Pewaris Tersembunyi

Pewaris Tersembunyi
268 KEKUASAAN DAN JABATAN DI ATAS SEGALANYA


__ADS_3

Chapter 268. KEKUASAAN DAN JABATAN DI ATAS SEGALANYA.


\=


Kota Westa semakin hari semakin mengerikan, karena Grup Brighton sekarang sudah di anggap sebagai grup besar di kota Westa bukan hanya di kota Mako.


Orang-orang kuat dalam dunia bisnis kota Westa sudah semakin sering memperhatikan Grup Brighton, nama Rizal bahkan sekarang sangat di kenal di kalangan atas.


Karena orang-orang yang akan bekerja sama untuk membangun distrik baru kota Westa juga harus melobi Rizal di Grup Brighton! Karena Rizal yang menjadi pucuk pimpinan di cabang kota Westa.


Siang hari ini di kantor cabang Grup Brighton banyak pengusaha besar yang berkunjung! Karena Grup Brighton pada hari ini membuka pertemuan bisnis.


Banyak kepala keluarga dari golongan 2 dan golongan 3 yang berbondong-bondong ke kantor cabang Grup Brighton di kota Mako.


Sekarang tiga perusahaan besar yang di ambil dari keluarga Readbulld sudah sepenuhnya di kendalikan oleh Rizal, sedangkan orang yang setia kepada keluarga Readbulld yang duduk di atas semuanya di pecat oleh Rizal dan jajarannya yang datang dari kota Westa.


Sedangkan orang yang memiliki potensi yang lama duduk di jabatan rendah di naikin jabatan mereka! Dua CEO dari perhotelan dan perusahaan energi di keluarkan karena tidak mau bekerja sama dengan Grup Brighton, sehingga sekarang dua perusahaan itu memiliki CEO baru.


Namun untuk pertambangan masih Nia Daniaty! Karena wanita ini masih sangat kompeten dalam aspek itu.


Di ruang rapat umum Grup Brighton cabang kota Westa, Rizal duduk di kursi kepala! Sedangkan tiga rekan lainnya berada di bawahnya dan ada lebih dari 20 orang yang hadir di sini dari tiga cabang anak perusahaan Grup Readbulld, termasuk 3 CEO masing-masing perusahaan.


Selain Nia Daniaty yang memegang perusahaan pertambangan! Ada juga dua laki-laki muda CEO baru perusahaan perhotelan dan perusahaan energi.


Keduanya baru saja menjabat karena di angkat oleh Rizal! Sehingga sekarang keduanya terlihat begitu antusias.


"Baiklah, karena di luar sedang ada kerumunan dari beberapa calon mitra usaha Grup Brighton, aku tidak akan lama-lama di sini! Setelah aku menyusun semuanya kalian bisa lanjutkan berdiskusi." Ucap Rizal dengan tatapan serius kepada orang-orang yang hadir.


Orang-orang di sana hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti! Setelah itu semua orang langsung melihat ke arah proyektor di ujung ruang itu.


"Terutama untuk CEO Rendra, karena kawasan distrik baru kota Westa akan segera di bangun, aku sarankan segera bangun perhotelan baru di sana karena kami tidak akan memberikan peluang ini kepada pengusaha lainnya! Apa anda mengerti?" Ucap Rizal yang berbicara sambil menatap pemuda yang umurnya tidak jauh dari Rizal yaitu kisaran 33 tahun.

__ADS_1


"Ya, sayang mengerti tuan!" Jawab pemuda yang di panggil dengan CEO Rendra.


"Bagus, segera urus dengan cepat! Aku memberikan tanggung jawab penuh kepada kamu." Lanjut Rizal, dia langsung memberikan kepercayaan penuh.


Degg..!


CEO Rendra langsung tertegun! Dia tidak menyangka, akan di berikan kepercayaan seperti ini, dulu saat dia bekerja di bawah keluarga Readbulld belum pernah di berikan kepercayaannya, padahal dia ingin menunjukkan kemampuannya bahwa dia mampu namun tidak ada kesempatan.


"Baik tuan, kepercayaan ini akan saya jaga dengan baik..!" Jawab Rendra berdiri langsung terus membungkuk hormat dengan cepat.


"Baik, sedangkan untuk yang lainnya semoga berjalan lebih baik lagi! Karena semu perjanjian yang ada di dalam surat edaran yang sudah kalian setuju adalah benar." Lanjut Rizal menerangkan.


