
Chapter 231. MELACAK MUSUH.
\=
Tama langsung menghardik! Dia sangat kesal karena di ancam oleh orang tidak berguna yang tadi menelpon anak buahnya.
"Huff...!"
"Huff....!"
Setelah Tama membuang nafas dalam-dalam! Dia akhirnya mengeluarkan ponselnya, menekan nomer telpon yang ada di kontak setelah itu dengan cepat menghubungi.
Setelah tersambung Tama tanpa basa basi.
"Lacak gelombang sinyal yang ada di kota tua. Sekarang! Aku tunggu hasilnya, jangan sampai lebih dari 2 menit." Ucap Tama.
Tutt...!
Orang di seberang sana akan menjawab, namun Tama langsung memutuskan sambungan telponnya itu.
Tama ingin melacak musuh! Setelah Tama dan Hani mengajar habis orang-orang gangster jalanan, dia langsung paham orang-orang itu tidak memegang ponsel masing-masing dari mereka! Mereka hanya mengandalkan ketua tim mereka yang memegang ponsel sendiri.
Karena di sini tidak ada listrik dan sinyal sangat sulit karena di blokir oleh pemerintah! Sehingga hanya beberapa ponsel canggih yang ada, itu juga ponsel mahal yang bisa langsung tersambung dengan jaringan meskipun sudah di blokir.
Sedangkan bagi Tama itu sangat sangat mudah! Karena dia ahli dalam bidang ini, Tama memberikan earphone kecil yang terhubung langsung ke mobilnya juga karena kendala ini.
"Siapa yang tadi menelpon!" Ucap Hani juga ingin tahu.
"Para bajingan sampah itu! Kita akan ke sana untuk menemui mereka apa kamu keberatan?" Tanya Tama, dia langsung blak-blakan saja meskipun itu terhadap Hani.
"Tidak masalah, toh tidak ada aturan di sini!" Jawab Hani dengan acuh.
Tama dan Hani tetap di sini mereka menunggu dua menit lamanya! Setelah itu motivasi di ponsel Tama terdengar.
Tama dengan cepat membukanya! Setelah melihat sekilas dan lebih mempertajam, dia akhirnya tahu bahwa orang yang tadi memanggil berada jauh di pedalaman kota tua.
Tama dan Hani jika ingin ke sana dengan jalan kaki harus menghabiskan beberapa menit lamanya.
"Ternyata di sana! Di sana ada tiga sinyal yang terpancar, sepertinya bedebah itu tidak sendirian." Ucap Tama.
Lalu dia menampilkan satelit yang lebih teliti di layar ponsel itu! Dia juga menandai posisi dirinya sekarang jadi dia tidak report-repot membaca mata arah angin.
__ADS_1
"Ternyata mereka ada di sana! Sial cukup jauh juga dari sini." Keluh Tama, padahal saat dia misi dengan teman-teman satu perguruan, tidak mengeluh jauh meskipun itu puluhan kilometer jauhnya.
Namun itu hanya beberapa kilometer dari mereka berdiri saat ini Tama langsung mengeluh jauh! Semua karena Tama sudah sangat kesal di maki orang itu, jadi dia ingin segera sampai di tempat para bedebah itu dalam sekejap dan membantai mereka.
"Alda urus para sampah yang tersisa! Aku akan membantai bosnya." Ucap Tama melalui earphone yang ada di telinganya.
"Usahakan jangan bunuh mereka, berikan siksaan metode lama saja!" Jawab Alda sari sebrang sana.
"Huff, baiklah! Padahal aku ingin mematahkan tulang kering mereka satu persatu." Jawab Tama terlihat mengeluh.
"Itu bisa kamu lakukan..!" Jawab Alda enteng saja.
"Ini lebih baik.." Ucap Tama.
Hana dan Hani hanya mendengarkan mereka saling mengobrol! Melihat obrolan mereka, keduanya tidak tahu mana yang lebih tinggi sebenarnya.
Namun karena semua sesuatu tentang keduanya di urus oleh Alda, sehingga Hana dan Hani lebih menghormati Alda dari siapapun.
Lalu langsung Tama pergi dengan cepat! Menuju titik yang di tampilkan di layar ponsel milik Tama yang sudah dia tandai bawah itu adalah tempat persembunyian musuh.
