
Chapter 119. GERRY TERTEKAN.
\=
Melihat kaca mobil itu pecah dan peluru melesat hanya satu cm di sebelah kepalanya, pemimpin itu langsung merunduk dan gemetaran.
Inilah di momen paling tegang, karena dia merasakan seperti dekat sekali dengan kematian! Bahkan dia dapat merasakan gesekan udara yang di sebabkan oleh peluru itu.
Di depan sana, Alda hanya mengeluh.
"Sil, ternyata masih melesat! Aku harus berlatih banyak menggunakan pistol ini!" Alda merasa bahwa kemampuan dia dalam hal menembak lebih buruk dari hari.
Meskipun jaraknya cukup jauh, namun dengan tatapan tajam Alda den ketenangan yang di milikinya dia yakin akan mengenai musuhnya meskipun peluru itu menembus kaca mobil terlebih dahulu.
Namun nyatanya itu tidak sesuai yang dia harapkan, sehingga hanya bisa mengeluh.
"Ternyata di sana tergetnya! Aku lanjutkan." Ucap Hani setelah melihat tembakan Alda melesat dan Alda mengeluh di radio komunikasi.
Dor.. Dor..Dor..!
Baru saja Hani selesai berucap, terdengar suara tembakan di telinga Alda dan yang lainnya.
"Apa kalian tidak ingin mengajak aku bergabung?" Ucap Hana dengan lesu.
Karena dia saat ini hanya menjaga di sekitar Hani, menurutnya sangat membosankan! Sehingga dia langsung mengeluh kepada yang lainnya.
"Bukan di sini! Sebenarnya ini hanya singgah saja!" Ucap Alda di sebrang sana.
Sedangkan di mobil yang tadi pecah, pemimpin tim elit itu sudah mengerang karena terkena tembakan dari Hani.
Dia terengah-engah, hingga terdengar di talkie-walkie milik anak buahnya.
"Pemimpin, apa kamu tidak apa-apa?" Tanya salah satu dari mereka.
"Mundur, sebelum bantuan datang! Mereka sangat tangguh dalam menembak dan bersembunyi." Ucap pemimpin tim elit itu.
Dia sudah sangat sulit bergerak, karena tangan dan bahunya tertembak oleh Hani.
Dor..!
Setelah Hani memperkecil dan menajamkan penglihatan di teleskop senjata miliknya dia akhirnya bisa melihat gerakan pemimpin tim elit itu dan menembak di kepalanya.
Bruk..!
"Pemimpin, apa yang terjadi?" Tanya anggota elit di sebrang sana.
Mereka bersembunyi di mobil yang terparkir berserakan! Jika saja bahaya tidak mengintai mereka, orang-orang itu pasti akan keluar untuk melawan musuh dan menolong rekannya yang terluka namun itu semua tidak bisa.
Musuh sangat tangguh! Bahkan jantung mereka berdebar sangat kencang dengan pertarungan berdarah ini.
Mereka ingin menghubungi ketua Gerry, namun hanya dengan alat khusus yang di pegang pemimpin tim, sedangkan ponsel mereka tidak memiliki sinyal sama sekali setelah masuk ke area ini.
__ADS_1
Membuat sisa 5 orang itu sangat frustrasi, ingin melawan tapi tidak bisa! Terus bersembunyi namun semakin lama semakin berbahaya.
*
Di dalam Club, Dion terus menyiksa pemimpin divisi 4! Hingga orang itu sudah tidak berbentuk lagi.
Jleb..!
"Aaahhhhh..!" Jerit pemimpin divisi 4.
Setelah paha bagian atasnya di tusuk dengan belati, bahkan hampir mendekati ************ pria itu.
Rasa sakit yang di rasakan berkali-kali lipat dari tembakan di bagian bahu di belakang punggungnya.
Dia terus mengerang.
"Di mana persembunyian Gerry itu?" Tanya Dion.
Setelah beberapa saat tidak ada jawaban, akhirnya Dion kembali menusukkan belati di tangannya ke perut bagian bawah laki-laki itu.
Namun sekarang sedikit di gores dan di korek memutarkan belati itu.
"Aaaahhhhkk...! Bajingan bunuh saja aku bunuh." Teriak pemimpin divisi 4.
Dia merasakan siksaan yang tiada tara, darah keluar dengan cepat bahkan di hampir sekujur tubuhnya. Di tambah dua kaki dan dua tangannya sudah di patahkan! Kini bagian vital di tubuhnya di tusuk dan di buat mainan ini sangat menyiksa.
