jika itu orang lain dia hanya akan menggelengkan kepalanya karena tidak ingin menjelaskan! Namun sekarang situasinya berbeda, dia adalah orang yang di percaya setelah ayahnya.
Sehingga dia ingin menjelaskan agar, paman Jo itu percaya dengan ucapannya barusan.
"Anak yang berbahaya!" Ucap paman Jo di benaknya sambil memandang ke arah Dion.
Lalu berganti ke arah Alda, maupun Hana dan Hani! Orang tua kurus kering itu seperti melihat harapan untuk membalaskan dendam yang selama ini terpendam dan membuat hidupnya hancur hingga menanggung beban bersalah selamanya.
Setelah bertanya beberapa kali, paman Jo sudah percaya bahwa ucapan dari Dion itu benar adanya! Sehingga dia langsung mengambil ponselnya yang tadi jatuh ke atas meja kopi.
Dia langsung mengirimi pesan peringatan, di bawah perintah paman Jo! Orang-orang yang masih setia kepada kelompok Beruang Hitam langsung bergerak di setiap sudut kota Mako yang terlindungi oleh kegelapan.
Meskipun sudah di katakan hancur, kelompok Beruang Hitam masih ada banyak sisa-sisa yang sangat setia! Mereka menunggu pemimpin muda yang di ceritakan oleh paman Jo.
Sehingga secara diam-diam, orang-orang yang masih bertahan bekerja secara diam-diam meskipun kehidupan mereka sangat tidak karuan seperti paman Jo sekarang.
Jika orang normal melihat paman Jo, pasti bisa di anggap pengemis jalanan karena benar-benar tidak begitu terurus dengan tepat.
"Baiklah nak, apa yang akan kamu lakukan?" Tanya paman Jo setelah terdiam cukup lama.
"Paman Jo, sebaiknya kita dengarkan apa pengaturan dari Alda! Aku sepenuhnya ikut rencana dia." Jawab Dion.
__ADS_1
Dia langsung mematikan posisi Alda sangat penting bagi dia dan rencana kedepannya! Karena Dion tahu bahwa Alda sangat ahli dalam bertarung dan memiliki kemampuan yang tinggi, apa lagi tentang analisis sesuatu. Alda sangat unggul di bidang itu.
Setelah mendapatkan tanggung jawab penuh dari Dion, paman Jo menatap tajam kepada Alda! Dia sebelumnya tidak begitu memperhatikan Alda ini, karena dia selalu diam dan hanya memerhatikan.
"Baiklah, jika kami sudah mengambil keputusan seperti itu! Aku hanya ikut rencananya juga." Ucap paman Jo langsung setuju tampa menolak usulan dari Dion.
Alda yang di pandang semua orang yang ada di kedai kopi itu seketika hanya bisa tersenyum.
"Baiklah, rencana ku sekarang adalah! Mendirikan perusahaan." Ucap Alda singkat.
Namun mengejutkan paman Jo! Dia tidak habis pikir bagaimana anak seperti ini di berikan tanggung jawab penuh oleh Dion tentang rencana balas dendam.
Malah mengajukan ingin mendirikan perusahaan, rencana seperti ini bagi paman Jo seperti orang salah arah yang lainnya harus menyerang ke arah timur! Namun Alda membawa pasukan yang dia punya menyerang arah barat.
Itu sungguh tidak masuk akal, bagi mereka-mereka yang sudah bertahun-tahun menjalani bisnis bawah tanah suatu kota.
Menurut paman Jo, seharusnya Alda dan Dion langsung menyerang kelompok kalajengking merah lalu merebut wilayah kekuasaan mereka, seperti itu cara kerja kelompok mafia bawah tanah kota-kota besar.
"Kenapa harus mendirikan perusahaan? Bagaimana dengan modalnya?" Tanya paman Jo masih bingung.
