Pewaris Tersembunyi

Pewaris Tersembunyi
192 MENANGIS KETAKUTAN


__ADS_3

Chapter 192. MENANGIS KETAKUTAN.


\=


Tama, Alda, Hana dan Hani melihat ke arah sumber suara! Mereka cukup kaget, terutama Dion dia menoleh lebih cepat dari mereka berempat.


Dia cukup heran, kenapa malam ini banyak sekali orang-orang yang berlagak dengan menggunakan nama kelompok Beruang Hitam.


Setelah Dion menengok dia melihat empat anak muda dengan pakaian yang nyentrik! Kemeja yang mereka gunakan di buka kancing bagian atasnya, lalu kalung rantai menggantung di leher mereka masing-masing.


Kedatangan mereka di hiasi oleh asap rokok cerutu yang sangat tebal, ini membuat mereka semakin terlihat begitu mendominasi.


Setelah dekat kira-kira jarak mereka 10 meter jauhnya, akhirnya muka empat orang itu terlihat.


Wajahnya sangar dan arogan! Tampang dan tatapan dia seperti memandang dunia ini sangat rendah. Apa lagi orang-orang di hadapannya saat ini.


Namun setelah emang orang itu mengedarkan pandangannya, dia melihat Simon di sana.


"Kak Simon, apa anda juga sudah menerima informasi di sini ada pembuat onar? Bahkan para bedebah itu berani memukuli orang-orang kita." Ucap orang yang tadi membentak sebelum mendekat ke sini.


Simon yang mendengar pertanyaan itu ingin sekali menendang orang itu! Bagaimana bisa dia datang ke sini, sedangkan di sini ada bos besar namun datang seperti ini dengan gaya arogan.


Tap..Tap..Tap..!


Plaakkk..!


Simon langsung melangkah lebar mendatangi orang yang berbicara itu, lalu dengan cepat menampar dengan keras.


Di tampar tiba-tiba oleh pemimpin tim, membuat dia langsung mundur beberapa langkah bahkan kini ada cap lima jari di wajahnya, namun dia hanya meringis kesakitan dan kebingungan.


"Bajingan, siapa yang bilang di sini ada pembuat onar?" Bentak Simon saking kesalnya.


"Kak Simon, aku tadi menerima panggilan telepon! Katanya di sini ada sekelompok orang pembuat onar bahkan begitu arogan dan berani memukul orang-orang kita." Ucap orang itu kembali.


Plaakkk..!


Simon kembali menampar orang itu! Dengan tatapan tajam dia langsung mau berucap namun di belakang dia ada yang berucap.


"Simon, hentikan!" Ucap Dion.

__ADS_1


Dia lalu memandang empat orang yang berdiri dengan arogan! Setelah itu dia langsung mendatangi mereka.


"Ketua Dion! Tapi mereka." Ucap Simon, tidak bisa melanjutkan kata-katanya.


Empat orang itu, mendengar kata-kata kak Simon dengan sebutan ketua Dion! Mereka pernah mendengar bahwa ketua tertinggi kelompok Beruang Hitam adalah Dion, namun mereka tidak menyangka Dion masih sangat muda, bahkan mereka saja kalah muda.


Namun empat orang itu tidak berucap, mereka hanya melihat Dion mendekat.


"Apa maksud kamu, mendengar informasi ada pembuat onar itu dari mereka?" Ucap Dion, sambil menunjuk ke arah dekat dengan dinding kios.


Di sana ada dua orang, yang satu menangis ketakutan! Sedangkan yang satu sudah terkapar dengan wajah bengkok dan lebam.


Melihat itu, salah satu dari mereka berempat melebarkan matanya! Sedangkan tiga lainnya hanya saling melirik tidak paham.


"Ya, dari dia!" Ucap orang yang tadi di tampar Simon.


"Jika bener dia, maka si pembuat onar adalah aku!" Jawab Dion dengan tenang.


Setelah memproses ucap itu! Mata empat orang yang tadi datang dengan arogan dan mendominasi langsung menyusut! Setelah memikirkan dengan cermat, akhirnya keempatnya langsung gemetar ketakutan.


'Sial, bagiamana bisa dua bedebah itu menjerumuskan kita?' Ucap salah satu dari mereka di benak.


Bagiamana tidak berani, orang itu adalah ketua kelompok! Dia memiliki hak mutlak tentang peraturan di dalam kelompok.


