Pewaris Tersembunyi

Pewaris Tersembunyi
241 MONSTER BERSAUDARA


__ADS_3

Chapter 241. MONSTER BERSAUDARA.


\=


Malam semakin larut di kota Mako.


Kedai teh masih sangat ramai, meskipun sudah malam! Kedai teh ini berada di wilayah distrik selatan kota Mako yang hampir berbatasan dengan kota Hostel.


Dua orang dengan pakaian serba hitam sedang menikmati teh hangat di salah satu bilik yang ada di kedi teh itu.


Keduanya menunggu di sini sambil minum teh hangat karena malam ini ingin mencari informasi kembali tenang Alda, padahal dalam dua hari terakhir dia sudah mencari di setiap distrik kita Mako, namun belum menemukan petunjuk sedikit pun.


Padahal dia sudah membunuh beberapa orang dari kelompok Beruang Hitam, karena orang yang di tanya tidak memberikan informasi kepadanya.


Mereka sebenarnya bukan tidak mau, namun benar-benar tidak tahu, siapa itu Alda! Sehingga hanya merengek tidak bisa menjawab. Akhirnya orang-orang itu di habisi oleh keduanya.


Saat sedang menikmati sambil mengawasi sekitar, salah satu dari mereka langsung tersenyum samar.


"Kak, apa kamu melihat orang yang sedang berdiri di depan kedai itu? Sepertinya dia sedang mengawasi gerak-gerik kita." Ucap salah satu dari mereka.


Orang di panggil kakak langsung menengok dengan cepat ke arah depan kedai! Dia langsung melihat seorang paruh baya yang berdiri di samping motor trail nya, dengan pandangan acuh tak acuh! Sambil memainkan ponselnya.


"Memang benar, kita lihat saja dia akan melakukan apa! Sepertinya dia sedang memanggil pasukan, semakin banyak semakin bagus he-he-he-he...!" Ucap orang yang di panggil kakak sambil tersenyum menyeramkan.


Keduanya mempunyai tubuh tinggi dan kekar, namun tidak begitu besar! Bisa di lihat dari penampilan mereka bahwa mereka adalah orang dari luar negeri.


Meskipun kota Mako sering di datangi orang luar negeri, namun mereka hanya sebagai wisatawan biasa sehingga gerak-gerik mereka normal! Ada juga orang pekerja kantoran itu lebih biasa lagi. Namun keduanya membuat orang-orang dari kelompok Beruang Hitam curiga jadi memancing salah satu dari mereka untuk mengikuti sampai ke sini.


Keduanya tidak takut sama sekali, karena selama dua hari ini mereka sudah melawan orang-orang dari kelompok Beruang Hitam dan semuanya sangat lemah dan petarung amatir baginya.


Jadi mau sebanyak apapun mereka, semuanya di anggap sampah bagi keduanya.


Karena mereka adalah master dari petarung arena bawah tanah di negaranya yang sangat di takuti! Bahkan ada yang menjuluki keduanya sebagai monster bersaudara, hingga keduanya langsung terkenal dengan nama itu sehingga sekarang nama itu melekat pada keduanya sampai sekarang.


Bahkan kebanyakan dari orang-orang yang mengagumi keduanya tidak mengenal nama aslinya.

__ADS_1


"Aku juga penasaran! Sudah lebih dari satu Minggu tangan ku tidak terasa memukul daging, sehingga semakin banyak orang maka kepalan tangan ini akan merasakan sensasi memukul yang enak." Jawab adiknya dengan kebahagiaan yang sama.


Sebagai petarung bawah tanah keduanya selalu bertarung, hingga terobsesi dengan pertarungan yang berdarah dan bunyi tulang yang patah, sehingga kepalan tangan mereka seperti tidak terasa memukul dalam dua hari ini karena hanya melawan orang yang lemah.


*


Di laur kedai teh sederhana.


Orang yang di laur memang benar anggota kelompok Beruang Hitam! Setelah siang hari di tugaskan oleh Dion, dia langsung bergegas ke distrik selatan hingga menemukan keduanya yang sangat mencurigakan.


Jadi dia mengikuti sampai ke sini.


Setelah memastikan bahwa keduanya adalah master laur negri, dia langsung mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Dion dengan cepat.


