
Chapter 258. SERGAPAN KECIL.
\=
Malam semakin larut di kota Westa, namun jalanan pusat kuliner malam masih tetap ramai! Hana dan Alda sudah jauh berkeliling.
"Kemana lagi kita, apa sebaiknya kita pulang?" Tanya Alda, dia sekarang membawa barang-barang yang tadi di belinya di sepanjang jalan.
"Iya kita pulang saja, sepertinya Hani dari tadi mencoba menghubungi aku terus." Jawab Hana.
Akhirnya mereka berdua berjalan menuju ke perkiraan, kini parkiran sudah lebih sedikit dari kendaraan yang terparkir dari sebelumnya, karena malam semakin larut jadi orang-orang sudah ada yang pulang.
Kini suara mobil sport menderu di jalan kota Westa, mobil sport berwarna putih melaju kencang di jalan karena sekarang kondisi jalan sudah lengang.
Perjalanan menuju ke kediaman keluarga Aditya cukup jauh, karena keduanya jalan-jalan mengambil jalan yang berlawanan arah dari arah kediaman keluarga Aditya.
Setelah 15 menit berkendara, Alda melihat ada mobil sedan yang mengejarnya di belakang! Sebenarnya jika Alda ingin lepas darinya sangat mudah, karena mobil itu hanya standar bawaan pabrik sedangkan mobil Alda kelas sport! Namun Alda penasaran dengan mobil di belakang mereka.
Saat di jalan yang sedikit sepi! Mobil Alda melaju dengan kecepatan sedang, tapi mobil di belakang langsung melaju dengan kencang lalu memotong jalan laju mobil Alda.
Ciiiittttt..!
Ciiiittttt..!
Mobil di depan yang memotong jalur Alda mengerem dengan tajam! Akhirnya Alda juga menginjak pedal rem juga dengan kuat.
"Cih sergapan kecil!" Ucap Alda dengan tatapan tajam ke depan.
"Wah selalu saja ada orang yang membuat aku marah." Hana juga berucap dengan kesal.
Braakk..!
Pintu mobil di depan di buka, hanya satu orang yang keluar! Alda dan Hana saling pandang karena mereka kira di dalam sana akan ada empat orang atau lebih.
Alda pikir, mereka sedang di sergap namun sekarang siapa yang di sergap sebenarnya? Karena dia berdua dan lawan hanya satu.
"Hana kamu tetap di sini! Biarkan dia urusan aku." Ucap Alda sebelum turun.
Ceklak...!
Alda keluar dengan cepat, jalan itu sekarang sudah sepi meskipun belum tengah malam! Karena memang sudah jauh dari pusat kota, meskipun ada beberapa mobil yang berlalu lalang mereka tidak memperdulikan dua mobil yang berhenti tiba-tiba itu.
"He-he-he, akhirnya kamu jatuh juga dalam genggaman ku!" Ucap orang itu sambil terkekeh bahagia.
Dia pikir Alda adalah orang yang mudah di hadapi, karena dia tidak tahu profil Alda sebenarnya namun pas melihat Alda setenang air dalam.
"Aku heran bagiamana kamu begitu yakin bahwa bisa menangkap aku sekarang?" Alda menanggapi dengan santai.
Hana melihat kejadian itu di dalam mobil! Dia terlihat khawatir, padahal Hana tahu kekuatan Alda itu sangat kuat namun entah kenapa Hana tetap merasa khawatir.
"Bagiamana mungkin kamu bisa lolos dari cengkraman seorang ahli seperti ku ini." Jelas master luar negeri itu benar-benar meremehkan Alda dari sisi manapun.
Alda dan master laur negri itu berdiri hanya berjarak kurang dari 7 meter, dengan jarak sedekat itulah master laur negri percaya dia bisa melumpuhkan Alda sesekali gerakan ringan.
__ADS_1
Wosss..!
Tap..tap..!
Dua langkah lebar dari master laur negri, dia langsung mengulurkan tangannya setelah bergerak dengan cepat.
Tap..!
Namun serangan cengkraman itu bisa di tangkap dengan mudah oleh Alda! Sehingga master luar negeri itu langsung membelalakkan matanya.
"Tidak mungkin?" Ucap dia dengan terkejut.
Kreeekk..!
"Aaaakkkh..!" Jerit tertahan lawan Alda karena kesakitan.
"Hanya dengan kekuatan seperti ini, kamu begitu percaya akan menangkap ku? Apa kamu tidak menyelidiki lebih mendalam tentang ku dulu?" Ucap Alda setelah meremukkan lengan master luar negeri.
Wuss..!
Alda menyilakan topeng yang menutupi sebagian besar wajahnya! Setelah di buka ternyata itu adalah lelaki paruh baya dengan tubuh yang cucuk kekar namun di wajahnya ada luka sayatan besar.
Baaammmm..!
Braakk..!
"Uhuk-uhuk..!" Master luar negeri itu batuk dengan hebat.
Kreeekk..!
"Aaaahhhhkk...!" Jerit melengking terdengar.
Karena salah satu kakinya di patahkan dengan kejam oleh Alda.
