
Chapter 245. DAFTAR PARA MASTER KUAT.
\=
Alda langsung memilih tidur, dia yakin meskipun tuan Haris Hanaga bilang sebentar! Itu belum pasti, karena melacak mereka tidak semudah membalikkan telapak tangan.
Apa lagi yang melindungi mereka adalah keluarga Button cabang 2! Meskipun mereka masih kalah dengan keluarga utama Button, namun kekuasaan mereka sudah sedikit menjamur di ibu kota.
Jadi meskipun permintaan dia lebih terdengar mudah, namun sebenarnya itu sangat sulit! Itulah kenapa Alda tidak segan meminta bantuan kekuatan kakeknya, karena dia yakin selain kakeknya belum tentu ada orang yang mampu melakukan itu.
*
Benar saja, setelah mendapatkan panggilan darurat dari Alda! Meskipun sudah larut malam, Haris Hanaga langsung bergegas berlari untuk menemui Charles Button.
Charles Button kini sudah ada di kamarnya yang sederhana namun menenangkan! Karena dekorasi kamar itu seperti sentuhan gaya kuno, mungkin gaya dar dekorasi milik keluarga bangsawan kekaisaran Trukotan dahulu.
Charles Button sedang duduk di meja kayu gaharu yang sangat rapi dan halus! Di hiasi oleh ukiran yang menakjubkan, di depannya ada dupa yang mengepul dengan aroma wangi yang membutuhkan pikiran tenang dan terbuka.
Tok..tok..tok..!
Saat Charles Button sedang membaca buku, dia mendengar kamar di ketuk dengan pelan.
"Tuan ini aku Haris Hanaga, ada keperluan uang mendesak."
Setelah ketukan di pintu kamar, terdengar suara Haris Hanaga yang sepertinya meminta izin masuk untuk ketemu.
"Masuk..!" Tanpa basa-basi, Charles Button langsung menyuruh orang kepercayaannya masuk tanpa ragu.
Suara pintu terbuka, lalu Haris Hanaga dengan cepat tiba di hadapan Charles Button! "Tuan besar, tuan muda memberikan aku tugas! Namun ini sedikit repot." Ucap Haris Hanaga dengan sopan.
Dia tidak bicara secara langsung, karena berbicara dengan orang yang berpengalaman seperti Charles Button tidak harus dengan blak-blakan juga dia akan tahu maksudnya.
"Hemm, apa yang di inginkan?" Ucap Charles Button, menatap lurus ke arah Haris Hanaga.
"Tuan muda menginginkan, daftar para master kuat dari luar negeri! Yang di rekrut keluarga Button cabang 2 untuk memburu tuan muda." Ucap Haris Hanaga.
Braakk..!
"Apa, sial! Sepertinya Certeo Button ingin menentang secara terbuka." Keluh Charles Button setelah menggebrak meja kayu gaharu yang tebal itu.
Haria Hanaga diam saja, dia hanya menunduk sja sambil melihat Charles Button yang sudah mengelap wajahnya.
"Gunakan kekuatan keluarga utama Button! Cari bukti itu, setelahnya serahkan kepada aku dan Alda, akan ku gunakan bukti ini untuk menekan mereka." Ucap Charles Button dengan suara yang sedikit bergetar.
__ADS_1
"Baik tuan besar!" Ucap Haris Hanaga mengangguk, lalu dia dengan cepat keluar.
Meskipun sekarang sudah larut malam, Haris Hanaga tidak akan berhenti! Dia langsung mengerjakan tugas ini dengan cepat, karena kebutuhan ini sangat mendesak.
Bukan hanya untuk tuan muda! Ternyata taun besar Button juga membutuhkan, melihat ini Haris Hanaga langsung percaya diri menjalankan tugas ini.
Di dalam kamar, Charles Button masih diam setelah memberikan perintah kepada orang kepercayaannya itu! Otak dia langsung berputar dengan cepat.
"Certeo Button, kamu ingin menghancurkan keluarga ku! Selama ini aku diam karena menganggap kalian adalah kerabat dalam keluarga Button! Namun jika terus seperti ini aku tidak akan diam, tunggu kehancuran keluarga kamu dengan tenang." Gumam Charles Button dengan geram.
Dia sejujurnya sudah tahu, bahwa anaknya dan menantunya di bunuh oleh keluarga Button cabang 2! Namun dia belum memiliki bukti kuat, sehingga belum bertindak.
Namun sekarang keluarga itu masih ingin melanjutkan rencana liciknya! Maka jika dia diam terus, itu akan merendahkan setatus.
