
Chapter 208. DENDAM BRAMANTYO BUTTON.
\=
Di ruang perawatan, Bramantyo Button masih sangat histeris! Air matanya mengalirkan, hidupnya seperti hancurnya.
Dia tidak pernah terbayangkan sedikitpun dengan kejadian hari ini! Seketika tatapan Bramantyo Button seperti orang gila.
"Ayah, balaskan dendam ku! Ini perbuatan si bajingan Alda! Ayah harus membunuhnya, tidak-tidak dia harus di siksa perlahan, harus di siksa sebelum dia memohon untuk di bunuh jangan harap bisa mati dengan mudah!" Bramantyo Button langsung meraung.
Tatapan dia menatap Bamtoro Button yang ada di sampingnya! Tatapan dia seperti orang yang sudah gila.
Dendam Bramantyo Button langsung membara di hatinya! Dia ingin sekali menyiksa Alda pelan-pelan, Bramantyo Button memutuskan akan memberikan kehidupan seperti di neraka kepada Alda sehingga Alda menjadi putus asa, hidup enggan mati pun sulit.
Para dokter spesialis yang ada di ruangan itu merapatkan tubuhnya ke dinding! Mereka ketakutan, takut akan menjadi sasaran tuan muda gila itu.
Bamtoro Button menatap ke arah anaknya dengan nanar! Setelah itu dia melambaikan tangan kepada dokter di belakangnya, menyuruh dia untuk pergi dari ruangan itu.
Setelah mendapatkan kode untuk pergi! Seketika mereka semu langsung bersyukur, mereka seperti menerima dekrit kekaisaran sehingga langsung pergi tanpa mengatakan apa-apa lagi.
Setelah hanya dua orang, Bamtoro Button memegang pundak anaknya!.
"Ceritakan dengan jelas, apa yang terjadi?" Ucap Bamtoro Button dengan langsung.
Setelah mendengar ucapan ayahnya, Bramantyo Button langsung menangis histeris, air mata mengalir dengan derasnya bahkan suaranya sesenggukan itu terlihat memilukan.
Dalam hatinya, Bramantyo Button menyesal! Jika dia tahu akan seperti ini, dia tidak akan pergi ke kota Mako untuk membuat urusan dengan Alda, namun obat penyesalan tidak ada di dunia ini sehingga dia hanya bisa menangis.
"Ayah, ternyata Alda di kelilingi oleh ahli muda! Bahkan dia juga sedikit menguasai beladiri sehingga aku di buat seperti ini olehnya....!" Bramantyo Button menceritakan dengan rinci.
Dari dia awal datang ke kota Mako itu lancar-lancar saja! Sampai dia menemukan kediaman Alda dan langsung menuju ke sana untuk membuat perhitungan kecil kepada Alda.
__ADS_1
Namun dia salah perkiraan, bahkan tuan Cakar Elang kabur ketakutan! Sehingga dia dapat keadaan seperti sekarang.
Bamtoro Button mendengar cerita lengkap dari anaknya langsung tertegun! Meskipun dia sudah menebak apa yang terjadi, namun dia tidak berpikir demikian sehingga wajar dia terkejut.
"Tidak mungkin, talenta muda yang berbakat dari berbagai perguruan besar maupun kecil sudah kita rekrut! Bagaimana ada master muda yang berdiri di samping Alda, apa itu master muda dari luar negeri?" Tanya Bamtoro Button dengan wajah yang benar-benar tidak percaya.
Sekte dan perguruan di dalam negeri bisa di hitung dengan jari! Bahkan keluarga Button cabang 2 sudah mengumpulkan mereka semua, itu juga hanya ada sekitar 20 pemuda yang memiliki kekuatan tempur sangat hebat.
Namun 10 orang sudah di habisi oleh Alda dan yang lainnya! Sehingga sekarang hanya sisa 10 orang, itu juga mereka masih banyak yang menjalani misi dari perguruan mereka sendiri.
"Bukan ayah, mereka berwajah orang-orang lokal negara ini! Bagaimana mungkin mereka adalah master muda dari luar negeri?" Bramantyo Button langsung menyangkal bahwa Riko, Tama dan yang lainnya adalah orang luar negeri.
Memang benar mereka berempat di tambah Hana dan Hani adalah orang lokal, sehingga Bramantyo Button bener bahwa semua master muda yang ada di sekitar Alda adalah orang lokal.
Namun Bamtoro Button tidak tahu bagaimana ada master kuat yang tidak mereka ketahui, padahal sepengetahuan mereka perguruan kuat di dalam negeri sudah mereka datangi dan undang untuk bekerja di bawah dirinya.
