Pewaris Tersembunyi

Pewaris Tersembunyi
221 DISTRIK BARU KOTA WESTA


__ADS_3

Chapter 221. DISTRIK BARU KOTA WESTA.


\=


Di siang hari ini, teman lama keluarga kuat di negara ini saling berbincang, mereka terus membicarakan cucu mereka masing-masing! Namun tuan Saga lebih banyak memuji Alda, karena dari segi umur Alda jauh lebih muda dari Tama tapi Tama seperti sangat menghormati Alda.


Bahkan terkesan takut, itu membuat dia semakin tertarik dengan Alda! Dia semakin lama memandang Alda seperti sedang memandang Charles Button saat masih muda, namun Alda bisa di katakan lebih baik dan unggul lagi daripada Charles Button saat masih muda dulu.


"Baiklah, Saga! Aku sangat tenang sekarang, ternyata bocah itu ada di kediaman kamu. Jika seperti itu maaf nantinya aku merepotkan kamu kembali." Ucap tuan besar Button.


Suara dia seperti tidak enak! Namun tuan Saga Aditya tidak memperdulikan ucapan tidak enak Charles Button.


Dia malah berucap dengan ringan.


"Itu tidak masalah! Aku malah seneng bisa bertemu dengan Alda, sehingga aku sedikit melihat kamu saat masih muda dulu! Tapi sayang kamu lebih buruk dari Alda. He-he-he..!" Jawab tuan Saga Aditya sambil terkekeh.


Memang jika sahabat lama saling berbicara ada saja topik pembicaraan! Meskipun pembicaraan itu hanya bisa di katakan omong kosong belaka, namun sangat di nikmati oleh keduanya.


"Apa anak itu semirip itu dengan ku?" Charles Button sekarang jadi penasaran.


"Ya, bahkan dari wajah dan gaya dia berbicara! Itu seperti kamu saat masih muda..!" Jawab tuan Saga Aditya.


"Saga, ini aku ada urusan mendadak! Maaf tidak bisa berlama-lama dalam obrolan ini, sekali lagi aku titip bocah itu kepada mu." Charles Button seperti sedang terburu-buru langsung berpamitan hendak mengakhiri panggilan telepon itu.


"Baiklah, aku tahu! Serahkan saja pada ku." Jawab tuan Saga Aditya dengan mudah.


Karena bagi dia, Alda tidak di jaga olehnya saja akan sangat aman! Karena dia tahu kekuatan Alda seperti apa dari Tama yang sudah banyak menceritakan kehebatan Alda.


Setelah itu, akhirnya sambungan telpon keduanya langsung terputus.


*


Di kota Westa.

__ADS_1


Tepatnya di Hotel Puncak.


Kini pelelangan terus berjalan, setelah permata jantung laut terjual! Ada lukisan dari maha karya pelukis terkenal di zaman dulu, lalu ada peralatan perjamuan keluarga kerajaan dan ada resep makanan untuk bangsawan di jaman kekaisaran Trukotan.


Memang itu barang-barang yang sangat bagus bagi para keluarga besar di kota Westa! Namun tujuan mereka datang ke pelelangan kali ini adalah untuk mendapatkan sebidang tanah di distrik baru kota Westa.


Tanah ini sangat menggiurkan! Karena siapa saja yang akan mendapatkan salah satu tanah itu, bakalan menjadi terkenal.


Sedangkan tanah yang di lelang di sini hanya ada tiga tempat, dua tanah sangat strategis sedangkan satu tanah lainnya bisa di bilang tempat terbengkalai.


Karena ada kota kumuh di sana! Banyak bangunan rusak yang penuh dengan sampah berserakan dan tindakan ilegal orang-orang yang menempatinya.


Tempat ini penuh dengan masalah itu, karena di dalamnya terdapat beberapa gangster jalanan yang berkelompok, mereka sering melakukan tindakan kejahatan dan perang antar gangster sehingga tempat ini di cap berbahaya.


Sehingga pemerintah kota Westa, ingin merenovasi dengan menggunakan pihak investor swasta! Jadi di adakan pelelangan seperti ini.


Semua orang berminat dengan dua tanah yang strategis itu! Namun untuk satu tanah lainnya mereka semua tidak tertarik, karena bagi mereka jika membeli tanah itu maka hanya ada masalah yang panjang.


Meskipun rata-rata keluarga kelas satu memiliki kekuatan dan sumberdaya keuangan yang banyak, mereka tidak ingin membakar uang miliknya di sana jika nanti ujungnya hanya tidak menghasilkan.


