Pewaris Tersembunyi

Pewaris Tersembunyi
164 MEMASUKI HIBURAN KASINO


__ADS_3

Chapter 164. MEMASUKI HIBURAN KASINO


\=


"Hei, memangnya apa yang perlu penjual itu pandang dari mu?" Alda bertanya kepada Tama setelah mendengar ocehan Tama yang tidak jelas juntrungannya.


"Eh...! Benar juga?" Jawab Tama dengan singkat.


Setelah di pikir ulang, Tama sendiri sedikit lucu dengan ucapan tadi! Karena penjualan aksesoris itu kenal juga tidak dengan dirinya, apa lagi di anggap sebagai leluhurnya jadi apa yang harus di pandang dari setelah orang itu melihat dia.


Sehingga hanya bisa menunjukkan senyum kaku, lalu akhirnya dia hanya diam karena diam lebih baik dalam posisi sekarang.


"Tidak bisa, 15 juta sangat mahal! Paling-paling harga sebenarnya hanya 500 ribu, jika tuan menjualnya seharga 500 ribu maka kita akan beli." Ucap Hani yang tidak terima harga untuk jepitan rambut yang kecil ini 15 juta.


"Nona jangan begitu keterlaluan! Bagaimana bisa 15 juta, langsung jatuh ke 500 ribu?" Hati penjual toko pernak-pernik dan perhiasan langsung sakit.


Untuk modalnya saja 500 ribu tidak cukup! Meskipun memang benar itu dari serpihan, bisa di bilang limbah namun bahwa itu berkuliah tinggi, sehingga membelinya tidak begitu murah.


"Ya sudah, jika tidak mau kita bisa mencari toko lain!" Jawab Hani.


Alda mendengar ucapan Hani seperti itu, kini sekarang dia tahu bahwa memang karakter Hani yang sangat lugas yang selalu berucap apa adanya yang terlintas di benaknya.


Dengan cepat, Hani menaruh lagi ke tempat semula dan dia hendak pergi! Seketika pedagang itu merasa bahwa harganya jika di turunkan pelanggan akan tertarik.


"Nona cantik tunggu, bagiamana jika 3 juta?" Ucap penjual itu dengan sedikit enggan.


Karena dari 15 juta, menjadi 3 juta itu sangat jauh sekali! Dia juga sebenarnya enggan namun hari ini benar-benar sepi sehingga dia ingin mengalah.


"Sudah saya tebak sebelumnya, pasti anda berbohong! Ayo kak pergi...!" Ajak Hani dengan menarik tangan Hana.


Hana tidak bisa berkata-kata, karena dia tadi menawar dan minta di turunkan harga malah sekarang menuduh berbohong.


Alda hampir tersedak oleh air liurnya jika saja dia tidak siap! Karena menurutnya pemikiran Hani ini benar-benar di luar prediksi orang normal.


Yang paling sial adalah pemilik toko, dia hampir menangis! Orang menawar setelah di turunkan harganya malah di tuduh pembohong.


"Tampi itu..!" Pedagang itu tidak bisa berbicara.

__ADS_1


"Baiklah tuan, akan aku bayar dengan harga 3 juta!" Hana langsung mengalah.


Sebenarnya dia juga hanya memiliki sedikit tabungan, namun mengeluarkan 3 juta bukanlah apa-apa bagi Hana! Karena tabungan dari pekerjaan sebelumnya juga masih ada beberapa miliar.


"Ah, nona kamu lebih masuk akal dari pada adik mu!" Ucap pedagang itu, menatap ke arah Hana dengan pujian tinggi.


"Apa kamu bilang?" Hani malah marah, karena dia di tuduh tidak masuk akal.


"Sudah, Hani..!" Ucap Hana melerai dengan cepat.


Akhirnya, Hana melakukan pembayaran! Keempat orang itu segera keluar dari toko pernak-pernik dan perhiasan.


Tama yang sedari tadi hanya diam, kembali berucap."Sebenarnya tinggal bayar 15 juta apa sulitnya!"


Hana hanya tersenyum canggung, sedang Hani menjawab! "Setidaknya uang kita tidak di tipu lebih banyak!" Ucap Hani kepada Tama.


Menurut Hani, kakaknya membayar 3 juta masih termasuk di tipu jadi dia berkata demikian! Itu juga keyakinan mutlak Hani.


"Sudahlah, yang penting jepit rambut itu berguna! Meskipun 3 juta jika menurut mu masih terlalu mahal, intinya barang yang di beli berguna." Jawab Alda meredakan percakapan sebelumnya.


