Pewaris Tersembunyi

Pewaris Tersembunyi
198 BRAMANTYO BUTTON BERGERAK


__ADS_3

Chapter 198. BRAMANTYO BUTTON BERGERAK.


\=


Saat ini di dalam villa mewah, Alda dan yang lainnya sudah menikmati makanan yang di kirim dari Hotel milik Grup Brighton, yang di urus sebelumnya oleh Rizal.


"Ternyata kerja paman Jo dan Rizal sangat baik! Bisa langsung memiliki hotel sendiri di kota Mako ini!" Ucap Alda sambil makan.


Semua orang sedang makan di meja makan yang besar! Berbagai hidangan mewah tertata rapi di atasnya.


Hotel milik Grup Brighton termasuk Hotel besar dan mewah yang di dapat dari mengakuisisi dari pemilik sebelumnya.


"Ya aku juga tidak menyangka nya!" Jawab Dion.


"Alda sebenarnya, di kota Mako ini ada kejadian apa. Kenapa kabar kota Mako sampai di kota Emerald yang posisinya jauh di selatan?" Ucap Riko penasaran.


Meskipun dia jarang ikut masalah rumit persaingan kekuasaan, namun karena keluarga Setiadi termasuk keluarga kaya kelas atas, jadi dia mendengar berita tentang kota Mako ini.


Apa lagi di kota Mako ada Alda dan Dion, dua teman yang bisa di anggap sahabat bahkan saudara angkat satu perguruan.


Sehingga setelah mendengar berita itu, dia menjadi tertarik dan akhirnya sampai di sini.


"Itu tentang perdagangan internasional, mungkin karena berita itu terlalu di besar-besarkan sehingga kota-kota di dalam negeri bahkan laur negeri merespon dengan antusias." Jawab Alda, sambil memasukkan makanan ke mulutnya.


"Jadi seperti itu, lalu kenapa kamu di incar pembunuh bayaran? Apa ini masalah yang lalu yang ada di kota Emerald?" Riko kembali bertanya, namun itu masalah lain setelah tahu keributan yang membuat gempa adalah hal yang memusingkan Riko langsung tidak minat.


"Itu tidak mungkin, karena misi di kota Emerald dulu sudah di batalkan!" Jawab Hana yang menyela ucapan mereka berdua.


"Karena jika misi pernah gagal, biasanya pihak pembunuh bayaran akan berpikir dua kali sebelum mengambil misi! Namun karena informasi tentang tuan Alda baru dan belum di kenali, sehingga sekarang misi itu terpampang kembali." Hani juga ikut menimpali.


Keduanya adalah mantan pembunuh bayaran, sehingga sangat tahu dengan aturan misi di organisasi pembunuh bayaran internasional itu.


"Ternyata seperti itu!" Ucap Riko, dia lalu menenggak anggur karena dia makan hanya sedikit.


Sedangkan Tama dan Dion hanya memperhatikan mereka berbicara, sehingga dia tidak berucap.


"Tama, apa sudah kamu selidiki siapa pelakunya yang menargetkan ku?" Karena belum ada kabar pasti, Alda bertanya kembali karena ingin tahu kepastian sebenarnya.

__ADS_1


Dia berpikir, jika ada orang yang ingin membunuh orang lain! Maka orang itu harus siap untuk di bunuh balik.


"Masih belum, organisasi pembunuh bayaran internasional sedikit sulit untuk di periksa diam-diam!" Jawab Tama dengan tenang.


Sebenarnya dia sekarang sedang memikirkan, kenapa dia sekarang bisa kalah dengan Riko meskipun itu hanya perbedaan satu pukulan yang mengenai tubuhnya.


"Benar, apa kata tuan Tama! Organisasi pembunuh bayaran internasional sangat tertutup dengan mitra mereka." Jawab Hana, ucapan Hana ini menyakinkan ucapan Tama tadi.


"Sepertinya, harus menunggu orang-orang itu muncul!" Keluh Alda.


Saat mereka semua sedang asyik makan sambil menghabiskan waktu di ruang makan villa mewah milik Alda.


*


Di luar villa, tepatnya di jalan raya masuk komplek villa mewah di pesisir pantai ini! Ada sebuah mobil Rolls-Royce phantom dengan dua mobil sedan berwarna hitam menjaganya.


Setelah mobil memasuki wilayah villa di sana! Setelah sampai, mobil itu berhenti di jalan depan villa mewah milik Alda.


