Pewaris Tersembunyi

Pewaris Tersembunyi
224 HARGA SELANGIT.


__ADS_3

Chapter 224. HARGA SELANGIT.


\=


"4 triliun rupiah..!" Hiski Readbulld ikut terpancing, karena dia juga bisa menaikkan harga gila yang seperti Alda lakukan.


"Ternyata tuan muda keluarga Readbulld terpancing dengan cara penawaran ku!" Ucap Alda lirih kepada Tama.


"Dia itu bodoh, jika kamu tidak berminat dan hanya bermain saja maka dia yang akan mengalami kerugian!" Jawab Tama dengan melirik ke arah Hiski Readbulld.


Di sana Hiski Readbulld menawar dengan arogan, sepertinya dia sangat bangga dengan gaya pemikiran seperti itu! Sedangkan penasehat keluarga Readbulld hanya bisa mendesah dengan lirih.


Dia terus menghela nafas dengan ringan tanda dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan setelah ini.


Orang-orang di belakang sana malah semakin gempar! Kini bukan hanya Alda yang jadi perbincangan, namun juga Hiski Readbulld.


"Ternyata bertambah lagi satu orang yang membuat pelanggan ini meriah!" Ucap pria tua yang duduk di barisan pertama kursi ke 3, dia adalah salah satu anggota pemerintahan.


Sedangkan walikota kota Westa yang duduk di kursi nomer 1 melihat ke arah Alda dan Hiski Readbulld sambil tersenyum! Karena penghasilan lelang lahan kali ini akan menjadi dana kas milik kota Westa, sehingga dia bahagia.


Di kursi urutan ke dua ada wakil walikota kota Westa! Dia adalah wanita paruh baya namun masih sangat cantik, umur aslinya hampir 45 namun tubuhnya masih terlihat berumur 30-35 itu pertanda dia selalu melakukan perawatan yang bagus.


"Sepertinya dua anak muda itu saling bermusuhan!" Gumam wakil walikota kota Westa itu.


Jika saja pejabat kota Westa bisa menawar sebidang tanah ini, dia juga akan ikut memperburuk suasana! Sayangnya untuk tiga tanah yang di lelang kali ini pihak pejabat di larang untuk ikut berpartisipasi, jadi dengan terpaksa wanita itu hanya diam dan terus mengamati.


"Sial, keluarga Readbulld bener-bener berambisi! Apa dia ingin mendapatkan salah satu tanah ini untuk menaikkan setatus mereka di kota Westa untuk masa yang mendatang?" Ucap seseorang yang duduk di barisan terakhir.


Sebenarnya pemikiran dia sangat tepat, namun hanya beberapa orang yang berani menanggapi itu! Karena posisi keluarga Readbulld di kota Westa ini sangat tinggi, jadi tidak sembarang orang berani menyingung mereka.


"8 triliun rupiah..!" Alda langsung melipat gandakan harganya.


"Dia..!" Cika Lims langsung bereaksi.


Dia tidak menyangka bahwa Alda di sini hanya akan membuat kerusuhan seperti sekarang! Namun karena dia sudah masuk dan di izinkan menawar maka penawaran Alda sah.

__ADS_1


Orang-orang kaya di kota Westa langsung mengutuk Alda, karena penawaran Alda yang tidak masuk akal! Namun mereka hanya bisa mengutuk dengan lirih menatap Alda kesal.


Hiski Readbulld yang tadi sudah akan mengucapkan 5 triliun rupiah setelah Alda menawar, dia langsung menelan kembali kata-kata yang akan dia keluarkan, karena dia pikir Alda hanya akan menaikkan harga sebanyak 500 miliar saja namun dia salah. Setelah itu dia langsung menatap ke arah Alda.


Bersamaan dengan Hiski Readbulld menoleh ke arah Alda, saat itu juga Alda menengok ke arah Hiski Readbulld dengan senyum tipis seperti meremehkan Hiski Readbulld.


Hiski Readbulld melihat senyum Alda itu, dia langsung mengepalkan tangannya dengan erat! Karena dia pikir pelelangan sebidang tanah ini akan mudah di dapatkan olehnya, namun malah ada lawan yang menaikan harga dengan gila.


"Tuan muda, gawat ternyata tebakan aku benar! Anak itu hanya mengacau di pelelangan ini, kita jangan sampai terpancing olehnya." Ucap penasehat keluarga Readbulld.


"Bener, sepertinya kita tidak bisa mendapatkan sebidang tanah ini! Aku yakin meskipun kita mendapatkan sebidang tanah ini, kita di paksa membeli dengan harga selangit." Keluh orang yang di sebelah kanan Hiski Readbulld.