Setelahnya layar besar di belakang panggung menyala! Di sana terlihat gambar kota tua yang sudah terbengkalai.


Semua dinding di sana sudah kusam bahkan lebih banyak yang hitam karena bekas terbakar! Itu akibat dari pertarungan gangster yang bercokol di tempat itu.


Alda melihat tanah itu langsung tertarik! Otak dia langsung bekerja, Tama tidak terlalu memperhatikan karena dia di beritahu oleh kakeknya bawah dia cukup hadir dan bersenang-senang di sana.


Keluarga Aditya tidak butuh kekuasaan lagi, karena dia sudah termasuk jajaran keluarga terkaya di kota Westa ini! Sehingga Saga Aditya tidak tertarik berebut tanah yang ada di distrik baru kota Westa.


Namun tatapan orang-orang di sana langsung mencibir! Karena tanah yang sekarang di perlihatkan adalah tanah yang bermasalah, sehingga mereka semua tidak tertarik.


Sedangkan Alda berbeda, dia melihat itu adalah kawasan yang paling strategis dari pada dua tanah lainnya yang sekilas terlihat di layar! Karena kamera yang menampilkan video di ambil menggunakan dron dari atas sehingga tanah di dua bagian lainnya terlihat sedikit.


Itu bertujuan dari keamanan, sedangkan untuk bagian dalamnya tidak di perlihatkan karena di sana sarang gangster jalanan yang kejam.

__ADS_1


Pemikiran Alda untuk membangun kekuatan langsung terbesit, dia ingin menggunakan orang-orang dari kelompok gangster jalanan itu di bawah perintahnya.


Alda tahu itu dari mendengar bisikan-bisikan di belakang dan sampingnya! Sehingga sedikit mendapatkan gambaran.


"Tama apa kamu tahu seberapa kuat gangster yang menguasai kota terbengkalai itu?" Ucap Alda dengan lirih dan penuh minat.


"Tidak tahu untuk sekarang! Tapi jika dulu memang cukup mengerikan, aku saja yang sering mendominasi di kota Westa 10 tahun yang lalu, hanya tempat itu yang menjadi pantangannya." Jawab Tama seperti acuh tak acuh.


Karena kekuatan dia sekarang sangat mengerikan! Dia sekarang jika di surah pergi ke kota terbengkalai itu tidak takut lagi.


"Ternyata seperti itu! Lalu jika sekarang kamu masuk ke kota itu sendiri yakin bisa keluar?" Pertanyaan Alda seperti meremehkan Tama.


"Sial kamu meremehkan aku ternyata! Meskipun aku bukan lawan mu, namun untuk melawan petinggi mereka aku masih percaya diri." Jawab Tama dengan kesal.


"Baik sudah cukup..!" Jawab Alda dengan senyum lebar.


Dia sebenarnya hanya mengukur kekuatan musuh dan keberanian Tama saja! Sehingga dia bertanya seperti tadi, namun jika dia tidak bertanya saja Alda yakin. Bakal cukup mudah merobohkan mereka yang menguasai kota terbengkalai itu.


Setelah Alda bertanya kepada Tama seperti itu, Video penayangan dari kota tua sudah beres.


Orang-orang yang hadir pelelangan itu langsung berdiskusi di belakang Alda, sehingga suasana menjadi ramai.


"Sial, siapa yang mau membeli tanah seperti itu! Meskipun tanah itu di jual murah sekalipun kayaknya hanya orang bodoh yang membelinya." Ucap seorang pria paruh baya yang duduk di deretan kursi ke 3.


Sehingga bisa di pastikan bahwa orang itu memiliki kekayaan yang melimpah! Lalu seseorang yang lainnya juga ikut berkomentar.


"Meskipun itu di beli oleh keluarga kelas atas, sepertinya tidak akan mudah untuk mengolahnya." Ucap orang lainnya.


Hiski Readbulld juga tidak minat dengan tanah itu, karena keluarga Readbulld malah mengincar dua tanah yang strategis! Karena keluarga Readbulld ingin membangun reputasi tinggi agar bisa mengalahkan keluarga kelas atas lainya.


Karena kepala keluarga Readbulld mendengar keluarga Aditya tidak berminat dengan proyek distrik baru ini, sehingga keluarga Readbulld begitu berminat dan sudah bersiap-siap sebelumnya.


\=

__ADS_1


\=


...


__ADS_2