Dengan cepat, kaca mobil Rolls-Royce phantom terbuka! Terlihat wajah pemuda yang cukup tampan, namun aura kesombongan di wajahnya begitu melekat.


"Tuan Cakar Elang, apa kamu sudah siap?" Ucap pemuda itu.


"Siap tuan muda Button, aku selalu menepati janjiku!" Jawab orang yang di panggil tuan Cakar Elang.


Pemuda yang bersama tuan Cakar Elang adalah Bramantyo Button! Dia sekarang bergerak karena tuan Cakar Elang yang sudah di tunggu akhirnya datang.


"Bagus, sepertinya bocah itu masih di sini menikmati hidup dengan enak!" Jawab Bramantyo Button dengan senyum sinis.


"Sepertinya orang tua itu memberikan kekayaan besar pada cucunya! Benar-benar orang yang naif, dia pikir si Alda itu akan lolos dari incaran ku setelah di sembunyikan cukup lama? Itu harapan kosong." Ucap Bramantyo Button berbicara sendiri, dia seperti sangat menikmati momen ini.


Setelah itu tatapan sinis dan meremehkan terlihat di mata dan wajah Bramantyo Button.


Bramantyo Button pikir dia sudah sangat hebat bisa mengetahui persembunyian Alda sekarang, sehingga dia langsung mencibir seperti tadi.


"Apa saya bergetar sekarang tuan muda Button?" Ucap tuan Cakar Elang.


Dia ingin memastikan apa yang akan dia lakukan setelah ini.

__ADS_1


"Sebentar, kenapa di villa sebesar ini tidak ada penjaga sama sekali?" Ucap Bramantyo Button sedikit keheranan.


Di awal dia tidak heran seperti sekarang! Karena wajar jika Alda menempati villa mewah seperti di depannya, karena Alda adalah keturunan langsung dari keluarga utama Button.


Namun dia sekarang heran, villa mewah milik Alda tidak ada penjaga! Bahkan satpam pun tidak ada.


Memang Alda tidak menempatkan keamanan, hanya ada beberapa pekerjaan itu juga di urus oleh Rizal! Setelah beres mereka langsung pergi kembali.


Sehingga villa mewah milik Alda selalu terlihat sepi! Namun kebersihan villa tetap terjaga.


"Jika tidak ada penjaga, maka itu hal bagus! Sehingga aku tidak perlu lama-lama di dalam hanya perlu membunuh anak bernama Alda itu." Ucap tuan Cakar Elang menanggapi ucapan Bramantyo Button itu.


"Itu masuk akal, tapi aku tahu Alda dan si tuan Button itu! Mereka adalah orang-orang licik, jadi tidak mungkin lengah seperti ini!" Bramantyo Button langsung mengucapkan pemikiran saat ini.


Dia memang mengenali Alda Button dan Charles Button! Karena keduanya adalah saudara jauh dari keluarga Button, namun kebiasaan mereka adalah sangat teliti.


Namun kali ini terlihat begitu lengah, jadi bagaimana Bramantyo Button tidak curiga! Sebenarnya dia adalah orang yang cerdas dan sangat bagus menyusun rencana, jadi wajar dia memperhitungkan semuanya.


"Tidak perlu banyak berpikir! Saya masuk terlebih dahulu, nantinya juga akan tahu keadaan di dalam seperti apa." Jawab tuan Cakar Elang dengan sangat percaya diri, karena dia percaya dengan kekuatan yang dia miliki.


"Baiklah, pastikan berjalan dengan baik!" Bramantyo Button langsung setuju.


"Baik...!" Jawab tuan Cakar Elang.


Setelah menjawab, tuan Cakar Elang langsung turun dari mobil masuk ke villa mewah milik Alda dengan melompati pagar yang tingginya hampir 3 meter dengan mudah.


Bramantyo Button melihat ini menyipitkan matanya dan tersenyum! Dia yakin dengan kemampuan hebat dari tuan Cakar Elang yang di undang khusus oleh keluarganya akan bisa menghabisi Alda Button.


Setelah itu dia menutup kembali kaca mobil dan menyandarkan kepalanya di sandaran kursi dengan nyaman, dia meras tidak akan ada bahaya di sekitarnya karena ada banyak pengawal yang menjaganya.


Sehingga dia bersikap sangat tenang, di tambah ada tuan Cakar Elang! Itu menambahkan kepercayaannya diri Bramantyo Button sekarang.


\=


\=


...

__ADS_1


__ADS_2