
Chapter 054. BELATI PANJANG YANG BAGUS.
\=
Alda di tegur seperti itu hanya bisa nyengir kuda kepada Dion, karena dia terlalu berhati-hati sehingga dia kalah cepat dengan Dion yang berjalan ke arah kanan saat itu.
Memang arahnya berputar sedikit jika yang di lewati Dion! Namun karena dia berjalan secara terang-terangan meskipun banyak hambatan orang-orang, namun lebih cepat jika dengan cara mengendap-endap seperti yang Alda lakukan.
"Maaf, aku tidak bermaksud terlambat! Namun melihat-lihat situasi!" Jawab Alda kepada Dion.
16 orang yang tadi keluar dari lift bawah tanah hanya diam saja! Mereka semua memandang Alda dan Hana lalu kepada Dion dan Hani setelahnya.
"Ternyata tikus penyusup ini bukan hanya satu orang, tapi empat! Keempatnya adalah anak muda, bagus kalian orang-orang yang memiliki nyali." Ucap Max dengan tatapan bengis.
Dia berucap seperti itu sambil terus menghisap rokok.
"Apa kamu adalah pimpinan mereka?" Dion tidak peduli dengan ucapan Max tadi, sehingga dia langsung memotong ucapan Max begitu saja.
Max yang merasa ucapannya tidak di hargai kini naik pitam, otot-otot di dahinya langsung menonjol keluar! Di tambah seperti ada aliran arus yang kuat mengalir di sana.
"Bocah, kamu tidak menghargai ku ternyata?" Tanya Max dengan tatapan tajam.
"Aku tidak peduli, apakah kamu pemimpin orang-orang itu?" Dion langsung menegaskan posisinya, bahwa dia tidak peduli dengan Max maupun siapa saja.
"Ya, aku adalah pemimpin kelompok divisi 10 geng kalajengking merah!" Jawab Max dengan bangga, karena bagi dia itu adalah pencapaian yang sangat perlu di apresiasi oleh banyak orang.
Kelompok kalajengking merah adalah organisasi besar yang sudah memiliki nama di seluruh penjuru kota Mako! Jika nama itu di sebutkan, maka orang akan takut seketika menghindari semuanya.
"Bagus, hubungi Jerry untuk datang ke sini, temui aku Dion!" Ucap Dion dengan sangat tenang.
"Bedebah, beraninya memanggil Bos Jerry hanya dengan namanya! Apa kamu minta mampus?" Ucap salah satu dari mereka sambil mengacungkan belati panjang di tangannya.
"Huff, belati panjang yang bagus! Sepertinya sangat baik jika di gunakan untuk menggorok leher!" Ucap Hana tiba-tiba.
Dia sangat tertarik dengan belati panjang yang di pegang oleh salah satu anak buah dari Max itu, karena belati itu berwarna hitam pekat dengan ketajaman yang sangat mengerikan.
Di tambah belati itu panjang hampir 30 cm panjang keseluruhan! Sehingga di gunakan untuk bertarung jarak dekat sangat bagus.
"Penglihatan kamu sangat bagus terhadap pisau!" Alda menimpali ucapan Hana.
__ADS_1
"Nak, tidak semudah itu untuk memanggil Bos Jerry! Untuk kelas kalian, cukup dengan kekuatan kami seperti ini saja sudah cukup." Jawab Max masih meremehkan Dion dan yang lainnya.
"Apa kamu yakin?" Ucap Dion.
Dor..Dor..!
Dion hanya melambaikan tangannya ke depan dengan gaya seperti pistol yang di tembakan! Seketika dua tembakan langsung bergema di depan lift itu.
Setelah dua tembakan itu, anak buah Max langsung terkapar dan mati! Dahi mereka di tebus ole peluru pas di tengah-tengah antara dua alis.
Pelakunya adalah Hani, dia selesai menembak langsung mundur dua langkah di belakang Dion! Sedangkan Dion langsung menyerbu kelompok yang masih tertegun itu.
Baammm...!
Gaya Diao sangat kejam dan mendadak, dia di remehkan maka langsung bertindak! Sehingga sebelum musuh bereaksi dia sudah melumpuhkan sebagai besar dari mereka.
Baamm..!
Kraakkk..!
