
Chapter 176. KOTA MAKO GEMPAR.
\=
Malam semakin larut, kini sudah lewat dinihari kota Mako semakin sepi di beberapa tempat yang memang sepi, sedangkan untuk daerah hiburan malam semakin malam semakin meriah.
Kediaman Villa mewah milik Alda.
Mobil off-road besar masuk ke tempat parkir bawah tanah, dia adalah Alda! Setelah itu dia melihat bahwa Hana dan Hani juga sudah pulang.
Begitu juga dengan Tama, dia juga sudah pulang! Alda mengerutkan keningnya dia heran karena dia bergerak dengan sangat cepat dan efisien namun masih kalah dengan yang lainnya.
Setelah itu, dia langsung masuk ke ruang tengah! Di sana ada tiga orang, yang tidak lain adalah Tama, Hana dan Hani.
"Kalian sudah kembali?" Ucap Alda.
"Sudah tuan, itu hanya beberapa tikus." Ucap Hana.
"Benar, tidak perlu di sebutkan!" Jawab Tama dengan tenang.
Alda mengendus-endus tajam ke awah Tama! Setelah itu dia langsung duduk ke tidak jauh dari Tama.
"Kenapa kamu tercium bau alkohol?" Ucap Alda bertanya, dia sambil menatap menelisik ke arah Tama.
Alda tahu bawah Tama senang bermain-main, namun kalian ini dia beberapa kali menemukan kecurangan sebelumnya! Sehingga setelah melihat Tama sangat santai dan tubuhnya bau minuman beralkohol dia semakin curiga.
"Setelah menjalankan misi, aku sangat bosan sehingga pergi ke bar di wilayah distrik timur! Di sana ada beberapa bar yang bagus... he-he-he.." Ucap Tama seperti mengelak.
"Ya terserah lah!" Jawab Alda, dia juga tidak ingin tahu lebih banyak tentang Tama yang bermain di bar.
Yang pastinya, misi kali ini sangat sukses! Sehingga dia tidak banyak mengungkit proses dan pekerjaan masing-masing.
Setelah itu, dia langsung bengkit dan menuju ke kamarnya! Melihat itu tama mengelus dadanya seperti sangat lega.
Sedangkan Hana dan Hani melihat Tama dan Alda seperti itu hanya saling melirik lalu mereka juga bangkit dan pergi ke kamar masing-masing.
Semuanya tetap tenang seperti tidak habis membantai banyak orang dalam satu organisasi! Mereka tidak saling membahas bagiamana mereka membunuh lawan.
Kini villa mewah milik Alda langsung sepi, hanya tinggal Tama yang masih duduk di sofa ruang tengah villa itu.
Dia clingak-clinguk tidak tahu harus melakukan apa.
__ADS_1
*
Ibu kota.
Kediaman keluarga Jink.
Baammm..!
"Tidak mungkin!" Bentak Ron Jink.
Dia sudah menantikan besok akan sangat meriah! Namun sekarang dia menerima kabar buruk, apa lagi semua orang dari organisasi gelap yang di kirim ke kota Mako tidak bisa di hubungi.
"Tuan, tapi itu bener! Sekarang anak saja sudah di evakuasi oleh pihak keluarga Jink yang ada di kota Hostel." Ucap seorang yang hampir sama tuanya dengan Ron Jink, namun umur dia sebenarnya lebih muda 20 tahun lebih.
"Torik, bagiamana ini bisa terjadi? Sebaiknya kalian selidik dengan cermat!" Ucap tuan besar Jink dengan tatapan tajam.
"Baik tuan, saja juga mengikuti semua saran dari tuan besar." Jawab Torik dengan menundukkan kepalanya.
"Baiklah, kamu segera urus dengan baik! Aku tidak ingin rencana sebelumnya berantakan." Saat berbicara sambil melambaikan tangannya, seperti mengusir Torik itu dari ruang kerjanya.
Setelah Torik pergi, dia langsung merenung! Karena dia tidak tahu apa yang salah dengan rencananya, karena dia sudah bertindak sangat hati-hati.
Di sudut lain ibu kota juga ada orang yang sedang melakukan sesuatu.
Mereka beberapa orang dari keluarga Button! Orang-orang ini siap-siap akan ke kota Mako, karena untuk mengawasi pergerakan orang-orang dari ibu kota.
