Pewaris Tersembunyi

Pewaris Tersembunyi
179 PERUBAHAN SUASANA KOTA MAKO


__ADS_3

Chapter 179. PERUBAHAN SUASANA KOTA MAKO.


\=


Kota Mako.


Villa mewah milik Alda.


Alda masih saja belum keluar dari kamarnya sejak semalam! Padahal sekarang sudah siang, biasanya Alda pagi buta sudah melakukan olahraga pagi, namun entah kenapa hari ini tidak di lakukan. Sedangkan Tama sudah berlatih tinju di atap villa tempat Alda berlatih seperti biasa.


Setelah melakukan beberapa gerakan serangan sederhana, tubuh Tama sudah mengeluarkan keringat! Saat dia menoleh ternyata Hana dan Hani di sana membawakan minuman dan cemilan.


"Di mana Alda, kenapa hari ini dia tidak kelihatan?" Ucap Tama setelah dia menyeka keringat di wajahnya menggunakan handuk.


"Tidak tahu, mungkin sedang sibuk!" Jawab Hana.


"Sepertinya dia sedang memikirkan kenapa dia bisa kalah dengan kita semalam dalam menjalankan misi.....!" Jawab Hani, sambil memakan buah-buahan segar.


Saat Hani mengatakan itu, tatapan tajam Hana langsung menginterupsi Hani untuk melanjutkan ucapan yang lainnya.


"Dia anaknya tidak seperti itu!" Jawab Tama singkat, dia berbicara seperti itu karena tahu dengan sangat yakin bahwa Alda orangnya tidak begitu memikirkan hal sepele.


"Benarkah, lalu orang seperti apa dia? Apa bisa kamu ceritakan sedikit tentangnya?" Hana terlihat bersemangat, dia seperti tidak sadar saat berbicara seperti itu.


Hingga akhirnya, otaknya langsung bekerja normal dan menutup mulutnya rapat-rapat dengan tangan halus dan mungilnya itu.


Tama yang sedang meminum minuman yang di bawakan olah hana sebelumnya langsung berhenti! Setelah itu dia menatap Hana dengan dalam.


"Entah lah, aku hanya tahu dia anak yang pendiam dan selalu serius! Jarang sekali bercanda, sehingga aku saja sering serba salah di depannya." Jawab Tama.


Setelah itu dia langsung melanjutkan.


"Aku akan melihatnya, sebenarnya dia sedang apa!" Ucap Tama.


Sebelum mendapatkan jawaban, dia langsung pergi untuk turun! Sebenarnya dia juga penasaran apa yang di lakukan Alda kenapa sudah hampir siang dia belum keluar.


Tama tidak peduli dengan keadaan kota Mako sekarang! Meskipun kota Mako mengalami perubahan suasana menurutnya tidak begitu banyak hubungan dengan dirinya.


Jadi meskipun sudah melihat artikel yang akan menjungkir balikan kota Mako dia tidak terlalu memikirkan itu.


*

__ADS_1


Sedangkan di dalam kamar.


Alda sebenarnya sudah bangun seperti biasanya, namun setelah melihat artikel tentang kota Mako yang akan memiliki basis bursa pasar saham sendiri, dia langsung terkejut.


Setelah itu dia sibuk mencari informasi tentang itu.


Sehingga setelah menjelang siang akhir dia menemukan! Itu adalah perjanjian antara para keluarga besar, yang di pelopori oleh keluarga Button.


"Ternyata benar, kakek masih belum percaya bahwa aku tidak akan mampu untuk menahan gelombang yang menerpa keluarga Button kedepannya! Sehingga kakek masih memberikan pelatihan ini!" Ucap Alda setelah menyimpulkan.


Dia langsung tahu, kenapa kakeknya melakukan ini! Bahkan dia saat kota Mako sudah mulai stabil di pegang oleh dirinya dan Dion.


Bahkan dia juga tidak menyangka, dirinya dan keluarga Jink masuk dalam perangkap permainan yang di buat kakeknya.


Alda tidak keluar kamar karena dia sedang mempelajari untuk menghadapi perubahan kota Mako kedepannya! Karena setelah di pelajari lebih dalam, memang ini sangat merepotkan karena para cukong besar akan saling menunjukkan taringnya.


Sehingga dia dan Dion maupun Grup Brighton yang sebagai orang lokal akan sedikit mengalami hambatan jika mereka tidak siap untuk saling sikut, bisa jadi pasar ini akan di kuasai asing maupun pemain besar.


Saat sedang sibuk-sibuknya, pintu kamarnya di ketuk.


Tok...Tok...Tok...


