
Chapter 185. PERGI DENGAN KEMARAHAN.
\=
Kini di ruangan pertemuan konferensi pers dari pemerintah kota Mako sangat sepi, setelah walikota kota Mako memberikan penjelasan kepada tuan muda Yantoro! Karena ucapan dari walikota sepertinya dia tidak peduli bahwa dia akan di protes banyak pihak yang sudah main belakang.
Karena walikota melakukan itu untuk hidupnya, apa lagi itu sebuah kebenaran! Dia tidak takut karena di dukung oleh pemerintah pusat sehingga walikota kota Mako mengikuti peraturan mereka.
Pemerintah pusat secara tersirat, memberikan kewenangan untuk memilih orang-orang lokal dari kota Mako untuk mengurus proyek utama! Sedangkan untuk perusahaan luar kota bisa membicarakan dengan pihak yang sudah menjadi penanggung jawab utama.
"Baiklah, pertemuan sekarang sudah selesai! Selamat untuk pihak yang terpilih dan selamat bekerja untuk membangun kota Mako." Ucap walikota kota Mako.
Setelah itu dia tidak mengatakan apa-apa lagi, langsung keluar! Karena tekanan di sana menurutnya sangat berat, di karenakan banyak pasang mata yang melihat ke arah dia dengan tatapan tidak terima dan tidak percaya.
Sehingga dia memilih untuk segera pergi! Walikota dan bawahnya juga khawatir di sini akan terjadi dalam kondisi yang sulit kedepannya.
Wajah tuan muda Yantoro terlihat begitu tidak terima! Dia terlihat menahan amarahnya.
Setelah itu dia menengok ke arah Alda dan yang lainnya! Yang pastinya dia menengok ke arah Grup Brighton, seperti sedang mengingat wajah Alda dan yang lainnya untuk di ingat selamanya.
"Kita pergi sekarang!" Ucap Beno Yantoro.
"Baik tuan muda!" Jawab beberapa orang yang mengikutinya.
Akhirnya, Beno Yantoro pergi dengan kemarahan! Dia merasa beberapa hari ini pekerjaan dia dan rekan-rekannya sia-sia belaka.
Setelah orang-orang dari keluarga Yantoro pergi, beberapa orang dari luar kota Mako juga pergi dengan cepat.
Alda hanya tersenyum melihat orang-orang luar kota Mako pergi! Apa lagi saat melihat tuan muda Yantoro pergi dengan kemarahan di wajahnya dia sangat merasa tertarik.
"Alda kamu sangat berbakat mencari musuh!" Ucap Tama, namun matanya seperti sedang memuji Alda.
Menurut Tama mencari musuh yang mau di ajak bertarung dengan serius itu menyenangkan! Itulah yang di lakukan Tama sebelum dia pergi ke perguruan terpencil.
Namun yang Tama temukan hanya lawan lemah sehingga hanya bisa menimbulkan keributan yang membingungkan ayahnya.
"Hai, apa maksud mu? Bukankah kamu yang selalu mencari musuh, malah menuduh orang lain!" Jawab Alda, dia juga akan segera pergi.
__ADS_1
"Tuan Alda, anda mau ke mana?" Ucap Jhonatan Brighton, dia juga langsung berdiri.
Untung saja sekarang sudah cukup sepi! Jika tidak orang-orang di sana akan tercengang karena Jhonatan Brighton seperti sangat menghormati Alda ini.
Di sudut ruangan lain ada beberapa pasang mata yang mengawasi mereka! Itu adalah Rendy Luton dan anaknya, ada juga Daniel Radcliffe dan ayahnya.
Namun keluarga Luton melihat ini hanya sedikit terkejut! Karena dia seperti sangat mengenal Alda.
Sedangkan keluarga Chamber sedang sibuk berbicara dengan beberapa orang yang akan bergabung dengan mereka untuk menentukan proyek jalan tol di kota Mako.
Namun keluarga Luton cukup santai! Karena dia menyarankan bahwa Keluarga Chamber yang akan memimpin keluarga Luton hanya akan mengikuti saja.
Meskipun keluarga Radcliffe juga sibuk, namun tatapan kedua ayah dan anak itu tidak lepas dari Alda yang akan pergi.
"Ayah, tuan Alda akan pergi! Apa kita akan mengejarnya untuk bertemu?" Ucap Daniel Radcliffe.
Mananta Radcliffe juga melihat Alda, lalu dia menggelengkan kepalanya.
