Pewaris Tersembunyi

Pewaris Tersembunyi
145 MIKE DENIM


__ADS_3

Chapter 145. MIKE DENIM.


\=


Di salah satu rumah sakit besar.


Sem Broko sedang menunggu Roland Jink dan para pengawal dari keluarga Jink untuk di obati.


Dia duduk di ruangan rawat inap yang sangat besar dan mewah.


Di depannya ada pemuda yang kini wajah dan kepalanya di bungkus perban! Dia adalah Roland Jink.


Dia sedang berbaring untuk mengistirahatkan tubuhnya! Karena biasanya di manja sehingga dia sekarang merasa sangat kesakitan, sehingga amarahnya meluap.


"Paman Sem! Segera hubungi orang-orang kita untuk cepat bertindak membunuh bocah yang bernama Alda itu! Aku sudah tidak tahan lagi dengan semua ini." Ucap Roland Jink.


Meskipun di bungkus perban namun bagian yang berlubang tidak di tutup perban, sehingga dia masih bisa melihat dan makan maupun bernafas dengan normal.


"Tuan muda Roland, tunggu sebentar! Paman sudah menghubungi orang-orang paman tanpa memberitahukan kepada tuan besar tentang situasi ini." Jawab Sem Broko.


Dia juga sama seperti Roland Jink, sama-sama tidak terima dengan perlakuan Alda! Apa lagi dia dan Roland Jink sudah membayar kompensasi yang sangat besar membuat dia sangat sakit hati.


"Apa paman sudah menyuruh orang ke sini?" Tanya Roland Jink dengan begitu semangat.


"Ya, mungkin orang itu akan sampai di sini malam ini!" Jawab Sem Broko tidak menutupi sama sekali apa yang telah dia lakukan.


"Siapa orang yang paman Sem undang ke sini?" Tanya Roland Jink, kini dia langsung duduk di tepi ranjang karena saking antusiasnya.


Dia pernah dengan kemampuan dari Sem Broko ini! Karena sejak dia kecil juga sering mengandalkan paman Sem, sebagai orang yang di percaya oleh tuan besar Jink.


"Dia adalah, Mike Denim!" Jawab Sem Broko dengan tenang.


Namun berbeda dengan Sem Broko, Roland Jink malah sangat kegirangan karena mendengar nama Mike Denim di sebutkan oleh paman Sem kali ini.


Dia langsung tersenyum lebar, setelah itu dia langsung bergumam dengan tatapan tajam."Alda mampus kamu! He-he-he..." Sambil terkekeh.

__ADS_1


Sem Broko cukup wajar dengan sikap Roland Jink ini! Bagiamana dia tidak kegirangan karena Mike Denim ini orang paling hebat di arena tinju bawah tanah milik keluarga Jink.


Sehingga Roland Jink sangat tahu kehebatan dari Mike Denim ini! Dia pernah melihat petinju bawah tanah ini memukul lawannya hanya dengan satu pukulan untuk membunuh.


Jika yang di pukul orang biasa itu bisa di katakan wajar! Namun ini yang di pukul adalah sama-sama petinju hebat dengan latihan yang sangat keras setiap harinya.


Namun masih bisa di pukul mati, hanya dengan satu pukulan saja! Ini menunjukkan bahwa kemampuan dari Mike Denim bukanlah isapan jempol.


"Paman Sem! Anda sangat hebat, aku sangat bersyukur paman yang menemani aku di sini!" Ucap Roland Jink.


Sem Broko melihat Roland Jink dengan wajah kasih sayang! Hanya dia dan ibu dari Roland Jink yang tahu bahwa Roland Jink adalah anaknya.


Sehingga dia lebih mencurahkan kasih sayang kepada Roland Jink, seperti anak sendiri dari pada memerlukannya seperti tuan muda generasi kedua.


Sudah berjalan 30 tahun, namun tidak ada yang mengetahui tentang perselingkuhan mereka.


Rahasia ini dia jaga dengan ketat, apa lagi keluarga besar seperti mereka sangat rumit sehingga perselingkuhan seperti ini bisa terjadi dengan begitu mudah.


