
Chapter 207. PERGURUAN KUNO.
\=
Di sudut jauh wilayah selatan.
Yang terdapat pegunungan luas seperti tanpa batas, hutan itu seperti hutan kuno dengan pohon rimbun seperti tidak terjamah manusia sebelum.
Di tengah hutan lebat, tepatnya di puncak gunung ada hutan bambu yang tidak luas! Di sana ada perguruan yang berdiri kokoh.
Woooss..!
Seperti bayangan hitam, seseorang berlari kencang di sela-sela hutan bambu yang mengelilingi perguruan itu.
Akhirnya orang yang berlari dengan cepat sampai ke gerbang besar perguruan! Perguruan itu memiliki plakat nama yang hitam sehitam burung gagak.
Di sana terukir dengan indah, perguruan Elang Hitam.
Orang yang datang kali ini adalah, tuan Cakar Elang! Setelah pergi dari kota Mako dengan cepat, akhirnya setelah tiga hari perjalanan sampailah dia di perguruan yang telah membesarkan namanya.
Setelah tuan Cakar Elang masuk, suasana sepi di perguruan langsung terasa! Udara segar berhembus di semua sudut penjuru perguruan Elang Hitam.
Akhirnya tuan Cakar Elang sampai di bangunan utama! Bangunan itu sangat luas, dengan beberapa tiang penyangga di tengah ruangan.
Ada sekitar 20 orang yang sedang duduk dengan kidmat! Tuan Cakar Elang sebagai salah satu tetua di perguruan Elang Hitam tahu sedang di adakan pertemuan rutin.
Setelah pintu ruangan itu di buka, orang-orang di dalam ruangan itu langsung melihat ke arahnya.
"Tetua Cakar Elang!" Ucap beberapa orang yang menengok ke arahnya.
Orang-orang itu sedikit mengerenyitkan alisnya! Karena melihat tuan Cakar Elang memiliki kelompok mata yang sedikit cekung dan sedikit berwarna hitam.
Salah satu tetua lainnya langsung berdiri setelah tuan Cakar Elang sampai di dekatnya.
"Tetua Cakar Elang, apa yang terjadi dengan anda?" Ucap tetua itu dengan khawatir.
"Ini akibat dari menjalankan misi! Tapi untungnya aku di lepaskan." Jawab tuan Cakar Elang dengan lesu, setelah dia duduk di kursi yang kosong.
"Apa yang terjadi, katakan!" Ketua perguruan yang ada di muka depan ingin tahu detail ceritanya, karena dia yang memberikan misi kepada tetua Cakar Elang.
__ADS_1
"Ketua, misi yang anda berikan gagal! Ternyata orang yang memberikan misi itu menargetkan master teratas! Aku yakin, meskipun ketua yang menjalankan misi ini ketua juga tidak akan bisa lolos." Jawab tuan Cakar Elang dengan serius.
"Apakah itu salah satu master tua dari perguruan kuno?" Rasa penasaran ketua perguruan Elang Hitam tergugah.
Karena dia sangat percaya dengan ucapan tetua Cakar Elang! Di lihat dari luka dalam yang di deritanya, itu pasti serangan dari master tua dari perguruan kuno.
Apa lagi di katakan, bahwa dia saja jika menjalin misi itu tidak akan bisa lolos! Itu sudah di pastikan bahwa yang di hadapi oleh tetua Cakar Elang adalah master dari perguruan kuno.
Semua orang yang ada di sana mendengarkan pembicaraan tetua Cakar Elang dan ketua perguruan.
"Bukan, dia adalah anak muda berumur kisaran 25 tahun! Tapi dalam satu gerakan bisa melancarkan serangan yang membuat luka seperti ini!" Jawab tuan Cakar Elang, sambil membuka baju yang menutupi perutnya.
Setelah di buka, luka lebam hitam di perut tuan Cakar Elang terlihat oleh beberapa orang yang dekat, termasuk ketua perguruan Elang Hitam.
"Apa kamu tahu jurus yang di gunakan oleh orang itu untuk menyerang kamu?" Ketua perguruan Elang Hitam semakin penasaran, apa lagi setelah melihat luka yang mengerikan itu.
"Bukan dia yang menyerang terlebih dahulu! Tapi aku yang melancarkan serangan, tapi hanya dengan duduk di kursi, dia langsung melancarkan serangan tendangan lurus, hingga membuat luka seperti ini! Jadi aku tidak tahu jurus apa yang di gunakan." Keluh tuan Cakar Elang.
