
Chapter 051. SALAH MANGSA.
\=
Gelak tawa masih terdengar di sana, orang yang tertawa tidak sadar bahwa mereka sedang di pandang dengan sangat ganas oleh keempat orang yang mereka tertawakan.
"Apa yang kalian maksud dengan, menikmati kami?" Ucap Hana dengan berat.
Dia belum pernah di remehkan sebelumnya oleh beranda sebelum di tangkap oleh Alda, namun kali ini dia di tertawan dan ingin di nikmati lalu di jual.
Sehingga emosi Hana langsung memuncak, sudah dari kemarin-kemarin dia sangat kesal namun tidak berani melampiaskan terhadap Alda dan yang lainnya, namun sekarang setelah melihat berandalan di depannya sedang menertawakan dirinya, sehingga Hana sangat marah.
"Apa aku harus membuat contoh kepada mu dulu nona cantik?" Ucap salah satu berandal di sana.
Awalnya tadi, setelah Hana berucap dengan dalam! Mereka semua berhenti tertawa, namun setelah temannya berucap demikian langsung kembali tertawa terbahak-bahak.
Ha-ha-ha...
Ha-ha-ha..!
Tawa panjang terus menggema di sore hari itu, orang yang tadi berucap kepada Hana langsung mengulurkan tangannya untuk meraih dada Hana yang menurutnya sangat menggoda.
Baaammmm..!
Uh..!
Baru saja tangan itu terukur, bahkan masih jauh dari dua tonjolan milik Hana namun kali Hana sudah maju dan menendang dada orang itu dengan sangat keras.
Happ...!
Suara tersedak salah satu dari mereka, karena terkejut saat tertawa! Dia terkejut karena temannya di tendang dengan sangat keras oleh Hana yang terlihat anggun dan cantik.
"Kurang ajar, serang mereka semua!" Ucap orang yang memimpin berandalan itu.
Hani yang tidak bisa bertarung dengan jarak dekat hanya bisa mundur di belakang Dion, namun dia tidak takut jika ada sewaktu-waktu ada yang menyerang.
Sekitar 15 orang itu langsung maju menyerang Hana, Alda dan Dion!.
Kraakkk..!
Kraakkk..!
Namun baru ingin memukul ketiga orang itu hingga jadi gepeng, mereka terpental kembali dengan luka yang mengerikan! Seketika pemimpin botak yang tadi berteriak langsung tertegun.
Dia terkejut melihat kemampuan dari Alda dan Dion! Seketika pikiran dia melayang.
__ADS_1
"Sial, kali ini kami salah mangsa." Ucap dia tanpa sadar.
Dia terus mundur ke belakang setelah kebanyakan dari anak buahnya terus bertambah yang terkapar tidak berdaya, yang tergeletak terus mengerang kesakitan.
"Kalian siapa sebenarnya?" Ucap orang itu dengan suara yang ketakutan.
"Hei, kamu sendiri yang menghentikan taksi yang kami tumpangi, namun kamu juga yang menanyakan siapa kami sebenarnya?" Ucap Alda seperti mengeluh.
Setelah semua anak buahnya habis di hajar oleh Alda dan Dion! Bos botak itu langsung terjatuh dengan bunyi yang keras.
"Kalian, jangan berani-beraninya menyentuh ku! Aku adalah geng kalajengking merah." Ucap pemimpin berandalan itu sambil ketakutan.
Dion berhenti mendadak setelah mendengar kelompok kalajengking merah di sebutkan, seketika luapan amarah dia langsung bangkit.
Baaammmm..!
Praakkk..!
Dion langsung menendang kepala orang itu hingga terbelah seketika lalu orang itu mati seketika di tempat tanpa jeritan maupun kesakitan.
Degg...!
Hana maupun Hani yang sangat dekat dengan Dion langsung terkejut, mereka terkejut karena keganasan Dion begitu mengerikan.
Mata Dion sangat merah, entah apa yang dia pikirkan sekarang! Alda yang melihat itu saja hanya bisa diam karena dia juga tidak tahu apa yang membuat Dion sangat marah seperti ini.
Bagi Alda, ini pertama kali melihat Dion yang sangat emosional! Padahal biasanya dia sangat tenang di setiap kejadian yang dia lakukan.