"Tenang saja tuan muda! Paman juga sangat tidak senang dengan bocah itu sehingga langsung mengambil inisiatif untuk mengundang Mike Denim." Jawab Sem Broko dengan senyum percaya diri.


Mike Denim memang yang paling hebat dari petarung di bawah keluarga Jink! Namun masih ada beberapa petarung hebat lainnya milik keluarga besar di ibu kota itu.


*


Hari memang masih pagi akan menjelang siang, kini di dalam mobil off-road besar yang melaju kencang di jalan kota Mako tiga pemuda saling berbincang.


"Heih, kota Mako sangat kecil seperti ini! Namun bagiamana orang tua itu tertarik dengan kota ini?" Keluh Tama setelah semua orang berhenti berbicara.


Dia sambil melihat ke arah luar jendela mobil, sambil memandang sekeliling kota yang seperti berjalan ke belakang mereka.


"Memangnya apa tujuan mu ke kota Mako ini?" Tanya Dion sambil menyetir.


"Sebenarnya kakek Aditya ingin membuka bisnis di kota Mako ini! Padahal menurut ku kota ini sangat jauh dari Kota Westa, namun entah kenapa orang tua itu begitu ngotot." Keluh Tama.


Sejak dia pulang memang ini perjalanan bisnis pertama dia! Karena saat rapat keluarga kakeknya menunggu kota Mako, sedangkan dia tahu Alda dan Dion ada di kota ini sehingga dia langsung mengajukan diri untuk mengurusnya.

__ADS_1


Meskipun dia tidak tahu kondisi Alda dan Dion! Namun dia sangat positif dengan kekuatan keduanya, sehingga berpikir bahwa dia akan mudah menjalankan tugas ini.


Namun setelah melihat pusat kota Mako, dia langsung kecewa dengan kota ini! Sehingga dia langsung mengeluh seperti tadi.


"Kenapa kamu tidak tanyakan alasan kenapa kakek mu ingin membuka bisnis di kota ini?" Ucap Alda melihat ke belakang di mana Tama duduk sekarang.


"Hah, aku tidak sempat bertanya! Pikiran orang tua itu sangat rumit." Keluh Tama.


Perusahaan milik keluarga Tama adalah perusahaan telekomunikasi dan jaringan! Termasuk pembuatan alat yang ada, juga termasuk perusahaan 100 terbesar di negara ini.


Alda tidak bertanya lagi, begitu juga Dion! Akhirnya tidak membutuhkan waktu lama mobil yang di kendarai Dion sampai di villa mewah milik Alda.


Ketiganya langsung turun! Dengan cepat masuk ke dalam villa mewah itu.


"Wih, ternyata semua teman-teman ku adalah orang kaya!" Ucap Tama, sambil melihat ke sekeliling.


Memang Tama adalah orang yang paling sering membuat percakapan yang tidak berguna! Di manapun mereka berkumpul pasti jika ada Tama ada perkataan yang tidak berguna.


Jika ada Riko, pasti ada lawan berdebat dan akhirnya menjadi pertaruhan ringan.


"Lalu tadi di bandara, bukannya tindakan mu melebihi tindakan dari orang kaya? Ada pengawal dan ada pelayan pribadi juga! He-he-he...!" Ucap Alda setelah melangkah masuk ke villa mewah itu.


"Uffff...!" Dion menahan untuk tidak tertawa.


Seketika Tama diam, dia belum pernah di debat oleh Alda sebelumnya! Namun menurut dia kata-kata Alda sangat memojokkan dan di sertakan fakta.


Bahkan kejadian apa yang di ucapkan oleh Alda baru saja di lalui oleh mereka sehingga membuat Tama sedikit tertegun.


"Aku hanya bercanda, lupakan saja!" Jawab Tama sambil melangkah masuk.


Mereka berjalan masuk, kini ketiga orang itu menuju ruang tengah villa mewah itu.


"Tuan Alda, kenapa pulang begitu cepat?" Ucap Hana yang sedang duduk di ruang tengah.


Sedangkan Hani hanya diam saja di sana! Namun dia melihat ke arah Tama, seketika dia tidak memperdulikan lagi karena memang pernah bertemu dengan Tama dan pernah bertarung bersama juga.

__ADS_1


\=


...


__ADS_2