Pewaris Tersembunyi

Pewaris Tersembunyi
216 MENGHADIRI PELELANGAN


__ADS_3

Chapter 216. MENGHADIRI PELELANGAN.


\=


Lima orang sedang berdiri di depan Hotel Puncak! Mereka adalah Alda, Tama, Cika, Hana dan Hani.


Lima anak muda dengan dua laki-laki tampan dan tiga wanita cantik! Membuat orang-orang yang ada di sana melihat mereka dengan minat.


Namun setelah orang-orang itu melihat di antara mereka ada Cika Lims! Seketika mereka penasaran siapa orang-orang di sampingnya, hingga akhirnya ada beberapa orang mengenali bahwa salah satu dari laki-laki itu adalah anak sulung keluarga Aditya.


"Hei, apa kamu tidak kenal? Itu adalah Tama Aditya, orang yang mempunyai julukan si iblis kecil kota Westa pada saat 10 tahun yang lalu." Ucap seseorang paruh baya, dengan suasa yang sangat lirih.


Yang datang ke Hotel Puncak sekarang adalah orang-orang kelas menengah ke atas, karena mereka akan menghadiri pelelangan hari ini yang di adakan di sini! Begitu juga Tama dan yang lainnya.


Karena mereka adalah kalangan atas sehingga mereka pernah mengenal Tama, si iblis kecil kota Westa! Jadi meskipun sudah lewat 10 tahun, wajah Tama yang tetap sama tidak beda jauh dengan dulu, langsung di kenali oleh mereka dengan mudah apa lagi yang dulunya memang pernah kenal dengan Tama Aditya.


"Kenapa kita menuju ke Hotel ini?" Tanya Alda keheranan.


"Di sini akan di adakan pelelangan hari ini! Aku di perintahkan kakek kali ini untuk mewakili keluarga Aditya yang di undangan ke sini, sedangkan Cika mewakili keluarganya sendiri." Jawab Tama, lalu dia melangkah masuk dengan tenang.


Hotel ini dulunya adalah tempat yang sering di kunjungi Tama! Meskipun hotel ini bukan milik keluarganya, namun keluarga Aditya masih memiliki beberapa saham di hotel ini.


Sehingga dulu para petinggi sangat mengenal tuan muda keluarga Aditya! Jika saja para petinggi di hotel ini masih yang sebelumnya, pasti orang itu akan menyambut dengan sapaan yang sopan kepada Tama dan yang lainnya yang sekarang berjalan bersama Tama.


Tama tidak peduli meskipun dia sedang di bicarakan beberapa orang! Karena menurutnya itu hanya bualan belaka, jangankan sekarang yang mental Tama sudah di bentuk lebih baik dari pada yang dulu.


Sedangkan saat dulu saja dia tidak memperdulikan ucapan orang lain, apa lagi sekarang yang benar-benar sudah matang dalam hal berpikir.


Tama dan yang lainnya sampai di lobi! Setelah itu langsung di sambut baik oleh pelayan di sana.


"Ada yang bisa saya bantu tuan-tuan?" Ucap pelayan wanita cantik itu.


"Bawa aku ke ruang pelelangan!" Ucap Tama sambil mengeluarkan surat undangan, sebenarnya jika Tama mengandalkan nama keluarganya juga tidak perlu menggunakan undangan.

__ADS_1


Karena tamu VIP maupun VVIP sudah terdaftar di setiap kursi tamu! Termasuk keluarga Aditya dan keluarga Lims.


Namun Tama lebih baik seperti orang-orang pada umumnya! Sehingga dia tidak segan membawa undangan dari pihak pelelangan.


Pelayan yang penerima tamu itu langsung terkejut setelah menerima undangan dari Tama dan juga undangan dari Cika! Karena undangan itu termasuk undangan tamu VVIP.


Dengan cepat, pelayan penerima tamu langsung mengantarkan mereka semua ke dalam ruang khusus pelelangan, karena mereka adalah tamu VVIP sehingga pelayan itu begitu hati-hati mengantarkan Tama dan yang lainnya ke dalam ruang pelelangan.


Hotel Puncak memang memiliki ruang khusus untuk pelelangan, ruangan ini sangat luas! Panggung pelelangan di ujung aula sangat besar, setelah itu ada kursi tamu yang semakin ke belakang semakin naik.


Kursi tamu semakin depan semakin bagus dan mewah! Itu adalah area VIP dan VVIP, yang duduk di sana adalah orang-orang dari kalangan atas.


Setelah masuk, pelayan itu langsung membungkuk hormat.


"Tuan muda, silahkan masuk ke barisan pertama deretan kursi nomer 10!" Ucap pelayan wanita cantik itu dengan senyum anggun.


