
Chapter 233. SEMUANYA SAMPAH.
\=
Tama tidak buru-buru untuk menghajar terus-menerus ketiganya! Melainkan dia mengeluarkan ponselnya dan menandai titik koordinat.
"Jika di luar sudah beres segera ke sini!" Ucap Tama sambil mengaktifkan earphone yang ada di telinganya.
Dia memberitahu seperti itu karena sudah tidak begitu minat lagi dengan ketiga orang di hadapannya, karena bagi Tama semuanya sampah.
Sehingga hanya akan memukul mereka dengan pelan hanya untuk melampiaskan emosi yang sebelumnya telah ketiganya pancing! Terutama untuk Baron dan Josep Tama akan memberikan pelajaran kepada keduanya agar mereka terus mengingat kedepannya.
"Baiklah, aku mengerti!" Ucap Alda terdengar di earphone kecil yang ada di telinga Hani dan Tama.
Namun Hani hanya mendengarkan saja! Dia terus menodongkan pistol kecil di tangannya ke hadapan Josep, karena dari gerakan mata dan gestur tubuh Josep sekarang Hani cukup tahu, bahwa orang itu membawa senjata tersembunyi di balik pakaian yang dia kenakan.
Tatapan Hani sudah begitu terlatih jika dengan orang seperti Josep! Meskipun ketiganya di takuti oleh masyarakat kota Westa. Namun entah kenapa jika di hadapan Tama maupun Alda, Hani seperti tidak berdaya sama sekali! Sehingga membuat dia frustasi di awal, hingga akhirnya dia bisa menerimanya.
Setelah Tama berbicara dengan Alda lewat alat komunikasi yang di sediakan dirinya sebelum berangkat ke sini! Dia langsung melangkah ke hadapan Baron yang masih tergeletak di belakang sofa yang terbalik.
Baron terus memegangi lengan kanannya dengan tangan kirinya yang terasa sangat sakit akibat tendangan lurus Tama.
Namun setelah melihat Tama mendekat ke arahnya, dia langsung beringsut ke belakang hingga tubuhnya mentok ke tembok ruangan itu.
"Jangan mendekat! Kamu mau apa?" Ketakutan di mata dan wajah Baron sangat kentara, karena bisa di lihat wajah dia begitu pucat dan ada keringat dingin keluar di dahinya.
"Hei, kenapa kamu begitu takut? Lalu di mana wajah arogan kamu sebelumnya dan kata-kata kamu yang sombong saat di sambungan telepon sebelumnya?" Ucap Tama dengan senyum meremehkan.
Dia sudah tahu, mental Baron sudah hancur setelah melihat kehebatan dirinya saat menyerang di awal, sehingga dia langsung ketakutan.
Sedangkan Josep masih mengerang halus! Dia sudah seperti orang mati saja, bahkan Josep lebih berharap dia tidak sadarkan diri agar rasa sakit di perutnya tidak dia rasakan.
Meskipun Hani waspada! Namun nyatanya Josep seperti lumpuh pada otot tubuhnya sekarang, sehingga dia tidak bisa melampiaskan pembalasan yang di lakukan Tama sebelumnya.
Max di lantai ruangan itu memegangi wajah dan lehernya! Pandangan dia sedikit berkunang-kunang, jadi dia tidak begitu bisa melihat jelas keadaan di sekitarnya sekarang.
Sehingga dari pada memikirkan dua rekan lainnya, dia lebih memilih rebahan di lantai dan terus mengatur nafasnya agar teratur.
Memang ketiganya begitu terlihat amatir, jika di hadapan Tama dan Hani! Namun sebenarnya ketiganya adalah orang yang kejam kepada rakyat biasa kota Westa.
Mereka sudah sering melakukan kejahatan! Sehingga namanya begitu terkenal di kota Westa khususnya, mereka bertiga di kenal dengan nama kelompok gangster kota tua.
__ADS_1
Jika saja orang biasa yang sering di tindas oleh ketiganya, lalu melihat ini semua! Mereka akan sangat terkejut, karena ketiganya yang sangat di kenal kejam, malah sekarang seperti anak kecil di hadapan Tama dan Hani.
"Aku tidak, tidak bermaksud...!" Ucapan Baron berantakan dan tidak bisa berkata-kata dengan benar.
"Benar-benar sampah! Aku heran bagiamana Alda membiarkan para sampah ini tidak boleh di habisi? Pemikiran dia benar-benar terbalik" Keluh Tama kepada perintah Alda sebelumnya.
Jika Alda tidak memberi perintah kepada mereka sebelumnya, agar tidak membantai mereka semua! Tama pasti sudah menghabisi semuanya tanpa sungkan.
Tama tidak menghiraukan ucapan orang itu, dia malah mendekat ke arah Baron.
Tak..
Tak..
Tak..!
