Pewaris Tersembunyi

Pewaris Tersembunyi
278 HANA NAIK RANAH


__ADS_3

Chapter 278. HANA NAIK RANAH.


\=


Tiga orang yang mengikuti Cika Lims hanya menatap nona muda keluarga Lims ini dengan tatapan dalam dan kagum! Karena dia sudah mendengar sendiri desas-desus berita pembangunan distrik baru kota Westa milik Grup Brighton ini sangat besar dananya.


Karena meliputi, 3/4 lebih dari keseluruhan distrik baru kota Westa ini! Sedangkan 1/4 kurang lainnya, milik keluarga Calista.


Itu juga masih belum ada kabar dan investor yang siapa menyokong bersama keluarga Calista! Sehingga tanah yang itu seperti di tinggalkan oleh publik.


Dengan masalah ini juga keluarga Calista dan beberapa keluarga atas lainya tertekan! Apa lagi keluarga Readbulld, mereka sedang dalam masalah besar.


Sehingga karena ketiganya tahu akan hal itu, kini mereka melihat ke arah Cika Lims seperti melihat dewi penguasa.


Bagiamana tidak, Grup Brighton seperti menyerahkan kepemimpinan utama kepada Cika Lims tentang apa yang akan di lakukan di distrik baru.


Sedangkan, untuk kota tua! Grup Brighton sudah melakukan persiapan lebih awal, apa lagi tidak membangun hanya mereparasi kota saja sehingga hanya butuh sedikit mitra.


Namun, sebidang tanah yang luas itu! Cika Lims memegang kendali penuh selain dari Grup Brighton! Ini bakal membuat ratusan perusahaan yang bekerja sama di sini harus menunduk jika bertemu dengan Cika Lims.


Apa lagi setelah mendengarkan, bahwa keputusan dari tuan Rizal itu benar adanya! Membuat tiga orang itu langsung menjatuhkan rahang mereka, hingga mulut mereka terbuka lebar.


"Ini, benar? Apa aku tidak salah dengar?" Cika Lims juga masih terkejut.


"Nona Lims! Anda seperti meremehkan pekerjaan aku yang telah menyusun ini?" Ucap Rizal, dia berucap seperti itu agar jalinan kerja sama ini cepat selesai.


Karena dia masih banyak pekerjaan yang menunggunya! Apa lagi, proyek kota tua sudah di mulai sepenuhnya. Membuat dia lebih sibuk.


"Tidak, tuan Rizal! Bukan begitu, namun ini mengejutkan untuk kami!" Jawab Cika Lims, masih belum bisa terima.


Tiga orang lainnya juga mengangguk setuju dengan ucapan Cika Lims! Namun mereka tidak berani berbicara omong kosong dengan Rizal.


"Bagiamana, apa tidak bisa?" Tanya Rizal sedikit mengangkat alisnya.


"Tidak, akan aku tanda tangani sekarang!" Ucap Cika Lims, setelah dia tahu Grup Brighton sangat yakin dan tidak ada kesalahan.


"Itu lebih baik." Jawab Rizal, dia langsung tersenyum.


Setelah itu, Rizal sedikit memberikan gambaran agar Cika Lims tahu maksudnya dan tujuan Grup Brighton! Hingga akhirnya, mereka menyudahi pertemuan itu dengan cepat.

__ADS_1


Setelah Cika Lims pulang ke rumah kediaman keluarga Lims! Enan Lims dan tuan besar Lims langsung terkejut dengan hasil kerja sama yang di bawa kembali oleh Cika Lims.


Hingga akhirnya, mereka hanya bisa tersenyum senang! Karena reputasi keluarga Lims bisa naik dengan cepat kembali, apa lagi jika Cika Lims menjalin pernikahan dengan Tama Aditya.


Maka keluarga Lims mereka akan berada di puncak kejayaan, dari beberapa dekade sebelumnya.


*


Dua hari telah berlalu.


Di ruang pelatihan, Hana dan Hani sedang berlatih bersama dengan Alda, Tama, Riko dan Dion.


Boooommm..!


Namun saat Hana meninjau samsak tinju berisikan pasir padat! Sarung samsak itu langsung meledak.


Seketika, beberapa orang di sana langsung melihat ke arah Hana! Dia terlihat masih tenang namun jelas Hana seperti sedang tertegun di sana.


Alda yang sedang mengangkat beban yang sangat berat, langsung meletakkan itu! Lalu dia menghampiri Hana.


Segera Hani dan yang lainnya juga langsung menghampiri Hana yang sekarang berdiri mematung di depan samsak yang sudah pecah seperti meledak itu.


"Kakak, apa yang telah kamu lakukan tadi?" Ucap Hani dengan terkejut.