"Ahh, aku tidak suka mendengar ini! Aku hanya ingin tahu di mana Gerry itu bersembunyi?" Jawab Dion dengan datar.
Baaammmm...!
Hingga akhirnya, pemimpin divisi 4 itu tidak sadarkan diri.
"Sial, tidak berguna!" Ucap Dion.
Dor..!
Setelah akan melangkah pergi, Dion menembak mati orang itu.
Ada mata yang melihat itu semua, namun untuk bersuara orang itu tidak berani! Dia adalah orang penjaga Club malam itu.
Sebenarnya dia ingin bersembunyi, namun akhirnya penasaran tapi melihat hal seperti itu.
Dion keluar, dia sebenarnya menyadari ada orang melihatnya namum dia tidak peduli karena bukan orang itu target Dion, dia kembali ke depan karena ingin menyiksa Aron.
*
Di Club Mako Champions.
Ruang pribadi tempat para petinggi kelompok kalajengking merah berkumpul, Gerry sedang menunggu kabar baik.
Namun dari semuanya dia mendengar kabar buruk.
__ADS_1
"Ketua Gerry, bahkan tim elit divisi 1 sekarang terpojok!" Ucap pemimpin divisi 6.
Baammm..!
"Tidak mungkin, aku yang melihat mereka! Mereka sangat terampil dalam sehingga hal!" Ucap pemimpin divisi 1.
Dia sangat yakin dengan anak didiknya, namun mendapatkan laporan bahwa tim elit divisi 1 juga di pojokan.
Di tambah trus berdatangan informasi dari distrik utara dan timur bahwa mereka di serang kelompok yang kuat! Sehingga satu persatu kelompok yang sedang bekerja musnah.
"Sial, sebenarnya siapa mereka?" Ucap Gerry dengan tatapan mata kosong.
Semenjak kelompok kalajengking merah di bentuk, menurut Gerry ini adalah bencana paling besar yang di alaminya.
Karena sebelumnya mereka yang menjebak kelompok Beruang Hitam sehingga korban di pihaknya tidak banyak! Namun sekarang hampir semua anggota kelompok kalajengking merah musnah.
Sehingga Gerry Tertekan.
"Apa yang harus kita lakukan sekarang, apa kita laporkan ke departemen keamanan publik?" Tanya pemimpin divisi 6 sangking frustasinya.
Padahal ini adalah pertempuran mafia bawah tanah, departemen keamanan publik tidak peduli siapa yang salah selagi mereka mengacaukan keamanan kota maka mereka yang di tangkap yang bersalah.
"Bodoh, apa otak mu kejatuhan sesuatu?" Bentak Gerry.
Dia merasa beban ini di limpahan ke dia semua, bahkan pemimpin divisi 6 yang biasanya tentang dan banyak cara kini seperti orang bodoh, membuat Gerry sangat khawatir.
"Kita bersembunyi dulu, setelah situasi terkendali kita baru keluar!" Ucap pemimpin divisi 1 menyarankan.
Gerry menggelengkan kepalanya, jika mereka bersembunyi maka kekuasaan mutlak atas kota Mako akan hilang dia tidak ingin hidup dalam buron dan tekanan dari pengejaran.
Karena sudah merasakan enaknya hidup di permukaan dan mengontrol semuanya dengan satu tangan.
"Hubungi Lori Dorman, kita akan ke sana untuk membahas sesuatu!" Ucap Gerry kepada pemimpin divisi 6.
"Baik..!" Jawab dia dengan cepat.
"Ketua, apa kamu tidak heran! Bagaimana ada kelompok yang sangat mengerikan di kota Mako ini tanpa kita ketahui?" Tanya pemimpin divisi 1.
Dia mulai curiga, bawah ada penghianat di kubunya! Sehingga dia langsung berpikir ke arah sana.
"Maksud mu?" Gerry masih belum mengerti maksudnya.
"Aku pikir ada penghianat di kubu kita!" Ucap pemimpin divisi 1 kembali.
"Bagiamana mungkin, semua tim kita ada di sini sebelumnya dan tiap-tiap pemimpin divisi ada?" Jawab Gerry langsung menyangkal.
Suasana di sana hening, karena pemimpin divisi 1 tidak bisa menyangkal itu.
BERUANG HITAM.
Itulah pemikiran mereka yang menyergap kelompoknya, namun untuk mempercayainya mereka tidak bisa.
__ADS_1
\=
...