
Chapter 206. MEMUKUL MENTALNYA.
\=
Semua orang di sana penasaran, karena ucapan Tama membicarakan tentang orang yang di siksa Alda kemarin, mereka penasaran tentang orang itu sejak tiga hari yang lalu saat Bramantyo Button mendatangi villa mereka.
Menurut mereka, orang seperti Bramantyo Button sangat berani meskipun dengan kemampuan yang sangat lemah! Hanya dengan mengandalkan pengawal dan master bayaran langsung mengunjungi markas musuh di siang bolong, itu membuat Hana dan Hani yang memiliki pengalaman membunuh ingin tertawa saat itu.
Mendengar ucapan Tama tadi, Alda langsung menghampiri Tama dengan cepat! Setelah berada di samping Tama Alda secepatnya menggeser laptop yang ada di meja.
"Aku ingin tahu, apa yang kamu lakukan!" Ucap Alda, dia langsung memperhatikan berita di laptop itu.
Di sana, ada beberapa informasi yang telah di kirim oleh tim milik Tama! Laptop itu menunjukan trending berita di beberapa kota, namun Alda fokus di kota Mako.
"Ternyata selama tiga hari ini kamu melakukan hal seperti itu, pantas saja kamu sering tidak ikut separing dengan kita!" Ucap Alda.
"Ya, bagiamana menurut kamu? Ini seru kan!" Ucap Tama seperti sangat bangga dengan pemikiran dia tiga hari yang lalu, setelah melihat Alda begitu marah terhadap Bramantyo Button.
Sehingga dia langsung ingin mempermalukan Bramantyo Button dengan sangat menyedihkan! Karena Tama tau tuan muda seperti itu sangat mementingkan reputasi dirinya, sehingga jika berita buruk tentang dirinya tersebar akan sangat memukul mentalnya.
Tujuan Tama itu sangat sederhana, dia berniat memukul mentalnya Bramantyo Button! Setelah Alda memukul fisiknya, sekarang Tama memukul mentalnya.
"Ternyata kamu lebih kejam dari tampang kalem kamu!" Ucap Dion, sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Kalem dari mana, itu tampang menjengkelkan yang pernah ada di dunia ini!" Riko malah langsung meledek Tama.
Tama yang tadinya menunjukkan wajah bangga, sekarang melihat ke arah Dion lalu berpindah ke Riko dengan cepat! Setelah itu dia mengulangi memandang keduanya bergantian.
"Hei, kenapa di kota Mako tidak ada berita sama sekali?" Alda langsung bertanya, karena dia tidak melihat trending berita di kota Mako.
Jika saja di kota Mako berita itu tersebar, Alda akan tahu lebih awal! Namun karena trending itu tidak muncul sehingga Alda baru tahu sekarang, itu juga karena Alda curiga terhadap Tama yang sibuk sendiri bahkan tertawa terbahak-bahak sendiri.
"Itu karena orang-orang ku, tidak menyebarkan berita di kota Mako! Jika di lakukan maka sama saja seperti di kota-kota lainnya." Jawab Tama, dengan tenang.
"Jadi seperti itu!" Jawab Alda, dia cukup cerdas tapi tidak begitu tahu depan sistem yang di operasikan Tama.
__ADS_1
Jika dia tahu, Alda tidak akan bisa di bodohi saat penyerangan dari organisasi gelap ke kota Mako saat itu.
Hana dan Hani hanya mendengarkan mereka mengobrol, sambil memakan cemilan ringan.
*
Di ibu kota.
Braakk..!
"Bodoh, dasar orang tidak berguna! Mengurus masalah seperti itu saja gagal!" Bamtoro Button langsung membanting ponselnya.
Suara pecahan ponsel di lantai menggema di seluruh ruangan itu! Wajah Bamtoro Button sangat suram.
Dia tadinya memberikan perintah kepada orang-orang miliknya untuk menghentikan berita yang menyebar, namun setelah menunggu cukup lama akhirnya menerima kegagalan total! Sehingga membuat Bamtoro Button sangat marah sekarang.
Ruang kerja milik Bamtoro Button seketika sunyi sepi! Dia duduk termenung di kursi kerjanya sambil menopang kepalanya dengan dua tangan.
Bamtoro Button seperti langsung frustrasi karena masalah sepele seperti itu! Ternyata ulah Tama langsung membuat satu keluarga tertekan, bahkan rubah tua seperti Certeo Button saja tidak tahu harus berbuat apa.
