Pewaris Tersembunyi

Pewaris Tersembunyi
204 MENERIMA KABAR DENGAN CEPAT


__ADS_3

Chapter 204. MENERIMA KABAR DENGAN CEPAT.


\=


Kini waktu terus berlalu hingga waktu sudah sore hari di kota Mako! Namun kantor-kantor perusahaan di kota Mako masih sangat sibuk.


Salah satunya adalah kantor yang sekarang di kelola oleh Beno Yantoro dari keluarga Yantoro kota Hostel.


Di dalam kantor tempat pertemuan, orang-orang eksekutif dari perusahaan kecil itu diam menundukkan kepalanya, setelah mendapatkan gebrakan di meja pertemuan itu yang di lakukan oleh tuan muda keluarga Yantoro.


"Angkat tangan, siapa yang bertanggung jawab untuk melobi Grup Brighton dan Grup Radcliffe?" Ucap Beno Yantoro dengan tatapan tajam.


Dua dari sekian banyak orang yang mengikuti pertemuan itu mendongak lalu sedikit takut-takut namun dengan terpaksa mengangkat tangannya.


"Tuan, aku yang bertanggung jawab melobi Grup Brighton!" Ucap seorang paruh baya yang kurus.


Wajahnya terlihat jujur, jejak kelelahan terlihat di wajah! Namu karena ini pekerjaan dia sekarang sehingga dia berani menjawab.


"Katakan apa masalahnya!" Ucap Beno Yantoro.


"Tuan, Grup Brighton langsung menolak proposal yang kita kirimkan! Entah masalah apa yang terjadi, mereka tidak memberikan alasan apa pun!" Jawab laki-laki paruh baya yang kurus itu.


"Bodoh, kamu yang bekerja namun tidak tahu! Lalu apa gunanya kamu di sini? Keluar kamu di pecat!" Bentak Beno Yantoro dengan keras.


Deg...!


Laki-laki paruh baya itu hanya bisa terdiam! Dia tidak tahu akan menjadi seperti ini setelah ada kabar bahwa perusahaan ini sudah pindah kepemilikan.


Namun karena memiliki banyak tanggungan seperti anak dan istri! Sehingga dia masih yakin bekerja keras, namun dia tidak tahu kenapa saat melobi Grup Brighton sangat sulit.


Namun akhirnya, dia malah di pecat! Sehingga dia langsung tertegun, hatinya sangat akit dia ingin menangis namun karena dia orang yang tegar akhirnya hanya bisa diam.


"Baik, terimakasih atas keputusan taun!" Jawab orang itu, lalu langsung berdiri dan berbalik untuk keluar.


Setelah laki-laki paruh baya itu keluar! Seketika ruangan itu sangat sepi, akhirnya orang yang bertugas melobi Grup Radcliffe terdiam.


"Apa yang terjadi dengan Grup Radcliffe?" Tanya Beno Yantoro kepala orang yang tadi mengangkat tangannya.


"Tuan, Grup Radcliffe seperti sengaja menolak kita! Mungkin mereka menerima perintah dari Grup Brighton sehingga dia mengikuti apa yang di lakukan Grup Brighton kepada kita." Jawab orang itu.


"Kenapa kamu berpikir seperti itu?" Tanya Beno Yantoro.

__ADS_1


"Entah, itu hanya perkiraan ku saja! Karena Grup Radcliffe seperti mengikuti gaya dari Grup Brighton......!" Orang itu mencoba menjelaskan kepada Beno Yantoro.


Seketika ruangan menjadi hening, orang-orang mendengarkan gagasan yang di sampaikan.


*


Di ibu kota.


Kini sudah menjelang malam! Kediaman besar keluarga Button cabang 2 terang benderang.


Keluarga Button cabang 2 sedang gempar, mereka menerima kabar dengan cepat kejadian yang telah menimpa Bramantyo Button di kota Mako.


Tuan Certeo Button duduk di ruang kerjanya, wajahnya sangat suram! Dia menatap lurus ke arah jendela yang terbuka.


"Sebenarnya apa yang terjadi, katakan?" Ucap Certeo Button kepada anaknya Bamtoro Button.


"Ayah, aku menerima kabar bahwa Bramantyo di temukan di luar kota Mako! Namun belum di ketahui apa penyebabnya." Jawab Bamtoro Button.


"Sepertinya ini ulah dari Alda! Aku curiga dia sudah mendapatkan pendukung yang kuat, lalu bagaimana dengan master Cakar Elang?" Certeo Button ingin tahu dengan pasti agar dia bisa bergerak dan tidak salah langkah.


Rubah tua seperti Certeo Button selalu berhati-hati, makanya dia melindungi Bramantyo Button dengan talenta muda dari berbagai sekte dan perguruan terkenal di berbagai penjuru agar dia aman.