"Sedangkan nona muda, anda di barisan pertama dan deretan kursi nomer 15!" Ucap pelayan wanita cantik itu mengatur dengan cepat.


Karena sudah berpengalaman, sehingga dia langsung tahu karena undangan mereka ada nama keluarga masing-masing! Di dalam daftar tamu juga sudah di atur sedemikian rupa.


"Terimakasih..!" Jawa Tama dan Alda hampir bersamaan.


Karena kursi mereka terpisah, akhirnya Tama bersama Alda sedangkan Cika Lims dengan Hana dan Hani duduk di kursi yang di sediakan untuk keluarga Lims.


Setiap keluarga besar, bisa membawa lebih dari satu orang untuk mendampinginya! Itu karena biasanya tuan muda di dampingi oleh pelayan tua dan penasehat yang sudah di sewa mereka.


Karena di setiap pelanggan sering ada persaingan sengit! Sehingga jika tuan muda itu tidak bisa mengontrol emosinya maka akan merugikan keluarga! Pernah kejadian barang yang murah bisa di tawar begitu mahal karena bersaing dengan musuh mereka di pelelangan ini.


Sehingga para keluarga besar mengajukan setiap keluarga besar bisa di dampingi oleh satu atau dua orang.


Jadi sekarang deretan kursi milik keluarga Aditya kosong satu! Namun Tama tidak memperdulikan itu.


"Tama kenapa kamu mengajak kita ke pelelangan seperti ini? Apa ada hal menarik?" Ucap Alda masih sedikit bingung.

__ADS_1


"Entah, aku hanya di suruh kakek untuk menghadiri pelelangan ini dan kamu harus ikut! Aku juga tidak tahu pemikiran kakek." Keluh Tama, dia masih enggan berbicara banyak dengan Alda.


Plak...!


"Hehe, kamu masih marah dengan ucapan ku saat berbicara dengan tuan besar Aditya waktu di tanya tentang Cika?" Ucap Alda setelah menepuk pundak Tama.


"Sudah lah tidak perlu di pikirkan, toh Cika juga tidak menghambat kamu berbuat sesuatu! Jika dia melarang ini dan itu, baru kamu bisa melarang dia dekat dengan mu!" Lanjut Alda menasehati.


Mendengar ini, Tama mengerutkan keningnya! Lalu dia melirik Cika yang jauh di sebelah kanannya, setelah itu dia melihat Cika Lims memang sangat cantik dan menawan.


Dia sedang berbicara dengan Hana dan Hani! Senyum senang dan cerahnya membuat orang-orang sekitar ingin terus memandangi mereka bertiga.


Dari sekian banyak tamu yang sudah datang, kebanyakan dari mereka adalah laki-laki sedangkan wanita hanya sedikit! Ada yang muda dan kebanyakan dari mereka paruh baya.


Akhirnya dia tahu bahwa Cika selalu mengekor dirinya akhir-akhir ini, namun anak itu tidak pernah memprotes Tama akan berbuat apa, malah kadang Cika itu sering membantu dirinya menyelesaikan masalah.


"Baiklah, lupakan saja soal itu!" Jawab Tama, entah mengapa setelah di nasehati Alda seperti itu, dia sedikit kasihan terhadap Cika.


Selagi mereka mengobrol, masih banyak tamu yang datang ke ruang pelelangan! Yang hadir saat ini sudah lebih dari ratusan orang.


Membuat suasana yang tadinya agak sepi kini semakin bising! Kebanyakan mereka adalah rekan kerja dan bisnis, sehingga setelah bertemu mereka berbincang ringan untuk basa-basi dan mempererat hubungan.


Suasana masih bising! Namun di barisan depan tidak terlalu ribut, karena mereka menganggap diri mereka adalah orang-orang terhormat, sehingga lebih menjaga etika berbicara.


Saat Tama dan Alda sedang mengobrol tadi, di samping kanan mereka terdengar suara yang sedikit keras.


"Hai, nona Cika Lims! Kamu hari ini sangat cantik, bahkan membawa teman yang tidak kalah cantik! Apa kamu bisa kenalkan mereka berdua kepada ku?" Ucap seseorang yang duduk di barisan depan dan urutan kursi no 13.


Tama melihat orang itu, sedangkan posisi duduk mereka terhalang no 11 dan 14, namun dapat di dengar begitu jelas oleh Alda dan Tama ucapan orang itu! Apa lagi oleh Cika, Hana maupun Hani karena orang itu berbicara memang di tujukan kepada mereka bertiga.


Tama mengerutkan keningnya, karena dia sedikit mengenal orang yang berbicara itu.


\=

__ADS_1


\=


...


__ADS_2