"Itu tidak perlu di pikirkan, yang paman Jo lakukan cukup menjalankan tugas yang hanya benar-benar bisa di jalankan oleh paman Jo sendiri." Jawab Alda dengan tegas.
Karena ada beberapa mafia itu yang bisnisnya legal, namun tidak benar-benar legal! Karena banyak praktek di campur aduk dengan cara tidak bener.
"Paman Jo, cukup percaya saja dengan kami!" Dion langsung membela Alda dengan cepat.
Karena dia tahu kekuatan dan kecerdasan Alda cukup untuk meratakan kota Mako jika Alda mau! Namun Alda memilih menggunakan cara yang tidak biasa.
"Dion, kamu hubungi Tama! Buatkan kita program yang bisa melacak semua kejadian di kota Mako." Ucap Alda kepada Dion.
"Baiklah aku mengerti!" Dion tahu apa yang di maksud Alda.
Akhirnya dia mengeluarkan ponsel miliknya, lalu mencoba menghubungi Tama!.
Sedangkan paman Jo masih memegang ponsel jadul miliknya menunggu perintah dari Alda apa yang harus dia lakukan.
"Paman Jo, berapa orang yang tersisa di belakang anda?" Alda ingin tahu seberapa banyak orang yang bisa di gunakan.
__ADS_1
"Tidak banyak, hanya kurang dari 50 orang! Itu saja orang-orang yang sangat setia terhadap ketua Luis!" Jawab paman Jo sedikit mendesah.
Karena setelah di tinggal Luis, kelompok beruang hitam langsung hancur! Dulunya kelompok itu beranggotakan hampir mencapai ribuan.
Kini hanya menyisakan 50 orang, itu juga mereka dalam keadaan sangat mengenaskan! Karena benar-benar seperti di buru oleh kelompok kalajengking merah.
"Itu lebih dari cukup! Apa paman bisa memanggil mereka semua untuk berkumpul di suatu tempat, aku ingin melihat mereka secara langsung." Alda mengajukan permintaan seperti itu untuk tidak membuat kesalahan.
Karena dia akan membagi kelompok kecil secara langsung sesuai dengan keterampilan mereka.
Setelah Alda memberikan permintaan seperti itu, Dion selesai menelfon Tama dia langsung duduk kembali di meja kopi itu.
"Tama sudah menyetujuinya! Setelah program itu siap dia kan langsung menghubungi mu." Ucap Dion kepada Alda.
"Baiklah, Dion kamu segera cari pengacara yang bagus di kota ini maupun kota lain! Kita daftarkan perusahaan baru kita besok." Ucap Alda .
"Aku rasa, paman Jo harus merubah penampilan anda! Karena anda yang akan tampil di posisi paling depan di perusahaan itu nanti." Usul Alda.
Seketika, paman Jo langsung tertegun! Dia sudah tidak bergaul dengan masyarakat umum begitu lama, bahkan orang-orang mungkin sudah menganggap dia sudah mati.
Namun karena permintaan Alda ini, dia harus kembali tampil di depan umum! Namun setelah berpikir lama akhirnya paman Jo bersuara.
"Baiklah, aku setuju! Ini demi menebus kesalahan ku dulu." Jawab paman Jo dengan tegas.
"Itu lebih baik..!" Jawab Alda.
"Terimakasih paman Jo...!" Ucap Dion senang.
Hana dan Hani diam saja! Dia memperhatikan ketiga orang itu saling berbincang, namun perhatian keduanya banyak tertuju ke Alda.
"Untuk kalian berdua, ikut aku sepertinya kemampuan kalian harus di tingkatkan." Ucap Alda kepada Hana dan Hani.
"Baiklah...!" Jawab Hana masih sedikit ragu.
Namun hanya itu yang bisa dia katakan, karena jika tidak entah apa yang akan di lakukan oleh Alda.
Setelah itu, Dion dan paman Jo masih berbincang karena dia sudah lama tidak bertemu.
__ADS_1
\=
...