
Chapter 083. WIDA DAN FLON DI PECAT.
\=
Luna terkejut, karena ini seperti rahasia perusahaan! Bagiamana bisa Wida memberikan penjelasan kepada Bara yang jelas bukan orang dalam.
"Wida, bagiamana kamu memberi tahu mereka?" Tanya Luna karena terkejut.
"Biar lah, itu hanya presentase kepemilikan saham! Perusahaan menyembunyikan itu hanya mereka malu saja sudah menjadi anak perusahaan lain." Ucap Wida acuh tak acuh.
"Benar kata Wida, toh kita hanyalah pekerja bekerja saat di kantor! Setelah di luar kita bebas, jadi kita tidak melanggar aturan!" Jawaban Flon seperti benar namun itu menyesatkan.
Jika semua karyawan seperti itu, maka semau perusahaan tidak akan memiliki rahasia bisnis.
"Dengar tuh Luna, jadi setelah kita keluar seperti ini kamu bukan lagi atasan kita!" Wida langsung bersemangat.
Luan hanya diam, namun dia tidak terima dengan pola pikir kedua temannya itu.
Alda hanya tersenyum miring saat mendengarkan percakapan mereka, sekarang Alda tahu kenapa perusahaan ini bisa pailit, pasti di sebabkan oleh dua wanita ini! Di tambah di bocorkan kepala dua eksekutif Grup Champion Ship seperti Bara dan Tino.
Ini membuat kecurigaan dia sejak awal sudah terbukti dengan percakapan mereka saja.
"Semuanya, aku izin ke toilet! Tidak terbiasa makan makanan seperti ini menjadi sedikit tidak tahan!" Ucap Alda, lalu dengan cepat bergerak ke arah toilet.
"Kampungan...!" Ejek Wida dengan wajah dan nada merendahkan.
Flon tertawa menawan, dia seperti benar-benar merendahkan Alda! Begitu juga Bara dia menggelengkan kepalanya tanda dia juga memandang jijik, Tino tidak terkecuali.
Luna melihat ini merasa tidak enak dengan Dion, karena mereka adalah teman-teman yang dia kenalkan sebelumnya terlalu memandang rendah Alda.
Sedangkan Alda adalah sahabat Dion, Luna tahu dalam sekali lihat bahwa Alda dan Dion mempunyai hubungan sangat baik.
Sedangkan Dion tahu Alda pergi untuk apa, karena dia juga melihat kejanggalan di percakapan mereka! Dion juga cerdas namun melihat konspirasi seperti ini dia belum mencium bahaya, namun Alda sudah tahu ada bahaya dalam mereka berempat terutama Wida dan Flon.
Setelah Alda sampai ke toilet, Alda mengeluarkan ponselnya! Dia menelfon ke Jhonatan.
"Paman Jo, segera periksa pegawai yang bernama Wida dan Flon! Mereka dari perusahaan yang baru saja paman Jo akuisisi kemarin!" Ucap Alda tanpa basa-basi, setelah ponselnya tersambung.
__ADS_1
"Taun Alda, ada apa dengan mereka?" Tanya Jhonatan Brighton sedikit kebingungan.
"Mereka benalu! Singkirkan dengan cepat setelah menemukan bukti kesalahan keduanya!" Alda tidak akan berbelas kasihan kepada orang yang akan berdampak merusak rencana dia.
"Baiklah, aku mengerti tuan Alda!" Jawab paman Jo, dengan cepat dia langsung paham apa yang di maksud Alda.
Setelah itu Alda langsung mematikan ponselnya, dia sedikit mencuci tangan dan wajahnya agar benar-benar meyakinkan dia habis buang air.
Alda akan membuat Wida dan Flon di pecat, karena keduanya seperti duri di dalam daging jika terus berada di tubuh kelompok mereka.
Alda berbuat seperti itu karena menurut dia, Wida dan Flon tidak pantas bekerja di perusahaan yang dia miliki! Karena perusahaan yang dia bentuk sekarang dia persiapkan untuk melawan keluarga Button kelak, sehingga di dalamnya harus orang-orangnya yang benar-benar bisa di andalkan.
Sedangkan keduanya sudah rusak di awal, jadi Alda langsung ingat mengeluarkan mereka.
Alda melakukan pergerakan di tempat terbuka seperti ini sudah memiliki hasil yang memuaskan, dia cukup rileks sekarang.