Langkah Tama sangat pasti, kecepatan langkah Tama saat berjalan seperti pada umumnya! Namun bagi Baron langkah itu sangat cepat.
"Jangan mendekat...!" Baron sedikit histeris.
Kraakkk..!
"Aaaahhhhkk...!" Jerit melengking dari Baron.
Baaammmm..!
Baron mengalami patah tulang di kakinya, lalu dia langsung tidak sadarkan diri.
Tama seperti tidak memperdulikan Max, padahal Max lebih dekat dengan Tama saat ini! Namun Tama malah lebih memilih menatap Josep.
Lalu Tama melangkah ke arah Josep yang sekarang masih bersandar lemas di tembok sebelah kanan Tama saat ini.
Josep terus menatap ke arah pistol yang di todongkan oleh Hani ke arahnya! Dia sebenarnya takut karena keadaan sudah seperti sekarang.
Langkah Tama semakin cepat, setelah beberapa langkah akhir dia sampai di hadapan Josep.
"Siapa yang tadi kamu sebut bedebah?" Ucap Tama, namun Josep tidak menjawab dia malah tidak memandang ke arah Tama malah terus fokus ke arah Hani yang sekarang ada di belakang Tama.
Baaammmm..!
"Sial, jika ada orang bicara maka dengarkan dan lihat orang itu! Pantas kalian semua bodoh." Keluh Tama setelah menendang wajah Josep hingga Josep langsung terkapar dan tidak sadarkan diri juga.
__ADS_1
Padahal hanya di tendang dengan sedikit keras oleh Tama! Josep langsung terkapar, karena sejak tadi nafas dia sudah sedikit tersendat karena perut dan dadanya terasa sangat sakit.
Max langsung berlutut di tempatnya dia terkapar sekarang! Dia sudah tahu hidupnya akan berakhir sekarang seperti yang lainnya, sehingga dia hanya bisa pasrah.
"Tama cukup! Sebaiknya kamu hubungi departemen keamanan publik sekarang!" Ucap orang yang baru datang di ruangan itu.
Tama langsung menengok ke arah Alda yang datang! Ternyata Alda cukup cepat dalam membasmi anggota dari gangster jalanan kota tua ini.
"Hah....? Kamu menyuruh aku untuk terus menahan diri hanya agar mereka masih hidup dan di tangkap para penegak hukum itu?" Ucap Tama tidak percaya dengan pendengarnya sekarang.
"Sebenarnya di awal tidak seperti ini, tapi mereka semua sangat lemah! Sehingga aku merubah rencana setelah tahu." Jawab Alda dengan senyum canggung.
Orang-orang di sini tidak sesuai ekspektasi Alda, sebelum dia datang ke sini! Alda hanya mendengar rumor bahwa mereka sangat hebat dan ganas, sehingga Alda berniat menundukkan mereka semua.
Namun setelah mengunjungi kota tua ini, malah orang-orang dari kelompok gangster jalanan yang menghuni kota tua ini sangat lemah! Jadi dia langsung tidak berminat.
"Benar, mereka semua sampah! Aku juga tidak percaya orang-orang sampah seperti ini menjadi momok menakutkan bagi warga kota Westa, sungguh mengecewakan." Ucap Tama langsung setuju dengan pendapat Alda bahwa orang-orang ini sangat lemah.
"Makanya segera hubungi pihak keamanan kota!" Tegur Alda karena Tama malah masih mengobrol saja.
"Baiklah...!" Ucap Tama, lalu dia mengeluarkan ponselnya.
Meskipun area kota tua ini sudah di blokir akses internet oleh pihak pemerintah kota Westa! Namun bagi Tim yang di miliki Tama itu sangat mudah di tembus.
Sehingga Tama masih dengan lancar menggunakan ponselnya di area kota tua western ini.
Tidak menunggu waktu lama, Tama langsung menelepon dengan cepat.
"Hubungan departemen keamanan publik! Suruh mereka membawa pasukan ke kota tua! Orang-orang gangster jalanan sudah aku lumpuhkan." Ucap Tama entah dengan siapa.
"Baik tuan muda!" Jawab orang itu sangat singkat, lalu Tama langsung mematikan sambungan telponnya dengan cepat.
"Eh, kamu tidak langsung menghubungi departemen keamanan?" Ucap Alda sedikit heran.
"Tidak, mereka sangat ribet jika di hubungi langsung, aku sangat malas! Apa lagi sudah malam seperti sekarang." Tama langsung jawab dengan sangat terbuka.
"Baiklah...!" Jawab Alda dengan tenang, lalu dia memandang ke arah Max orang satu-satunya yang masih sadar.
Dia tidak peduli dengan proses itu, yang penting orang-orang dari departemen terkait yang Alda maksud datang dengan cepat.
\=
__ADS_1
\=
...