Hani mengikuti di belakang Tama dengan cepat, sambil dia terus waspada di sekitar! Tangan dia terus bersiaga dengan pistol yang siap di tembakan, jika ada sasaran yang bergerak secara mendadak menyerang mereka.
Itu yang sering di lakukan Hani jika dahulu sedang melakukan misi! Hana memimpin untuk mencari target, sedangkan dia melindungi dari serangan dadakan yang di lakukan musuh.
*
Di sisi lain.
Alda dan Hana selesai melumpuhkan kelompok gangster yang berjumlah sekitar 15 orang! Mereka seperti biasa sedikit pesta miras.
Sehingga orang-orang itu mudah untuk di tundukkan! Karena mereka tidak tahu akan di serang oleh musuh di markas sendiri yang di klaim paling aman selama puluhan tahun lamanya.
"Tuan Alda, apa tuan Tama dan Hani akan menyerbu para pemimpin gangster?" Ucap Hana penasaran.
Karena ucapan keduanya sedikit tidak jelas, sehingga Hana ingin memperjelas ucapan Tama dan Alda tadi.
Hana berbicara dengan Alda tidak mengaktifkan earphone kecil di telinganya! Sehingga suara mereka berdua tidak terdengar ke sisi Tama dan Hani.
"Entah! Jika itu benar maka sangat bagus, yang awalnya kita hanya melihat-lihat malah langsung menjalankan misi yang sebenarnya." Jawab Alda tidak memperdulikan Tama mau menyerbu siapa.
Intinya, mau siapa saja yang Tama serang! Selagi mereka anggota gangster kota tua ini maka sudah cukup.
__ADS_1
Setelah saling berbincang, Alda dan Hana kembali bergerak.
"Kita ke arah Utara..!" Lanjut Alda setelah menjawab pertanyaan Hana.
"Baik..!" Ucap Hana, dia mengikuti pergerakan Alda dengan lincah dan sama cepatnya.
Keduanya seperti bayang-bayang dalam kegelapan malam dengan penerangan cahaya bulan! Tidak terlihat jelas namun nyata adanya.
Setelah 10 menit bergerak cepat ke arah Utara, Alda dan Hana sampai ke wilayah manor kuno.
Rumah-rumah di sini sangat besar! Jarak antara rumah satu dengan ruang lain cukup jauh dengan di batasi taman yang sekarang sudah rusak parah.
Di sini hanya terdengar bunyi serangga malam yang sering hingga di rumput! Namun salah satu rumah besar ada yang memancarkan cahaya sedikit terang.
"Apa itu markas para gangster kota tua ini?" Ucap Hana yang heran.
Karena bayangan Hana sebelum masuk ke sini adalah! Orang-orang yang pesta minuman di bar dan diskotik, lalu suasana kota yang gemerlap dan berserakan sampah dan botol minuman.
Orang-orang yang menggunakan obat terlarang dan pesta **** di jalanan! Namun kenyataannya malah kota tua yang mati.
Yang tidak di alirkan energi listrik dan sinyal komunikasi yang terganggu! Sedangkan kondisi udara yang bersih dan segar karena banyaknya tumbuhan yang ribuan dan tidak di tenang selama puluhan tahu.
Membuat kota tua ini seperti kota mati.
"Bisa jadi, mari kita lihat situasinya! Aku makin tertarik." Ucap Alda, dia langsung bergegas mendekati manor yang megah meskipun bener-bener terlihat lapuk.
Alda yakin, wilayah ini dulunya di huni oleh para pejabat dan bangsawan! Karena dari tempat yang sangat strategis dan Feng Shui yang sangat bagus.
Karena di sekeliling kawasan ini memiliki aura positif dan negatif yang seimbang! Membuat suasana nyaman jika di tempati dalam waktu lama.
Baaammmm..!
Alda langsung menendang pintu besar manor yang memiliki cahaya di dalamnya.
Dia tidak lagi menggunakan metode seperti di awal karena menurutnya memakan waktu.
Sehingga Alda menggunakan serangan langsung seperti sekarang! Cara seperti ini juga sudah di gunakan 2 kali olehnya dan benar lebih efisien.
\=
\=
__ADS_1
...