"Ketua Dion, ada dua orang yang sangat mencurigakan! Bahkan gerak-gerik mereka seperti master kuat, itu bisa di lihat dari badan dan kapalan di belakang punggung tangannya aku yakin dia adalah master yang sudah membunuh banyak anggota kelompok Beruang Hitam." Ucap orang itu dengan cepat, dia berbicara begitu terburu-buru karena takut dia tidak sempat memberikan kabar kepada Dion.


"Baik aku akan segera ke sana!" Jawab Dion dengan tenang dari sebrang sana.


Tanpa berucap apa-apa lagi, Dion langsung mematikan sambungan teleponnya dengan cepat.


Anggota kelompok Beruang Hitam yang menghubungi Dion juga segera menurunkan ponselnya dari telinga, lalu menyimpan.


Tak butuh waktu lama, hanya kurang dari 15 menit ada mobil sedan hitam datang dari arah distrik tengah berhenti di depan kedai teh.


Mobil itu yang di kendarai Dion! Setelah berhenti di sana Dion langsung mengaktifkan ponselnya kembali dan melihat titik koordinat sebelumnya, begitu mematikan bahwa benar dia menengok ke arah kedai teh dan di arah lain untuk mencari target dan anak buahnya.


Dari arah belakang, motor yang di kendarai orang yang melapor tadi berhenti di samping mobil Dion! Lalu Dion dan Riko dengan cepat keluar.


"Di mana orangnya?" Ucap Dion setelah keluar dari mobilnya.


"Ketua, mereka masih di dalam bilik kedai teh itu! Lihat keduanya masih di sana." Jawab dia dengan cepat, lalu menengok ke arah monster bersaudara.


Di dalam bilik kedai teh, dua orang tersenyum namun senyum itu seperti meremehkan! Karena harapan mereka tidak sesuai ekspektasi.


Yang keduanya harapkan ialah banyaknya orang, agar mereka puas bertarung! Namun yang datang hanya dua orang, itu juga masih muda.

__ADS_1


Bagaimana bisa memuaskan hasrat bertarung mereka.


Riko juga dengan cepat melihat dua orang yang tinggi kekar, mungkin tingginya hampir setara dengan Riko tapi lebih tinggi mereka beberapa senti.


Badannya juga hampir sama besarnya dengan Riko, sehingga Riko tersenyum cerah! "Sepertinya mereka cukup kuat! Aku jadi semakin bersemangat." Ucap Riko sambil tersenyum senang.


"Ya, keduanya memang master! Tapi tidak sebaik itu sepertinya, jika di perguruan terpencil mereka masih di bilang amatir." Dion berucap setelah mengamati.


Dua monster bersaudara langsung keluar, namun setelah keluar keduanya mendengar percakapan Dion barusan sehingga langsung marah.


"Kurang ajar, akan aku buat tulang kamu berderak dengan renyah." Bentak salah satu dari monster bersaudara.


Dia adalah orang yang di sebut kakak! Sedangkan adiknya hanya diam saja, mengamati Dion dan Riko.


Riko juga menatap balik keduanya setelah di pandang dengan bermusuhan oleh keduanya! Dia meremas kepalan tangannya sendiri. 'kretak...kretak..!'


Kree.. kreeek..!


Riko lanjut merenggangkan tukang lehernya, seketika bunyi berderak yang nyaring di sana terdengar oleh dua monster bersaudara.


Melihat Riko seperti menantang, dia juga melakukan hal yang sama dengan Riko, keduanya merenggangkan otot-otot di tubuhnya.


Sedangkan anggota kelompok Beruang Hitam yang tadi melapor langsung mundur di belakang mobil Dion, karena hanya dengan suara ketiga orang itu melemaskan otot-otot di tubuhnya saja sangat mengerikan.


Suasana malam di sana semakin menyeramkan, angin jalanan berhembus sedikit lebih kencang.


"Dion, sepertinya pertarungan malam ini akan memuaskan!" Ucap Riko.


"Apa kamu akan maju sendiri?" Tanya Dion yang sedari tadi masih diam.


"Ya jika kamu mengizinkan! Maka itu lebih menarik he-he-he...!" Ucap Riko dengan senyum canggung.


Keduanya langsung memasang wajah gelap, karena merasa di remehkan oleh orang yang tadi di anggap sampah olehnya.


\=

__ADS_1


\=


...


__ADS_2