Akhirnya Alda hanya diam saja dan mengamati, jika ada sesuatu yang membahayakan Dion baru dia kan maju untuk membantunya.
Namun Alda yakin, bahwa orang-orang itu tidak akan bisa membahayakan bagi Dion sehingga dia cukup percaya bahwa Dion bisa mengatasi mereka semua dengan mudah.
Sedangkan Dion di depan sana sudah membantai orang-orang yang tadinya sudah terkapar dan mengerang, jangankan orang yang sudah terkapar! Yang masih bisa bertarung saja bisa di libas oleh Dion dengan muda apa lagi yang sudah terkapar seperti itu.
Alda menghampiri Dion yang masih berdiri kokoh di sana, di sekitarnya kini banyak mayat tergeletak dari bandit yang tadi mengepungnya.
"Dion, apakah kamu kenal dengan orang-orang ini? Kenapa setelah mereka menyebut kalajengking merah kamu langsung begitu marah?" Ucap Alda setelah berada di samping Dion dan menepuk pundak Dion sebelum bertanya.
"Ya aku kenal dengan kalajengking merah itu, kita menuju ke sini juga karena kabar ini!" Jawab Dion.
Dia menatap ke depan dengan tatapan seperti menembus segalanya, lalu dia tersenyum karena akhirnya dia ke kota ini tidak sia-sia.
"Oh sekarang aku paham!" Jawab Alda setelah sedikit mendengar cerita dan maksud Dion.
Karena Alda adalah orang yang pintar, sehingga setelah mendengar ini dia langsung paham apa yang di maksud Dion barusan.
__ADS_1
Hana diam di tempat, lalu Hani adiknya menghampiri kakaknya itu.
"Kak, apa kita akan terus mengikuti orang yang sangat berbahaya ini?" Ucap Hani kepada Hana dengan sangat lirih.
Dia berbisik seperti itu agar Alda tidak dengar, sehingga mereka akan tetap aman.
"Siapa yang tahu jika keduanya adalah psikopat kejam. " Jawab Hana berbisik juga.
"Jangan berbisik-bisik seperti itu di belakang orang!" Ucap Alda kepada Hana maupun Hani.
Deg..!
"Sial, bagaimana dia bisa dengar apa yang aku katakan tadi." Ucap Hani di benaknya, dia tidak habis pikir karena jarak Alda cukup jauh dari mereka.
Jika orang normal seharusnya dia tidak dengar ucapan mereka, namun Alda bisa dengar.
Hani langsung salah sangka! Padahal Alda juga tidak terlalu dengar namun dia tahu bahwa Hani dan Hana sedang berisik membicarakan dirinya.
Sehingga dia langsung menegur Hana dan Hani! Agar tidak berbisik-bisik terhadap dirinya.
Hana juga melirik adiknya, lalu melirik Alda yang ada di depannya sekarang! Dia juga termakan seperti Hani.
Dion melirik jam di ponselnya sekarang, sebenarnya dia sedang mengecek pesan yang masuk! Karena setelah dia selesai membantai orang-orang berandal itu ada pesan masuk ke dalam ponselnya.
"Lihat, kita akan ke sana! Apa kamu siapa teman?" Ucap Dion kepada Alda.
"Jangankan ke sana! Ke tempat yang lebih berbahaya sekalipun aku akan menemanimu." Jawab Alda.
Dia sudah yakin, akan menemani Dion dan membantunya menyelesaikan masa lalunya! Sehingga dia tidak akan gentar meskipun berbahaya sekalipun.
"Baiklah, terimakasih! Ayo kita ke sana." Jawab Diao.
Lalu dia segera masuk ke dalam mobil Van yang bobrok milik berandalan yang kini sudah di bantai.
"Hanya kalian, cepat masuk!" Alda langsung menegur Hani dan Hana yang sedang memandangi keduanya.
"Ya baik-baik!" Jawab Hana cepat.
Alda masuk ke kursi penumpang pengemudi, sedangkan Hana dan Hani masuk ke kursi belakang.
Setelah masuk mobil, rasa pengap dan bau alkohol tercampur rokok langsung tercium oleh keempatnya.
\=
...
__ADS_1