Orang-orang di sana langsung tersenyum lebar, karena semakin mereka bekerja keras dan hasil semakin menguntungkan maka keutungan itu akan di begi kepada mereka dari hingga lebih dari 30% dari semua keuntungan, ini begitu menggiurkan bagi para pegawai kerah putih seperti mereka yang selalu mengharapkan kenaikan gajinya.


Namun dengan sistem seperti ini, jika gaji mereka tidak naik! Bonus dari keuntungan itu sudah cukup menutup kekurangan itu semua.


Akhirnya setelah selesai Rizal dan orang-orang yang ikut dari kota Mako keluar dari ruang rapat itu.


Akhirnya setelah Rizal keluar, ruangan itu langsung ribut! Orang-orang di sana langsung membicarakan bahwa tuan Rizal sangat keren, para wanita muda dan cantik di sana yang ikut rapat berbicara terang-terangan mereka rela jika tuan Rizal naik ke ranjang mereka.


Apa lagi ada kabar, bahwa Rizal belum menikah dan memiliki pasangan! Padahal sudah di bilang pria sukses bagi mereka.


Andai saja mereka melihat Rizal saat menjadi pegawai kerah putih biasa di kota Mako saat itu! Pasti mereka langsung mencibir, 'pemuda yang tidak memiliki masa depan dan tidak kompeten.' sayangnya mereka melihat sekarang jadi begini di puja-puja.


Karena kekuasaan dan jabatan di atas segalanya.


Sehingga mereka memandang tinggi Rizal yang sekarang! Itulah sifat manusia, jika sedang berkuasa maka akan di dekati oleh orang-orang sekitar.


Namun jika orang itu jatuh! Orang-orang tidak akan memperdulikan kesulitannya sama sekali, bahkan yang paling parahnya mereka mengolok-olok.


Nia mendengar bahwa banyak wanita muda yang rela rajang mereka di naiki oleh Rizal, seketika wajahnya memerah! Dia memang wanita yang berterus terang dalam beberapa hal apa lagi dalam hal bisnis, namun jika tentang perasaan hati! Dia adalah orang yang paling pemalu.

__ADS_1


Itulah kenapa meskipun dia sudah berumur 28 masih terus lajang! Karena dia sangat kaku dalam hal menerima dan mengungkapkan perasaannya.


*


Di aula bawah Grup Brighton cabang kota Westa.


Rizal dan rekan-rekannya sudah sampai di aula pertemuan! Setelah mereka masuk ke dalam aula pertemuan seketika, sinar dari lampu kamera yang memotret mereka berkedip sangat banyak.


Para wartawan lokal kota Westa bergerak maju, namun segera di batasi oleh keamanan dari kantor Grup Brighton ini.


Setelah naik ke podium Rizal di pandangi oleh banyak orang yang sudah berkumpul! Perasaan dia langsung campur aduk, karena dulu dia di acara seperti ini selalu berdiri di pojokan, karena hanya pegawai rendahan yang menemani atasan dalam kunjungan untuk membangun relasi bisnis.


Namun sekarang dia berdiri di pusat acara dan di pandangi oleh ratusan pasang mata! Membuat dia sedikit berkaca-kaca, namun akhirnya dia langsung bisa menstabilkan kondisinya.


"Baiklah, selamat datang semuanya di pertemuan bisnis yang di adakan oleh Gurp Brighton yang pertama kali di adakan di kota Westa ini." Ucap Rizal di hadapan semua orang.


Suara dia tenang dan menggema di seluruh aula yang sangat besar! Orang-orang yang duduk di kursi yang ada di bawah langsung tertuju padanya dan seketika teluk tangan bergema di seluruh aula pertemuan.


"Sebelumnya kami dari pihak Grup Brighton meminta ingin meminta maaf terlebih dahulu, karena menyambut tuan-tuan yang terhormat dengan acara sederhana seperti ini! Karena persiapan kamu yang sedikit buru-buru." Lanjut Rizal basa-basi.


Karena meskipun mereka tidak di suguhkan minuman dan makanan ringan sekalipun, atau yang paling parahnya mereka di sini berdiri pun akan tetap menerima! Karena mereka berharap perusahaan mereka yang di pilih menjadi mitra dalam hal pembangunan distrik baru kota Westa kedepannya.


Jika mereka di pilih! Keuntungannya sepadan dengan mereka sedikit menahan penderitaan di sini. Namun Grup Brighton memberikan tempat nyaman dan ada minuman maupun makanan ini sudah sangat bagus.


Para orang tua dari lapisan keluarga menengah paham akan hal seperti ini! Malah mereka yang seharusnya menyenangkan pihak Grup Brighton agar mereka mendapatkan kesepakatan besar ini.


\=


\=


...

__ADS_1


__ADS_2