Pewaris Tersembunyi

Pewaris Tersembunyi
153 JANGAN TINGGI HATI


__ADS_3

Chapter 153. JANGAN TINGGI HATI.


\=


Ucapan Alda begitu tenang, namun bagi Hani itu seperti sebuah kesombongan dan tinggi hati. Bener-bener menganggap remeh lawan, apa lagi lawannya adalah teman sendiri.


Jika saja Hani tahu, bahwa Tama maupun Dion bukanlah lawan Alda dia pasti tidak berpikir demikian.


"Tuan Alda, jangan tinggi hati dulu! Apa kamu begitu yakin bisa menang melawan empat dari kami?" Ucap Hani yang kini sudah mendekat dan merapat ke samping Dion dan Tama.


Melihat ini, Dion hanya menggelengkan kepalanya! Karena dia tahu seberapa besar kekuatan Alda yang sebenarnya, dia seorang diri bisa menahan imbang 8 teman seperguruan lainnya meskipun masih mendapatkan kerugian lainnya.


Ini bisa menandakan, bahwa kekuatan Alda yang sebenarnya itu 8 orang seperti Dion dan Tama di gabungkan menjadi 1.


"Hei, makanya aku berbicara seperti itu karena aku mampu!" Jawab Alda dengan tenang.


Sedangkan Hana masih saja khawatir bahwa tuan Alda akan memberikan pelajaran yang berat kepada Hani nantinya.


Saat Hani ingin berucap kembali, Alda menyela di awal. "Jangan banyak bicara lagi, cepat serang aku bersama-sama." Sambil mengangkat tangan dan jari telunjuk di arahkan ke Hani dan menggoyangkan maju mundur dari itu.


Itu bagi Hani adalah penghinaan, sebelum dia kenal dengan Alda dia tidak pernah menerima penghinaan seperti ini! Apa lagi dia selalu bekerja dalam kegelapan mengambil nyawa orang tanpa orang itu mengetahuinya.


"Sombong..!" Keluh Hani.


"Lihat serangan!" Ucap Tama.


Woosss..!


Dia seperti memberikan peringatan, sehingga berteriak sambil maju menyerang Alda nyatanya itu hanya tipuan! Tangan yang terulur langsung di tarik setelah jarak kepalan tangan Tama hanya beberapa inci dari wajah Alda sebelah kiri.


Baammm..!


Kaki Tama langsung menghantam lengan Alda yang ada di sampingnya wajah sebelah kanan! Serangan tipuan Tama jika di tunjukkan kepada orang lain itu pasti sangat berpengaruh, namun kepada Alda itu hanya bualan belaka.


Gelombang besar langsung di rasakan, setelah lengan dan kaki saling berbenturan! Alda menyeringai.


"Apa setelah menjadi tuan muda serangan mu menjadi lemah seperti ini?" Alda mencibir serangan Tama.


Setelah itu, dia mendorong kaki Tama ke samping dengan gerakan cepat dia langsung menyerang bagian bawah pertahanan Tama.


Woosss..!


Namun Tama dengan siapa menghindar ke belakang! Di samping kiri Dion datang dengan serangan lurus.

__ADS_1


Alda menangkap serangan Dion dengan sempurna! Dia lalu menarik Dion ke arahnya dengan sentakan yang kuat.


Klik..!


Lengan Dion berbunyi, namun dia langsung mengikuti kemauan Alda! Setelahnya dia berjungkir balik dan melepaskan dengan mudah.


Woosss..!


Alda maju, dia seketika berada di hadapan Hani dalam hitungan kurang dari sepersekian detik! Tangan dia terulur namun tidak di hantamankan melainkan menempel pada wajah Hani.


Woosss...


Baammm..!


Tubuh Hani terpental jauh, dia di dorong di bagian wajahnya hingga dia terdorong ke samping dan menabrak beberapa pot tanaman di sana.


Sehingga berbunyi sangat nyaring! Melihat ini senyum Alda tersungging dia menunjukkan wajah seperti mencibir. 'kamu lemah jangan berdiri di paling depan!'.


"Hani..!" Hana yang ada di belakang ingin menyelamatkan Hani.


Tap...Tap..!


Hani langsung di kunci pergerakan dia oleh Alda! Setelah itu dia langsung di tendang lutut bagian belakangnya.


"Iki kelemahan mu, terlalu memperdulikan adik mu yang berlagak kuat itu!" Ucap Alda.


Setelah berucap seperti itu, Hana di hantam di belakang lehernya oleh Alda dan akhirnya dia tidak sadarkan diri.


