Pewaris Tersembunyi

Pewaris Tersembunyi
235 BERITA MENYEBAR DI KOTA WESTA.


__ADS_3

Chapter 235. BERITA MENYEBAR DI KOTA WESTA.


\=


Ruangan perawatan milik keluarga Button cabang 2 kini sepi seketika, setelah Onet Rubel menjelaskan sedikit lebih jelas keadaan di luar tengah master yang sudah mereka undang dengan banyak usaha dan uang.


Bahkan pengorbanan dengan mengeluarkan uang bagi keluarga Button cabang 2 sudah melebihi 10 persen banyaknya dari semua kekayaan milik keluarga.


Meskipun Bramantyo Button sudah mengeluarkan banyak uang, namun Certeo Button tidak mempertanyakan kepada Bramantyo! Karena sejujurnya Certeo Button sangat mengharap Bramantyo Button berkembang dengan pesat dan bisa mewarisi kekayaan dan keterampilan dari dirinya.


Sehingga dia tidak mempermasalahkan Bramantyo Button meskipun sudah menghabiskan 10% dari jumlah keseluruhan kekayaan keluarga Button cabang 2.


"Kalau begitu bagiamana dengan pencarian si bedebah Alda itu?" Ucap Bramantyo Button, saat mengucapkan nama Alda.


Sorot mata Bramantyo Button menyorotkan kekejaman yang sangat pasti! Mata Bramantyo Button merah, dan pulip matanya gelap seperti jurang yang tidak terbatas.


"Itu, kalau itu! Orang-orang kita masih belum menemukan jejak darinya, dia seperti di telan bumi." Ucap Onet Rubel dengan rasa bersalah tinggi.


Alda tidak bisa di deteksi dengan mudah meskipun oleh keluarga Button cabang 2, karena Tama menggunakan penerbangan jet pribadi milik! Penerbangan Itu tidak terdaftar dalam daftar utama yang bisa di ketahui sembarang orang.


Jika keluarga Button cabang 2 ini tahu, dia harus memiliki pengaruh yang bisa menyabotase orang-orang yang bekerja di bidang lalulintas udah.


Namun jika penerbangan keluarga Aditya di lacak, maka para petinggi akan memberikan informasi kepada keluarga Aditya bahwa penerbangan mereka di lacak oleh beberapa orang.


Sehingga keluarga Aditya langsung tahu, jadi hingga sekarang Tama tidak di beritahu bahwa penerbangan mereka di lacak! Berarti itu benar-benar aman.


"Sial, segera cari dia dengan cara apapun! Setelah ketemu di mana dia berada, kirim para master yang sudah kamu dapatkan kepadanya! Suruh mereka jangan membunuh langsung, buat dia cacat lebih dulu." Ucap Bramantyo Button dengan tenang.


Namun di hatinya sekarang, dia sedang menahan rasa sakit atas penghinaan yang telah Alda berikan kepadanya dahulu.


"Baik tuan muda, akan saya usahakan dengan segala cara!" Onet Rubel langsung mengiyakan tanpa ragu.


Dia tahu kekuatan keluarga Button cabang 2 sangat besar! Sehingga jika menggunakan segal macam cara, maka akan muda.


"Kerjakan sekarang juga! Jangan buang-buang waktu." Bramantyo Button langsung memerintahkan untuk melaksanakan dengan cepat.

__ADS_1


"Baik...!" Jawab Onet Rubel sambil mengangguk, lalu dia bergegas pergi dengan cepat.


Melihat kepergian orang kepercayaannya! Hati Bramantyo Button langsung murung kembali, kini ruangan perawatan langsung sepi lagi.


Namun di benak Bramantyo Button sekarang sedang berkecamuk semua rencana yang akan dia lakukan setelah Alda tertangkap oleh orang-orangnya karena dendam kepada Alda sudah sangat dalam.


*


Satu malam telah berlalu, pagi hari datang! Kota Westa di pagi hari masih biasa.


Kini Alda, Tama, Hana dan Hani sudah kembali lagi ke kediaman keluarga Aditya! Bahkan hari sudah pagi, namum Tama masih saja molor di kamarnya.


Malam hari memang mereka berempat pulang sangat larut, karena pihak departemen keamanan publik sedikit menghambat mereka untuk meminta keterangan.


Namun karena kota tua sudah di miliki oleh Grup Brighton! Sedangkan Alda adalah eksekutif dari Grup Brighton itu, maka semua keterangan itu muda karena Alda memiliki hak untuk melihat kota tua.


Sehingga, keempatnya hanya memberikan sedikit keterangan.