Alda yang datang lebih dahulu mendekat ke arah Hana, dia memegang bahunya! Sekarang Hana langsung sadar.


"Ahhh, aku tidak sengaja merusak itu." Ucap Hana sedikit tersentak.


"Tenang lah, bukan masalah samsak itu rusak, tapi reaksi tubuh kamu yang harus lebih di perhatikan." Ucap Alda, sambil sedikit mengelus kepala bagian atas Hana dengan lembut agar dia tenang.


Sedangkan satu tangan lainnya, di pundak Hana agar dia merasa lebih tenang.


"Sepertinya Hana naik ranah!" Ucap Riko, dia tahu rasanya itu, karena jika seseorang yang tekun melatih tubuhnya ke ambang batasnya! Lalu akhirnya menerobos, maka perasaan pertama yang di rasakan sangat tegang dan terkejut.


Karena yang di rasakan saat itu seperti ada aura yang akan meledak keluar! Sehingga menjadi tegang dan bisa berkeringat dingin.


"Ya, berarti Hana sekarang sudah menjadi master!" Tama juga ikut berucap.


Alda tahu, namun dia tidak langsung mengungkapkan apa yang dia pikirkan sebelumnya! Dia lebih memilih membuat perasaan dan tubuh Hana tenang terlebih dahulu.

__ADS_1


Karena di saat naik ranah seperti itu, sangat tidak nyaman! Bagi para pelaku beladiri pasti merasakan itu, sehingga dia lebih memilih menenangkan Hana.


"Naik ranah? Master? Apa sekarang kakak sehebat itu?" Ucap Hani langsung senang, dia memeng sering mendengar para master beladiri saat dia melakukan pekerjaannya dulu.


Namun setelah dekat dengan Alda dan yang lainnya, malah lebih sering lagi! Sehingga dia langsung tahu seperti apa master itu.


"Kamu tahu seperti apa para master itu! Tapi jika ranah setingkat Hana sekarang, masih jauh dengan kita." Dion juga ikut menimpali setelah mendengar ucapan dari Hani itu.


Dia berucap seperti itu karena takutnya, Hani malah bersikap sombong! Karena merasa memiliki kakak yang hebat.


"Masih jauh dengan kalian?" Hani terkejut, dia memegang berpikir bahwa sekarang kakaknya sangat hebat, karena bisa meledakkan samsak yang sangat keras itu hingga meledak seperti bom.


Jika pukulan Hana mengenai kepala orang, bisa di pastikan efeknya lebih parah dari samsak itu! Karena kepala manusia sangat rentan.


"Apa kamu tidak percaya?" Dion malah heran.


"Dion, sudah tidak perlu meladeni dia! Biarkan saja dia berpikir seperti apa, nanti dia akan takut sendiri setelah kejadian terjadi di depan matanya." Alda akhirnya bersuara setelah memastikan Hana tenang.


"Sebaiknya, kamu duduk dulu!" Ucap Alda setelahnya kepala Hana.


Lalu dia langsung memapah Hana yang hanya sudah sedikit merasakan ketenangan dalam pikiran dan tubuhnya, ke kursi yang tersedia di sana.


"Hana dengarkan aku baik-baik kali ini!" Ucap Alda setelah duduk di samping Hana lalu dia menjedanya sebentar agar Hana benar-benar memperhatikan dia.


Mendengar Alda berucap seperti itu, akhirnya Hana langsung mengangguk mengerti! Karena sekarang, orang yang paling percaya adalah Alda.


"Mulai sekarang, kamu harus belajar mengontrol kekuatan yang kamu miliki! Lalu segera biasakan pikiran dan tubuh kamu dengan suasana bising yang kamu rasakan sekarang." Lanjut Alda berucap.


Karena jika seseorang naik ke ranah master! Kekuatan besar yang masih sulit di kontrol oleh tubuh, lalu suasana bising di sekitarnya yang tiba-tiba di rasakan.


Karena pendengaran semakin peka dan mata yang lebih tajam, lalu kulit yang merasa lebih sensitif terhadap udara di sekitarnya! Sehingga suasana ini yang membuat tubuh lebih terkejut, apa lagi pikiran orang itu.


Inilah kenapa kadang ada orang yang gila karena perubahan yang mendadak! Lalu ada orang yang langsung sok hebat karena merasa dia sudah mengontrol segalanya, padahal jika orang itu tahu bahwa dia baru melangkah satu langkah dari sumur yang dangkal yang di kira dia adalah lautan.


Sehingga wajar orang itu langsung sombong.


"Baik, aku mengerti! Akan aku coba sebisa mungkin." Jawab Hana setelah sadar betul dari keterkejutan sebelumnya.


\=

__ADS_1


\=


...


__ADS_2