Dia baru berucap kali ini, sejak tadi dia tidak menampakkan diri selalu bersandar di kursinya dengan nyaman! Namun mendengar penawaran Alda seperti ini, dia langsung berkomentar.


Dia adalah paman ke dua dari Hiski Readbulld.


"Paman, lalu apa yang harus kita lakukan?" Ucap Hiski Readbulld.


Jika dengan penasehat keluarga Readbulld dia selalu tidak begitu peduli! Namun dengan pamannya ini, dia langsung bereaksi! Karena selain ayahnya paman kedua ini orang yang paling berpengaruh di keluarga Readbulld karena selalu banyak akal, bisa di bilang otak dari keluarga Readbulld.


"Baik paman aku mengerti!" Jawab Hiski Readbulld sambil mengangguk.


Di depan sana, pembawa acara sudah berbicara lagi! Dia berbicara dengan lantang menyebutkan tawaran Alda sebesar 8 triliun rupiah itu.


"10 triliun..!" Hiski Readbulld mengangkat tangannya.


Karena paman kedu sudah berbicara batas kemampuan keluarga Readbulld sebesar 15 triliun, jadi dia tidak ragu menaikkan harga hingga 2 triliun banyaknya.


Orang-orang dari kalangan menengah hanya bisa menahan nafasnya! Karena kekayaan mereka saja tidak sampai 10 triliun banyaknya, lalu bagaimana mereka akan menawar harga.


Para keluarga kelas atas juga mengerutkan keningnya! Karena jika hanya hanya lahannya saja sudah lebih dari 10 triliun maka membangun distrik baru akan menelan anggaran berapa banyak.


Sedangkan ini hanya satu blok sebidang tanah! Distrik baru kota Westa di bagi tiga blok termasuk bekas kota tua, jadi untuk membangun balak menelan ratusan triliun.


Membuat orang-orang dari keluarga kalangan atas menggelengkan kepalanya! Mereka sudah menyerah, malah sekarang di kepala mereka hanya akan bergabung dengan perusahaan yang akan mengelola tanah itu kedepannya.

__ADS_1


Karena untuk terjun langsung merapat tidak sanggup! Jadi hanya akan menjadi vendor bagi perusahaan yang memenangkan sebidang tanah itu.


"Alda apa kamu benar-benar tertarik dengan tanah ini, sedangkan kamu sudah mendapatkan tanah kota tua? Jika kamu tertarik keluarga Aditya siap membantu." Ucap Tama, dia melihat Alda yang terus menawar sehingga dia berpikir Alda sangat tertarik dengan sebidang tanah yang di lelang itu.


"Sebenarnya tidak! Tapi jika mereka benar-benar mundur hanya dengan harga di atas 15 triliun atau di bawah 20 triliun, maka akan aku pikirkan kembali." Ucap Alda.


Dia sebenarnya cukup untuk mengolah tanah bekas kota tua! Yang dia butuhkan adalah sumbernya manusianya yang ada di sana, namun jika memperluas dengan tanah kosong ini juga semakin baik.


"16 triliun rupiah..!" Ucap Alda setelah mengangkat tangannya.


"Ini...!" Hiski Readbulld tertegun.


Dia dalam dilema! Karena dia berharap akan menekan Alda, namun dia takut setelah dia menawar harga Alda akan mundur! Sedangkan tadi pamannya berpesan mundur setelah harga lebih dari 15 triliun.


Baru juga penawaran pertama setelah berunding! Malah kini langsung melonjak dari 10 triliun menjadi 16 triliun, ini pelelangan yang gila bagi Hiski Readbulld sekalipun.


"Mundur...!" Ucap paman kedua keluarga Readbulld.


"Baik paman aku mengerti!" Jawab Hiski Readbulld dengan patuh.


Dia langsung bersandar, tidak berani menawar kembali.


Alda yang melihat Hiski Readbulld sepertinya sudah menyerah dengan harga 15 triliun, dia langsung tersenyum.


"Sepertinya ada orang yang pintar di sebelah anak itu!" Ucap Alda kepada Tama, namun Tama hanya menggelengkan kepalanya tanda dia tidak tahu.


Wajar Tama tidak tahu, karena dia selama 10 tahun lebih ada di perguruan terpencil! Sedangkan saat masih muda dia begitu nakal sehingga hanya bersenang-senang dan membuat ulah.


Lalu pembawa acara pelelangan terus berteriak, bahwa penawaran Alda adalah 16 triliun rupiah! Namun sampai tiga kali penyebutan tidak ada orang yang berani menawar lebih tinggi.


Sehingga sebidang tanah itu terjual kepada Alda kembali, membuat pelelangan kali ini menjadi semakin gempar.


\=


\=

__ADS_1


..


__ADS_2