Setelah keputusannya sudah bulat, Charles Button langsung istirahat! Karena besok adalah hari pertama pertarungan internal keluarga Button.
*
Hari sudah pagi.
Matahari sudah terbit, namun masih rendah di ufuk timur! Udara dingin masih menyelimuti seluruh kota di negeri ini.
Tidak terkecuali kota Westa.
Hana yang berada tidak jauh dari Alda, tidak bisa fokus dengan latihan kali ini! Karena menurut dia Alda hari ini sangat tampan.
Tubuhnya yang atletis sangat menggoda hormon kewanitaan miliknya! Namun dia tahan sebisa mungkin, karena dia tahu siapa dia di sini.
"Kak, apa yang sedang kamu pikirkan?" Ucap Hani dengan sangat lirih.
Padahal dia tahu, kakaknya sangat mengagumi Alda yang menurutnya arogan itu! Dia kadang berpikir, apa yang di lihat dari Alda itu oleh kakeknya.
Padahal kesan pertemuan mereka menurut dia penuh dengan dendam dan permusuhan! Namun bagaimana bisa kakaknya begitu berkesan dengan laki-laki itu.
Hani tidak tahu, pertama Hana sangat mengagumi Alda karena meskipun Alda tahu bahwa keduanya datang untuk membunuhnya di awal, namun dia bisa mengampuni mereka! Padahal Alda punya kekuatan untuk membunuh keduanya kala itu.
Jadi bagi Hana, kehidupan mereka berdua kali ini! Bisa di bilang di berikan oleh Alda, apa lagi setelah menjalani kehidupan bersama Alda.
Hana merasakan kehangatan keluarga yang belum pernah mereka rasakan setelah orang tua mereka menti! Jadi itulah kesan Hana sampai sekarang.
"Tidak ada." Jawab Hana singkat.
Lalu dia kembali melanjutkan latihan! Setelah di tegur oleh adiknya, Hana kembali serius menjalani latihan pagi.
__ADS_1
Dia terus memukul samsak dan menendang dengan kekuatan besar yang dia miliki! Akhirnya Alda melihat ke arah mereka berdua.
"Hana, kesini! Kita latih tanding agar aku tahu sampai mana kekuatan kamu berkembang." Ucap Alda.
"Baik tuan..!" Ucap Hana.
"Mulai kedepannya, panggil aku Alda saja! Itu lebih baik..!" Jawab Alda acuh tak acuh.
"Tapi tuan...!" Ucap Hana sedikit keberatan, dia tidak bisa melanjutkan ucapannya karena langsung di potong oleh Alda.
"Ikut saja apa kata ku." Potong Alda dalam kata-kata Hana tadi.
"Baiklah..!" Jawab Hana, sambil tersenyum senang.
Sebenarnya di hatinya saat ini Hana ingin sekali loncat-loncat karena kegirangan! Hal yang tidak pernah dia pikirkan sebelumnya, malah terwujud.
Dia tidak pernah berpikir, bahwa dia akan memanggil Alda dengan sebutan namanya! Ini bisa di bilang kemajuan dalam harapan Hana.
Hani yang mendengar ucapan Alda itu kepada kakaknya hanya bisa mematung! Dia berarti bisa memanggil Alda dengan namanya, akhirnya dia juga ternyata nakal.
Saat Hani ingin berbicara, Alda langsung berucap.
"Jika untuk Hani karena lebih muda dari ku! Panggil saja aku kakak, seperti kamu memangil Hana." Lanjut Alda berucap sebelum dia melangkah ke halaman yang lebih luas untuk latih tanding dengan dirinya.
"Bagiamana bisa..?" Hani akan segera protes, namun di sela oleh Hana.
"Hani, ikuti apa katanya! Apa kamu paham." Hana langsung memberikan tekanan kepada adiknya.
Meskipun umur keduanya hanya berbeda beberapa tahun! Namun Hani sebenarnya sangat menghormati dan mematuhi kakaknya, hanya saja sifat dia yang sedikit arogan dan nakal! Sehingga sulit di atur.
"Baiklah, aku menurut." Jawab Hani dengan menunduk.
Jika saja, orang-orang yang dulu pernah bentrok dan saling membunuh dengan kedua wanita ganas ini! Melihat perubahan keduanya sekarang mereka akan terkejut.
Karena wanita ganas dan berdarah dingin seperti keduanya! Sekarang bisa tersipu malu di hadapan seorang.
Alda yang sudah berdiri di halaman yang lebih luas langsung memasang kuda-kuda dan siap bertarung untuk latih tanding.
\=
\=
...
__ADS_1