
Chapter 256. SALAH PAHAM.
\=
Alda masih tertegun, dia tidak mengerti apa yang di maksud terlalu brutal! Namun otak Alda berusaha memahami, sehingga dia langsung bertanya kepada Tama.
"Hei, apa maksud kamu aku bermain terlalu brutal? Itu Hanan yang sangat mengerikan, bahkan aku saja sampai sedikit takut." Ucap Alda namun suaranya sedikit lirih.
Dia mencoba menjauh sedikit dari Hana, takut Hana mendengar dan dia kembali tidak enak di dalam hatinya.
"Apa ternyata yang ganas itu Hana? Sial aku tidak habis pikir, wanita yang sedikit terlihat pemalu dan lemah lembut seperti itu ternyata punya sisi lain yang brutal." Tama juga terkejut setelah mendengar penuturan Alda.
"Ehh...!" Alda makin tidak mengerti.
Keduanya masih salah paham, namun setelah sampai pada tahap ini bayangan mesum di otak Tama langsung berkeliaran.
Dia dulunya anak yang nakal dan brutal! Namun dalam pengalaman bermain wanita dia juga sedikit kurang karena saat itu dia masih muda bahkan umurnya kurang dari 20 tahun.
Namun bayangan tentang kebrutalan wanita di atas ranjang Tama sudah paham sejak lama! Tapi bagaimana pun liarnya pikiran Tama, dia tidak berharap Hana begitu brutal.
Kini pikiran Tama di penuhi dengan adegan brutal Hana bergelut dengan Alda! Hingga akhirnya Tama mendesah karena merasakan keluhan.
"Ahhh, sial kalian membuat aku membayangkan sesuatu!" Keluh Tama seperti sangat kesal.
"Hei, Tama jika kamu penasaran? Lebih baik lihat saja lewat cctv ruangan 203 namun setelah itu kamu hapus." Ucap Alda, meskipun dia tidak paham namun masih bersikap rasional.
"Baiklah, aku sangat penasaran!" Jawab Tama.
Saat Tama akan memutuskan sambungan teleponnya, Alda langsung mencegatnya.
"Tunggu dulu! Bagaimana kamu tahu aku ada di Hotel Emperor sekarang?" Alda penasaran, kenapa Tama bisa tahu dia ada di Hotel Emperor.
"Oh itu, aku sekarang ada di Hotel Emperor juga sedang ada pertemuan bisnis!" Jawab Tama.
"Jadi seperti itu! Baiklah, aku akan pulang terlebih dahulu." Alda berucap lalu dengan cepat dia mematikan sambungan teleponnya.
Di sebrang sana Tama hanya menatap ponsel yang tadi menerima panggilan telepon Alda! Orang-orang di sekitarnya terus memandangi Tama.
Mereka tidak berani menegur kepada Tama, karena mereka tahu siapa Tama itu! Apa lagi dulu Tama begitu terkenal di kota Westa dengan julukan si iblis kecil.
__ADS_1
Sehingga melihat Tama sedang mengobrol lewat ponselnya orang-orang penting yang sedang mengadakan pertemuan lebih memilih menunda daripada menegur Tama.
"Ada apa kenapa berhenti, silahkan lanjutkan!" Ucap Tama setelah melihat ke sekeliling ruangan yang kini senyap.
Orang-orang di sana hanya bisa tersenyum canggung! Padahal mereka semua adalah senior dalam hal kalangan bisnis di kota Westa, namun di hadapan Tama mereka semua langsung merendahkan diri.
Sehingga saat Tama mengobrol dengan seru, orang-orang itu lebih memilih menunda! Namun setelah selesai Tama langsung bertanya ada apa? Bagaimana halan seperti itu bisa di tanyakan.
'Sial, bertanya ada apa? Ya pastinya obrolan kamu di sambungan telepon sangat menggangu pertemuan bisnis ini!' Orang-orang di sana hanya bisa memaki dalam hatinya.
Tidak langsung berterus-terang mereka tidak berani, jika mereka memaki di depan umum terhadap Tama takutnya keluarga mereka bisa hancur.
'Masih bertanya ada apa, apa dia tidak punya otak?' Yang lain juga sama kesalahan, namun di permukaan hanya bisa tersenyum canggung.
"Ahh, baik tuan muda Aditya!" Jawab sangat pembicara yang ada di depan semua orang.
Akhirnya pertemuan bisnis itu berlanjut, sedangkan Tama sibuk dengan ponsel! Karena dia mencoba membobol keamanan ruangan 203.
Setelah lewat 20 menit berusaha keras, akhirnya Tama bisa mengakses jaringan cctv di Hotel Emperor! Itu juga karena Tama sedang berada di Hotel Emperor saat ini, jika tidak, maka keamanan eletronik milik Hotel Emperor sangat sulit untuk di bobol meskipun itu menggunakan satelit dan akses milik tim Tama.
