Pewaris Tersembunyi

Pewaris Tersembunyi
114 MENDATANGI MUSUH


__ADS_3

Chapter 114. MENDATANGI MUSUH.


\=


Malam semakin larut di langit kota Mako, hujan yang memang sudah deras sedari tadi seperti tidak ada tanda-tanda akan berhenti! Malah terlihat semakin menggila.


Genangan air di jalanan, trotoar hingga taman sudah meluap tinggal! Saluran air bergemuruh besar di malam yang sunyi.


Orang-orang normal sudah tidak memiliki keinginan keluar ruang, mereka sudah nyenyak dengan selimut dan guling mereka masing-masing.


Namun di jalan kota Mako yang sangat sepi! Satu mobil off-road besar berwarna hitam pekat menderu membelah genangan air di jalanan yang sudah memenuhi aspal jalanan.


"Sepertinya malam ini hujan begini mendukung aksi kita?" Ucap Dion seperti sedang bertanya kepada seseorang.


"Entah lah, mungkin ini kebaikan alam untuk mendukung mu membalas dendam!" Jawab Alda yang ada di kursi depan samping kemudi.


Setelah menjawab seperti itu Alda menengok ke belakang, dia akhirnya ingin bahwa pakaian kedua wanita itu sangat terbuka akhirnya akhirnya Alda mencoba bertanya.


"Pakaian kalian begitu terbuka, sekarang hujan deras apa tidak dingin nantinya?" Tatapan Alda sedikit tidak enak, dia bingung untuk menaruh di mana tatapan dia saat ini jika sedang berbicara dengan mereka.


"Tidak masalah, hanya seperti ini! Dulu kita sering melakukan misi di pegunungan salju, sehingga dingin seperti ini tidak akan terasa!" Jawab Hana.


"Benar, jangan meremehkan kita!" Hani juga menimpali.


Bagaimana dia rela mengganti pakaian tempur yang dia suka saat ini! Menurut Hani menggunakan pakaian ini adalah kebanggaan seorang wanita bisa menunjukkan pesonanya.


Bahkan Hani menyadari bahwa tatapan Alda seperti terpana dengan pesona mereka sekarang, sehingga dia sangat senang bisa membuat Alda salah tingkah.


"Baiklah, itu terserah kalian!" Jawab Alda pasrah.


Mobil off-road yang di kemudian oleh Dion terus membelah hujan! Karena keadaan cuaca yang begitu buruk, laju mobil sedikit lambat sehingga tidak pas dengan terget perjalanan mereka.


"Berapa lama lagi kita akan sampai?" Tanya Hana.


"Kurang dari 5 menit! Sebaiknya kita bersiap!" Jawab Dion.


Setelah di beritahu alamatnya oleh Alda, Dion langsung tahu ke mana arah tercepat yang mereka akan lalui! Sehingga dia langsung mengerti akan berapa lama mereka menempuh perjalanan.


Keempat orang itu sudah siap untuk mendatangi musuh.


*


Sedangkan di sudut kota Mako, tempat di mana ada beberapa tempat hiburan milik kelompok kecil yang ada di sudut kota Mako.


Suara jeritan dan kesakitan terus bergema! Di tambah suara pukulan tongkat besi ke tubuh manusia.


"Sial, siapa kalian? Beraninya menyerang kelompok kalajengking merah?" Bentak orang yang sedang di pukuli.

__ADS_1


Braakk..!


"Mati saja kamu!" Bentak Brogi dengan tatapan ganas.


Kraakkk..!


Seketika tongkat besi di hantaman kan di betis orang yang mengancam .


Dia sudah menunggu saat-saat seperti ini selama 10 tahun lamanya! Namun setelah melakukan serangan seperti ini di ancam dengan nama besar kelompok kalajengking merah. Apa dia akan takut? Malah amarahnya meluap tidak terbendung.


Banyak orang yang ketakutan di sudut ruangan! Mereka adalah berandalan kecil di kota Mako, biasanya hanya menyerang turis kecil namun sekarang ada pertemuan besar.


Sedang menikmati minuman untuk menghangatkan tubuh saat hujan deras, namun sebanyak puluhan orang langsung menyerbu.


Mereka adalah kelompok yang di pimpin oleh Brogi! Dari kelompok Beruang Hitam, setelah mendapatkan instruksi langsung menuju ke bar ini.


"Aaahhhhh..!" Lolongan keras di dalam bar.