Alda adalah semoga tuan muda, sehingga uang 3 juta sangat tidak berarti! Sehingga dia tidak memusingkan dengan harga tersebut, menurutnya harga 3 juta juga sepadan karena bahan itu benar-benar berkualitas.


"Alda ayo kita masuk ke dalam! Sebenarnya ada keseruan apa di sana? Aku cukup penasaran." Ucap Tama.


Memang ini hal baru bagi Tama, karena mereka semua baru turun gunung beberapa waktu lalu! Di kota Westa juga tidak ada kasino seperti itu sehingga Tama sangat penasaran karena belum pernah masuk.


"Baiklah, aku juga penasaran!" Jawab Alda, karena dia juga belum tahu apa-apa tentang kasino ini.


Bisa di bilang keempatnya adalah orang awam di hiburan Kasino seperti di hadapannya itu.


Setelah memasuki gedung Kasino, suasana di sana langsung bising dengan musik berbagai mesin gemerincing suara terdengar di berbagai sudut dan lorong! Ada slot buah ada juga slot bentuk lainnya yang lebih rumit, orang-orang sibuk dengan menakan tombol spin.


Namun mereka baru masuk sebentar, keempatnya di datangi pegawai di sana.


"Tuan-tuan, nona-nona! Apa kalian akan bermain, jika benar bisa tukar koin atau dengan tukar dengan cip!" Ucap wanita dengan pakaian ketat dan berparas ayu itu.


"Berapa rasio nilai tukarnya?" Tanya Alda penasaran.

__ADS_1


"Silahkan ikuti ke sini tuan, akan kami jelaskan." Ucap pegawai Kasino itu dengan ramah.


Akhirnya keempatnya sampai di meja penukaran, dengan cepat pegawai itu menjelaskan berapa rasio nilai tukar dari mata uang ke koin dan mata uang ke cip.


Namun jik cip tidak berganti jumlah uang yang sebenarnya, hanya ada nilai dari setiap warna! Mulai dari 100 ribu hingga ratusan juta di dalam satu cip berbeda warna.


Akhirnya setelah mengerti Alda hanya menukar cip tidak menukar koin! Karena dia tertarik bermain poker dan dadu di lantai dua.


Setelah menukar sebanyak, 2 miliar uang lokal! Keempatnya langsung pergi ke lantai atas.


"Alda kenapa kamu menukar sangat sedikit?" Ucap Tama bertanya, dia heran karena Alda menukar 2 miliar untuk mereka berempat.


Jika di bagi rata, maka setiap orang hanya akan mendapatkan 500 juta! Bagi Tama itu sangat sedikit.


Jika dia, maka akan sekaligus menukar 5-10 miliar! Agar dia bermain dengan puas, karena di sini bertujuan untuk bersenang-senang.


"Sebanyak ini cukup, apa kamu pikir kita hanya akan kalah? Tidak kah kamu menghitung kemenangan setelahnya?" Alda mengerutkan keningnya.


Karena jika dia tidak menang, memang akan cepat habis meskipun itu cip berjumlah 10 miliar sekalipun.


"Benar juga, aku tidak menghitung dan memperkirakan sebelumnya." Jawab Tama, mungkin jika orang lain melihat ini Tama seperti orang bodoh.


Namun nyatanya, dalam hal menghitung angka Tama paling mahir dalam hal ini! Bahkan dia bisa di bilang sebagai ahli dalam hal algoritma, namun jika di hadapan Alda dan yang lainnya dia selalu sering terlihat mengoceh tidak ada juntrungannya.


Karena dia memang hanya mencari kesenangan saat berada di dekat Alda, Dion maupun Riko.


Akhirnya keempatnya sudah menginjakkan kaki mereka di lantai dua! Di sini terlihat begitu sepi, hanya ada beberapa meja poker dan ada permainan tebak angka yang di lempar bola.


Ada juga meja untuk bermain dadu! Setelah sampai ternyata di dua meja untuk bermain dadu ada banyak anak muda di sana sedang bermain.


Melihat kerumunan itu, mata Tama langsung menyipit! Dia menyunggingkan senyum cerah.


"Sepertinya akan ada pertunjukan seru di sini!" Ucap Tama, sekarang terlihat bahwa dia mulai serius.


Alda juga menunjukkan raut wajah yang tertarik setelah melihat ada kerumunan di sana! Hanya wajah Hana dan Hani yang tidak berubah, keduanya melihat dengan penasaran ke sana kemari.


\=

__ADS_1


...


__ADS_2