Namun sayangnya Bramantyo Button benar-benar bodoh! Mentang-mentang milik pendukung yang kuat langsung congkak, dia menganggap semua orang bisa di injak di bawah kakinya, sehingga langsung mendatangi Alda setelah menerima informasi yang dia kumpulan selama dia berada di kota Mako.


"Ayah, tuan Cakar Elang tidak di ketahui keberadaannya! Entah kemana keberadaan master kuat itu berada." Jawab Bramantyo Button.


"Bahkan, para pengawal Bramantyo ada 6 orang yang mati! Sedangkan sisanya kritis!" Lanjut Bamtoro Button menjelaskan kepada Certeo Button.


"Lalu bagaimana dengan Bramantyo?" Certeo Button sudah tahu sekilas namun belum tahu keseluruhan.


"Belum di ketahui!" Jawab Bamtoro Button dengan lesu.


Bagaimana tidak, dia adalah anak satu-satunya! Sedangkan dia sudah tidak punya istri, jadinya takut kehilangan anak satu-satunya itu.


"Sepertinya masalah ini berat!" Certeo Button mengeluh sambil menyipitkan matanya, dia adalah orang yang berpandangan luas.


Umur dan pengalaman hidup yang mengajari dia untuk bersikap dan melihat keadaan dengan tenang! Setelah memejamkan matanya cukup lama akhirnya dia berucap kembali.


"Apa si Charles benar-benar tidak bergerak?" Ucap dia bertanya ingin tahu.


"Tidak, orang-orang kita tidak memberikan kabar." Bamtoro Button langsung menjawab.

__ADS_1


Keduanya terus membahas apa yang terjadi dengan Bramantyo Button, lalu mencoba mencari siapa pelakunya dan penanganan masalah kedepannya.


*


Memang Charles Button tidak bergerak sama sekali! Sehingga pergerakan dia tidak di ketahui.


Bahkan orang kepercayaan Charles Button juga sangat tenang setelah melakukan tugas yang kini membuat kota Mako sibuk.


Haris Hanaga malah jarang bertemu dengan tuan besar Button! Dia menyampaikan semua pembicaraan lewat ponsel khusus sehingga sulit di sadap.


Namun kali ini keduanya bertemu.


Di ruang pribadi milik Charles Button tempat khusus untuk menikmati teh di malam hari, dua orang sedang duduk dan berhadapan! Di depan keduanya kini ada teko teh yang sangat cantik dan dua cangkir yang masih penuh dengan air teh dengan asap mengepul.


Keduanya adalah Charles Button dan Haris Hanaga.


"Apa berita yang kamu dapatkan bener adanya?" Ucap Charles Button terlihat wajahnya penuh dengan antusias.


Dia juga menerima kabar dari Haris Hanaga bahwa Alda dan Bramantyo Button berseteru siang tadi! Setelah di konfirmasi ternyata Bramantyo Button yang mengalami kerugian besar.


Informasi ini malah berbanding terbalik dengan kekuatan Button cabang 2! Sehingga Haris Hanaga tidak menyebarkan berita ini, hanya orang yang bertugas mencari informasi lalu dia dan tuan besar Button saja yang tahu.


"Tuan besar ini bener! Bahkan di kabarkan master Cakar Elang saja langsung kabur setelah di gertak oleh tuan muda!" Haris Hanaga berucap dengan semangat, bahkan rasa kagum di benaknya sangat dalam di tunjukkan untuk Alda itu.


Karena setelah Alda di ungsikan di perguruan terpencil! Perubahan dia sangat-sangat drastis, inilah yang membuatnya Haris Hanaga bangga.


Dia tidak pernah sebangga ini terhadap seseorang bahkan terhdap anaknya yang di katakan juga sebagai salah satu jenius di kota Katao! Namun setelah melihat kengerian dan perubahan drastis Alda, dia malah terlihat bangga.


"Apa yang di maksud master Cakar Elang?" Tanya Charles Button sedikit heran.


"Tuan besar, master Cakar Elang adalah master hebat dari perguruan Elang Hitam! Dia salah satu tetua di sana, master sehebat itu bisa di gertak oleh tuan muda ini adalah hal yang sangat luar biasa!" Ucap Haris Hanaga dengan sangat antusias.


"Ternyata seperti itu!" Jawab Charles Button dengan datar.


Namun sebenarnya dia juga terkejut! Tapi karena pengalaman dan kedudukan tingginya dia bisa meredam itu semua dengan mudah.


"Baiklah, bagiamana dengan kota Mako sekarang?" Tuan besar Button ingin tahu tentang rencana dirinya yang di berikan untuk menguji kemampuan Alda.


Akhirnya, Haris Hanaga menjelaskan perkembangan kota Mako akhir-akhir ini dengan rinci.


\=

__ADS_1


\=


...


__ADS_2