Alda, Hana dan Hani sekarang sedang berada di belakang kediaman keluarga Aditya! Tempat ini sangat sejuk, sehingga Alda seperti kembali lagi ke perguruan terpencil meskipun di sini suasana dan auranya sangat berbeda jauh ketimbang di perguruan terpencil.


Namun bisa sedikit membuat Alda bernostalgia dan membuat dia ingin bertemu saudara seperguruan lainnya juga.


Hana yang sejak awal terus memperhatikan Alda saja dia merasa letih melihat porsi latihan yang di lakukan Alda.


"Pantesan saja, tuan Alda begitu kuat dan hebat! Ternyata itu semua di dapatkan dengan cara tidak instan." Gumam Hana, dia juga sejak awal mengikuti gaya Alda seperti itu, namun hanya sesekali tidak sesering Alda.


Sekarang mata hari sudah terbit cukup tinggi! Sedangkan Alda tidak juga menyudahi latihannya.


Sedangkan di kota Westa! Ada berita terbit dari departemen keamanan publik, bahwa para gangster jalanan kota tua sudah di lumpuhkan oleh pihak keamanan kota Westa.


Berita menyambar di kota Westa dengan sangat cepat! Melalui media internet dan sosial media, sehingga berita itu langsung masuk ke orang-orang yang memiliki ponsel.


Apa lagi berita itu di rilis langsung oleh sumber yang terpercaya seperti departemen keamanan publik! Sehingga lebih dari 60% penduduk kota Westa percaya akan kebenaran dari berita itu.


Orang-orang yang meragukan kebenaran akan berita itu, hanya sedikit orang saja! Mereka adalah orang-orang yang sudah merasakan kepahitan dari keganasan gangster jalanan kota tua, sehingga dengan klaim departemen keamanan publik sudah meringkusnya, lalu orang-orang itu tidak percaya begitu saja dengan beritanya.

__ADS_1


Namu bukti foto dari para gangster kota tua di muat saat berita di rilis pagi ini! Sehingga orang-orang itu sulit untuk menyangkal.


Di segala penjuru kota Westa orang-orang sedang membicarakan tentang berita yang menyebar itu.


Orang-orang penasaran bagaimana proses dari penangkapan gangster jalanan kota tua! Karena sudah puluhan tahu pihak keamanan publik kota Westa selalu gagal! Namun setelah kota tua di lelang, malah mereka langsung meringkus para sampah masyarakat itu.


Sehingga orang-orang berpikir! Bahwa pengaruh dari Grup Brighton sangat kuat! Sehingga departemen keamanan publik langsung over power seperti sekarang.


*


Baaammmm..!


"Bodoh, kalian semua bodoh!" Bentak seorang tua yang wajahnya masih terlihat sangat klimis.


Wajah orang ini cerah dan bersih dari kumis dan janggut! Namun tatapan tajamnya membuat orang yang menatap matanya langsung menundukkan kepala, karena merasa tunduk.


Dia adalah Hansen Readbulld! Kepala keluarga Readbulld yang dulu dan sekarang, di depannya ada Hiski Readbulld dan Ahsan Readbulld.


Hansen Readbulld melihat berita yang di muat oleh pihak keamanan publik kota Westa itu! Sehingga setelah tahu bahwa lahan itu sudah di menangkan oleh Grup Brighton membuat dia sangat marah, apa lagi dengan harga yang sangat murah membuat amarah Hansen Readbulld mendidih.


"Kakek, bagaimana kita tahu akan terjadi hal seperti ini!" Ucap Hiski Readbulld dengan kalut.


"Itu karena kalian bodoh! Bagaimana bisa tidak mendapatkan apapun saat sesi pelelangan itu,." Bentak Hansen Readbulld kembali.


Ahsan Readbulld hanya diam saja! Dia tahu dia salah langkah sebelumnya, jika saja saat itu mereka membawa uang lebih banyak, pasti akan mendapatkan salah satu tanah itu.


Namun karena terlalu meremehkan lawan dan keberanian orang yang tidak terduga sehingga mereka tersingkirkan.


"Ayah, akan aku selidiki dulu orang dari perwakilan Grup Brighton itu! Sepertinya ada yang janggal." Ucap Ahsan Readbulld dengan tenang.


"Terserah kamu..!" Ucap Hansen Readbulld, lalu duduk kembali ke kursi yang tadi di duduki.


Wajahnya terlihat kalut! Sedangkan Hiski Readbulld hanya bisa menunjukkan wajah melasnya.


\=

__ADS_1


\=


...


__ADS_2