Di meja makan ruang pribadi, Bara masih ingat mencari informasi tentang Grup Brighton! Dia belum puas dengan jawaban Luna, sehingga dia terus bertanya.
Akhirnya Luna sudah menyadari, kenapa dia di paksa oleh Wida dan Flon untuk makan bersama. Ternyata pacarnya kedua wanita itu ingin mengorek lebih dalam tentang perusahaan yang baru mengakuisisi perusahaan tempat dia bekerja.
Jadi dia tidak akan merusak itu semua hanya karena makan ini, Luna langsung mengunci pembicaraan dengan Bara maupun Tino.
Malah dia selalu berfokus pada Dion, itu juga yang dia harapkan! Bisa makan dalam satu meja dengan Dion adalah impian dia sejak lama.
"Semua, maaf telah merusak mood kalian!" Ucap Alda setelah kembali duduk.
Dia langsung memasang wajah yang sangat bersalah, karena dia suasana di sana menjadi lebih canggung.
Melihat ini, Bara yang sudah kesulitan bertanya apa lagi terhadap Luna, malah lebih sulit lagi gara-gara ucapan Alda barusan.
Namun setelah memasang wajah bersalah, dia kemudian makan dengan lahap tanpa menghiraukan orang-orang di sekitar! Hingga suasana hening seketika.
Alda mendongak, lalu memandang sekeliling meja itu dia seketika tersenyum.
"Memang aku ganteng saat sedang makan, namun kalian tidak perlu melihat aku seperti itu! Aku kan jadi tidak enak." Ucap Alda sambil tersenyum.
Luna hampir tertawa karena menurut dia Alda itu lucu! Jika ganteng memang Luna mengakui bahwa Alda ganteng namun dia sudah jatuh hati kepada Dion sejak lama, jadi dia tidak terpesona.
__ADS_1
Sedangkan Bara dan Tino sangat kesal melihat itu, namun keduanya hanya bisa menahan amarahnya.
Wida tersenyum sinis, dia memang mengakui bahwa Alda ganteng namun jika kere dia tidak tertarik sama sekali! Flon juga hampir sama dengan Wida.
"Ha-ha-ha, Alda kamu seperti biasa selalu menggoda wanita seperti ini!" Ucap Dion tertawa melihat Alda.
Dion tidak biasa seperti ini, sehingga dalam kepura-puraan dia sangat kaku! Jadi di lihat oleh yang lain ini seperti di buat-buat.
Dion tau, bahwa Alda ingin membuat lelucon! Sehingga dia mendukung Alda namun dia sangat kaku saat berakting jadi seperti tidak nyambung sama sekali, akhirnya membuat suasana menjadi garing dan lebih canggung lagi.
"Sudah lanjutkan makan saja! Keburu dingin nanti tidak enak rasanya." Luna langsung menengahi.
Akhirnya Alda dan Dion kembali makan dengan lahap, keduanya seperti tidak pernah makan enak sebelumnya! Ini membuat keempatnya merasa ilfil setengah mati.
Namun Luna malah bersemangat, dia terus memasukkan sesuatu yang dia olah ke dalam mangkuk Dion, sesekali terhadap Alda! Sedangkan yang dia makan sendiri sangat sedikit.
"Wah ternyata setelah terbiasa, makan-makanan seperti ini sangat lezat!" Alda kembali bersuara.
"Orang miskin pasti bilang seperti itu, karena makan makanan seperti ini pasti hanya sekarang!" Wida menyindir dengan sangat sinis.
"Wida sayang, jangan seperti itu! Mungkin di masa depan dia tidak akan bisa makan lagi, sehingga sekarang di puas-puaskan memakannya." Bara mengingatkan Wida, namun ucapan berikutnya tidak kalah menghinanya.
"Kapan lagi bisa makan enak, sehingga langsung memanfaatkan peluang ini!" Tino juga ikut menyindir.
Alda tidak menghiraukan, dia selesai makan langsung minum bir!.
"Wah bir yang enak! Sangat pas dengan makanan hangat ini!" Puji Alda.
"Alda jika enak, maka tambah birnya!" Luna menyerahkan gelas bir miliknya ke Alda.
\=
\=
Jika masih banyak typo, maafkan author 😁
...
__ADS_1