Alda melihat, Dion menyerang dia juga langsung maju secepat kilat! Dia langsung menyerbu dari samping, sedangkan Dion di depan.
"Aku menginginkan belati panjang itu!" Ucap Hana bergerak di belakang Alda.
Baamm...!
Dor..dor..!
Pertarungan langsung pecah, 16 orang itu tidak bisa bereaksi dengan cepat! Kini ada dua orang lagi yang mati karena di tembak di kepalanya oleh Hani.
Meskipun menggunakan tembakan kecil, namun dalam hal menembak Hani sangat ahli! Apa lagi dalam jarak dekat meskipun orang itu bergerak sangat cepat, Hani masih bisa menembak dengan tepat sasaran.
Baaammmm..!
Dion langsung menendang Max, kini Max terpental ke belakang dan terkapar di lantai! Dion langsung menginjak dada Max dengan tatapan tajam.
"Apakah kekuatan kalian seperti ini, yang kalian banggakan?" Ucap Dion dengan tatapan merendahkan.
Jangankan kekuatan seperti ini, bahkan 100 kali lipat dari ini saja Dion tidak gentar jika dia di temani Alda.
__ADS_1
Apa lagi di rendahan oleh kelompok sampai yang di pimpin oleh Max ini, namun dia di remehkan lawan! Sehingga Alda bergerak untuk menunjukkan seperti apa kemampuan.
Tidak jauh dari Dion, kini Alda sudah melumpuhkan 7 orang! Sedangkan Dion membunuh dua orang sedangkan satu orang termasuk Max yang sekarang sedang dia injak tubuhnya oleh Dion sudah sekarat.
Hani membunuh empat orang dengan pistol kecil miliknya, sedangkan Hana hanya membunuh dua orang dengan luka sama di sayat di leher.
Hanya korban dari Alda yang masih hidup, namun mereka langsung lumpuh karena patah tulang di kaki dan tangan dari mereka masing-masing.
Dion membunuh dua orang, saat dia menendang di bagian kepala orang itu hingga dari beberapa lubang di kepalanya berdarah.
Erangan halus terus terdengar dari orang-orang yang di lumpuhkan Alda! Namun Alda tidak memikirkan itu.
Max melihat kejadian ini yang hanya kurang dari dua menit, membuat dia sangat terpukul! Dia pikir ketua kelompok dari divisinya adalah orang-orang yang hebat, namun di hadapan empat orang ini mereka semua adalah sampah yang tidak dapat di sebutkan.
Dion menengok ke arah Alda.
"Alda, kamu masih saja terlalu lembut seperti biasanya! Janganlah terlalu lembut terhadap musuh, karena jika lembut terhadap musuh maka keras terhadap diri sendiri!" Dion berucap seperti itu dengan sangat serius.
Ini membuat Alda tidak bisa berbicara, sehingga dia hanya bisa tertegun! Dia mencerna ucapan Dion barusan dengan sangat hati-hati.
"Ah, maaf teman aku tidak tahu! Jika keinginan kamu seperti itu maka mudah." Ucap Alda dengan rasa bersalah yang dalam kepada Dion.
Kraakkk..!
"Eeekkhh..!" Teriakan tertahan orang yang di bunuh Alda.
Dor..dor..dor..!
Hani langsung menembak berturut-turut, hingga peluru di dalam magazine di pistolnya habis.
Hana membatu menggorok salah satu dari mereka yang hendak lagi melihat orang-orang itu mati.
Sedangkan, Max melihat itu semua langsung menggigil ketakutan! Hingga di ************ itu keluar cairan kuning, max yang kejam dan terhormat kencing di celana.
Jika kabar ini tersebar di seluruh kota Mako maka nama dia akan menjadi bahan tertawaan.
Dion berucap seperti itu karena pengalaman ayahnya yang sangat lembek terhadap musuh-musuhnya sehingga beberapa tahun berselang, karena kesalahannya itu musuh yang seharusnya di awal sudah mati malah datang balas dendam dengan kekuatan yang sangat mengerikan.
Sehingga ayah Dion terbunuh kala itu, itulah pengalaman yang pahit bagi Dion! Sehingga tercetak Dion yang sekarang, tidak pernah berbelas kasihan kepada musuhnya.
__ADS_1
\=
...