"Jangan sekarang! Sepertinya dia sedang buru-buru, kita tunggu pengaturan berikutnya saja." Jawab Mananta Radcliffe.
Pembicaraan mereka cukup lirih, sehingga orang-orang di sekitar tidak bisa mendengar dengan jelas.
*
Alda dan yang lainnya pergi dengan cepat! Alda tidak mengajak Jhonatan Brighton dan Rizal maupun yang lainnya.
Alda hanya pergi dengan orang-orang yang tadi berangkat bersama.
"Kita akan kemana?" Tanya Tama setelah mereka ada di dalam mobil.
"Kita ke tempat kelompok Beruang Hitam berkumpul! Dion segera hubungi mereka untuk segera kembali." Ucap Alda, akhirnya Dion mengangguk.
Dia melakukan panggilan sebentar, lalu langsung menyetir ke arah tempat di mana mereka berkumpul baru-baru ini.
Karena kelompok Beruang Hitam sudah cukup besar beberapa hari ini, sehingga Dion mengalihkan tempat pertemuan mereka di distrik utara.
Dua mobil melaju dengan cepat di jalan kota Mako! Mobil-mobil itu menderu kencang menuju ke arah distrik utara.
__ADS_1
Hari sudah siang hari, bahkan kini menjelang sore! Dua mobil kini berhenti di bangunan besar di pinggiran kota.
Bangunan itu terlihat sedikit tidak terurus! Namun di beberapa bagian sudah bersih karena sudah di gunakan beberapa hari sebelumnya.
"Bangun ini lumayan besar, sebenarnya bekas apa bangunan seperti ini?" Ucap Alda setelah turun.
"Entah lah, kata mereka bangunan ini tidak di gunakan dari baru! Sepertinya akan di gunakan sebagai pusat perbelanjaan, namun di daerah ini kurang mendukung sehingga di tinggalkan." Ucap Dion setelah ada di samping Alda.
"Orang bodoh mana yang membangun pusat perbelanjaan di daerah seperti ini, apa otak orang itu tidak di pakai?" Hardik Tama, dia main asal bicara.
Orang-orang di sana hanya melihat ke arah Tama, namun tidak mengatakan apa-apa terhadap komentar Tama tersebut.
Saat mereka akan masuk, belasan mobil sedan berhenti di lahan parkir! Lalu puluh orang dengan cepat berkumpul.
"Ketua, selamat datang di tempat pertemuan." Ucap salah satu dari mereka, dia sepertinya pemimpin dari kelompok yang datang.
"Baiklah, kita masuk dulu sambil menunggu yang lainnya." Jawab Dion setelah mengangguk tanya menjawab sapaan anak buahnya.
Semua orang masuk dengan cepat! Lalu semua orang masuk ke ruangan yang luas seperti aula.
Alda, Dion, Tama dan Hana maupun Hani duduk di depan! Sedangkan orang-orang dari kelompok Beruang Hitam yang datang awal duduk di bawah, karena tempat itu sudah memiliki tempat duduk yang banyak.
Setelah menunggu sekitar 15 menit, hampir ratusan orang datang ke tempat pertemuan ini.
Alda melihat perubahan sangat drastis seperti itu sehingga sangat terkejut! Karena anggota dari kelompok Beruang Hitam bertambah lebih dari dua kali lipat.
Yang dulunya saat mereka berjuang merebut wilayah kota Mako dari tiran kelompok kalajengking merah hanya kurang dari 50 orang kini, jumlahnya lebih dari 100 orang sehingga kini dua kali lipat lebih.
"Ini hanya orang-orang yang sudah di percaya dan cukup handal dalam menjalankan tugasnya, sedangkan orang yang belum di percaya masih banyak dan belum bisa berkumpul di sini! Jumlah mereka hampir sama dengan yang ada di sini!" Jawab Dion dengan santai.
Alda langsung menoleh, dia kembali di buat terkejut! Setelah itu dia tersenyum cerah.
"Aku tidak menyangka, ternyata perkembangan kelompok Beruang Hitam sangat pesat! Tapi menurut ku, kuantitas tidak penting yang penting kualitas. Sehingga banyak saja tidak cukup yang penting memiliki kekuatan" Jawab Alda.
Dia sangat puas, namun yang Alda inginkan bukan hanya banyak namun orang-orang itu mempunyai kekuatan.
\=
__ADS_1
\=
...