Namun yang tidak di ketahui Bamtoro Button ada beberapa perguruan kuno yang bahkan tidak ingat di perintah oleh orang kuat, maupun pejabat negera seperti keluarga Button dan yang lainnya.
Mereka adalah perguruan kuno di jaman kekaisaran terdahulu, meskipun jaman modern seperti ini masih ada beberapa yang bertahan menjalankan perintah leluhur mereka untuk tidak ikut campur dalam dunia korporat.
Krek..!
"Kalian masih terlalu muda untuk mengetahui lebih jauh tentang susunan dunia ini!" Ucap seseorang setelah bunyi pintu ruang perawatan itu di buka dari luar.
Itu suara si tua Certeo Button, dia datang setelah menerima kabar bahwa cucunya sudah siuman! Sehingga dia bergegas ke sini.
Namun sebelum dia masuk, dia mendengar percakapan singkat dari dua orang anak dan cucunya! Sehingga dia langsung menegur seperti itu.
Memang, Certeo Button sebagai generasi yang lebih tua dan memiliki pengalaman banyak saja tidak tahu keberadaan perguruan terpencil yang di jadikan tempat Alda belajar beladiri, karena itu memang hanya keberuntungan dan jodoh yang di dapatkan oleh keluarga utama Button! Terutama Alda.
Jika saja Alda tidak memiliki jodoh dengan perguruan terpencil itu! Maka meskipun kekuasaan dari keluarga utama Button begitu besar mereka tidak akan bisa melawan orang tua yang di panggil guru oleh Alda dan yang lainnya.
__ADS_1
"Kakek...!"
"Ayah...!"
Bramantyo Button dan Bamtoro Button langsung berucap bersama memanggil orang yang masuk.
Certeo Button sebenarnya kasihan melihat cucunya yang sekarang tidak bisa berjalan lagi! Dia tahu karena sudah di berikan kabar oleh para ahli yang dia undang, ternyata kelumpuhan Bramantyo Button adalah permanen.
Karena semua tendon di sekujur otot kakinya telah hancur dan putus! Apa lagi bagian tulang ekor belakang Bramantyo Button juga remuk sehingga, di pastikan jika Bramantyo Button tidak bisa berdiri lagi.
Sisa hidupnya akan berada di kursi roda, kelumpuhan seperti itu hanya tuhan yang bisa menyembuhkan! Meskipun ilmuan dan bidang kedokteran modern maupun kuno akan menyerah.
Saat mendengar itu, Certeo Button langsung bergetar! Dia tidak tahu metode apa yang di gunakan musuh Bramantyo Button untuk membuat cucunya seperti sekarang.
"Apa maksud kakek?" Ucap Bramantyo Button bertanya lebih dulu.
Dia penasaran dengan ucapan kakeknya barusan! Karena kakeknya berbicara seperti dia dan ayahnya tidak tahu apa-apa tentang dunia ini.
"Maksudnya, kalian itu belum tahu tentang dunia ini berjalan sesungguhnya! Di negara ini saja masih ada beberapa sekte dan perguruan tersembunyi yang tidak bisa terjangkau oleh orang-orang seperti kita! Bahkan mereka tidak akan menuruti perintah siapapun, karena memiliki kekuatan mutlak. Jika benar apa katamu bahwa Alda di kelilingi oleh master muda yang belum kita ketahui oleh kita, berarti selama 10 tahun ini bocah itu bersembunyi di perguruan tertutup itu!" Ucap Certeo Button memaparkan apa yang dia ketahui.
Mendengar penuturan tuan besar Button cabang 2 itu, ayah dan anak itu saling pandang.
"Sial, berarti kita selama ini telah di tipu oleh si tua Charles itu!" Keluh Bamtoro Button.
"Benar, sepertinya Alda terlihat kuat saat waktu itu aku bertemu di kota Mako!" Bramantyo Button sadar dia langsung mengepalkan tinjunya dengan erat.
Dia sangat marah, bagaimana hal sebagus itu malah jatuh ke tangan Alda! Bukannya jatuh ke tangan dirinya, sekarang Bramantyo Button mereka sangat iri dengan nasib Alda.
Namun jika dia tahu pelatihan seperti apa yang di lakukan oleh Alda! Dia akan minta langsung pulang, bagaimana bisa tuan muda manja seperti dirinya bisa bertahan dengan pelatihan yang ada di perguruan terpencil itu.
\=
__ADS_1
\=
...