
Chapter 236. HANSEN READBULLD.
\=
Ruang kantor Presdir Group Readbulld sepi seketika setelah Hansen Readbulld murka, dia sekarang masih duduk dengan wajah yang tidak enak di pandang.
Di awalnya dia tidak terlalu peduli! Readbulld pikir Grup Brighton sangat mudah di hadapi, namun setelah menyelidiki beberapa kasus sebelumnya di kota Mako.
Hansen Readbulld seketika berpikir keras, bahwa Grup Brighton kedepannya akan sulit di hadapi! Sehingga dia hanya bisa marah kepada anak keduanya dan cucunya.
Karena gara-gara mereka berdua yang terlalu meremehkan lawan di awal, sehingga masuk dalam situasi sulit seperti ini! Yang awalnya proyek besar distrik baru kota Westa akan di jadikan batu loncatan untuk keluarganya agar bisa berdiri kokoh di puncak keluarga teratas, namun hanya dengan kesalahan sepele di awal mereka langsung hilang kesempatan untuk meroket ke puncak.
Sehingga wajar, bahwa Hansen Readbulld sebagai generasi yang tua saat ini sangat marah! Jika tahu akan jadi seperti sekarang, ingin rasanya dia yang datang ke pelelangan kota Westa di Hotel Puncak beberapa waktu lalu.
Penyesalan tidak ada obatnya, sehingga dia hanya bisa berjuang merebut kembali hak yang seharusnya jadi milik keluarganya! Namun dia tidak tahu seberapa kuat dari penduduk Grup Brighton itu.
Apa lagi dia juga sedikit tahu tentang keluarga Jink yang mundur dari kota Mako setelah beberapa kali melawan Grup Brighton! Namun entah apa masalahnya kenapa keluarga Jink bisa mundur belum Hansen Readbulld dapatkan kepastiannya.
Sehingga dia masih sedikit yakin bisa memberikan tekan kepada Grup Brighton! Lalu Grup Brighton bersedia memberikan tanah distrik baru kota Westa dengan harga murah kepadanya.
"Ayah, lalu apa yang harus kita lakukan? Untuk menyelidiki eksekutif Grup Brighton itu, aku sedikit khawatir orang di balik Grup Brighton akan berbalik menyerang kita!" Ucap Ahsan Readbulld sambil menimang kerugian dan keuntungan yang menimpa keluarga Readbulld kedepannya.
Ahsan Readbulld adalah orang yang selalu berpikir bagaimana dampak setelah dia mengambil keputusan! Saat dia di pelelangan waktu itu juga berpikir demikian, namun dia tidak tahu apa itu Grup Brighton.
Sehingga dia mengambil keputusan yang salah dengan mundur terlebih dahulu dan merebutnya kemudian! Namun setelah di telisik lebih dalam, dia baru menyesali karena Grup Brighton adalah Grup yang besar.
Bahkan sudah bekerja sama dengan beberapa keluarga besar! Termasuk keluarga Aditya, keluarga super di kota Westa ini.
Jika di bandingkan dengan keluarga Aditya! Keluarga Readbulld masih sedikit lebih rendah statusnya, apa lagi jumlah kekayaan keluarga Aditya jauh di atas keluarganya! Sehingga masalah ini membuatnya sedikit pusing dan tertekan.
Apa lagi, di hadapkan dengan kemarahan dari ayahnya! Ini lebih membuat dia lebih tertekan.
"Tenang saja, sepertinya dia hanya eksekutif biasa! Lagian sepertinya dia masih sangat muda, jadi tidak perlu di cemaskan lebih dalam, selidiki dia lebih jauh dan cermat." Ucap Hansen Readbulld dengan wajah datar dan menopang kepalanya dengan tangan di atas meja.
Sepertinya dia juga sedikit pusing! Namun karena sudah sering melewati berbagai macam masalah hidup, sehingga terlihat biasa saja oleh orang lain.
__ADS_1
"Baik ayah, aku mengerti!" Ucap Ahsan Readbulld mengangguk, lalu dia segera bangun.
"Lalu bagaimana dengan ku?" Ucap Hiski Readbulld.
"Terserah kamu, yang penting ada hasilnya!" Ucap Hansen Readbulld membebaskan cucu pewarisnya untuk mengambil keputusan sendiri, agar bisa lebih berkembang.
"Baik Kakek!" Jawab Hiski Readbulld, dia juga langsung keluar dari ruang kerja kepala keluarga.
Hansen Readbulld menatap ke luar jendela setelah menyibakkan gorden yang ada di jendela itu! Setelahnya sorot sinar matahari pagi langsung masuk ke ruang kerja kepala keluarga.