"Dengan duduk tanpa kuda-kuda, bahkan hanya dengan tendangan lurus bisa membuka luka dalam separah itu?" Tetua lainnya langsung berkomentar.
Mereka semua adalah praktisi beladiri, sehingga mendengar cerita itu langsung tercengang! Karena itu seperti hal mustahil, namun mereka tidak meragukan ucapan dari tetua Cakar Elang.
"Anak muda, berumur sekitar 25 tahun bisa memiliki kemampuan itu! Sepertinya dia memang benar-benar dari perguruan kuno." Gumam ketua perguruan Elang Hitam.
Sedangkan catatan dari leluhur perguruan Elang Hitam juga ada! Bahwa mereka tidak boleh memprovokasi perguruan kuno.
Di karenakan perguruan itu sangat berbahaya, meskipun di kabarkan hanya memiliki beberapa murid dalam beberapa generasi! Namun kekuatan beberapa orang itu bisa menghancurkan satu perguruan seperti Elang Hitam dengan mudah.
"Apa anak muda itu mengatakan sesuatu kepada kamu tetua Cakar Elang?" Ketua perguruan Elang Hitam langsung bertanya, karena dia hanya bisa menyimpulkan pergerakan mereka kedepannya.
"Dia hanya berkata, lepaskan dia! Dia hanya orang yang menerima misi demi sumberdaya." Jawab tuan Cakar Elang.
Degg...!
Mendengar ini ketua perguruan Elang Hitam langsung terkejut! Dia langsung bisa memastikan, bahwa itu benar-benar orang dari perguruan kuno.
Karena karakteristik orang dari perguruan kuno tidak terlalu memandang tinggi dunia sekuler! Mereka hanya fokus dengan pelatihan kekuatan ilmu beladiri.
"Baiklah, obati dulu luka dalam kamu! Pembahasan ini kita lanjutkan nanti." Jawab ketua perguruan Elang Hitam.
__ADS_1
"Baik ketua..! Aku juga sudah sangat tersiksa." Sahut tuan Cakar Elang, dia sedikit membungkuk lalu segera di antara beberapa orang ke ruang pengobatan.
Seketika ruangan itu langsung sunyi! Bahkan ekspresi ketua perguruan Elang Hitam langsung suram.
*
Di kota Katao.
Kediaman keluarga Button cabang 2.
Seseorang langsung berlari dengan cepat, setelah itu ketukan pintu di ruang kerja Bamtoro Button bergema.
Tok.. tok... tok...tok..!
"Tuan, tuan muda sudah siuman!" Ucap orang yang tadi lari dengan cepat.
Mendengar ketukan dan teriakan dari luar sangat keras! Bamtoro Button langsung mendongak, tatapan mata yang suram langsung sedikit memancarkan aura tegas dan senang.
Dia senang karena mendengar berita baik, ternyata anaknya sudah siuman setelah tiga hari tidak sadarkan diri.
Dengan cepat, dia bergerak bangun dan langsung membuka pintu kantor kerjakan secepat mungkin.
Bamtoro Button tidak menghiraukan orang yang memberikan kabar, dia langsung lari secepat mungkin ke arah ruang perawatan di mana Bramantyo Button sedang di rawat.
"Aaaahhhhkk...!" Teriak Bramantyo Button dari dalam ruang perawatan.
Teriakkan histeris Bramantyo Button begitu menyedihkan.
Bamtoro Button yang sudah sampai di depan ruangan perawatan dan akan segera masuk langsung terhenti sekitar, karena mendengar jeritan histeris anaknya.
Braakk..!
Dengan cepat, pintu langsung di buka Bamtoro Button lari ke sisi ranjang! Di ruangan itu ada beberapa dokter spesialis yang diam di pojokan karena takut kena sasaran marah oleh dua anak dan ayah yang sedang berduka.
"Ayah, kaki ku! Kaki ku, kaki ku tidak bisa di gerakkan! Aku tidak bisa merasakan kaki ku." Ucap Bramantyo Button dengan histeris, tatapan matanya kosong dan pikiran dia seperti entah di mana.
Bamtoro Button melihat anaknya seperti itu, seketika merasa sakit! Jika dia tahu akan terjadi seperti ini, dia tidak akan membiarkan anaknya pergi ke kota Mako.
\=
__ADS_1
\=
...