"Ketua Dion! Kami tidak tahu, yang kami dengar kata dia ada sekelompok orang pembuat onar! Orang itu sangat arogan, tapi jika itu ketua Dion. Maka itu wajar." Ucap orang itu dengan langsung melemparkan kesalahan sebelumnya kepada dua orang tadi.


Wajar keempatnya seperti terlihat akan mengisi, jika tahu seperti ini mereka enggan datang! Bagiamana mereka punya nyali untuk membentak ketua tertinggi di kelompok mereka.


"Begitu, lalu apa maksud ucapan mu sebelumnya itu?" Dion langsung menekan dengan pertanyaan menjebak.


"Itu, itu...! Itu karena kami tidak tahu kalau yang sedang menekan kedua bajingan itu tuan Dion, jadi kami hanya berinisiatif untuk melindungi sesama rekan satu kelompok saja, Iya itu maksudnya." Dia langsung menjelaskan dengan tergagap, setelah terpikirkan itu akhirnya hanya bisa berucap seperti itu.


Memang itu hanya ucapan perlindungan sebagai sesama kelompok saja! Jika itu orang lain yang menghina kelompok mereka, maka hanya akan menemui kematian.


Dion menatap tajam empat orang itu, lalu akhirnya dia tersenyum lebar.


"Bagu, melindungi sesama kawan itu baik! Tapi jangan mengandalkan kekuatan dari kelompok Beruang Hitam untuk memeras orang lain! Jika ketahuan setelah ini, akan saya patahkan sendiri lewat dan tangan orang itu." Ucap Dion.


Ucapan di awal dengan senyuman, namun di akhir dengan berat dan penuh penekanan.

__ADS_1


Alda di belakang hanya menggelengkan kepalanya, dia tidak menyangka bahwa dengan adanya kejadian seperti ini akan ada pesan moral yang keluar dari mulut Dion.


"Baik ketua Dion, kami mengerti!" Ucap empat orang itu bersamaan.


"Bagus! Simon bereskan dua orang itu, lalu kedepannya jika ingin merekrut anggota harus selektif." Sebelum melangkah pergi ke sisi Alda dan yang lainnya, Dion mengingat dulu mereka.


"Baik ketua Dion!" Jawab semua orang dari kelompok Beruang Hitam yang ada di sana.


Setelah itu, Dion melangkah kembali ke sisi Alda dan yang lainnya.


Pak Datum melihat kebijakan Dion hanya bisa tersenyum bangga! Jika orang hebat dan kuat seperti ketua Dion semua, pasti kota maka dari dulu akan damai.


Setelah mendengar perintah itu, Simon dan yang lainnya seperti mendapatkan titah pengampunan! Jadi langsung bergegas pergi dengan yang lainnya langsung menyeret dua orang yang tadi berselisih dengan Tama.


Melihat semua orang itu pergi Tama hanya mendengus kesal.


"Seharusnya, aku tadi langsung menghabisi mereka semua!" Keluh Tama.


Plaakkk..!


"Aaahhhhh.." Tama langsung menjerit sakit setelah kepalanya di tabok oleh Alda dengan keras.


"Kamu pikir mencari orang itu mudah! Mereka nantinya adalah orang-orang kelompok Beruang Hitam, bagaimana bisa main hajar dan habisi." Ucap Alda mengingatkan Tama.


Memang benar, mencari anggota yang setia dan loyal itu sulit! Sedangkan empat orang itu hanya datang untuk membantu, bagiamana akan di habisi juga! Menurut Alda cukup dia orang pembuat onar saja.


"Baiklah, aku hanya bercanda!" Jawab Tama, langsung menampik ucapan dia barusan.


Pak Datum dan putrinya yang ada di sana melihat itu hanya bisa diam dan tertegun! Karena di perkenalan tadi Tama adalah bosnya, namun sekarang bos main di tabok seperti itu.


Jika iya, lalu identitas Alda seperti apa? Itulah pikiran keduanya, namun mereka tidak berani bertanya.


"Baiklah, mari kita makan kembali! Anggap saja tadi itu hiburan." Ucap Tama, dia seperti melupakan dengan sekejap pukulan keras Alda barusan.


Akhirnya, mereka semua kembali ke bilik tempat maka tadi! Karena acara pesta mereka semua baru setengah jalan.


Sedangkan, pak Datum dan putrinya kembali ke dapur.


\=

__ADS_1


....


__ADS_2