Mereka bergerak cepat, karena perintah ini langsung dari tuan besar Button! Apa lagi yang menyampaikan utusan perintah ini adalah Haris Hanaga, sehingga tidak di ragukan lagi bahwa ini perintah tuan besar Button.
Kelompok yang lainnya juga sedang sibuk, orang-orang ini yang akan membuat pengumuman di pagi hari ini! Bahwa proyek perdagangan internasional di kota Mako akan di buka.
Bahkan akan di sahkan bahwa kota Mako bisa menjadi kiblat bursa pasar saham di negara ini yang baru! Bahkan bisa di bilang cabang baru.
*
Pagi hari tiba.
Matahari belum muncul sepenuhnya di kota Mako.
Namun kabar hari ini membuat kota Mako gempar! Bagiamana tidak gempar, kabar pagi sebelum pasa saham di buka bahwa kota Mekah akan membuka jalur perdagangan internasional resmi dari negara Trukotan ini.
Bahkan akan di jadikan kiblat dari bursa pasar saham negara ini! Sehingga para keluarga besar dan pengusaha di penjuru negeri, bahkan bisa di katakan setengah dunia dari sepanjang jalur perdagangan di benua itu. Banyak negara yang menerbitkan artikel tentang kota Mako.
__ADS_1
Kantor-kantor utama kota Mako, semuanya sibuk karena ini benar-benar perubahan yang mendadak! Bagaimana bisa tidak mendadak?.
Itu karena sebelumnya tidak ada bocoran maupun kabar dari para petinggi tentang proyek besar di kota Mako ini.
Bahkan, berita tentang pembunuhan yang terjadi kota Mako semalam berita mereka tenggelam karena artikel tentang masa depan kota Mako.
Di kantor utama Grup Brighton.
"Wakil Jo, lihat ini berita besar! Sial bagaimana kita bisa seberuntung ini, kota Mako kita akan segera di pandang okeh seluruh pengusaha di semanjung benua bahkan negara adidaya." Ucap Rizal sambil memegang tebal di tangannya.
Dia menyodorkan berita itu kepada Jhonatan Brighton.
Karena penasaran, Jhonatan Brighton melirik! Setelah melihat dia juga terkejut, setelah masuk ke dalam dunia bisnis selama ini dia juga tahu apa maksudnya berita itu untuk kota Mako.
"Ini masalah besar! Kita akan semakin banyak musuh!" Jhonatan Brighton malah mengeluh.
Rizal malah mengerutkan keningnya, dia tidak melihat dari sisi yang di lihat oleh Jhonatan Brighton itu! Dia malah memandang Grup Brighton akan lebih maju kedepannya karena kota Mako memiliki bursa pasar sendiri.
"Kenapa bisa?" Ucap Rizal bingung.
"Apa kamu bodoh? Kota Mako ini setelah muncul artikel dan pengesahan proyek itu bakal di pandang seperti daging gemuk bagi pengusaha besar, bahkan orang-orang kuat dari ibu kota bahkan bisa jadi pengusaha luar negeri! Apa kamu sudah siap bersaing dengan mereka secara langsung?" Jhonatan Brighton langsung bertanya seperti itu.
"Ini...!" Rizal langsung paham, apa maksud dari pemikiran wakil Jo itu.
"Tapi kita punya tuan Alda! Kelompok Beruang Hitam juga sekarang semakin kuat, sehingga aku yakin kita mampu." Jawab Rizal dengan yakin.
Jhonatan Brighton hanya mengangguk sekali setelah mendengar ucapan Rizal, dia mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi Dion! Paman Jo takut Dion belum tahu tentang ini.
Banyak para pengusaha dari kota Mako yang menyambut senang berita ini! Namun beberapa keluarga besar melihat berita ini mereka merasa ini permainan orang-orang besar.
Keluarga Radcliffe juga melihat ini sedikit ketakutan! Tapi mereka lebih melihat peluang yang besar, karena mereka sedikit tahu dalam menebak bahwa Alda adalah tuan muda dari keluarga besar di ibu kota.
Keluarga besar lainnya di kota Mako seperti Luton dan Chamber melihat artikel ini sedikit takut, karena kehidupan tenang mereka pasti akan terganggu oleh orang-orang berkuasa itu.
Mereka yakin ini permainan dari para petinggi yang memiliki kuasa besar di negara ini.
\=
\=
...
__ADS_1