Memang saat ini di kota Katao sangat ramai! Apa lagi bagi para tuan muda yang pernah di tindas sebelumnya oleh Bramantyo Button, mereka semua langsung mengadakan pesta perayaan.
Di salah satu hotel mewah bintang lima, di kota Katao! Ada beberapa anak muda yang langsung mengadakan pertemuan.
Mereka semua adalah anak-anak muda dari generasi ke 2 orang-orang kaya di kota Katao, meskipun mereka hanya dari keluarga kelas 2 hingga 3 namun kekayaan mereka cukup tinggi di ibu kota.
Di ruangan pribadi tertinggi hotel bintang lima itu, bernama ruangan surga! Ada 5 anak muda yang sedang duduk saling berhadapan, pakaian mereka sangat mewah terlihat menunjukkan bahwa mereka adalah orang-orang dari kalangan atas.
Terlihat dari gerak-gerik mereka, seperti memegang galas anggur dan cara meminum mereka yang terlihat tenang dan hati-hati membuktikan bahwa mereka bener-bener orang terpandang.
"Hei, apa berita itu benar? Jika itu benar aku sangat senang!" Ucap salah satu pemuda, rambutnya sangat rapi di sisir ke belakang.
Dia adalah anak generasi ke 2 dari keluarga Minggo! Bernama Dofa Minggo, wajahnya tampan dan tubuhnya yang sedikit berisi dan tinggi membuat banyak wanita cantik menyukai dia.
Namun karena pernah memiliki konflik dengan Bramantyo Button! Dia di permalukan di depan publik, sehingga dia memiliki dendam dengan Bramantyo Button.
__ADS_1
Namun karena keluarga dia kalah jauh dengan keluarga Button cabang 2, membuat dia hanya bisa menelan kepahitan! Namun setelah mendengar berita yang sedang ramai ini, dia langsung mengadakan pertemuan.
"Benar, aku sudah memastikan! Si Bramantyo Button itu di hajar habis-habisan oleh orang kuat di kota Mako! Sayangnya informasi yang aku dapat sangat terbatas." Keluh pemuda lain menjawab pertanyaan dari Dofa.
"Apa kalian sudah memastikan?" Dofa masih belum bisa percaya, dengan apa yang di dengar kali ini.
"Aku juga mendengar itu, tapi belum memastikan! Ini malah ingin tahu dari kalian semua." Jawab yang lainnya.
"Sebenarnya siapa yang bisa membuat bocah sombong seperti Bramantyo Button, bisa di lumpuhkan? Aku ingin berterimakasih." Ucap Dofa dengan rasa penasaran.
Dofa bicara bermain seperti itu karena sedang berkumpul dengan orang-orang yang pernah di tindas oleh Bramantyo Button, namun jika di luar dia tidak berani sembarangan karena Bramantyo Button adalah orang yang sangat picik dan pendendam.
Sehingga mereka harus hati-hati, meskipun telah di tindas sebelumnya hanya bisa menghindar dan menundukkan kepalanya saat berpapasan dengan Bramantyo Button.
Sedangkan yang lainnya hanya menggelengkan kepalanya karena benar-benar tidak tahu.
"Sepertinya orang itu sangat kuat dan bener-bener mempunyai nyali! Sehingga karena kuatnya orang itu kita tidak bisa mendapatkan informasi mereka." Jawab pemuda lain.
"Tidak masalah, itu akan aku cari setelah ini! Aku sebenarnya sangat penasaran dengan orang itu, dari tempramen bedebah Bramantyo Button sepertinya dia menyinggung anak muda! Namun anak muda itu mempunyai pendukung kuat yang tidak takut dengan kekuasaan dari keluarga Button cabang 2." Dofa langsung menyimpulkan apa yang dia pikirkan sebelumnya.
"Ya, aku juga sependapat!"
"Yang penting kita sekarang pesta! Aku sangat senang mendengar berita ini, ha-ha-ha-ha-ha. Kali ini aku yang traktir." Dofa begitu bersemangat.
Sehingga dia berniat berpesta dan akan menanggung semua biaya pengeluaran kali ini.
"Bagus, menurut aku ini pesta paling berkesan kedepannya." Jawab yang lainnya dengan tawa pecah di ruangan surga.
Setelah itu mereka semua langsung meminum anggur di gelas mereka masing-masing yang sudah di pegang oleh mereka sedari tadi dengan elegan.
\=
\=
...
__ADS_1