Setelah melihat rekaman cctv di ruangan 203, Tama mengumpat kencang.
Orang-orang yang sedang mengadakan pertemuan bisnis itu kembali menengok ke arah Tama! Lalu mereka semua terdiam.
Tama sadar dan melihat sekeliling, lalu dia tersenyum canggung! Setelah itu dia langsung berucap.
"Silahkan lanjutkan! Tadi ada hal yang mengejutkan sehingga aku tegang." Ucap Tama, lalu dia kembali sibuk dengan ponselnya seperti tidak terjadi apa-apa.
Orang-orang di sana hanya bisa kembali memaki Tama di dalam benak dan hati mereka masing-masing! Lalu melanjutkan perbincangan tentang proyek yang mereka akan jalani baru-baru ini.
Tama melihat rekaman cctv di ruangan 203, hanya bisa memerah wajahnya! Ternyata dia sudah salah paham dengan Alda dan Hana sehingga dia hanya bisa mendesah terus menerus.
"Ternyata yang di maksud brutal oleh Alda adalah kejam terhadap lawan? Aku kira apa, pantas saja obrolan tadi tidak nyambung." Gumam Tama.
Sekarang dia menyadari, bawah obrolan dia dan Alda terjadi kesalahpahaman! Seketika Tama menjadi malu, dia takut saat bertemu dengan Alda akan di ejak.
Namun setelah ingat Alda adalah orang seperti apa, Tama akhirnya tenang kembali! Jika yang berbicara dengan dia tadi adalah Riko bisa jadi itu akan menjadi kartu truf untuk menjatuhkan mentalnya, untung saja itu Alda bukan Riko.
Setelah tenang, Tama langsung melakukan tugas dari Alda sebelumnya! Dia menghapus rekaman cctv di ruangan 203, Tama tidak memikirkan apa kegunaan rekaman itu di hapus namun dia melakukan saja.
__ADS_1
Setelah beres, Tama merenung di tengah-tengah orang sibuk membahas hal penting bagi kebanyakan para pengusaha kota Westa, namun bagi Tama itu hanya omong kosong.
Tama tidak peduli sama sekali! Karena di samping dia sekarang ada orang yang mendengarkan dan mengikuti acara itu, jika dia tidak paham bisa melemparkan ke dia kedepannya.
Begitulah menjadi putra dari keluarga besar dan berkuasa tidak takut dengan apapun selagi orang-orang di sekitar mereka lebih lemah dari dirinya.
*
Sedangkan di sisi lain.
Alda kini sedang menyetir mobil sport berwarna putih milik Tama, di sampingnya ada wanita cantik yaitu Hana.
Namun suasana di dalam mobil sangat hening, Hana terus melihat ke arah depan dengan nanar! Dia sebenarnya ingin terus mengobrol dengan Alda namun seakan percakapan mereka habis di tengah jalan.
"Hana, apa kamu masih sangat marah sekarang?" Ucap Alda memecah keheningan di dalam mobil.
"Tidak, setelah kamu memeluk ku! Aku tidak marah lagi, justru sebaliknya aku sekarang sangat senang." Jawab Hana langsung menoleh ke arah Alda.
Tatapan berbinar Hana langsung terpantul kan oleh lampu jalan kota Westa yang sekarang masih ramai lancar! Mobil mereka masih terjebak keramaian jalanan kota Westa.
"Begitu, tapi sepertinya kamu masih terus murung sejak masuk ke dalam mobil." Ucap Alda.
"Itu, aku bingung harus bertanya apa dengan kamu, karena memang aku tidak tahu apa-apa tentang Alda." Suara Hana semakin lirih, namun Alda masih bisa mendengar dengan jelas.
Apa lagi mereka sedang ada di dalam mobil yang bisa di bilang kedap suara! Jadi pendengaran Alda dengan mudah bisa menangkap ucapan Hana itu.
"Sekarang masih belum terlalu malam! Bagiamana kalau kita pergi ke tempat yang ramai di kunjungi orang-orang." Ucapan Alda memberikan saran.
"Benarkah, itu ide yang sangat bagus." Hana langsung bersemangat.
Memang ini yang dia inginkan sejak tadi siang! Namun dia tidak tahu harus mengajak Alda dengan cara apa, sehingga setelah Alda yang menyarankan, Hana langsung bersemangat tinggi.
Akhirnya Alda tersenyum dan mengangguk, dia tidak langsung pulang dan mencari tempat keramaian yang dia maksud barusan.
Alda memiliki pemikiran, sepertinya mereka menuju ke pusat kuliner malam ini sangat pas, karena sekarang mereka hanya berduaan seperti sekarang! Jadi tidak ribet meskipun berjalan di keramaian yang padat.
\=
\=
__ADS_1
..