"Ya, masuk saja! Tidak di kunci." Jawab Alda tanpa beban, memang ini karena bukan rahasia apa lagi terhadap Tama.


Setelah mendapatkan jawaban, Tama masuk dengan cepat! Lalu dia tanpa basa basi langsung duduk di sofa tempat di samping Alda.


Kamar Alda memang besar! Di sana di sediakan sofa panjang dan meja yang di tempatkan di depannya, bahkan ada tv besar di bagian depan tembok di hadapan sofa itu.


"Hei, sebenarnya apa yang sedang kamu kerjakan?" Ucap Tama sambil melihat ke arah laptop di hadapan mereka.


Tama adalah ahli dalam bidang ini! Setelah melihat dia langsung paham.


"Apa perlu serius seperti ini hanya melihat dan menganalisa kota Mako kedepannya hanya karena ada artikel yang di terbitkan oleh orang-orang atas?" Ucap Tama setelah melihat apa yang Alda kerjakan.


"Bukan itu yang aku maksud!" Ucap Alda, sambil menoleh ke arah Tama.


"Lalu?" Ucap Tama bingung.


"Setelah aku lihat! Sepertinya kakek ku dengan sengaja membuat perubahan kota Mako ini di saat aku sedang di sini!" Jawab Alda dengan tatapan serius.


"Maksud kamu?" Tama masih belum nyambung.

__ADS_1


"Lihat...!" Setelah itu Alda menuju ke arah pojokan, dia sama nama Charles Button tertera dalam surat edaran resmi.


"Tunggu sebentar, maksud kamu? Kamu adalah cucunya Charles Button?" Ungkap Tama terkejut.


Matanya melihat ke arah Alda dengan tidak percaya, karena dia tidak begitu percaya dengan obrolan ringan Alda barusan! Namun muka datar Alda menujunya bawah dia tidak bercanda saat mengatakan tadi.


"Hei, bukankah aku sudah pernah bilang saat kita turun gunung bahwa aku adalah Alda Button, apa kamu melupakan itu?" Tanya Alda heran.


"Sial, aku pikir bukan keluarga Button itu!" Keluh Tama, namun tatapan matanya masih sedikit terkejut.


Pantas saja dia terkejut! Karena keluarga Aditya dia saja yang paling berkuasa di kota Westa, hanya bisa di bilang tidak ada apa-apanya jika di bandingkan dengan keluarga Button di ibu kota.


"Bukankah keluarga Button hanya ada di ibu kota! Meskipun ada beberapa cabang namun semua ada di sana!" Keluh Alda.


"Aku ternyata sering memukuli cucu dari orang paling berpengaruh di negara ini!" Ucapan itu seperti sang bangga.


"Bukannya kebalik? Kamu yang selalu aku hajar." Alda tidak begitu terima.


"Baiklah-baiklah aku mengerti! Lalu apa yang sebenarnya kamu rencanakan kedepannya?" Tama langsung serius, dia tahu bahwa keluarga besar seperti keluarga mereka memang sangat rumit.


Hanya saja, Tama dari dulu sangat nakal sehingga dia tidak pernah kena buli oleh saudara lainnya! Malah dia yang membuli anggota keluarga lainnya.


Sehingga secara otomatis, anggota keluarga dia yang lainnya takut dan segan terhadap Tama sejak lama, apa lagi dengan kemampuan dia di bidang teknologi lebih menakutkan lagi! Sehingga sebagai keturunan utama dia sudah kokoh dari awal.


Hanya saja karena kelakuan nakal dia! Tama di hukum dengan di asingkan untuk memperbaiki kelakuan nakalnya namun hanya berubah sedikit saja.


Jika saja para anggota keluarga Aditya tahu, bahwa Tama tidak semena-mena kepada Alda mereka akan tercengang! Tama di tundukkan oleh Alda karena dia sering di pukuli dan kalah selalu sehingga dia tidak semena-mena.


Sedangkan terhadap Riko yang seimbang kekuatan bertarung mereka! Tama masih saja usil dan sering membuat emosi Riko meledak-ledak.


"Rencana aku ke depannya! Membuat kota Mako berada di bawah kendalinya Dion, karena ini kampung halaman dia." Jawab Alda dengan yakin.


"Kalau itu aku setuju! Jika seperti itu, sebaiknya kita kerjakan dengan cepat...!" Saran Tama.


Dua anak muda saling memandang, meskipun hanya sedikit kata yang mereka ucapkan namun dari tatapan serius keduanya sudah bisa di artikan.


\=


\=


..

__ADS_1


__ADS_2