Yang tadinya suasana dingin dan mencekam kini menjadi lebih hangat, membuat wajah tua dari Hansen Readbulld lebih berseri dari sebelumnya.
"Grup Brighton, seperti cepat atau lambat aku akan bersaing dengan mereka! Lebih baik aku waspada lebih awal." Gumam Hansen Readbulld.
Lalu dia memikirkan banyak hal setelahnya.
*
Sedangkan, di halaman belakang kediaman keluarga Aditya! Alda, Hana dan Hani masih melakukan gerakan dari jurus yang mereka pelajari.
"Ya...! Apa kamu sudah sampai di kota Westa?" Ucap Alda setelah menerima panggilan telepon yang masuk barusan.
"Sudah tuan Alda! Aku sekarang ada di bandara!" Ucap Rizal di sebrang sana.
"Berapa orang yang ikut dengan kamu sekarang?" Tanya Alda ingin tahu.
"Aku hanya berangkat dengan tiga orang rekan kerja di Grup Brighton, tuan! Mereka yang akan membantu aku bekerja di kota Westa ini." Ucap Rizal menjelaskan.
"Baiklah, akan aku jemput setelah ini!" Ucap Alda.
"Tidak perlu tuan, aku hanya mengabari tuan Alda bahwa aku sudah sampai di kota Westa ini! Sekarang aku akan menuju ke Hotel yang sudah di pesan sebelumnya." Tolak Rizal dengan cepat, meskipun dia di awalnya untuk langsung ke kediaman keluarga Aditya.
Namun Rizal enggan, sehingga dia lebih memilih tinggal di hotel bersama rekan kerja lainnya.
"Baiklah jika seperti itu! Nanti akan aku jelaskan lebih lanjut tentang pekerjaan kalian di sini setelah kita bertemu!" Ucap Alda.
__ADS_1
"Baik tuan, saya siap melaksanakan tugas!" Ucap Rizal dengan sedikit bersemangat.
Dia bersemangat karena dia akan memulai proyek besar di kota Westa! Proyek yang tidak kah besar dari proyek yang di tanganin beberapa hari lalu di kota Mako.
Alda mematikan sambungan telponnya dengan cepat setelah menerima kabar dari Rizal! Setelah kedatangan Rizal di kota Westa ini, maka hal-hal besar yang Alda pikirkan sebelumnya akan segera di jalankan.
Setelah beres semua aktifitas di halaman belakang, termasuk latihan rutin setiap harinya! Alda ingin masuk ke kamarnya untuk mandi. Namun sebelum dia berjalan menuju kamar, Tama sudah sampai di halaman belakang kediaman keluarganya.
"Apa orang-orang Grup Brighton sudah datang ke kota Westa?" Ucap Tama, dia jelas mendengarnya saat Alda telepon tadi.
Dia juga tahu sebelumnya, sehingga setelah dia menelpon dengan seseorang Tama langsung tahu siapa yang Alda telepon lagi hari seperti sekarang.
"Ya, sudah! Tapi mereka lebih memilih tinggal di Hotel dari pada di sini!" Ucap Alda memberitahukan kepada Tama.
Memang awalnya, Alda meminta izin kepada Tama bahwa akan ada beberapa orang dari Grup Brighton yang akan ke kota Mako dan berencana tinggal di Kediri Aditya! Lalu Tama menyetujui tanpa berpikir.
Namun setelah waktunya tiba, malah orang itu lebih memilih tinggal di hotel dari pada di kediaman keluarga Aditya ini.
Hana dan Hani tidak menggangu sejak awal, padahal keduanya ada di sana dan mendengar semuanya! Namun mereka lebih memilih diam.
"Setelah mendapatkan kabar dari Rizal, sebaiknya kita temui mereka! Aku yakin, kota Westa tidak akan tenang seperti biasanya." Ucap Alda kepada Tama.
"Baiklah...!" Jawab Tama sambil mengangguk, lalu dia meregangkan tubuhnya untuk melemaskan otot-otot di tubuhnya.
Tama melakukan gerakan kecil dan beberapa jurus yang ringan dan terus mengulang-ulang gerakan itu.
Keduanya tidak tahu bawah sekarang kota Westa sedang tidak tenang! Itu semua karena ada berita bahwa gangster jalanan kota tua sudah di tangkap! Secara tidak langsung keributan kota Westa adalah ulah dari Alda, Tama, Hana dan Hani.
Namun mereka tidak memikirkan sama sekali tentang itu.
\=
\=
...
__ADS_1