Pewaris Tersembunyi

Pewaris Tersembunyi
037 DIKETAHUI LOKASINYA


__ADS_3

Chapter 037. DIKETAHUI LOKASINYA .


\=


Orang itu langsung menyipitkan matanya, namun belum juga jelas dengan pasti! Riko dan yang lainnya sudah masuk ke dalam ruangan khusus yang di sediakan oleh pihak arean pertarungan bawah tanah.


Dia kembali membuka ponselnya lalu membuka foto Riko yang tidak jelas itu, setelah memastikan dengan sedikit lebih lama dia langsung mendesah.


"Sial, bagaimana dia orang biasa! Menonton pertarungan di arean ini saja masih menggunakan ruangan khusus." Keluhannya.


Dia bersyukur bahwa dia tidak mengambil misi ini, karena setelah melihat bahwa Riko dan yang lainnya masuk ke ruang VVIP membuat dia semakin yakin bahwa identitas Riko Setiadi dan yang lainnya bukanlah sembarang.


Bukan juga seseorang yang buron dari sebuah negara, melainkan seperti orang yang memiliki kedudukan di sebuah negara.


Dia langsung menelfon kembali nomer tadi.


"Apakah aku boleh menjual informasi saja! Namun aku tidak akan bertindak hanya akan memberikan informasi tambahan di mana orang-orang itu berada." Ucap dia kepada tim dia yang ada di luar negeri.


"Apa kamu melihat target itu secara langsung?" Tanya seseorang di sebrang.


"Ya, tapi aku sedang berlibur tidak ingin bekerja!" Jawab dia untuk membuat gengsinya terlihat tinggi.


Padahal, dia takut jika orang-orang itu memiliki kekuatan yang besar di kota Emerald atau propinsi Jasin ini.


"Baiklah, katakan di mana tergetnya?" Tanya orang di seberang sana.


"Orang itu ada di arean pertarungan bawah tanah di kota Emerald." Ucap dia lalu langsung mematikan sambungan telfonnya dengan cepat.


Setelah itu dia lanjut duduk tenang di pojokan tribun penonton sambil sesekali melirik ruang VVIP yang di tempati oleh Riko dan yang lainnya.


*


Di ruang VVIP, ruang khusus yang di gunakan Riko dan yang lainnya kini sedang berdiskusi.

__ADS_1


Ruang itu kedap suara dan hanya memiliki pandangan satu arah saja, sehingga ruangan ini sangat aman bagi mereka yang ingin menjaga privasi mereka.


Meskipun jalurnya tidak terlalu tertutup, seharusnya cukup aman! Namun mata dari pembunuhan bayangan yang tadi mengawasi mereka matanya terlalu tajam sehingga dalam sekali pandangan meskipun tidak jelas dia dapat melihatnya.


"Apa setelah kita selesai melihat pertarungan ini akan mengunjungi keluarga Sanggoro?" Tanya Alda yang kini sudah duduk di sofa panjang dan empuk yang di sediakan.


Sedangkan ada minuman keras yang sudah di sediakan, namun Alda tidak meliriknya sama sekali! Dia bisa minum namun itu jika ada acara khusus atau bertamu ke dalam rumah orang yang di hormati.


Jika sedang berkumpul seperti ini, dia tidak begitu suka untuk minum sehari melihat deretan minuman mahal seperti itu juga tidak tertarik.


"Itu lebih baik, tapi jika keluarga Sanggoro musnah apa perintah membunuh dengan bayaran murah di situs web hitam itu akan hilang?" Ucap Riko.


Dia ingin tahu, apa setelah Rudi dan semua keluarga Sanggoro yang tersisa musnah perintah itu akan hilang.


"Setahu aku tidak, tapi jika kita memiliki akses yang di gunakan oleh keluarga Sanggoro memesan perintah, maka itu bisa di hentikan lewat itu!" Dion menjelaskan apa yang dia tahu.


"Sial ternyata cukup sulit untuk menghilangkan buronan dengan harga murah ini!" Keluh Riko.


"Jika tidak ingin murah, akan aku akan memasang tarif yang lebih tinggi! Bagaimana usul ku sangat bagus bukan?" Tama langsung memberikan pendapat di tengah-tengah diskusi ringan itu.