"Aku hanya berikan pelajaran seperti ini, sebaiknya jika menerima perintah pelajari terlebih dahulu." Ucap Alda seperti memberikan bekal kepada orang itu.
Alda langsung berbalik untuk segera pergi dari sana, karena Hana sudah menunggu di dalam mobil.
Saat Alda sudah berbalik cukup jauh dan menuju mobilnya kembali, dia kembali lagi.
"Sebaiknya sampaikan kepada Bramantyo Button, jika mengincar aku! Kirim orang yang lebih kuat lagi." Pesan kedua dari Alda.
Master luar negeri itu hanya bisa bernafas dengan berantakan sambil terkapar, karena lengan dan kakinya kini patah.
Namun dia mendengar semua perkataan Alda tadi! Dia tidak menyangka bahwa dia hanya terlihat seperti anak kecil di depan Alda saat ini.
Hatinya hancur, padahal dulu dia adalah petarung di sebuah kompetisi besar namun karena di khianati dia akhirnya turun pamor dan yang lebih parah dia di lukai di bagian wajahnya sehingga tidak ada yang menerima dia menjadi petarung di Club mereka.
Akhirnya dia sering melakukan kejahatan di negaranya! Hingga namanya kini di buru oleh pihak berwajib, namun setelah mendapatkan tugas ini dia berharap bisa berhasil dan akan menjalani hidup tenang karena mendapatkan bayaran besar, namun akhirnya kejadian kejam seperti ini terjadi.
Akhirnya dia mendengar suara mobil sport menderu! Kini dia hanya bisa memejamkan matanya karena tahu hidupnya akan berakhir di penjara, jika dia di ketahui oleh departemen keamanan publik di kota Westa ini.
Karena dia termasuk buronan internasional, itulah kenapa dia selalu memakai tudung rapat agar dia tidak terkena sorot cctv jalan atau fasilitas umum lainnya.
__ADS_1
Alda di dalam mobil hanya menyetir dengan tenang! Sedangkan Hana terus memandangi Hana dari kursi penumpang.
Kini Hana seperti tambah berani, untuk lebih dekat dengan Alda dan lebih terang-terangan dalam memperhatikan Alda.
"Ada apa, apa ada sesuatu di wajah ku?" Ucap Alda kepada Hana.
"Tidak, tapi tadi kamu begitu keren!" Jawab Hana dengan senyum lebar.
Dia merasa, bahwa perkataan Alda sebelumnya bertarung membuat dia merasa memiliki pelindung yang kuat! Jadi sampai sekarang dia senyum-senyum sendiri.
Apa lagi pertarungan Alda terlihat sangat sederhana! Bahkan mengalahkan seorang master seperti itu hanya beberapa gerakan sederhana saja, namun sangat mematikan.
Meskipun Hana sudah sering melihat, yang kali ini bagi dia sangat istimewa jadi dia senang sekali.
Alda hanya tersenyum menanggapi ucapan Hana itu, akhirnya sempai ke tempat kediaman keluarga Aditya keduanya tidak ada percakapan barang satu katapun.
Hingga keduanya masuk kamar masing-masing juga tidak ada obrolan kembali.
Saat keduanya masuk Tama sudah ada di ruang tengah namun melihat keduanya hanya saling diam Tama juga sulit untuk menegur Alda apa lagi Hana.
Sehingga dia hanya duduk di ruang tengah, sebenarnya Tama juga sedikit kikuk dengan Alda karena saat di Hotel Emperor dia sudah salah paham, dia pikir bisa bersikap biasa saja dangan Alda saat bertemu! Namun suasana tegang seperti ini malah terjadi.
*
Di dalam kamar Hana.
Ceklak..!
"Kak, dari mana saja kamu hari ini?" Ucap Hani setelah masuk ke kamar Hana tanpa mengetuk pintu.
Hana langsung melihat ke arah Hani, lalu dia melompat dengan gembira dan memeluk Hani dengan erat.
"Hani, kakak bahagia sekali hari ini! Apa kamu tahu Alda sekarang semakin dekat dengan kakak." Ucap Hana dengan senyum lebar.
Hani mendengar ini hanya mengerutkan keningnya, dia senang dengan kebahagiaan kakaknya yang seperti ini! Namun dia tidak berharap kakaknya jatuh hati dengan Alda.
Karena menurut Hani, Alda adalah sesuatu yang sulit untuk di jangkau oleh mereka khususnya kakaknya.
"Bagus lah jika seperti itu, tapi kakak harus ingat Alda adalah orang yang besar! Aku takut kakak nantinya sakit hati." Ucap Hani sambil memeluk Hana.
Hana langsung melepaskan pelukan dengan Hani! Setelah itu dia langsung memandang Hani dengan sungguh-sungguh dan tajam.
"Kenapa kamu berbicara seperti itu, apa kamu berharap kakak akan sakit hati?" Tanya Hana, kini suaranya sangat serius.
"Kak, bukan seperti itu! Tapi." Hani ingin menjelaskan namun tidak bisa, karena Hana langsung masuk ke dalam selimutnya kembali.
Hani hanya bisa mematung di depan kasur! Dia tidak menyangka kakaknya akan bereaksi seperti itu, padahal ucapan dia itu sangat benar.
\=
\=
...
__ADS_1