Jeritan wanita pelayan terdengar juga.


"Habisi semua orang dari kelompok kalajengking merah!" Bentak Brogi dengan ganas.


"Kak Brogi, sudah tidak ada orang dari kelompok kalajengking merah! Mereka semua sudah lumpuh." Ucap orang yang datang dari ruangan berbeda.


"Bagus! Bikin mereka semua sekarat, lakukan seperti mereka melakukan kepada kita 10 tahun lalu." Jawab Brogi.


Dia sangat ingat! Saat dia memimpin orang-orang kecil dari kelompok Beruang Hitam, mereka di bantai habis oleh sekelompok orang dari kelompok kalajengking merah.


Sehingga dia ingin kejadian itu di balik! Dia yang menjadi pemburu dan kelompok kalajengking merah yang di buru, ini adalah keinginan dia seumur hidup.


Sehingga setelah mendapatkan instruksi dari Dion dia begitu semangat! Akhirnya malam yang dia impikan segera terlaksana.


Setelah itu, suara erangan dan jeritan panjang kembali terdengar! Hiruk pikuk di bar itu begitu menegangkan.


Hanya butuh 10 menit! Semua orang sudah terkapar sekarat.


Brogi maju mengangkat orang yang muka dan sekujur tubuhnya berlumuran darah.


"Hei, apa kamu pemimpin dari bedebah yang ada di sini?" Ucap Brogi.


"Ya, ya! Kami adalah kelompok kalajengking merah." Jawab orang itu dengan susah payah.


"Hubungan orang kalajengking merah! Bahwa Beruang Hitam datang." Ucap Brogi lalu membanting orang itu kembali ke lantai.


Dengan cepat orang itu mengeluarkan ponselnya, dengan tangan gemetar dan banyak noda darah langsung menelpon.


"Pemimpin divisi 6, di distrik utara kelompok Beruang Hitam datang!" Ucap dia dengan cepat, takut orang di sebrang sana tidak mendengar ucapan dia.

__ADS_1


Baammm...!


"Aaaahhhh...!" Jerit orang itu setelah kepala dia di hantam tongkat besi.


"Apa yang terjadi...?" Di sebrang sana langsung bertanya.


"Tut...!"


Namun sambungan telfonnya di matikan oleh Brogi! Dia hanya butuh bahwa kelompok kalajengking merah mendapatkan kabar bahwa mereka mendapatkan serangan teror.


Kreeek..!


Ponsel itu hancur di remas oleh Brogi! Setelah itu dia langsung memberikan tanda sayat di lehernya kepada teman yang memandang dia di depannya saat ini.


Orang-orang itu mengangguk! Lalu dengan cepat mengeksekusi beberapa dari mereka yang masih bisa bergerak bebas.


Setelah beras, 25 orang itu pergi dari sana untuk menuju titik lain! Karena jika mereka semua dari kelompok kalajengking merah berkumpul akan sangat merepotkan karena anggota mereka hampir ribuan.


Beberapa mobil Van langsung pergi dari distrik utara! Meskipun di sana banyak anggota kelompok kalajengking merah namun tidak menargetkan untuk menyerang sekaligus karena kekuatan mereka masih terbatas.


Sehingga dengan taktik grilia maka dengan jumlah kelompok yang kecil bisa menang.


Tidak hanya di tempat distrik utara! Di distrik timur juga sama, ada sekelompok orang yang membantai kelompok kalajengking merah dengan kesadisan yang sama.


*


Di Club Mako Champions.


Ruangan pribadi tempat para petinggi berkumpul, pemimpin divisi 6 menurunkan ponsel dari telinganya.


"Apa yang kamu dapatkan?" Tanya Gerry pada pemimpin divisi 6.


"Ketua Gerry, di distrik timur dan distrik utara kelompok kalajengking merah yang sedang menjalankan tugas ada yang membantai!" Ucap pemimpin divisi 6.


Gerry masih tenang, dia memikirkan musuh mana yang bersembunyi di kegelapan? Bagaimana ini bisa terjadi.


"Pelakunya, Beruang Hitam!" Pemimpin divisi 6 melanjutkan informasi yang dia dapatkan.


"Baammm...!"


Gerry langsung memukul meja di depannya.


"Hubungi Aron...! Segera ke distrik timur dan Utara." Ucap Gerry.


"Baik...!" Jawab pemimpin divisi 6.


\=

__ADS_1


...


__ADS_2