"Sial, apa kamu ingin membunuh saudara sendiri?" Bentak Riko setelah memberikan pukulan ringan di belakang kepala Tama.


"Ahhh, sial! Kamu bilang sendiri itu terlalu murah jadi aku mengusulkan memasang yang lebih mahal, salah ku di mana sampai kamu memukul ku?" Ucap Tama sambil menggosok kepala bagian belakangnya yang terasa seperti terbakar itu.


"Tenang kak Riko, itu nanti urusan keluarga Setiadi! Kita tinggal fokus saja memberikan pelajaran kepada keluarga Sanggoro jika itu keputusan kakak!" Ucap Sinta.


"Itu lebih baik, jika kita tidak berhasil menghentikan saluran mereka! Maka kita hanya perlu memotong di tengah jalan." Alda setuju usul dari Sinta.


Setidaknya, jalan pikiran Alda seperti itu meskipun maksud Sinta berbeda namun Sinta langsung mengiyakan apa yang Alda pikirkan.


Sedangkan Dion sedang minum anggur yang ada di sana, dia seperti tidak terganggu oleh obrolan mereka berempat! Yang dia tahu setelah menonton pertarungan yang akan di laksanakan mereka akan memberikan pelajaran kepada keluarga Sanggoro.


*

__ADS_1


Di luar sana.


Kini langsung beredar di web hitam jaringan pembunuh bayaran, lokasi Riko dan Alda berada sekarang! Karena ada bantuan itu hadiah sebesar 10 miliar rupiah di potong 1%, namun bagi orang-orang itu tidak masalah hanya 1% saja.


Setelah di ketahui lokasinya, orang-orang yang sudah mengincar Riko langsung mengintai dan bergerak menuju ke tempat arena pertarungan bawah tanah kota Emerald.


Informasi ini hanya tertera di jaringan pembunuh yang sudah setuju untuk membunuh Riko dan yang lainnya, bukan di web hitam sehingga orang-orang yang belum menyetujui untuk mengincar Riko mereka tidak tahu informasi ini.


Hana dan Hani yang mendapatkan informasi ini langsung bergerak menggunakan mobil miliknya, BMW seri 7 berwarna hitam.


Mobil itu melaju dengan cepat menuju lokasi Riko berada, keduanya kini menggunakan pakaian kulit yang ketat berwarna hitam untuk berkamuflase di gelapnya malam.


Di jok belakang, terdapat koper berisi senjata laras panjang! Yang di gunakan Hani untuk mendukung Hana saat bergerak dari kejauhan dan menyingkirkan bahaya bagi Hana.


Jika memungkinkan untuk mengeksekusi lawan dari jarak jauh dengan senapan runduk maka Hani akan lakukan, jika tidak memungkinkan maka dia hanya akan memberikan jalur aman untuk Hana bergerak dengan bebas.


"Kak, lebih cepat! Aku takut kita keduluan oleh pembunuhan lainnya!" Ucap Hani yang terlihat tidak sabar.


"Tenang, aku yakin mereka bukan orang biasa! Meskipun tawaran ini sedang lebih murah dari target yang biasanya kita bunuh, namun ini kesempatan kita untuk bekerja di kampung halaman sendiri." Jawab Hana.


Dia masih menyetir dengan fokus dan mobil yang di kendarainya melesat dengan kecepatan sedang.


Sedangkan di tempat lain juga sudah ada beberapa pembunuh bayaran yang bergerak dengan kecepatan tinggi, mereka semua bergerak serentak setelah mendapatkan informasi dari saluran internal.


Tidak butuh waktu lama, hanya kurang dari 30 menit sudah ada 2 pembunuhan bayaran sang petarung jarak dekat yang kini bersembunyi di balik tebing dekat dengan pintu masuk arean bawah tanah.


Sedangkan satu lagi adalah orang yang bergerak dengan pergerakan cepat, senjata utama dia adalah panah kecil yang senyap.


Mereka adalah pembunuh bayaran negara Trukotan ini, setelah mengambil target sebelumnya lalu mereka langsung menerima kabar dan bergegas ke sini.


Sedangkan di dalam arena pertarungan! Riko, Alda dan yang lainnya sedang menonton pertarungan dua petarung, mereka semua tidak tahu dan tidak peduli meskipun nyawanya sedang di incar.


\=

__ADS_1


..


__ADS_2