Pewaris Tersembunyi

Pewaris Tersembunyi
253 RENCANA AWAL


__ADS_3

Chapter 253. RENCANA AWAL.


\=


Kini matahari sudah terbenam di ufuk barat, angin selatan mulai bertiup kencang membuat udara yang tadinya panas langsung berubah dingin.


Lampu jalan dan di berbagai gedung perkantoran langsung menyala, sehingga kota Westa terlihat semakin cantik.


Alda dan Hana sekarang sedang menikmati angin malam kota Westa di balkon ruangan 203! Ruangan ini sangat besar, ada tiga kamar tidur besar di dalam lalu di lengkapi mini bar dan yang lainnya bahkan hampir seperti villa pribadi di karenakan ada kolam renang pribadi di balkonnya! Hotel Emperor ini bisa terbilang sangat gila, padahal kamar no 203 ada di lantai 10 namun masih memiliki kolam renang pribadi yang outdoor.


Saat sedang menikmati angin malam yang dingin namun menyejukkan tubuh mereka, dari pintu masuk ada bel tanda ada tamu yang akan masuk.


Saat Alda melihat jam, dia langsung tahu bahwa sekarang waktunya bertemu pihak keluarga Readbulld.


"Sepertinya mereka telah datang!" Alda langsung bangun setelah berucap, dia berjalan masuk ke dalam ruangan 203 di ikuti oleh Hana.


Saat keduanya membuka pintu, di depan pintu kamar 203 sudah ada orang-orang keluarga Readbulld! Bukan hanya Hansen Readbulld namun juga ada Hiski Readbulld.


Mata dia langsung menatap tajam ke arah Alda! Gara-gara orang ini, dia di marahi oleh kakeknya saat setelah pelelangan di Hotel Puncak, membuat dia menaruh dendam yang dalam kepala Alda.


Namun setelah melihat Hana yang mengenal gaun sederhana dengan model terusan berwarna cream! Langsung berbinar, menurut dia Hana sangat cantik lalu otak mesum dan bejatnya langsung menyuruh dia untuk melakukan sesuatu.


Setelah semua pemikiran kotor terlintas di benaknya! Hiski berniat menjebak Alda dan Hana setelah kesepakatan mereka terjalin.


Alda melihat Hiski Readbulld, dia langsung tahu bahwa dia adalah tuan muda keluarga Readbulld! Lalu tatapan dia berpindah kepada orang tua yang masih terlihat sehat dan klimis, itu adalah Hansen Readbulld.


Namun setelah melihat ke arah Hiski Readbulld kembali, Alda merasakan bahwa orang ini menyimpan dendam di hatinya! Bahkan dia menatap Hana dengan tatapan cabul.


"Selamat datang keluarga Readbulld! Sepertinya pihak Grup Brighton sangat serius hingga mengadakan pertemuan mendadak seperti sekarang!" Ucap Alda dengan santai, dia lalu menyambut Hansen Readbulld.


Setelah itu Alda mempersilahkan orang-orang itu masuk ke dalam ruangan 203! Semua orang menuju ruangan tengah yang memiliki meja besar dan sofa kulit melingkar.


"Itu juga karena keluarga Readbulld serius ingin mendapatkan salah satu lahan yang di pegang oleh Grup Brighton." Jawab Hansen Readbulld dengan wajah datar.


Dia bersikap seperti itu ingin menunjukkan superioritas kepada Alda, agar Alda terasa terintimidasi dan memuluskan rencananya yang sudah dia rencanakan sejak awal.

__ADS_1


Namun melihat Alda seperti tidak terbebani, Hansen Readbulld hanya bisa memicingkan matanya dan bergumam dalam hatinya.


'Anak ini bener-bener memiliki tekad yang kuat! Pantas saja Hiski kalah dengan mudah olehnya di pelelangan.'


Namun dia langsung bersikap tenang, meskipun Alda berbahaya namun dia masih anak-anak hanya memiliki pertengahan 20 tahun, umur seperti itu sedang rentan dengan hal-hal kesenangan.


Apa lagi Hansen Readbulld melihat Alda duduk bersebelahan dengan Hana! Dia semakin yakin, bahwa Alda memiliki kelemahan kepada perempuan cantik! Pikiran liciknya Hansen Readbulld langsung berputar.


Setelah semuanya duduk, Alda langsung mengedarkan pandangannya! Di sana ada 8 orang bertubuh tegap untuk menjaga ayah dan anak lalu satu orang lagi, dia adalah orang yang pastinya mengurus keuangan keluarga Readbulld.


"Baiklah, mari kita mulai! Grup Brighton bisa menegosiasikan lahan kosong dengan keluarga Readbulld, namun tidak bisa dengan kota tua!" Ucap Alda langsung membuka percakapan.


Alda lebih memilih melepaskan lahan kosong yang strategis karena dia sudah melihat! Grup Brighton akan sangat terbebani dengan banyaknya proyek dalam sekala besar sekaligus, sehingga dia memilih untuk melepaskan salah satu tanah kosong di distrik baru kota Westa.