Sedangkan Hani di sana sedang tercengang, wajahnya teras sangat panas karena gesekan dari tangan Alda.


Dia merasakan sakit di sekujur tubuhnya, matanya terus memandangi Alda dan yang lainnya! Melihat kakaknya di buat tidak berdaya dia hanya menghela nafas panjang, apa lagi mendengar ucapan Alda barusan.


Dion dan Tama datang dari dua arah berbeda! Alda meladeni keduanya dengan kemampuan terbaik dia, karena bagaimanapun keduanya juga seorang ahli yang kuat.


Baammm..!


Buukk..!


Suara beradunya pukulan dan tendangan terdengar, setiap serangan mereka itu bentrok ada angin tipis berhembus! Tekanan kuat di sana semakin membuat Hani sedang ketakutan.


"Apa ini kekuatan mereka?" Gumam Hani masih terkapar.


Dia handak bangun namun kaki dia seperti terkilir dan punggungnya sangat sakit! Dorongan dari serangan Alda sangat kuat sehingga dia terluka cukup parah di bagian luar, seperti memar dan lecet.

__ADS_1


Karena pot bunga di atap itu terbuat dari tanah liat dan keramik! Sehingga benturan di tubuh meninggalkan goresan luka dan memar.


Setelah berjalan beberapa menit, Alda memukul mundur Tama! Sedangkan Dion masih bertahan.


"Tama kekuatan mu seperti menurun sedikit! Aku yakin jika kamu bertarung dengan Dion sekarang akan kalah dalam beberapa putaran." Ucap Alda, setelah itu dia mundur.


Dia sudah bisa merasakan, bahwa kekuatan sari Tama ini tidak meningkat malah sepertinya menurun atau mungkin hanya perasaan dia saja.


"Sial, aku juga di rumah berlatih meskipun tidak sebanyak waktu di perguruan terpencil!" Keluh Tama tidak begitu terima di bilang daya tempur dia menurun.


"Sepertinya benar, kehidupan tuan muda mu membuat kemampuan mu jalan di tempat!" Ucap Alda kembali.


"Ya, aku juga merasakan bahwa serangan Tama tadi seganas waktu di perguruan terpencil! Mungkin karena dia tidak bertarung dengan Riko." Dion juga setuju.


"Memangnya apa yang kalian lakukan di sini? Ini juga kota, di sini sangat aman jadi tidak mungkin ada pertempuran hidup dan mati." Ujar Tama, mencoba mengelak.


"Kamu tidak tahu, kita di sini sudah memusnahkan banyak petarung! Meskipun mereka hanya bisa di bilang pemula namun cukup untuk mengasah kemampuan kita!" Alda menyangkal pendapat Tama barusan.


Di kota Westa keluarga Tama sangat berkuasa, sehingga dia tidak pernah menemui bahaya bahkan bisa di bilang dia di lindungi oleh orang lain! Benar apa kata Alda kehidupan tuan muda Tama begitu memanjakan tubuhnya, sehingga efektivitas tempur dia tidak meningkat.


Sedangkan, Alda dan Dion meningkat pesat dari pada saat keduanya baru turun gunung! Hanya saja seperti tidak di rasakan oleh Dion maupun Alda.


Alda menghampiri Hana, lalu dia membangunkan dia dengan sedikit sentuhan! Hana langsung bangun namun masih linglung.


"Apa yang terjadi?" Tanya Hana.


Dia masih merasakan sedikit sakit di belakang lehernya! Lalu dia menoleh dengan cepat ke arah Hani yang terkapar.


"Hani, apa kamu tidak apa-apa?" Tanya Hana dia langsung menghampiri Hani yang masih tergeletak di sana.


"Sepertinya kaki ku hanya terkilir!" Ucap Hani.


Dia tahu, jika Alda berniat kasar dan benar-benar menyerang dirinya! Yang dia dapatkan bukan dorongan di wajahnya melainkan tamparan keras.


Bisa saja kepala dia berputar 180° atau leher dia patah dan wajahnya bengkak seperti babi.


Akhirnya, Hana membatu adiknya bangun! Dia melihat luka apa yang di derita adiknya itu, setelah melihat bahwa tidak ada yang parah Hana menghembuskan nafas lega.


Memang benar bahwa Hana paling peduli dengan adiknya, karena hanya Hani satu-satunya kerabat di dunia ini yang masih hidup sehingga dia tidak ingin kehilangan Hani. Jadi dia berusaha melindungi Hani sebisa mungkin.


\=


...

__ADS_1


__ADS_2