Sedangkan untuk kota tua! Prospek kedepannya sangat bagus, sehingga Alda mempertahankan itu, karena hanya membutuhkan pembubaran saja maka sudah beres, tidak perlu banyak modal lagi dari awal.


Hansen Readbulld dan Hiski Readbulld langsung menautkan alisnya, keduanya mempunyai rencana awal adalah untuk mendapatkan kota tua! Karena sebagai pebisnis Hansen Readbulld sangat tahu bagaimana manfaat kota tua itu.


Namun dia tidak menyangka, bahwa Alda langsung membatasi sebelum dia membicarakan ke arah sana! Membuat ini semau lebih rumit.


Hansen Readbulld menatap ke arah Alda, sedangkan Hiski Readbulld menatap ke arah Hana, dia merasa semakin tertarik dengan Hana jika semakin lama semakin di perhatikan.


Sedangkan seorang paruh baya yang iku bersama mereka hanya diam memperhatikan pembicaraan itu di samping! Dia akan bekerja setelah kesepakatan terjalin di antara kedua belah pihak.


"Kenapa tidak bisa?" Ucap Hansen Readbulld ingin tahu.


"Tidak ada alasan! Jika keluarga Readbulld tidak berkenan, kita tidak perlu melanjutkan pembicaraan ini." Jawab Alda acuh.


Dia tidak terlalu butuh, jika keluarga Readbulld akan membeli lahan tanah kosong maka Alda bisa melepaskan dengan sedikit sarat.


Namun jika keluarga Readbulld malah mengincar kota tua, Alda lebih baik menyelesaikan pembicaraan ini tanpa kesepakatan yang menurutnya bagi dia tidak ada untungnya jika keluarga Readbulld hanya menawar harga awal.


Suasana di ruangan itu seketika tegang, Alda masih saja tenang! Sedangkan Hana duduk di samping Alda lebih sedikit merapatkan duduk, itu karena dia sedikit tertekan atau memanfaatkan suasana yang mendukung saja.


*

__ADS_1


Di luar Hotel Emperor saat ini.


Mobil off-road besar masuk ke parkiran Hotel Emperor, setelah berhenti orang yang membawa mobil itu melirik mobil sport yang tidak jauh darinya.


"Itu seperti mobil ku yang di rumah? Apa bukan." Ucap Tama, dia sedikit mengenali mobilnya namun juga sedikit lupa.


Akhirnya karena karena penasaran dia turun dari mobil yang di kendarai saat ini, lalu dengan cepat menuju mobil sport berwarna putih yang terparkir di tempat parkir.


Tama mengelilingi mobil itu sekali, lalu sekali lagi! Meskipun dia melihat nomer kendaraan itu namun masih sedikit bingung, karena mobil dia di rumah cukup banyak berbagai jenis.


"Sepertinya ini mobil ku, karena nomer kendaraan ini memiliki kode keluarga Aditya!" Gumam Tama, lalu dia mematikan dengan yakin bahwa mobil di depannya benar-benar miliknya.


Tama mengeluarkan ponselnya, lalu dengan cepat memeriksa cctv di garasi mobil di rumahnya! Setelah melihat dan memeriksa dia melihat Alda dan Hana menggunakan mobil itu keluar pada siang hari.


"Ternyata penglihatan aku benar! Hehehe." Ucap Tama setelah melihat rekaman cctv di ponselnya dia langsung tersenyum karena merasa ingatan dia sangat hebat.


Padahal jika orang-orang miskin melihat kelakuan Tama! Dia akan menyumpahi Tama dengan kutuk serap, karena bagaimana dia bisa melupakan mobil miliknya yang harganya miliaran rupiah begitu saja.


Bagi orang kelas bawah ini keterlaluan, karena mereka selalu mengenali dengan baik motor listrik tua mereka, namu bagi Tama mobil mewah seperti itu malah di lupakan dengan muda.


Bahkan yang bikin emosi, hanya mengingat sekilas dan tidak yakin saja begitu bangganya, itu membuat perasaan orang-orang miskin meronta-ronta.


Karena sudah tahu mobil sport berwarna putih itu di pakai Alda dan Hana, lalu timbul pertanyaan baru.


"Apa yang mereka berdua lakukan di Hotel Emperor ini? Apa jangan-jangan...?" Mata Tama langsung melebar begitu memikirkan sesuatu.


Otak Tama langsung traveling ke mana-mana, karena keduanya keluar bersama dari siang hingga malam seperti ini tidak pulang malah berduaan di Hotel Emperor yang mewah.


Dia mengeluarkan ponselnya kembali berniat ingin menghubungi Alda, namun otak dia langsung menyuruhnya berhenti sekarang karena dia takut mengganggu Alda yang sedang melakukan hal yang nikmat-nikmat.


Dia sedikit takut dan tidak enak, jika Alda sedang lagi tanggung-tanggung nya namun di hubungi olehnya, takut Alda nanti mengamuk saat bertemu dengan dirinya.


Akhirnya Tama memilih untuk tidak menelepon Alda, dia cukup tau bahwa Alda ada di Hotel Emperor.


\=

__ADS_1


\=


....


__ADS_2